Kisah Tuan Hans

Kisah Tuan Hans
Chapter 100


__ADS_3

Selamat membaca ☺️


Bima memikirkan cara agar bisa menikah dengan Bella, hari ini Bima mengambil cuti karena ingin ke kampung halaman Bella dengan Gibran.


"Gib, ikut Daddy ya."


"Mau kemana?"


"Mommy Bella, mau tidak?"


"Oke Daddy, let's go. Bawa hadiah buat mommy ya Dad."


Bima mengangguk, setelah izin kepada mamih Hellena mereka berdua pun pergi ke mall terlebih dahulu untuk membelikan hadiah untuk Bella dan juga ibunya. Gibran sangat antusias, karena dirinya sangat menginginkan seorang ibu.


Setelah sampai di mall, Gibran dan Bima memilih beberapa baju dan juga barang-barang lain untuk Bella dan ibunya. Setelah semua dirasa sudah cukup, Gibran mengajak ayahnya untuk pergi ke toko bunga.


"Buat apa?" tanya Bima penasaran, karena putranya ingin pergi ke toko bunga.


"Nanti Daddy tahu."


Mereka pun sampai di toko bunga, Gibran memilih dua bunga yang sama. Bima hanya mengamati, meskipun sejujurnya dia ingin sekali bertanya mengapa dua bunga?


"Dad, kita ke makam mommy Gina ya. Aku mau kasih bunga buat mommy." ucap Gibran pandangannya masih terus menatap bunga yang dia beli.


Deg


G--gina, maaf aku melupakan mu dalam waktu belakangan ini. Untung putra kita tumbuh menjadi anak yang peka terhadap perasaan semua orang. batin Bima merasa bersalah.


Tidak butuh waktu lama, mereka akhirnya sampai pemakaman. Bima menggendong Gibran, menuju makam Gina. Setelah sampai tepat di makam Gina, Bima menurunkan Gibran.


"Mommy, aku datang sama Daddy. Ini bunga untuk mommy, bahagia di sana ya mom. Karena disini, aku sama Daddy juga bahagia. Makasih karena mommy telah melahirkan aku, sebentar lagi aku punya mommy baru. meskipun begitu aku tetap mencintai mommy." tutur Gibran bercerita.


Hati Bima tersentuh mendengar rentetan cerita yang terlontar dari bibir putranya, Bima bersyukur dengan adanya Gibran di hidupnya.


Gina, aku datang menemui mu. Maaf, karena aku harus menikah kembali. Tapi aku yakin, kamu setuju dengan Bella yang akan menjadi mommy untuk Gibran. Karena dulu, kalian sangat akrab dan dekat. Meskipun begitu, baik kamu ataupun Bella memiliki tempat di hati ku. Akan ku pastikan kebahagiaan Gibran. batin Bima bercerita, karena dia tidak ingin berbicara seperti itu di depan anaknya.


"Daddy, ayo kita doakan mommy ya." Bima mengangguk patuh.


Lantunan doa-doa terdengar, Bima mendoakan mendiang sang istri dengan Gibran yang turut serta mengaamiinkan nya. Setelah selesai, Gibran pun berbicara kembali.


"Mommy, nanti aku dan Daddy berkunjung lagi." ucapnya.


Bima tersenyum, dan langsung memeluk dan mencium putranya. "Yang dikatakan Gibran benar, nanti kita ke sini lagi mengunjungi mu." ucapnya.


"Oiya Dad, dimana orangtua mommy? Kenapa aku tidak pernah melihatnya?"


Deg deg deg


Perasaan Bima mulai tak karuan, bagaimana dia menjelaskan dan menceritakan bahwa kakeknya tidak mengakui Gibran sebagai cucunya. Karena menurut Ayah dari mendiang Gina, Gibran adalah penyebab putrinya meninggal.


"Ehem, Gib ayo kita pergi. Nanti Daddy ceritakan." ucapnya membawa Gibran pergi dari sana.

__ADS_1


Setelah sampai di mobil, Bima melajukan mobilnya pelan. Mereka menuju kampung halaman Bella.


"Dad, katanya tadi mau cerita." ucap Gibran kembali.


"Mamih nya mommy kamu sudah tiada, tapi kamu masih memiliki satu kakek lagi. Kebetulan ayah dari mommy mu tinggal di luar negeri, jadi agak sulit untuk ke sini. Gibran tidak usah memikirkan itu ya."


"Tapi kenapa kakek tidak pernah datang berkunjung? Aku juga ingin memiliki dua kakek, seperti kak Eranson. Setiap tahun pasti kak Eranson pergi berkunjung ke rumah kakeknya bersama mama Ratu dan juga Om Raja."


"Nanti ya Gib, sekarang kan ada Opa Willi. Nanti opa mu sedih kalau kamu malah ingin kakek yang lain."


Gibran hanya diam, hatinya tergerak untuk ingin tahu seperti apa ayah dari sang ibu? Bagaimana wajahnya, bagaimana sikapnya? apa sama seperti opa William?


***


Hans dan yang lainnya sudah tiba di Indonesia, karena Airen terus saja merengek ingin kembali ke Indonesia. Mereka pun bergegas menuju mansion, bahkan Barra pun ikut dengan Hans. Dia ingin beristirahat di mansion Hans, karena jika pulang ke mansionnya tentu hal itu akan membuat sang nenek bertanya apakah dia sudah menemukan calon istri?


"Hans, ikut."


"Apaansih Bar, pulang ke rumah sendiri!"


"Ck, pelit Lo. Pokoknya gue mau ikut, mau istirahat di rumah lo aja."


"Oke, nih kuncinya cepet bawa mobil." Hans melemparkan kunci mobilnya kepada Barra, sedangkan Roni naik mobil yang lain bersama dengan Eza dan juga asisten Barra.


Yailah gue disuru jadi supir, kebangetan bangat si hans. batin Barra.


Hans duduk di kursi tengah, bersama dengan Airen. Sedangkan Barra mememgang kemudi sendiri, di depan. Ada rasa sebal di hati Barra karena harus melihat kemesraan temannya itu.


"Harusnya lo banyak terimakasih sama gue, kalau bukan karena gue, Lo ga mungkin nikah sama si Airen." celetuk Barra dari depan.


Selang beberapa menit kemudian, mereka pun telah sampai di mansion. "Bar, tolong bawain koper ya." ucap Hans menyuruh.


"Mas, jangan nyuru-nyuru barra terus. Bawa sendiri." ucap Airen.


"Iya bener tuh apa kata bini lo, jangan nyuruh mulu." celetuk Barra menimpali.


Dengan pasrah Hans membawa koper, sedangkan Airen dan Eza lebih dulu masuk ke mansion.


"Assalamu'alaikum. Mah, aku pulang." ucap Airen saat memasuki mansion.


Hellena buru-buru menghampiri menantunya, "Wahh kamu sudah pulang Ren? katanya tiga hari di sana, kok bentar bangat sih." tutur Hellena.


"Kangen sama Amira dan Amara, mah. Mereka dimana ya?" tanya Airen menatap sekeliling mencari keberadaan anak-anaknya.


"Ada sedang tidur siang, mereka aman kok. Yasudah sebaiknya kamu mandi, terus makan dan istirahat ya. Sini biarkan mommy yang bawa tas kamu." Hellena hendak mengambil tas yang tengah disangkil Airen.


"E--ehh ngga usah mah, biar aku saja. Makasih ya mah, kalau gitu aku permisi ke atas dulu." Airen dan Eza pergi lebih dulu ke kamar mereka.


Saat Airen dan Eza pergi, Hans Roni dan Barra serta asisten Barra pun sampai. "Wah Tante Elle, makin keliatan cantik aja." puji Barra.


"Tante ngga ada receh Bar." celetuk Hellena.

__ADS_1


"Hehehe, bisa saja Tante. Tan aku nginep disini ya, besok baru pulang."


"Yasudah gih, kalian semua mandi dulu saja habis itu baru makan. Oiya oleh-oleh buat Mamih mana Hans?" tanya Hellena menatap sang putra.


"Ngga ada, si Hans kerjaannya cuma ngamar doang sama si Airen."


Sontak hal itu membuat Barra mendapatkan tatapan tajam dari Hans, "Nanti mih, ada kok tenang saja. Iyakan Ron?"


"I--iya tuan." jawab Roni.


"Okedeh, Lho ini asisten baru kamu Bar? diem aja mana badannya gede bangat lagi, siapa namanya?" tanya Hellena.


"Panggil aja Big, Tan. dia emang jarang ngomong. Kayak si Hans."


"Saya memang penggemarnya tuan Hans, salam kenal nyonya." ucapnya tiba-tiba bersuara.


Hans, Roni, Hellena, dan juga Barra dibuat ternganga oleh si Big. Mereka menatap tak percaya, laki-laki bertubuh besar ini penggemar Hans?


"Kalau tau dari dulu, ngga akan gue terima lo jadi asisten. Bisa-bisanya penggemar si Hans." ucap Barra.


"Tuan Barra ngga sefamous, tuan Hans berarti." tutur Roni.


Di saat mereka berdebat, Hans lebih memilih untuk naik ke atas menuju kamarnya. Dia ingin bersih-bersih dan juga beristirahat, karena cukup lelah dengan perjalanannya.


"Ron, Big. Kalian juga bersih-bersih dulu, nanti langsung ke dapur ya. Kita makan sama-sama." tutur Hellena.


"Big, kamu pulang saja sana." usir Barra karena kesal dengan asistennya.


"Oke, Tuan. Nyonya saya permisi." Big justru patuh dengan ucapan Barra, hal itu membuat Roni dan Hellena menggeleng-gelengkan kepala.


Hahaha, bagus Big. meskipun dia penggemar si Hans. setidaknya dia patuh apa ucapan ku. memang layak untuk menjadi asisten pribadi ku. batin Barra tertawa senang.


Bersambung...


*


*


*


Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah mampir dan membaca cerita KISAH TUAN HANS. Jangan lupa untuk memberikan dukungannya melalui vote komen hadiah dan like ya.


Hai guys, apa kabar semuanya? Alhamdulillah Kisah Tuan Hans sudah chapter 100.


Terimakasih untuk kalian yang selalu membaca dan memberikan dukungannya. Ohiya, aku mau kasih sedikit hadiah berupa pulsa, untuk 3 orang TOP FANS RANKING UMUM di Kisah Tuan Hans.



karena nomor 1 itu aku😂, jadi yang dapet hanya nomor 2&3 yaa. Selamat untuk It's me, dan juga Alika.hk.


untuk It's me aku kasih hadiah pulsa yang 15.000 dan untuk Alika.hk aku kasih pulsa yang 10.000. meskipun ngga seberapa, semoga itu bisa bermanfaat untuk kalian berdua ya. Kalian berdua boleh ikutin akun ku, nanti aku ikuti balik. Agar kita bisa saling terhubung lewat pesan, dan mudah untuk proses pemberian pulsa nya.

__ADS_1


Aku mau mengucapkan terimakasih banyak untuk kalian semua yang selalu mengikuti kisah Tuan Hans, dari awal hingga akhir. Terimakasih atas dukungan yang kalian, mulai dari vote, komen, like dan juga hadiah.


Salam sayang untuk kalian semua(◍•ᴗ•◍)❤.


__ADS_2