Kisah Tuan Hans

Kisah Tuan Hans
Chapter 15


__ADS_3

(MAAFKAN AKU CAHYA)


Selamat membaca ☺️


🌹🌹🌹


Beberapa hari ini Hellena terus menemani Airen, karena Airen benar-benar tak memberikan ruang untuk Hans mendekatinya.


Hans hanya pasrah, dia sudah berusaha mencoba segala macam cara agar Airen dapat menerima kehadirannya. Namun tetap saja wanita itu enggan untuk dekat dengan Hans.


Dan beberapa hari ini juga Airen melakukan pengobatan ke psikiater, karena rasa trauma yang menghantuinya. Airen menjadi lebih banyak diam tak berbicara.


"Kakak, aku kangen kakak yang ceria. Kenapa kakak sekarang jadi pendiam seperti ini?" lirih Eza, sambil menatap mata Airen.


Airen hanya tersenyum simpul tanpa mau menjawab pertanyaan Eza, dia hanya memberikan usapan lembut dikepala Eza.


'Eza, maafin kakak. Kakak masih belum bisa menerima diri kakak yang kotor. Maafin Kakak, Dek.' batin Airen.


Hellena yang melihat itu sangat terpukul, biar bagaimana pun juga dia adalah seorang wanita. Melihat keterpurukan Airen yang disebabkan oleh anak nya membuat dia merasa bersalah karena tak dapat mendidik Hans dengan baik.


"Iren, kata Dokter kamu udah boleh pulang. Kamu tinggal di rumah Tante ya." pinta Hellena, karena dia benar-benar ingin menebus kesalahan putranya.


Deg


Airen merasa lebih takut, jika dia berada di dalam rumah Hellena. Karena biar bagaimanapun di sana ada Hans.


"Terimakasih Tante Elle, tapi maaf aku sama Eza akan tinggal di kontrakan kita yang lama." ujar Airen.


Hellena tahu, pasti Airen merasa ketakutan pada Hans. Hellena berusaha sabar, dia tidak ingin mamaksakan kehendak nya.


"Kakak, mending kita tinggal di rumah Gibran. Aku jadi ada temennya, trus juga makanan nya enak-enak. Ayo kak, kita tinggal di sana." ucap Eza, karena selama Airen di rumah sakit. Eza tinggal di rumah itu bersama Gibran dan yang lainnya.


"Eza, kamu keluar sebentar ya. Tante mau berbicara dengan kakak mu." pinta Hellena, Eza pun mengangguk, lalu pergi keluar.


Hellena menghampiri Airen, dan memeluknya dengan erat. Dia menangis di bahu Airen, Hellena tak kuasa menahan segala kesedihan nya.


"Hikss.. Maafin Tante, Ren. Maafin anak Tante juga, Tante mohon sama kamu. Tolong berikan kesempatan untuk Hans, agar dia dapat mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah dia lakukan." ujar Hellena sambil menangis.


Airen tak tahu harus apa. Jika melihat Hans, kejadian malam itu terus mengganggu pikiran nya. Namun di sisi lain, Airen juga sadar betapa tulusnya Hans dan juga keluarga nya untuk mempertanggung jawabkan semuanya. Namun Airen butuh waktu untuk itu.


"Tante nggak salah, Tante nggak perlu minta maaf. Aku yang minta maaf, karena belum bisa mengikhlaskan atau pun menerima tentang kejadian malam itu. Rasanya sakit Tante, kala mengingat kejadian itu." ucap Airen.


Hellena melepaskan pelukannya, dia menatap wajah Airen. Hellena menarik nafas nya perlahan, kemudian dia tersenyum simpul ke arah Airen.


"Tante mengerti Nak, tolong maafkan kesalahan Hans. Dan Tante mohon, semoga kamu kembali mempertimbangkan tentang pernikahan. Semoga kamu dapat menerima Hans dengan ikhlas, semoga kamu dapat menerima tanggung jawab yang dia berikan untukmu. Karena Tante takut, jika akan ada kehidupan yang hadir di dalam rahim kamu." ujar Hellena sambil menatap dalam mata Airen.

__ADS_1


Deg


'Kehidupan yang hadir dalam rahim ku? Aku harap dia tidak hadir di sini. Aku tak ingin kehadiran nya membuat ku semakin benci dengan Tuan Hans.' batin Airen.


"I--Iya Tante, akan aku pertimbangkan." ucap Airen sambil tersenyum simpul.


"Terimakasih Nak, mulai sekarang panggil Mamih aja ya. jangan panggil Tante oke." ujar Hellena, Airen hanya tersenyum menanggapi hal itu.


Cklek..


Mereka berdua keluar dari ruangan, ternyata di ruang tunggu ada Hans dan juga Eza yang sedang duduk bersama. Hans menatap ke arah Airen dengan tatapan sendu nya, namun Airen memalingkan wajahnya ke sembarang arah. Airen berusaha untuk tidak mengingat kejadian malam itu, dia mencoba untuk memikirkan hal lain.


Hans dan Eza menghampiri mereka, Hans tersenyum ke arah sang Ibu. Hellena menatap sedih kepada putranya, ingin dia menjerit dan memohon untuk menukarkan takdir ini. Hellena tak kuasa menahan segala derita Hans, kisah masa lalu nya yang begitu pilu, hingga detik ini pun masih sama.


'Hans, kamu yang sabar Nak. Mamih yakin, kelak kebahagiaan akan menyertai mu.' batin Hellena.


"Ayo, sini biar aku yang bawain tas nya." Hans hendak membawakan tas milik Airen, namun Airen malah berteriak histeris.


"J--jangan!!." teriak Airen, tiba-tiba dikeningnya bercucuran keringat, tangannya bergetar hebat.


Hellena berusaha untuk menenangkan Airen, dia memeluk Airen dengan erat. sedangkan Eza menatap heran kepada sang Kakak, lagi dan lagi Hans harus bersabar.


"Hans, kamu duluan ke mobil Nak." ujar Hellena, Hans mengangguk iya dan membawa Eza untuk pergi ke mobil dahulu.


"Tenanglah Nak, Hans sudah pergi. Jangan takut, ada Mamih di sini." Hellena mengusap-usap kepala Airen dengan sayang. Memberikan ketenangan kepada nya.


"Iya gak apa-apa, ayo kita pulang. Kamu jangan takut sama Hans selagi ada Mamih ya." ujar Hellena, Airen hanya mengangguk.


🌹🌹🌹


Di perjalanan semua nampak hening, Airen dan Hellena ada di kursi tengah. Sedangkan Hans mengendarai mobilnya dengan Eza yang berada di samping diri nya.


"Hans, ke kontrakan Airen." ucap Hellena.


Hans hanya mengangguk. Sebenarnya dia ingin jika Airen tinggal di rumah nya, agar dia bisa menjaga nya dengan baik. Namun Hans tak ingin egois, yang terpenting untuk saat ini adalah kesembuhan trauma yang dialami Airen.


Sesekali Hans melirik Airen melalui spion yang ada di tengah-tengah mobil, Hans tersenyum simpul melihat Airen yang tengah tertidur pulas di kursi tengah.


'Cahya, maafkan aku.' batin Hans.


"Om, sebenarnya kakak kenapa? Aku kangen kakak yang dulu, yang ceria. Sekarang kakak jadi lebih banyak diem Om, tolong Kakak ya Om. Sembuhin penyakit kakak." ucap Eza dengan mata berkaca-kaca nya.


Hans menatap iba kepada Eza, bagaimana jika Eza tahu tentang hal yang sebenarnya? Akankah Eza juga membenci dirinya.


"Iya Za, Om usahain buat sembuhin kakak kamu. Om juga berharap kakak mu kembali ceria." ujar Hans sambil menyetir mobil.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Sedangkan di kediaman Mikhailov, sedari tadi Gibran terus merengek ingin bertemu dengan Airen.


"Mamah Latu, aku au ketemu cama Mommy!" rengek Gibran.


"Iya sayang, sabar ya. Kita tunggu Oma sama Uncle Hans dulu." ucap Ratu berusaha menenangkan keponakan nya.


"Mah, Gibran cengeng bangat sih. Biasanya juga nggak kaya gini. Semenjak ada Tante Airen, dia jadi cengeng gini." ujar Eranson.


"Kak Elan, jangan salahin Mommy! Aku ndak cengeng. Tapi aku kangen cama Mommy!" ujar Gibran.


Ratu benar-benar dibuat pusing oleh kedua anak ini. Yang satu super aktif dan yang satunya asal celetuk.


"Eranson, kamu sama Papah sini!" panggil Raja kepada anak nya.


"Mas, ajarin Eran untuk lebih berhati-hati dalam berucap! Aku nggak mau kalau anak aku nurunin sifat kamu yang asal celetuk!" Ratu mengomeli Raja.


"Iya sayang, kamu bawel ihhh." ujar Raja.


"Tuhkan! Udah ah, males aku sama kamu." ucap Ratu, dia menggendong Gibran dan pergi dari sana.


Raja menepuk jidatnya, dia melakukan kesalahan fatal kali ini. Sudah dipastikan tidak akan dapat jatah.


'Duh ini mulut, gak bisa diajak kompromi pisan!' batin Raja.


"Pah, Mamah gede ambek ya. Sama kayak Gibran dan Oma." ujar Eranson.


Pletak..


"Aduhh, sakit Pah!"


"Mulut kamu dijaga! jangan kayak Papah. Lain kali nggak boleh menyinggung perasaan Mamah, Oma, dan Gibran!" ujar Raja memberitahu kepada anak semata wayangnya.


"Iya Pah, kalau perasaan Uncle Hans sama Uncle Bima aku nggak jamin." ujar Eranson.


"Aduh Eran, kamu kalau menyinggung Uncle Hans bisa-bisa nggak dapet kompensasi dari dia!" ujar Raja sambil menepuk Pelan jidat Eranson.


"Papah bawel ihh, Uncle Hans tuh lebih baik dari pada Papah sama Uncle Bima. Meskipun Uncle Hans dingin, tapi dia nggak pelit kok." ucap Eranson dengan lantangnya.


'Astaga, Anak ini memang anak ku!' batin Raja.


Bersambung...


Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah mampir dan membaca cerita aku, jangan lupa untuk memberikan dukungannya melalui vote, komen, dan like ya.

__ADS_1


Tetap sehat dan bahagia semuanya ❤️.


__ADS_2