Kisah Tuan Hans

Kisah Tuan Hans
Chapter 96


__ADS_3

Selamat membaca ☺️


Hans merasa kesal dengan sikap sang ibu yang ingin selalu bersama dengan istrinya, semalam pun Hans harus merelakan diri tidak tidur bersama Airen karena permintaan ibunya.


Pasti lagi berantem sama papih. batin Hans.


"Mih ayo kita bicara." ujar William lembut.


Hellena hanya acuh, bahkan tak menggubris ucapan suaminya. Rasa kesal dan cemburu masih menggerogoti pikiran dan hatinya.


"Sayang, tolong ambilin jas aku di kamar. Aku lupa." ucap Hans mengisyaratkan kepada istrinya agar meninggalkan papih dan mamih di ruang makan.


"Iya mas, sebentar." Airen pun pergi naik ke atas, disusul dengan Hans yang pura-pura lupa ketinggilan ponselnya juga.


"Mih, pih kalian sarapan duluan aja. Aku mau ke atas sebentar, ponsel aku ketinggalan." ujar Hans langsung pergi begitu saja, karena takut di tahan oleh mamih nya.


Bagus Hans, kamu memang anak pintar. batin William.


Ck, kenapa Hans sama Airen pergi sih. Aku kan jadi canggung gini. batin Hellena tidak nyaman.


"Mih, itu salah paham. Papih bisa buktiin ke Mamih, kalau hari itu Papih ngga ketemu sama perempuan mana pun." ucap William sambil menyerahkan beberapa bukti kepada istrinya.


"Ini bukti-buktinya, Mamih boleh lihat dulu. itu bukti yang papih minta kepada asisten Papih, karena hari itu papih hanya menemui client abis itu langsung pulang. Dan ngga bertemu dengan wanita manapun." tutur William menjelaskan.


Hellena dengan malas membuka dokumen yang berisikan tentang bukti-bukti suaminya, semua foto itu memang benar dan asli bahkan tertera tanggal, hari dan waktunya.


"Kalau bukan papih, terus siapa yang ngasih no papih ke wanita lain?" tanya Hellena penuh selidik.


"Bisa saja Bima atau Raja, karena mereka semua kan hapal nomor papih."


Iya sih mungkin saja kedua anak nakal itu. batin Hellena.

__ADS_1


"Jadi gimana? mamih percayakan sama papih."


Hellena mengangguk, "Iya, tapi masih belum cukup. Tunggu sampai Bima ataupun Raja kembali, mamih ingin membuktikannya. Untuk sementara waktu, papih tidur sendiri. Sampai Raja ataupun Bima mengakui."


Kalau sampai benar diantara dua anak itu, aku akan memberi hukuman setimpal. batin William kesal dengan anak-anaknya.


***


Rio terkejut saat Bima kembali ke kontrakan bersama dengan Gibran dan juga Ratu, "Lho Gibran, Ratu? kalian kenapa bisa ada disini?" tanya Rio penasaran.


(Jadi guys, Ratu itu teman SMA Bima dan Rio. Terus menikah dengan Raja, yaitu kakaknya si Bima. Nah Ratu manggil dirinya sendiri dengan sebutan "mbak" kepada Bima. Karena sekarang dia adalah kakak ipar Bima. Jadi jangan heran ya, kalau Rio manggilnya pake nama aja. Kalau Bima manggil Ratu, dengan sebutan "mbak" untuk menghargai Ratu sebagai kakak ipar)


"Mbak yang jelasin aja noh ke perjaka tua." ucap Bima, lalu pergi membawa Gibran untuk beristirahat di dalam kamar.


"Tu jelasin lah, kenapa lu bisa disini sama tuh anaknya si Bima." Rio meminta penjelasan kepada temannya itu.


"Niatnya mau nyatuin mereka, tapi emang agak sulit buat disatuin. Yauda deh, sekarang biarin ngalir aja lah. Kita cuma bisa kasih bumbu dikit dan juga doa yang terbaik untuk mereka berdua." ujar Ratu memberitahu.


Ratu mengangguk, "Meskipun ngga semuanya, karena ada campur tangan Airen juga. Pokoknya kita tuh emang sejalan buat nyatuin 2B." ungkap Ratu.


"Yailah 2B, lo kira mereka itu pensil. Mentang-mentang namanya Bima&Bella. Bantuin gue juga dong, satuin gue sama dokter Novi." ujar Rio meminta pertolongan.


Ratu mendelik jengah melihat tingkah temannya, dari SMA Rio memang terkenal tengil, dan juga playboy. siapa sangka sekarang dia menjadi Dokter?


"Usaha sendiri." celetuk Bima yang keluar dari kamar.


"Nyambung aja lagi nih duda." gumam Rio yang masih terdengar oleh Bima.


"Gini-gini juga gue mah duda terhormat, daripada lo tuh. Cap perjaka tua, tapi udah ga perjaka."


"Eh buset, nih duda kalau ngomong ngga disaring apa ya."

__ADS_1


Ratu menghembuskan nafas kasar, "Diem!" satu ucapan itu nyatanya ampuh membuat mereka terdiam.


"Bim, jadi gimana langkah selanjutnya?" Ratu menanyakan hal itu, untuk memastikan bahwa Bima tidak berhenti untuk mendapatkan Bella.


"Membuktikan, dan mencoba untuk mendapatkan hati Bella agar dia mau menjadi istriku dan juga ibu untuk Gibran."


"Bagus, mbak senang dengarnya kalau gitu. Kalau bisa secepatnya bawa Bella ke mansion, mami juga pasti seneng dengar kabar baik dari kamu."


"Iya mbak, doain aja. Oiya nanti siang mbak sama Gibran balik aja ke kota sama Rio. Biar aku disini sendiri, mungkin tiga hari aku disini untuk mendapatkan hati Bella dan juga mengembalikan nama baik Bella di kampung ini."


Ratu mengangguk iya, benar memang saat ini Bella dijadikan bahan gosip oleh para ibu-ibu karena pesta pernikahannya batal begitu saja.


***


Bu Ani merasa bersalah kepada putrinya, Seharusnya dia tidak memaksakan kehendak kepada Bella. "Bel, maafin Ibu." lirih Bu Ani.


Bella tersenyum lembut, "Ngga apa-apa Bu, maafin Bella ya karena tadi sudah kurang sopan sama Ibu." ucapnya lembut sambil memegang tangan ibunya.


Bu Ani tersenyum hangat, "Terimakasih nak, Ibu janji tidak akan menjodohkan kamu lagi. Ibu hanya akan mendoakan yang terbaik untuk masa depan putri ibu."


Bella memeluk sang Ibu, "Makasih ya Bu, maaf kalau tadi kata-kata aku menyakitkan hati ibu. Aku tahu, Ibu ingin yang terbaik untuk masa depan aku. Memang benar Bu, dia adalah laki-laki yang sering aku ceritakan ke Ibu, laki-laki yang berhasil membuat aku tidak menerima lamaran siapapun. Dia orangnya Bu, Kak Bima." ungkap Bella dalam pelukan sang Ibu.


Bu Ani tersenyum senang, karena menyadari bahwa saat ini cinta anaknya terbalaskan oleh laki-laki yang sempat menorehkan luka tanpa sengaja di hati putrinya. Bu Ani berharap jika Bima dapat mencintai dan mengasihi Bella sepenuh hatinya.


Ibu yakin, kalian pasti bersama dan bersatu. batin Bu Ani.


Bersambung...


Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah mampir dan membaca cerita KISAH TUAN HANS. Jangan lupa untuk memberikan dukungannya melalui vote komen hadiah dan like ya.


Oiya guys, mungkin belakangan partnya Airen dan Hans akan ada sedikit saja. Karena mau fokus ke Bima dan Bella dulu ya. Makasih banyak untuk kalian yang masih membaca cerita yang aku buat. ❤️

__ADS_1


__ADS_2