
(Bagian Flashback)
Bunyi alarm di sertai adzan subuh membangunkanku dari tidur, entah mengapa saat subuh seperti ini gravitasi bantal dan kasur begitu kuat. Entahlah.. Mungkin ini hanya untuk ku. Bagi sebagian orang yg beriman mungkin bisa menekan gravitasi itu dan melangkahkan kakinya ke mesjid untuk shalat subuh. Aku harap hal ini juga terjadi padaku suatu saat.
Setelah aku menyelesaikan kewajibanku, aku segera bersiap-siap untuk ke lapangan alun-alun kota, di sana aku akan berolahraga joging. Ya.. Hari ini adalah hari minggu jadi tidak ada aktifitas kuliah dan sebaiknya dimanfatakan dengan baik, salah satunya dengan olahraga biar badan sehat dan kekar.
Joging merupakan olahraga kesukaanku, karena aku hanya perlu berlari dan tidak membutuhkan skill apapun seperti bermain basket atau sepak bola misalnya. Dimana kita harus hebat dalam mengontrol bola atau mendribel bola. Sedangkan joging, aku hanya harus memiliki kaki yg kuat dan berlari sesuka hati sampai lelah.
Di pagi yg sepertinya akan cerah ini, aku sudah janjian dengan Adi untuk joging bersama. Entah apa yg membuat Adi jadi rajin bangun pagi, karena biasanya saat libur seperti ini dia akan menghabiskan waktunya untuk tidur seharian.
Saat tiba di lapangan alun-alun kota, ternyata Adi sudah berada terlihat melakukan sedikit peregangan. "tumben kamu bangun cepat hari ini." kataku mendekat ke arahnya.
"ya namanya juga pengen sehatkan. Harus bangun pagi.. Olahraga." balasnya sambil terus melakukan pemanasan
Setelah pemanasan, akhirnya kami berduapun berlari mengelikingi lapangan. Baru juga berlari satu putaran lapangan, Adi sudah ngos-ngosan dan tak bisa lagi melanjutkan alhasil aku joging sendirian. Saat aku kembali ke titik dimana Adi berhenti, dia menghilang.. Lama berselang aku menemukan dia sedang bersama seorang perempuan di sebuah tenda yg sepertinya tengah menjual pakaian-pakaian bekas layak pakai di pinggir lapangan.
Karena penasaran aku pun menghampirinya.
"woy.." Kataku dengan nada yg tinggi mencoba mengagetkannya.
"ehh Man. Gimana sudah jogingnya?" balasnya sambil cenge-ngesan.
"iya sudah. Ngapain di sini?" tingkah Adi sekarang sedikit mencurigakan.
"ini lagi lihat-lihat baju, siapa tau ada yg cocok. Hehe." Katanya dengan senyum kecut diwajahnya.
"Adi.. Maaf ya tadi lagi melayani pembeli." Kata seorang perempuan yg memotong pembicaraanku dengan Adi sembari mendekat kepada kami.
"iya gak papa. Santai aja kali." Kata adi kalem.
"pantas aja semangat bangun pagi.. Katanya mau olahraga."ucapku meledek. Sudah bisa di tebak apa yg menjadi kekuatan bagi Adi untuk bangun pagi, ternyata karena perempuan ini. Namanya Rini seorang mahasiswi sastra inggris di kampus. Kalau kata Adi sih mereka belum jadian masih dalam tahap mengenal.
Rini dan teman-temannya yg lain, saat ini sedang melakukan penggalangan dana dengan menjual pakaian bekas yg masih layak pakai untuk mendanai kegiatan kampus yg akan mereka adakan bulan depan.
Kegiatan-kegiatan seperti ini sering di lakukan anak-anak di kampusku untuk menutupi kekurangan dana dalam berbagai kegiatan. Selain efektif tentunya juga dengan modal yg murah, karena kita hanya perlu mengambil pakaian kita sendiri yg sudah sangat jarang digunakan dan di jual seperti sekarang.
Adi dan Rini sudah saling kenal sejak 6 bulan laku, mereka sama-sama tergabung dalam kulikuler di lembaga UKM paduan suara mahasiswa. Meskipun sudah kenal selama 6 bulan, kedekatan mereka baru belakangan ini terjalin. Karena tak ingin mengganggu percakapan mereka berdua, aku memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua agar bisa lebih leluasa saling mengenal.
__ADS_1
Karena telah berlari sejauh 3 km, aku rasa joging hari ini sudah cukup. Akhirnya aku memutuskan untuk coba melihat pakaian yg Rini dan teman-temannya jual, siapa tau ada yg cocok dan harga yg pas.
Aku kemudian berjalan perlahan sambil melihat-lihat pakaian, karena perhatianku teralihkan oleh pakaian yg aku lihat tanpa melihat sekitar tanpa sadar aku menabrak seseorang.
Orang yg kutabrak adalah dia perempuan yg aku lihat minggu lalu di sekitar Fakultas Ilmu Budaya. Iyaa.. Itu dia. Selama beberapa detik aku dan dia saling menatap. Saat itu aku hanya berharap momen ini tidak berakhir cepat, rasanya aku ingin Berlama-lama menatap. Selang beberapa detik perempuan itu menundukkan wajahnya. "maaf kak." Kata perempuan itu.
Baru aku mau membalas ucapannya maafnya, dia langsung berbalik dan pergi meninggalkanku. Tanpa sadar aku memegang tangannya mencoba menghentikan langkah kakinya yg menjauh karena akupun ingin meminta maaf dan berkenalan dengannya.
Tanpa di duga dia malah menghempaskan tanganku dengan keras lalu menarik tangannya yg tadi aku pegang. Aku terkejut atas reaksi yg dia tunjukan padaku, yg ku lihat dia sepertinya marah karena telah ku sentuh. Aku tak tau apa yg aku lakukan padanya itu benar atau tidak. Sepertinya dia sangat marah karena kerjadian itu, walaupun aku tidak bermaksud jahat. Aku hanya ingin mengatakan maaf padanya karena aku telah menabraknya.
Tapi belum sempat aku berbicara, tanpa melihatku dia berbalik dan pergi tanpa berkata apa2. Setelah dia pergi, aku berfikir apa yg harus ku lakukan, aku jadi tidak enak padanya. Sempat berpikiru untuk kembali menghampirinya. Tapi ku urungkan niatku karena jangan sampai dia malah menganggapku orang jahat.
Aku rasa aku telah mengacaukan kesempatan dimana aku bisa berkenalan dengannya. Sungguh kesan pertama yg buruk.
Beberapa hari setelahnya, hal itu masih membebaniku. Aku masih memikirkan perempuan itu, entah kenapa aku merasa terhubung akan sesuatu dengan perempuan itu.
Hari ini di kelas di kelas saat belum selesai Ibu Ariana menjelaskan materi teori administrasi publik Kelas pun selesai dengan kami di berikan tugas untuk membuat makalah sebagai bahan untuk diskusi minggu depan. "Arman.. Tolong Ibu yah. Bawa barang ini ke ruangan Ibu." Kata Ibu Ariana sambil menunjuk barang yg ada di meja.
"siap Bu." Kataku sigap.
Sesampainya di ruangan Ibu Ariana, beliau kemudian menawarkan sesuatu yg menarik untukku. Jadi.. Ada program pertukaran mahasiswa ke jepang yg rencananya akan terselenggara pada semester 4. Meskipun rentang waktu yg masih ada sekitar 4 bulan, tapi proses rekrutmen sudah di buka dan yg boleh mengikuti hanya mahasiswa yg mendapatkan rekomendasi dari dosen. Ini adalah salah satu hal positif ketika kalian dekat dengan dosen.
Mendengar penjelasan Ibu Ariana terkait program itu, sepertinya aku tertarik dan punya niat untuk ikut. Akhirnya atas rekomendasi Ibu Ariana aku kemudian mendaftarkan namaku dan selanjutnya tinggal mengumpulkan berkas sebagai bahan untuk penyeleksian karena yg bisa study banding ke jepang hanya 4 orang saja.
Setelah keluar dari ruangan Ibu Ariana, aku menghubungi Ilham dengan WA ."dimana Ham?" Kataku.
"di hatimu." Kata Ilham iseng.
"serius ini.." balasku.
"lagi di tempat biasa, bareng anak-anak. Tapi ini sudah mau buabr sih."
"oh ya sudah kalau gitu, aku pulang duluan."
"ok bro." Balas ya singkat.
Aku pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Ketika aku sampai di koridor yg mengarah ke parkiran motor, tiba-tiba perhatian ku teralihkan ke Sekitar 200 meter di depan ku, aku melihat dia. Perempuan yg kemarin aku tabrak dan yang aku lihat di Fakultas Ilmu Budaya beberapa minggu lalu.
__ADS_1
Sungguh ini kebetulan yg indah, itulah fikirku saat ini karena tentu saja sebentar lagi kami akan berpapasan. Mungkin aku akan mencoba menyapa dan meminta maaf atas insiden yg kemarin.
Sebenarnya, untuk bertemu dengan dia secara tidak sengaja di kampus punya kemungkinan yg besar karena Fakultas ku (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) dan Fakultas Ilmu Budaya serta Fakultas Ekonomi punya gedung yg berdekatan jadi bisa saja tiap hari aku tak sengaja bertemu dengannya.
Setiap langkah kemudian mendekatkan aku dengannya, setiap langkah fikiranku mulai kacau dan setiap langkah jantungku punya irama yg tak biasa. Semakin dekat.. Semakin dekat.. Dan semakin dekat.. Hingga akhirnya berlalu dan diapun melewatiku, begitu pula aku yg melewatinya.
Aku melewatinya dan berjalan sambil berfikir kosong. Apa yg terjadi.. Sejenak aku diam dan kembali mengingat momen yg tadi. Kalau di ingat-ingat aku sempat mengarahkan mataku padanya dan kemudian aku mengucapkan salam. Dan sepertinya saat aku mengucapkan salam dia menundukkan pandangan dan berlalu begitu saja. Iyaa.. Seperti itulah yg terjadi.
Sekali lagi aku gagal. Mungkin aku sudah di tolak sebelum berkenalan dengannya. Iyaa. Tau diri itu perlu, itulah fikiranku saat ini.
Karena pikiran-pikiran yg terus menggangu, aku memutuskan untuk sejenak memanjakan mata dengan pergi ke tempat favoritku. Tempat di mana aku bisa menenangkan diri dan menjernihkan isi kepalaku.
Di tempat ini, di pantai ini.. Tidak ada yg lebih menyenangkan daripada tiupan angin laut di sore hari. Itulah salah satu nikmat yg selalu aku syukuri, betapa tidak, tiupan angin di kala sore selalu jadi obat mujarab dari terpaan penyakit yg bernama kesibukan dunia. Jika senggang aku selalu menyempatkan diri ke pantai untuk menikmati sore dan angin laut sambil menanti senja.
Senja.. Salah satu pemandangan yg aku sukai. Senja hadir menutup hariku sekaligus jadi pengingat bahwa besok ada untuk lebih baik daei hari ini.
Aku lalu duduk di salah satu kursi yg tersedia di pinggir pantai sambil membaca buku yg beberapa hari ini aku gemari. Saat serius membaca, pemandangan yg di nantipun akhirnya datang.
Matahari mulai menenggelamkan dirinya, dengan cantiknya matahari seperti berkata padaku "sampai jumpa besok" Aku pun mengambil smartphone dan mencoba mengabadikan momen indah ini lewat kamera smartphoneku.
Kemudian kuarahkan kamera smartphoneku pada senja di ujung laut yg terlihat indah. Belum sempat aku menekan layar untuk mengambil gambar, tiba-tiba ada seorang yg berjalan tepat di depan view tempat aku ingin mengambil gambar. perempuan itu lalu berhenti dan berdiri di tempat yg ingin ku potret.
Gelagaknya seperti seseorang yg sedang menikmati tiupan angin. Jilbab biru yg menutupi tubuhnya mulai mengikuti alur angin. Dengan postur tubuh sekitar 160 cm itu sepertinya akan jadi gambar yg bagus jika aku menjadikannya model siluat dalam gambar yg akan ku abadikan. Tapi itu sama saja aku kehilangan keindahan senja.
Karena Merasa terganggu aku berpindah posisi, tapi entah mengapa setelah beberapa kali pindah tidak ada view yg cocok di banding dengan tempatku berdiri di awal tadi.
Akhirnya karena tidak ingin ketinggalan momen terbaik dari hal yg aku sukai, aku menghampiri perempuan itu dengan maksud untuk minta tolong agar dia bergeser dari tempatnya saat aku mengambil gambar. "assalamualaikum.. Permisi mba. Bisa gak kamu bergeser sebentar aja ke sebelah sini. Soalnya aku mau ngambil gambar mataharinya. Karena rasanya cuma di posisi ini yg pas. Jadi saya minta tolong mba nya untuk bergeser dulu sebentar." Kataku sambil menjelaskan kepadanya.
Dia pun berbalik dan tersenyum lalu pergi.
Matahari terbenam dan langit mulai menghitam, suara adzan terdengar namun aku masih saja diam. Sejenak mencerna apa yg ku lakukan di sini.
Lagi.. Ternyata perempuan yg tadi aku suruh untuk bergeser adalah dia.. Perempuan yg sama, yg aku lihat di Fakultas Ilmu Budaya beberapa minggu lalu. Perempuan yg sama, yg aku tabrak saat aku selesai joging dengan Adi di lapangan alun-alun. Yg membuatku penasaran ingin mengenalnya, sekarang memberikan senyuman manis padaku.
Kemudian dengan bodohnya, aku malah berdiam diri sementara dia pergi tanpa aku mengatakan sepatah kata pun.
-Bersambung-
__ADS_1