
Aku bertemu dengan Riyal di kantin. Akhirnya kami terlihat beberapa pembicaraan penting. Katanya Sahidah akan berkunjung di Indonesia dan berharap agar kami bisa berkumpul bersama.
"iya, dia ngechat via Facebook dua hari yg lalu. Aku udah kasih nomor WA mu. Apa dia tidak menghubungimu?" tanya Riyal.
"sorry Yal, aku habis ganti nomor WA." balasku.
"pantas aja aku telfon gak aktif. Tapi gak papa, yg penting sekarang kamu udah tau. Jadi gimana bisa ga?"
"minggu depan, insyaallah Yal. Ana gimana?" tanyaku.
"dia juga ok."
"baguslah. Tapi sepertinya Alfy e.. Maksudku Fina gak bisa deh." Ujar ku.
"tenang aja."
"maksudnya?"
"aku udah tau tentang kondisinya sekarang."
"eh?" Aku terkejut mendengar perkataan Riyal.
__ADS_1
"jangan salahkan dirimu sendiri atas apa yg di alami oleh Fina." Kata Riyal.
"bentar-bentar.. Aku gak ngerti, kamu udah tau kalau Fina.." belum selesai bicara Riyal memotong.
"iya aku tau. 3 hari yg lalu aku singgah di rumahnya. Aku hanya ingin menyapa dan memberitahu tentang reuni dengan Sahidah minggu depan. Tapi.. Ketika aku bertatap muka dengan Fina, dia.. Tidak.. Mengenalku."
Riyal menceritakan tentang perbincangannya ketika berada di rumah Alfy. Karena bingung, orang tua Alfy akhirnya menceritakan tentang kondisi yg di alami oleh Alfy. Riyal pun juga menceritakan dirinya kepada Alfy.
Menceritakan bahwa dia adalah salah satu mahasiswa yg berangkat studi banding di Malaysia bersama dua orang mahasiswa yg lain.
Dia menceritakan semua kejadian yg terjadi di Malaysia berharap Alfy sedikit mengingat dirinya di masa lalu dan benar saja stimulus itu sedikit memberikan bayangan di ingatan Alfy tentang dirinya yg pernah berada di Malaysia kala itu.
Tapi karena tiba-tiba Alfy bereaksi kesakitan di kepalanya, Riyal pun menyudahi cerita masa lalu itu. Akhirnya Alfy setuju untuk datang di reuni minggu depan untuk bertemu dengan Sahidah. Dan karena Riyal adalah calon Dokter, orang tua Alfy pun tidak keberatan akan hal itu.
"iya.. Kecuali kerjadian itu." tegas Riyal.
"kejadian malam itu yah?" balasku dengan bertanya.
Riyal diam dan dari tatapannya aku bisa menduga bahwa dia tidak menceritakan kejadian dimalam aku tertusuk karena mencoba melindungi Alfy dari seorang lelaki mesum.
"aku sudah bilang, bahwa orang tuanya menjelaskan semua hal yg terjadi dengan Fina. Mulai dari kondisi hingga penyebabnya dan penyebab utama kondisinya saat ini menurut sepupunya yg bernama Puput adalah.. Kamu." Ujar Riyal.
__ADS_1
Aku terdiam menunduk. "iya, itu benar." Kataku.
"tapi kalau menurutku itu tidak benar. Sekali lagi kamu tidak usah merasa bersalah atas apa yg terjadi dengan Fina sekarang, karena masih ada peluang bahwa ingatannya yg hilang bisa kembali." jelas Riyal.
"gak Yal, akulah yg menyebabkan itu semua." tegasku
"kondisinya akan membaik." Ujar Riyal.
"semoga saja." harapku.
"setelah aku melihat kondisi langsung dari Fina, aku menduga dia terkena Amnesia Lakunar. Amnesia Lacunar adalah hilangnya ingatanĀ tentang satu peristiwa spesifik. Ini adalah jenis amnesia yang meninggalkan kekosongan (celah) dalam catatan memori di wilayah korteks otak. Penyebab amnesia jenis ini adalah akibat kerusakan otak pada sistem limbik yang mengendalikan ingatan dan emosi seseorang." Kata Riyal menjelaskan.
"amnesia jenis ini tidak membuat sepenuhnya ingatan akan hilang. Tapi hanya beberapa ingatan, khususnya ingatan yg berhubung langsung dengan emosi. Makanya Fina tidak melupakan orang tua dan teman-teman dekatnya. Dia hanya melupkan kejadian dan orang-orang yg berhubungan dengan kamu. Makanya dia juga melupakanku, karena kita memiliki hubungan. Yg aku tidak mengerti adalah kenapa dia harus melupakan hal yg berhubung denganmu? " lanjut Riyal menjelaskan dan bertanya tentang kondisi Alfy.
"Kamu benar, kata Dokter yg menangani Fina juga seperti itu. Aku mengatakan hal buruk padanya, hal yg seharusnya tidak ku ucapkan saat itu. Makanya Puput menyalahkanku atas apa yg terjadi." balasku.
"seiring berjalannya waktu, aku yakin ingatannya itu akan kembali. Kau tidak usah khawatir, kalian akan bersama lagi." Ujar Riyal menghibur.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanyaku.
"bukankah aku sudah bilang kalau orang tua Fina menceritakan semua hal tentang apa yg terjadi.. Termasuk saat kau datang untuk MELAMARNYA." Ujar Riyal.
__ADS_1
"...."
-Bersambung-