Kisah Tuan Hans

Kisah Tuan Hans
Chapter 10


__ADS_3

(MULAI KEJAM)


Selamat membaca ☺️


🌹🌹🌹


Setelah kejadian kemarin, Airen benar-benar merasa tak nyaman dengan Hans. Namun Airen mencoba menepis segala kekhawatiran yang ada.


Dengan wajah yang lesu, Airen berangkat ke kantor. Seperti biasa dia selalu di hina oleh Bunga setiap kali dirinya datang. Namun Airen tak menghiraukan, dia terus berjalan menuju ruangan Hans.


Saat sampai di depan pintu, Airen menarik nafas nya dalam-dalam. berusaha untuk bersikap tenang.


Cklek


Hans menatap tajam wajah Airen dari atas hingga bawah. Dia menggertakan giginya, ntah mengapa perasaan kesal pada wanita di hadapannya kian menggebu.


Hans kemudian bangkit, dia menarik Airen dan membenturkan badan nya ke tembok. Airen meringis kesakitan, saat Hans mencengkeram lengan nya dengan kuat.


"T--Tuan, apa yang anda lakukan?" tanya Airen dengan tatapan yang memohon.


Hans tersenyum smrik, meneliti setiap inci wajah Airen. dan menatap dalam mata Airen.


"Jauhkan kakak ku! Kau tak pantas dengan nya." ucap Hans dengan suara dingin nya.


Ada perasaan takut bagi Airen saat Hans seperti ini, dia benar-benar tak mengerti akan perubahan sikap Hans.


"Tuan, saya tidak pernah mendekati Mas Bima. Lalu kenapa anda menyuruh saya untuk menjauh?" ucap Airen memberanikan diri.


'Tch, Mas? sudah sejauh itu rupa nya.' batin Hans.


"Aku tahu, kau menginginkan uang bukan? Aku bisa mengasih mu lebih banyak dari nya. Kau jauhi dia! atau aku akan membuat hidup mu menderita!" ancam Hans dengan tatapan tajamnya.


"Tuan, lepaskan! Saya harus bekerja." ucap Airen dengan tatapan ke arah lain, karena dia tak berani untuk menatap mata tajam Hans.


Hans menangkup wajah Airen dengan kedua tangan nya, Airen memberontak namun tenaga Hans lebih kuat dari nya. Hans memajukan wajah nya, dia berbisik ditelinga Airen.


"Kalau kau masih dekat dengan kakak ku! ku pastikan kau akan mendapatkan pelajaran yang tak akan kau lupakan!" ujar Hans dengan suara yang berat.


Glek


Airen menelan salivanya berkali-kali, dia sungguh sangat ketakutan. badan Airen terasa panas dingin. Hans melepaskan Airen, dan menyuruhnya untuk pergi.


Dengan tergesa-gesa Airen keluar dari ruangan Hans, akhirnya dia bisa bernafas lega. Karena takut jika Hans melakukan perbuatan tak senonoh.


"Astaghfirullah, tuh orang bener gila!" gumam Airen sambil mengusap-usap dadanya.


🌹🌹🌹


Di lain sisi, di ruang makan keluarga Mikhailov. Mereka nampak asyik menyantap sarapan, mulai dari Gibran dan Eranson yang sering bertengkar perihal sayuran. Dan juga celotehan Raja.


"Bim, kamu beneran bakal nikahin gadis itu?" Raja sangat antusias.


"Iya, kalau dia mau." ujar Bima sambil menikmati makanan nya.

__ADS_1


"Kamu pedofil Bim, masa suka sama bocah." celetuk Raja.


Ratu mencubit menginjak dengan keras kaki suami nya, Raja pun berteriak mengaduh kesakitan.


"Aduhh sayang, sakit."


"Tck, lagian Mas Raja kalau ngomong dijaga dong. ada anak-anak tau." ucap Ratu memperingatkan suami nya.


"Iya deh iya, terus itu gimana sama si Hans, tanggapan dia tentang gadis itu?" tanya Raja


"Nggak gimana-gimana, dia mah langsung masuk ke kamar." ujar Bima dengan santainya.


"Kalau si Hans suka sama gadis itu bagaimana Bim?"


Uhukk... Uhuk..


Hellena dan juga Bima tersedak makanan karena ucapan Raja.


Pletak


"Kamu kalau ngomong sembarangan bangat Ja!" ujar Hellena.


"Aku nggak sembarangan Mih, waktu si Bima nikah sama alm Gina. aku lihat sendiri kok, si Hans kayak menahan rasa kesal gitu." ucap Raja dengan gamblangnya.


"Wajar kalau si Hans kesal, kan waktu itu memang Papih kamu ngedeketin Hans sama Gina. Ehh malah nyantol nya ke si Bima." ucap Hellena, William hanya manggut-manggut saja.


"Nah, berarti sekarang juga nggak menutup kemungkinan dong. Kalau si Hans suka sama gadis itu. Terlebih gadis itu pegawai di kantor si Hans."


"Mas Raja, udah ihh. Ada anak-anak kamu mah ngomongin yang nggak-nggak aja!" ujar Ratu.


Dan akhirnya mereka menghentikan pembicaraannya, mereka semua makan dengan hikmat dan tenang. Meskipun sedari tadi Bima kepikiran oleh omongan Kakak nya.


🌹🌹🌹


Hans kedatangan Barra di kantor nya, Barra langsung datang tiba-tiba tanpa membuat janji apapun. karena baginya bertemu dengan teman tak memerlukan janji.


"Maaf Tuan Barra. Anda tidak boleh masuk, karena belum ada izin dari Tuan Hans." ucap salah satu karyawan.


"Tck, apaansih! orang mau ketemu sama temen, bukan sama bos kamu! ngapain saya membuat janji seperti itu." ujar Barra.


"Tapi Tuan---"


"Biarkan Tuan Barra masuk, karena Tuan Hans sudah memperbolehkan nya." ucap Roni yang datang tiba-tiba.


Barra tersenyum senang, dia berjalan mendahului Roni. Barra dan Roni saling diam di dalam lift.


Tring


Pintu lift terbuka lebar, Barra melangkahkan kaki nya keluar. Dia berjalan sambil bersiul-siul menikmati setiap waktu nya. Tiba-tiba matanya menangkap sosok yang tak asing bagi nya.


Barra memberhentikan langkah kakinya, begitu pun Roni yang terpaksa berhenti karena Barra tiba-tiba diam.


"Ada apa Tuan?" tanya Roni heran.

__ADS_1


"Heii Rondol, lihatlah. itu bukan nya wanita yang bertemu dengan kita di restoran? yang dia dipecat karena si Hans." tunjuk Barra ke arah Airen sedang membersihkan koridor.


"Tuan Barrot, enak saja anda mengubah nama saya menjadi Rondol! nama saya tuh keren tau. Roni Rodriguez bahkan lebih keren dari pada nama anda!." ucap Roni yang mempermasalahkan panggilan Barra pada nya.


"Tck itu nggak penting, lihatlah itu bener nggak?" tanya Barra yang masih menatap pada Airen.


"Iya itu emang si Airen." ucap Roni santai.


"Apaa!?" kaget Barra.


Akhirnya Barra buru-buru untuk pergi ke ruangan Hans, dia ingin bertanya langsung pada teman nya itu.


Bruk..


"Hans, bagaimana bisa Lo memperkejakan wanita yang Gue suka!" teriak Barra.


Hans menatap tajam ke arah Barra dan juga Roni, seketika mereka baru sadar karena masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Maaf, Gue terlalu bersemangat." ucap Barra santai, kemudian duduk di depan Hans.


"Hm."


"Tck, bisa gak si Lo jangan kayak gitu. Gue lagi nanya nih!" ucap Barra.


"Itu si Airen, kenapa bisa kerja disini? mana jadi OG lagi. Lo gila cewek secakep dia dijadiin OG." ujar Barra tak terima.


"Apa masalah nya?" tanya Hans


"Ya jelas bermasalah lah! Keenakan semua cowok-cowok dapat bebas memandang wajahnya. Gue beli gimana? Biar si Airen kerja di perusahaan Gue aja." ujar Barra.


"Tidak! kau boleh pergi sekarang!" ucapHans pada Barra.


"Tck, punya temen gini amat sih. Gak bisa di ajak kerja samanya, atau jangan-jangan Lo juga naksir si Iren!" ucap Barra.


Roni tersentak kaget mendengar ucapan Barra, namun Hans hanya menanggapinya dengan santai.


"Tidak!"


"Tck, dari tadi tidak-tidak! nggak ada kata lain selain tidak emang nya?" kesal Barra.


"Nggak!" ucap Hans.


Barra benar-benar dibuat kesal oleh temannya itu, dia tak habis pikir dengan Hans.


"Hans Alister Mikhailov! Lo bisa gak sih gak usah ngeselin. males ah Gue, mending gangguin si Airen." Barra bangkit dari duduk nya hendak keluar untuk menghampiri Airen.


"Pergi! atau ku batalkan kerja sama dengan mu." ancam Hans.


"Pffttt Hahaha, ini sih fiks bangat Lo suka sama si Airen. Ron bentar lagi keluarga Mikhailov bakalan ngadain pesta besar-besaran!" ucap Barra.


Roni hanya manggut-manggut saja, dia tak berani untuk menimpali ucapan Barra. karena takut jika Hans memotong gajinya.


Bersambung..

__ADS_1


Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah mampir dan membaca cerita aku, jangan lupa untuk memberikan dukungannya melalui vote, komen, dan like ya.


Tetap sehat dan bahagia semuanya ❤️.


__ADS_2