
(Bagian Flashback)
Hari kembali normal, aktivitas kukiah kembali menjadi rutinitas mahasiswa di kampus ini. "eh.. Kalian bentar malam mau ikut gak jemput Arman di bandara?" tanya Ilham kepada Wahid, Gina dan Adi sembari mereka memasukkan buku ke tas karena jam kuliah baru saja selesai.
"kapan Ham?" balas Gina.
"malam ini habis magrib." Jawab Ilham.
"ya udah ikut deh." Balas Gina.
"boleh.." balas Adi mengangguk
"maaf guys.. Malam ini aku ada diskusi. Penting gak bisa di tinggalin. Maaf ya, nitip salam aja sama Arman jangan lupa oleh-oleh. Hahaha." Balas Wahid.
"ok deh. Entar aku jemput kalian di kosan masing-masing." kata ilham memakai ranselnya.
Mereka berempat keluar ruang kelas dan berjalan menuju ke parkiran, sebelum sampai di parkiran sekitar koridor yg menghubungkan Fakultas Sospol dan Fakultas Ekonomi tanpa sengaja mereka bertemu Ivan dan pacarnya.
Melihat Ivan dan pacarnya tentu Ilham gelisah, bukan tanpa alasan karena seminggu yg lalu Ilham mendapatkan informasi dari Anya bahwa Dian yg merupakan pacar dari Ivan sudah putus tapi sekarang di depan mata Ilham mereka sedang berdua."hi kalian.. Teman-temannya Arman kan?" Kata Ivan menyapa.
__ADS_1
"hi Van.. Iya." balas Gina.
"aku chat Arman tadi di WA katanya malam ini dia sudah sampai di Indonesia ya." Kata Ivan basa basi.
"iya.. Mau ikut gak? Bentar anak-anak mau jemput dia di bandara." Balas Adi.
"kayaknya aku tidak bisa. Titip salam saja sama Arman." Balas Ivan.
"Van.. Sorry kalian berdua masih pacaran yah?" kata Ilham menunjuk Ivan dan Dian yg saat ini terlihat mesra sambil bergandengan tangan.
"tentu saja, Kenapa?" balas Ivan sambil bertanya.
"iya dong harus.. Ya kan beb." Balas Dian sambil memegang tangan Ivan.
Merekapun berpisah, sementara Ivan dan Dian berjalan menuju perkiraan khusus mobil, sedangkan Ilham dkk berjalan menuju parkiran khusus motor.
Ilham terlihat gelisah sementara itu Wahid dan Adi dari tadi bisik-bisik. Setelah ngobrol basa-basi mereka berpisah."parah sih ini." Kata Adi sambil berjalan.
"positif thingking aja, semoga Ica dan Irwan gak ada hubungan apa-apa." Balas Wahid masih santai menanggapi hal yg baru saja dia lihat.
__ADS_1
"aku jadi curiga nih. Soalnya Ica gak sekelas dengan kita lagi. Dia ngambil kelas A dan Irwan juga ambil kelas itu." Kata Gina.
"sebenarnya aku, Arman dan Wahid udah tau kalau Dian ini selingkuh sama Irwan. Soalnya kami pernah mergoki mereka berdua di bioskop." Jelas Adi.
"hah.. Kok gak cerita ke gua?" balas Ilham.
"kita gak tau Ham kalau ternyata Irwan lagi deket sama Ica." Balas Wahid.
"aduh gimana dong ini? Kok jadi gini sih. kasian Ica sama Ivan." Kata Gina sedikit khawatir.
"nanti kita coba ceritain ini ke Arman, biar Arman yang nyampein ke Ivan. Untuk Ica mungkin kamu Gin, bisa jelasin ke dia tentang Irwan yg sebenarnya." Kata Wahid memberi solusi.
"masalahnya sekarang kita kan belum tau Ica sama Irwan itu hubungannya apa?" balas Gini bingung.
"iya tapi setidaknya Ica bisa tau kalau Irwan itu kelakuannya seperti ini." Ucap Adi sedikit emosi.
Akhirnya mereka berpisah setelah sampai di parkiran kampus. Sementara itu Ilham yg gelisah atas informasinya yg dia dapat terlihat bersikap masa bodoh. Baginya, dia sudah di tolak oleh Ica dan sekarang itu bukan urusannya.
-Bersambung-
__ADS_1