
(UMPATAN YANG MENJADI NYATA)
Selamat membaca ☺️
🌹🌹🌹
Tadi William meminta Hans untuk berkata jujur kepada ibunya, biar bagaimanapun Hellena berhak tahu tentang pernikahan Hans dan juga Airen. William tak ingin istrinya kecewa, kalau sampai tentang pernikahan itu sampai ke telinga istrinya melalui orang lain.
Papih benar, Mamih berhak untuk tahu lebih dulu tentang semua ini. batin Hans.
Dengan pikiran yang sedikit rumit, Hans memberanikan diri untuk berbicara dengan ibunya.
"Pih, Mih. Sebelumnya aku minta maaf, mungkin Papih atau pun Mamih akan kecewa karena aku tidak memberitahu kalian lebih dulu. Aku dan Airen sudah resmi menikah." ucap Hans dengan santai.
Apa!
Astaga anak ku sudah menikah, dan bukan perjaka lagi. batin Hellena.
Hanya Hellena yang tersentak kaget, sedangkan William hanya diam. Karena dia sudah mengetahuinya dari mata-mata yang dia kirimkan untuk Airen dan juga Hans.
"Kamu tega bangat sama Mamih, masa nikah ngga bilang-bilang sama orang tua." ujar Hellena menjewer telinga putra kesayangannya.
"Awwhh, bentar dulu Mih. Aku belum selesai cerita."
"Biarkan Hans cerita semuanya dulu, sayang." ujar William.
"Yauda lanjutkan." ucap Hellena ketus.
"Saat aku izin ke desa untuk acara peresmian rumah sakit, kebetulan sekali ternyata Airen tinggal di desa itu. Dan saat aku lewat, ternyata Airen tengah tersungkur di tanah dan dia merintih kesakitan dibagian perutnya akibat dorongan yang cukup keras. Aku membawanya ke rumah sakit, dan Dokter bilang kandungan Airen baik-baik saja . Ternyata dia hamil dan ---."
"Apa! Jadi aku akan memiliki cucu lagi? Oh ya ampun, sayang lihat kita akan segera memiliki cucu lagi. Dimana Airen sekarang? Mamih mau mengusap perutnya, Mamih mau berbicara dengan cucu Mamih." tak bisa dipungkiri Hellena sangat bahagia untuk ini.
"Sayang, biarkan Hans bercerita dahulu. Jangan dipotong-potong." ucap William.
"Tck Papih, untuk apa semuanya diceritakan cukup itu saja. Dan sekarang dimana Airen, Mamih ingin bertemu dengannya karena Mamih sangat merindukan dirinya." ucap Hellena.
"Aku menikah bukan karena Airen telah memaafkan ku, tapi karena warga mengira kami tengah berbuat hal tak senonoh, dan itu hanyalah kesalahpahaman warga. Dan kami menikah, tapi Airen masih belum bisa memaafkan dan menerima ku sebagai suaminya. Bahkan aku tersulut emosi karena penolakan darinya, aku pun menyuruh dia untuk melahirkan anakku setelah itu kami berpisah." ucap Hans dengan sendu.
Hellena bingung harus berkata apa, hatinya ikut bersedih melihat keadaan putranya. Hellena langsung memeluk Hans dengan erat, mereka berdua sama-sama menumpahkan rasa sedihnya bersama. William hanya terdiam mengamati.
Kali ini, ku izinkan kau memeluk istriku. Dasar anak nakal! batin William.
"Sabar ya sayang, Mamih percaya dan yakin kamu bisa melewati ini semua." ucap Hellena sambil mengusap punggung anaknya.
"Aku harus bagaimana lagi, Mih? Airen bahkan tidak bisa melihat perjuangan ku." ucap Hans.
"Segitu saja perjuangan mu? Payah sekali anak nakal, wajar jika Airen masih belum bisa memaafkan mu Hans. Dia tentu masih trauma dan takut, siapa suruh burung mu itu masuk ke dalam sangkar yang masih ilegal. Harus nya kau cepat bertindak untuk melegalkannya." ucap William santai.
"Papih!" ujar Hellena memperingatkan.
Papih benar, aku harus ekstra untuk mendapatkan semuanya dari Airen. Bukan hanya maafnya saja, tapi aku harus bisa membuat dia menerima ku dan jatuh cinta kepada ku. batin Hans.
"Sana kau kembali ke desa, dan jangan pernah kembali sebelum Airen bisa menerima dan memaafkan mu." ujar William.
"Bagaimana dengan pekerjaan ku?" tanya Hans.
"Biar Papih dan Roni yang mengurusnya."
Hans langsung memeluk ayahnya, dia sangat bahagia karena keluarganya sangat mendukung dirinya. William membalas pelukan putranya, sedangkan Hellena sudah menangis pilu melihat kedekatan anak dan ayah yang satu ini.
"Terimakasih Pih."
"Hans, cepat bawa pulang Airen ke mansion ini ya. Mamih akan membuat resepsi pernikahan kalian dengan megah." ujar Hellena.
Hans mengangguk dan tersenyum, dia langsung mencium punggung tangan kedua orangtuanya. Hans pun berpamitan berangkat ke desa.
"Hati-hati sayang." ujar Hellena melambaikan tangannya.
🌹🌹
Airen memikirkan Hans, kenapa laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu tak kunjung datang ke desa. Airen sedikit resah dan khawatir, apakah benar ucapan suaminya tempo lalu? Dia hanya menyuruh Airen untuk melahirkan anaknya saja, setelah itu mereka berpisah.
Airen dikejutkan dengan kehadiran Eza yang baru saja pulang sekolah, Eza langsung menghamburkan diri ke dalam pelukan kakaknya. Dia menangis sendu, Airen tentu kaget apa yang menyebabkan adiknya menangis seperti ini.
"Za, kamu kenapa dek?" tanya Airen dengan lembut.
"Hikss.. tadi di jalan saat pulang sekolah, aku bertemu dengan Bi Marni. Kata bibi kakak wanita jahat yang menggagalkan pernikahan kak Siti dan kang Bahar." ujar Eza dengan bercucuran air mata.
Bibi sudah keterlaluan sekali. Kenapa harus Eza yang menjadi sasarannya. batin Airen.
__ADS_1
"Eza percaya bahwa kakak wanita yang jahat? seperti yang bibi ceritakan kepada Eza?" tanya Airen.
Eza menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Aku ngga percaya, aku sedih bukan karena itu. Aku sedih karena bibi terus saja memfitnah kakak. Apa salah kita sama mereka? Kenapa mereka sangat membenci kita kak. Kak ayo kita pergi ke kota lagi, aku ngga mau disini." Eza mengutarakan seluruh perasaan nya.
"Kamu yang sabar ya Za, kita tunggu Om Hans. Eza kakak mau bilang sesuatu sama kamu. Tapi kamu janji ya, jika ada orang lain yang berkata hal buruk tentang ini jangan kamu hiraukan ya." ujar Airen.
"Iya kak, aku janji."
"Sebenarnya, kakak dan Om Hans sudah menikah."
"H--Hah? kapan kak, kok aku ngga dikasih tahu sih. Aku mau lihat kakak jadi pengantin."
Bagaimana menjelaskan nya kepada Eza ya? batin Airen.
"Jadi gini, bisa dibilang itu nikahnya dadakan. hanya ijab qobul saja, belum ada repsesi pernikahan nya sayang." ucap Airen menjelaskan.
"Pasti nanti repsesinya di kota ya kak, aku seneng kak. Karena Allah mengabulkan doa aku, aku berdoa semoga kakak mendapatkan suami yang tampan dan kaya. Dan ternyata benar, kakak mendapatkan nya. Asyikkk aku bisa makan ayam goreng setiap hari dong. Aku bisa bermain dengan Gibran dan Eranson. Nanti kita tidur di rumah besar Om Hans ya kak." ucap Eza panjang lebar.
Airen tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah adiknya.
Mungkin memang ini sudah waktunya aku harus bangkit dari rasa trauma ku, aku harus bisa menerima kehadirannya sebagai suamiku. Aku harus bisa memaafkannya demi anak ini. batin Airen.
"Yasudah, sekarang Eza ganti baju dulu dan makan siang ya." ucap Airen yang langsung diangguki oleh Eza.
🌹
Sore Hari.
Airen tengah menyapu halaman depan rumah, dia dikejutkan dengan kehadiran kang Bahar yang membawa kantong kresek yang berisi beberapa ikan mujair.
Dengan senyuman yang terus mengembang Bahar langsung menghampiri Airen, dia tersenyum ramah ke arah Airen.
"Assalamu'alaikum, Ren."
"Wa'alaikumussalam Kang, ada apa ya?" tanya Airen.
"Aku bawain kamu ikan mujair, kebetulan aku habis panen. Ini buat kamu." Bahar menyodorkan ikan itu kepada Airen.
Airen pun langsung menerimanya, karena dia ingin Bahar cepat pergi dari rumahnya. Karena takut jika ada gosip yang tak mengenakan tentang dirinya.
"Suamiku lagi ngga ada di rumah kang, sebaiknya akang langsung pulang saja. Bukan maksud untuk mengusir, tapi agar tidak ada kesalahpahaman warga." ucap Airen.
"Tck, kan ada Eza. Lagi pula kamu kenapa nikah dengan dia hanya kesalahpahaman warga. Aku berjuang dari dulu Ren, apa kamu ngga bisa melihat ketulusan cinta dariku. Aku menunggu kamu menjadi janda." ucap Bahar.
"Astaghfirullah kang, ngga baik seperti itu. Lagi pula akang juga akan menikah dengan Siti, sudah ya kang sebaiknya kang Bahar pulang. Aku ngga enak dengan Siti." ucap Airen.
"Ngga Ren! aku maunya menikah dengan kamu." ucap Bahar.
Bahar langsung memegang tangan Airen dengan erat, sedangkan Airen berusaha melepaskannya.
"Kang lepasin."
"Ngga akan Ren, kamu harus jadi milik aku." ucap Bahar dengan tatapan yang berkabut gairah.
Astaghfirullah tatapan itu. rasa takut Airen semakin menjadi, kala melihat tatapan yang pernah dia lihat saat Hans tengah dalam pengaruh obat dan alkohol.
"K--kang, lepasin saya." Airen mencoba untuk melepaskan genggaman Bahar. Namun, Bahar malah mencengkram dengan kuat.
Bugh! Bugh!
Hans baru datang, dia melihat istrinya yang sedang dipegang oleh Bahar. Dengan hati yang berkabut cemburu, Hans langsung berlari dan langsung menghampiri Bahar dengan memukulnya.
"Jangan sentuh istri Gue." ucap Hans dengan datar dan dingin.
T--Tuan Hans, sejak kapan dia datang. batin Airen.
"Tck, Gue pastikan Airen akan berpisah dengan Lo. Dasar anak kota ingusan."
Bugh!
Hans melepaskan tinjuannya ke arah perut Bahar, dia benar-benar geram dengan pria satu ini.
"Jaga omongan Lo."
"Awas Lo ya." ucap Bahar.
Bahar langsung pergi dari sana dengan perasaan kesal dan marahnya, sedangkan Hans masih menatap kesal ke arah Bahar.
__ADS_1
"T--Tuan." ucap Airen terbata.
Hans langsung balik badan, saat mendengar suara Airen yang memanggilnya. Hans langsung menarik Airen ke dalam dekapannya.
"Maafkan aku, kamu ngga apa-apa?" tanya Hans yang langsung melepaskan pelukannya.
Airen hanya menggeleng, dia tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Airen sangat terkejut dengan kehadiran Hans.
"Yasudah, ayo kita masuk." ajak Hans sambil menggenggam tangan Airen, dan tangan satunya mengambil kantong kresek yang berisi ikan pemberian Bahar.
Tumben, dia tidak menolak aku menyentuhnya. batin Hans yang sangat senang karena Airen tak menolak sentuhan darinya.
Krek..
Airen membuka gagang pintu rumahnya.
"Assalamu'alaikum." ucap Hans saat memasuki rumah.
"Wa'alaikumussalam." jawab Airen pelan.
Hans langsung masuk sambil menggenggam tangan Airen, Hans meletakan ikan di ember dapur.
"Tuan, lepaskan." ucap Airen meminta Hans melepaskan tangan nya.
"Bentar sayang, ayo sini. cuci tangan dulu, pasti tadi banyak kumannya." ucap Hans dengan lembut.
Deg.
Jantung Airen sedikit berdebar kala mendengar panggilan sayang yang keluar dari bibir Hans.
Dengan telaten Hans mencuci tangan istrinya, dia pun menggosok dan mencucinya dengan sabun. Airen hanya pasrah dengan hal yang dilakukan Hans kepadanya.
"Sudah bersih, ayo duduk dulu. Aku mau berbicara." Hans membawa Airen untuk duduk.
"Bagaimana dengan keadaan mu?"
"Baik." jawab Airen singkat.
"Lalu bagaimana dengan keadaan anak kita, Apa dia rewel?" tanya Hans.
Airen hanya menggeleng.
Jadi benar, Tuan hanya menginginkan anak ini saja, setelah anak ini lahir, kau pasti akan menceraikan ku. batin Airen.
"Boleh aku mengusap perut mu?" Hans meminta izin kepada Airen untuk mengusap perutnya, sebenarnya laki-laki itu ingin menyapa anaknya.
"Tidak." jawab Airen.
Dengan berat hati Hans pun berusaha untuk lebih sabar lagi, dia tidak ingin terburu-buru untuk memaksakan Airen. Dia ingin ini berjalan murin apa adanya.
"Yasudah tidak apa, oiya dimana Eza?" tanya Hans.
"Dikamar nya, Tuan." jawab Airen.
Apa?
"Jangan memanggilku Tuan, panggil aku dengan sebutan Mas atau sayang juga boleh. Aku akan memberikan hukuman untuk mu, jika kamu memanggilku Tuan." ujar Hans.
Tck banyak maunya, padahal ini lagi berusaha untuk menerima kehadiran mu lebih dulu. batin Airen.
"Ayo sayang, dicoba." ujar Hans menatap Airen dengan lembut.
"M--Mas." ucap Airen terbata.
"Apa? aku ngga denger." goda Hans.
Airen menatap tajam ke arah Hans, dan akhirnya Hans tidak lagi menggoda nya.
Kenapa nih bule jadi narsis gini sih, kemarin-kemarin waktu jadi bos galak bangat. Sekarang malah jadi kucing begini. batin Airen.
"Aku ngga narsis, Aku pernah disumpahin sama gadis berumur 19 tahun di rumah sakit. Kata dia, aku bakalan cinta mati dengan istriku, dan katanya aku ngga akan punya wibawa karena terus manja dengan istriku ini. Terus, aku juga disumpahin jadi suami takut istri. Dan sumpah ataupun umpatan itu, kini menjadi kenyataan." ujar Hans sambil melihat reaksi Airen.
Astaga dia masih mengingatnya? Arghhh malu bangat, kenapa bisa aku yang menjadi istrinya. Argghhh nyesel pernah nyumpahin dia. batin Airen menahan malu.
(Ada di chapter 2, saat Airen mengumpat Hans).
Bersambung...
Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah mampir dan membaca cerita aku jangan lupa untuk memberikan dukungannya melalui vote komen dan like ya.
__ADS_1
Tetap sehat dan bahagia semuanya ❤️.