Kisah Tuan Hans

Kisah Tuan Hans
Chapter 95


__ADS_3

Selamat membaca ☺️


Pagi ini Bima bangun lebih dulu daripada Rio, dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai, Bima pun pergi keluar untuk mencari sarapan. Meninggalkan Rio yang masih tertidur pulas di atas kasur.


Bima melihat gerombolan ibu-ibu yang sangat rapih pagi ini, seperti hendak menghadiri acara pesta. Bima hanya acuh saja, dia memilih untuk menepikan dirinya di salah satu warung makan.


"Mas orang baru ya?" tanya si ibu penjual.


"Iya, saya mau pesan sarapan 1."


"Pesan apa mas? Nasi uduk? ketoprak? Bubur ayam? atau buras sayur?" tanyanya.


"Ketoprak satu." ucapnya.


"Baik, kalau gitu silahkan mas nya duduk dulu."


Ibu itu menyiapkan ketoprak yang Bima pesan, Bima hanya mengamati banyak sekali ibu-ibu yang berlalu lalang melewati jalan itu. Hingga ada satu ibu-ibu yang menegur si ibu penjual nasi uduk.


"Ceu ayo ikut, kita lihat akad anaknya Bu Ani." ucapnya mengajak.


"Saya mah nanti saja. Ini lagi repot, ngga ada yang jagain warung. Videoin aja ya, nanti saya mau lihat bagaimana Bella dan calon suaminya." ucap si Ibu itu.


Bima langsung terkejut saat mendengar nama Bella, hatinya menjadi tidak karuan. Bima memberanikan diri untuk bertanya.


"Maaf, apa mempelai wanitanya bernama Bella Belinda?" tanya Bima dengan hati yang tak karuan.


"Iya Mas benar, itu juga menikahnya dadakan. Soalnya neng Bella kan kemaren-kemaren di kota, eh tau-tau Bu Ani ngasih undangan. Nggatau juga nama mempelai pria nya siapa, ngga ada keterangan gitu." ujar si ibu penjual uduk.


Deg


"Bu kalau boleh tau dimana alamatnya?" tanya Bima semakin dibuat kalang kabut.


"Dari sini lurus, nanti juga ketemu janur kuning." ucap si Ibu.


"Oke makasih Bu, ini uangnya. Saya permisi dulu."


Bima bergegas pergi setelah memberikan uang kepada si ibu penjual uduk, padahal ketopraknya belum jadi.


"Ya ampun mas, ini ketopraknya belum jadi. Ini juga uangnya kelebihan!" teriak si Ibu.


Namun Bima tidak menghiraukan, justru dia terus berjalan cepat menelusuri jalan ini hingga menemukan janur kuning.


Dengan hati yang mulai tidak karuan, laki-laki yang berstatuskan duda itu memasuki halaman depan rumah. Rumah sederhana, yang sudah dihiasi dengan tenda dan juga dekorasi lainnya. Semua tamu undangan menatap Bima dengan aneh, karena tatapan laki-laki itu seperti mencari seseorang.


"Mas cari siapa ya?" tanya salah satu tamu.

__ADS_1


"Cari Bel--."


"Nah ini dia calon suami anak saya, ayo buru masuk akadnya sudah mau mulai." ucap Bu Ani menarik lengan Bima.


Sedangkan Bima di buat panik dan heran, namun Bima hanya pasrah ketika tangan Ibu itu membawanya masuk ke dalam.


"Ini pak penghulu, mempelai pria nya. Ayo cepat nikahkan mereka."


Bella terkejut saat menatap ke belakang, Bella langsung berdiri. "Bu apa-apaan ini? Kenapa jadi kak Bima, dimana mas Aryo Bu?" tanya Bella, dia pun tidak mengerti dengan pernikahan ini.


Semua orang saling berbisik, sedangkan Bu Ani nampak tenang dan damai tidak ada kepanikan di wajahnya sama sekali.


"Silahkan semuanya keluar sebentar ya, ada sedikit masalah yang harus kami selesaikan dulu." ucap Bu Ani.


Semua orang pun keluar, hanya tersisa Bima Bella dan Bu Ani. "Bu apa-apaan ini?" protes Bella tidak terima.


"Pernikahan kamu, inikan calon suami mu." ucap Bu Ani dengan bangga.


"Bu, aku tau ibu ingin aku segera menikah. Oke aku udah turutin apa mau ibu, tapi kenapa kak Bima? Seharusnya mas Aryo, orang yang mencintai aku. Kenapa jadi dia Bu?" ucap Bella tak terima.


"Bel tenanglah." ujar Bima menenangkan amarah Bella.


"Tenang? Kakak bisa tenang, aku ngga. Apa ini permainan kalian? untuk menjatuhkan harga diriku?" ucapan Bella semakin meninggi.


Ratu yang memang sejak tadi bersembunyi di dalam rumah Bu Ani, kini keluar bersamaan dengan Gibran.


"Gi--gibran? Kenapa bisa ada di sini sayang?" Bima menggendong putranya.


"Bel maaf, ini semua ide mbak untuk menyatukan kalian." ujar Ratu merasa bersalah.


Bella semakin tidak menyangka, "Kenapa mbak? kenapa harus seperti ini? Mbak ngga perlu ikut campur dalam urusan pribadi aku. Ibu juga, kenapa mau bekerjasama seperti ini? Apa menurut kalian pernikahan itu hanya sebuah permainan belaka? Perjodohan? keterpaksaan? Ibu mau aku hidup menderita bersama dengan orang yang sama sekali tidak mencin--."


"Aku cinta kamu Bel." ucap Bima lantang, memotong ucapan Bella.


Bella tersenyum sinis, "Cinta? Iya aku tau kamu cinta aku kak. Cinta seorang Kakak terhadap adiknya, sudahlah sebaiknya kalian pulang ke kota. Aku tidak akan menikah dengan siapao." Bella pun pergi meninggalkan ruangan itu, namun Gibran mengejarnya setelah turun dari gendongan Bima.


"Mommy!" teriak Gibran.


Deg


Hati Bella berdebar saat kata-kata itu terlontar dari mulut Gibran, "Mommy." panggil Gibran sambil menarik lengan Bella.


"Gibran, Tante bukan mommy kamu. Panggil tante cantik seperti biasa ya!" ujar Bella mengelus lembut kepala Gibran.


Gibran menggelengkan kepalanya, "Mulai sekarang tante cantik jadi mommy aku ya, Daddy tulus mencintai mommy kok. Aku punya buktinya." ucap Gibran sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya.

__ADS_1


"Ini lihat, Daddy mengigau menyebut nama mommy Bella."


Bu Ani, Bima dan Ratu hanya menyaksikan mereka. Bima hanya berharap putranya mampu meluluhkan hati Bella agar mau menjadi mommy untuknya.


Aku tahu betul bagaimana kak Bima mencintai Gina, lebih dalam sangat dalam. Tidak mungkin jika kak Bima mencintai ku. batin Bella.


"Bel, aku mau kita berbicara berdua." ucap Bima melangkah mendekat ke arah Bella.


"Disini saja, mau bicara apa?" tanya Bella.


"Bella, sudahlah nak sebaiknya kalian berdua berbicara dari hati ke hati. Ibu janji, akan menerima keputusan Bella. Ibu juga janji, tidak akan menjodohkan kamu lagi. Maafin ibu nak." lirih Bu Ani.


Bella terdiam, dia pun mulai membuka suaranya. "Baiklah, ayo kita bicara."


Mereka berdua akhirnya berbicara di halaman belakang rumah.


"Aku kasih waktu 5 menit untuk kamu berbicara." ucap Bella tanpa menatap Bima.


*Gina, maafkan aku. Maaf karena tidak bisa setia dengan mu, marahka*h kamu jika aku mencintai wanita lain? Marahkah kamu jika aku memberikan mommy baru untuk Gibran? batin Bima.


"Empat menit." ucap Bella.


Huufhh..


Bima memegang bahu Bella agar menghadap ke arahnya, lalu tangannya turun memegang jemari tangan Bella. Bima menatap lekat kedua mata nan cantik itu.


"Ntah mulai dari mana untuk mengungkapkannya, satu hal yang pasti. Aku sudah jatuh cinta pada mu, bukan sebagai kakak kepada adiknya. Melainkan sebagai laki-laki kepada wanita."


"Bel, tatap aku. Bisa kita mulai lembaran baru bersama? Aku, kamu dan Gibran. Tolong terima masalalu aku Bel, kamu tahu betul aku memang pernah mencintai Gina bahkan menghasilkan Gibran dari cinta itu. Aku mohon sama kamu, tolong terima aku dan Gibran dalam hidup kamu."


Bella hanya terdiam menahan rasa sesak di dada, meskipun Gina sudah tiada namun rasa sakit tetap ada di hati Bella saat melihat kilas balik tentang cinta Bima dan Gina, karena dirinya menjadi saksi cinta mereka berdua.


"Bisa kita memulainya? Aku tahu kamu punya hati yang lapang, untuk bisa menerima semuanya. Aku mencintai kamu Bella, aku ingin pencarian cinta ku terhenti di kamu. Aku ingin kamu menjadi jodoh terakhir untukku, aku ingin memulai kisah kita bersama. Aku ingin kamu. Maukah kamu menjadi istriku?"


Air mata Bella tidak tertahankan lagi, sekian tahu ia menunggu saat seperti ini. Saat dimana cintanya terbalaskan, sekian tahun Bella berusaha membuang perasaan ini, namun ternyata perasaannya tetap ada.


Bima menghapus airmata bella dengan ibu jarinya, lalu menarik Bella ke dalam pelukannya. Memberikan kehangatan dan ketenangan.


Gin, maafkan aku karena telah mencintai suami mu. Tapi kalau boleh jujur, jauh sebelum kak Bima mengenal kamu, aku lebih dulu jatuh cinta kepadanya. Sekarang, salah kah aku bila menginginkan kak Bima untuk menjadi suami ku? batin Bella.


"Sudah lebih baik? Tidak apa kalau kamu belum mau menjawab. Tapi tolong jangan langsung menolak, kasih aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku memang cinta kamu." ungkap Bima dengan lembut.


Bersambung...


Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah mampir dan membaca cerita KISAH TUAN HANS.

__ADS_1


Mohon dukungannya melalui vote komen hadiah dan like ya. ❤️✨


__ADS_2