
(Bagian Flashback)
Perihal cinta, jika cinta seperti ini kenapa harus hadir. Apa cinta tidak bisa terwujud dan bersatu untuk semua kasus? Seperti kasusku.
Aku merenung, di halaman belakang rumah di bawah pohon tertidur di atas karpet memandang langit dari sela-sela dedaunan pohon. "Alfy." gumamku.
Apa yg membuatku begitu memperhatikan dirinya. Aku harus berbuat apa? Tentu aku sudah memutuskan untuk menyerah padanya. Beberapa kali aku sudah tegaskan dalam diriku untuk tau diri dengan posisiku. Tapi.. Kenapa begitu sulit berpegang teguh terhadap keputusan itu?
Aku pejamkan mata, aku mencoba merefleksikan pikiranku melalui khayalan dan aku gambarkan seolah aku bersama Alfy. Apakah dia akan bahagia? Lalu ku bandingkan ketika Alfy menemukan laki-laki yg lebih pantas untuknya.
Kesimpulan dari hasil halusinasiku menggambarkan bahwa Alfy akan lebih bahagia dengan laki-laki lain. Iya.. Mungkin sebaiknya begitu. Sekali lagi aku menyerah, benar-benar menyerah. "Arman.. Ada Ivan di depan!" Teriak Ibuku.
"iya Ma, suruh ke belakang aja langsung." kataku.
Tak lama Ivan datang menghampiri dengan wajah yg sumbringah.
"Van, ada apa?"
"Arman.. Ini penting, islam, Man.. islam." katanya tergesa-gesa.
"islam? Maksud kamu?"
__ADS_1
"aku ingin masuk islam."
Aku terkejut mendengar ucapan tergesa-gesa dark mulutnya. "Hah? Gak salah kamu?"
"iya. Aku serius, gimana caranya?"
"hah? Van kamu gak sakit kan?" tanyaku heran.
"aku sehat. Tolong kasih tau aku caranya gimana?"
"ya, iya tapi tunggu dulu. Kok tiba-tiba sih?"
"panjang ceritanya Man. Jadi aku harus apa nih biar masuk islam."
"gitu doang? Gak harus bayar atau apa gitu?"
"iya gitu doang, tapi Ivan.."
"ok Man, jadi gimana tuh kalimat sahadat?"
"bentar Ivan, jelasin dulu?" Kataku dengan tegas.
__ADS_1
Dengan tenang Ivan mulai menjelaskan maksud dan tujuannya mengatakan ingin masuk islam.
Cerita mulai sejak seminggu yg lalu, ketika aku bertemu dengannya secara tidak sengaja di salah satu mall. Di bertemu dengan perempuan yg pernah dia temui di kampus. Perempuan yg membuat dia penasaran dan ingin kenalan dengannya.
Di satu restoran di mall itu, Ivan memberanikan diri menghampiri perempuan itu. Mengajaknya kenalan dan terjadilah obrolan di antara mereka. Walaupun awalnya perempuan itu terlihat risih dan seperti terganggu dengan kehadiran Ivan.
Namun Ivan langsung berterus terang dengan perempuan itu. Ya, dengan spontan Ivan langsung menyatakan bahwa dia menyukainya. Tentu selanjutnya bisa di tebak, Ivan langsung di suruh pergi karena di anggap pengganggu.
Tapi sekali lagi dia gigih dan menjelaskan maksudnya untuk berteman. Setelah itu teman perempuan itu menjelaskan kepada Ivan bahwa jika memang suka langsung melamar saja.
Sementara perempuan itu seperti mengelak dari perkataan temannya yg mungkin sedang bercanda. Tapi nyatanya Ivan entah apa yg dia pikirkan langsung mengiyakan perkataan temannya itu. Hal itu membuat kedua perempuan yg berada di depan Ivan itu tak bisa berkata apapun.
Hingga akhir perempuan itu bertanya tentang agama Ivan. Ketika tau Ivan beragama Kristen maka perempuan itu langsung menjelaskan bahwa dia tidak akan pernah bisa menikah dengan laki-laki yg berbeda agama karena dalam Islam itu di larang.
Tapi lagi-lagi Ivan memberikan jawaban yg membuat bingung kedua perempuan itu. Ivan mengatakan dia kan masuk islam jika di perlukan. Akhirnya dengan santun perempuan itu menjelaskan lagi bahwa tidak pantas bagi Ivan masuk islam karena dirinya atau karena orang lain. Islam adalah agama yg benar olehnya perempuan itu mengatakan lagi bahwa jika Ivan benar mau masuk Islam maka dia harus belajar tentang agama Islam.
Karena sejatinya dalam Islam laki-laki nantinya akan menjadi imam keluarga. Tentu di butuhkan pemahaman agama yg benar untuk berumah tangga. Ya, Ivan tertarik dengan Islam untuk pertama kalinya karena perempuan yg dia temui.
Aku tak tau kenapa bisa sependek itu berpikir hanya karena bertemu dengan perempuan yg membuatnya tertarik. Apa kah itu hidayah? Mungkin iya, mungkin juga tidak.
Aku melihat wajah sumbringahnya untuk pertama kali setelah Ivan putus dengan kekasihnya. Aku jadi penasaran perempuan seperti apa yg dia temui hingga membuat dia jadi seperti ini.
__ADS_1
-Bersambung-