
(PERNIKAHAN)
Selamat membaca ☺️
🌹🌹🌹
"Tuan, tolong dijaga kesehatan fisik dan mental pasien. Kalau dia terus menerus depresi, akan berakibat fatal pada janin yang ada di dalam kandungannya." ucap Dokter.
Hans hanya mengangguk, dia menuju ke ruangan Airen. Ternyata Airen sudah sadar, dia hanya duduk sambil menatap ke arah depan.
"Cahya." panggil Hans dengan lembut.
"Jika saja, Tuan menuruti perkataan saya. Mungkin, kita tidak akan dituduh oleh warga." lirih Airen.
Kenapa serumit ini, Tuhan. batin Hans.
"Cahya, menikahlah dengan ku." ajak Hans, dia sudah putus asa bagaimana cara mendapatkan maaf dari Airen.
Airen tersenyum sinis, "Aku tidak akan menikah dengan laki-laki brengsek seperti mu!" ujar Airen.
Deg.
Sakit, mengapa sakit sekali rasanya. Aku memang brengsek, tapi apakah aku tidak layak menjadi pasangan mu? batin Hans dengan tatapan sendu ke arah Airen.
Airen membuang muka kesembarang arah, dia tak ingin jika matanya bertemu dengan tatapan Hans.
Hufhh..
Helaan nafas berat nan panjang, terdengar dari mulut Hans. Laki-laki satu ini, tidak tahu harus bagaimana.
"Aku tidak tahu harus apa, agar kamu mau memaafkan dan menerima laki-laki brengsek ini. Aku tahu Cahya, aku memang brengsek. Jika memang kamu tidak bisa menerima ku sebagai suami mu. Tapi, bisakah kamu menerima ku sebagai ayah dari anak yang sedang kau kandung?" tanya Hans, dia benar-benar tak tahu harus bagaimana.
Deg.
Apa!
"A--anak?" lirih Airen.
Hans hanya mengangguk, dia tahu pasti Airen langsung syok. Namun Hans tidak tahu bagaimana caranya lagi, untuk membujuk Airen agar dia menerima pertanggung jawabannya.
"Tidak mungkin! Tuan jangan mengada-ada ya. Saya tidak hamil!" teriak Airen dengan keras.
Hans memijat pelipis kepalanya yang terasa pening, dia sama sekali tidak tahu cara membujuk wanita yang sedang marah.
"Aku akan memanggil Dokter, biar dia yang mengatakan nya kepada mu. Agar kamu percaya."
__ADS_1
Hans lalu pergi dari ruangan, dia memanggil dokter kandungan agar segera ke ruangan Airen.
Airen masih terlihat syok, dia tak menyangka dengan kata-kata yang Hans lontarkan. Apakah benar, jika dirinya tengah berbadan dua? Pikrnya.
Dokter pun masuk, Airen langsung melontarkan banyak sekali pertanyaan. Dokter menjelaskan semuanya kepada Airen, bahkan Airen ingin membuktikan nya sendiri dengan alat tes kehamilan, dan juga hasil usg.
Dan ternyata benar, dirinya tengah berbadan dua. Airen tak menyangka, akibat dari kejadian kelam malam itu membuahkan kehidupan baru dalam rahim nya. Airen menangis sejadi-jadinya, dia tak ingin jika hal ini terjadi.
Hikss..
Hans mencoba untuk menenangkan Airen, namun wanita itu langsung menolak Hans mentah-mentah. Dia tak ingin disentuh oleh Hans.
"Lihatlah, hasil dari perbuatan keji mu! Hikss.. aku tak ingin memiliki anak ini!" ujar Airen tak terima, bahkan dia memukul-mukul perutnya yang masih rata.
"Jangan sakiti dia, bahkan dia tidak bersalah untuk ini. Jika kau mau, ayo pukul saja aku." ucap Hans.
"Hahaha, pukulan ku terhadap mu tidak akan mempan! Justru jika aku memukul anak ini, kau pasti terluka kan!" Airen tertawa palsu, dia masih terus memukuli perutnya.
"Airen Cahya Senjani, hentikan!" ucap Hans dengan sedikit bentakan.
"Hikss.. kenapa harus aku yang mengalami ini semua. Kenapa?" Airen kembali menangis, dia meratapi semua nasib yang menimpa dirinya.
Hans memeluk Airen dengan erat, dia tak peduli dengan pemberontak yang dilakukan Airen kepadanya.
🌹🌹🌹
Dengan perasaan yang masih berkecamuk, Airen mencoba untuk tegar dan kuat menjalaninya. Meskipun dia membenci takdir yang menimpa dirinya, kenapa harus dia yang menerima ini semua.
"Nggak nyangka ya, ternyata Neng Iren orang yang seperti itu." ucap salah satu Ibu-ibu.
"Iya ihh, muka nya saja yang lugu."
"Ceu Edoh, siap-siap kontrakannya nggak laku. Gara-gara ada orang yang berbuat hal tak senonoh di dalam kontrakan Ceu Edoh."
Rasain Lo Ren, siapa suruh mau gagalin pernikahan Gue sama Kang Bahar. batin Siti tersenyum puas.
Ada banyak cacian dan hinaan yang terlontar dari orang-orang sekitar, Airen berusaha untuk tetap kuat dan tegar. Untung saja, Endah tetap setia berada di sisi Airen.
Airen, kamu yang sabar ya. Semoga kelak, kesabaran mu dapat membawa kebahagiaan untukmu. batin Endah menatap iba kepada Airen.
"Kapan mempelai pria nya datang?" tanya Pak RT.
"Jangan-jangan mempelai pria nya kabur." celetuk salah satu warga.
Semua orang nampak riuh, Airen hanya mampu untuk menutup telinga nya. Dia berusaha tidak peduli dengan perkataan orang-orang tentang dirinya.
__ADS_1
Drapp.. Drapp..
Langkah kaki Hans dan juga Roni memecahkan keriuhan yang ada, semua orang nampak diam setelah melihat kedatangan Hans. Lebih tepatnya, mereka semua terpesona dengan ketampanan yang dimiliki Hans.
Ck, kenapa ganteng bangat sih. Tau gini, mending aku saja yang menggantikan Airen. Aku harus protes sama Ayah dan Ibu. batin Siti, yang melirik kepada Ibunya.
Hans langsung menghampiri Airen, dan duduk disebelahnya. Hans berbisik pelan ke telinga Airen.
"Kau akan menjadi istriku." ucap Hans dengan lembut di telinga Airen.
Airen terus menunduk, dia tak peduli lagi dengan apapun. Jiwa nya terasa lelah dan hampa.
"Baiklah, ayo silahkan di mulai pak penghulu." ucap Pak Rt.
Semua orang nampak tegang. Begitupun dengan Hans, meskipun pernikahan ini terbilang konyol namun Hans tetap menganggap serius karena pernikahan adalah hal yang sakral. Roni sudah memegang kamera, dia mengabadikan momen ini dengan memvideokan nya.
Huuffhhh
Hans menarik nafasnya dalam-dalam, dia langsung memegang tangan penghulu. Karena Pak Yanto sudah menyerahkan tanggung jawab nya kepada penghulu.
"Saudara Hans Alister Mikhailov bin William Mikhailov, saya nikahkan dan saya kawinkan Airen Cahya Senjani binti Wahyu Sanjaya kepada engkau, yang wali nikah pamannya Bapak Yanto telah berwakil kepada saya. dengan mas kawin emas logam mulia 100 gram, uang tujuh ratus tujuh puluh tujuh juta tujuh ratus ribu rupiah (Rp. 777.700.00) dan seperangkat alat solat. Tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Airen Cahya Senjani binti Wahyu Sanjaya, dengan mas kawin tersebut. Tunai." ucap Hans dengan lantang.
"Bagaimana para saksi?"
"Sah! Sah! Sah!"
Bukan hanya para saksi, namun semua orang nampak riuh berkata sah.
"Alhamdulillah."
Semua orang mengadahkan tangannya untuk mendoakan pernikahan Hans dan juga Airen, degup jantung Hans sedikit turun setelah saat dia mengucapkan ijab qobul.
Roni turut berbahagia dengan pernikahan Tuan nya, begitu pun dengan Endah dia sangat amat bahagia menyaksikan pernikahan sahabat baiknya.
Airmata Airen sudah bersimbah peluh, isak tangisnya kian membuncah karena saat ini dirinya sudah menjadi istri dari laki-laki yang dia benci. Hans tahu, saat ini Airen belum menerima dirinya. Namun, Hans tetap harus berusaha keras agar Airen mampu untuk menerima dirinya kelak.
Sedangkan Yanto dan Marni, nampak kesal ternyata mahar nya begitu mahal. Mereka tidak terima dengan uang mahar yang diberikan Hans kepada Airen.
Bersambung...
Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah mampir dan membaca cerita aku jangan lupa untuk memberikan dukungannya melalui vote komen dan like ya.
Tetap sehat dan bahagia semuanya ❤️.
__ADS_1