
Dalam bahasa Italia, Strega artinya penyihir. Strega adalah antagonis sampingan baru. Strega kelompok penyihir yang memusuhi penyihir dengan garis keturunan keluarga penyihir yang kuno.
______________________________________________
"Apa mau mu!" Bentak Ciel.
"Aku, hanya ingin berteman. Tidak boleh ya?" Tanya Starla.
"Berteman, um, kenapa kamu mau berteman denganku?" Tanya Ciel, dengan wajah ala Tsundere.
Ekspresi Ciel Ferguson cukup kasar seolah ia menolak. Akan tetapi pipi Ciel memerah saat dipandangi oleh Starla. Menampakkan wajah yang mau mau tapi malu.
Iris matanya berwarna merah. Iris matanya seolah berusaha menatap Starla walau wajahnya berusaha memalingkan.
"Ara ... kenapa kamu malu-malu kucing." Canda Starla, terkekeh.
Ciel memalingkan wajahnya.
"Kamu ini mage type apa?" Tanya Starla.
"Aku ini versatile mage." Jawabnya.
"Aku juga versatile mage. Aku bisa menjadi close combat mage dengan sihir belati semu. Aku bisa menjadi mvp killer dengan sihir api yang mahadahsyat. Aku bisa memiliki kemampuan DPS, melakukan spam skill api tingkat rendah berulang dengan cepatnya. Pokoknya masih banyak." Ujar Satella.
"Dengan psi blade aku bisa menjadi close combat mage yang hebat loh. Apakah kamu ingin berduel secara mele?" Tanya Ciel.
"Apa itu psi blade?" Tanya Starla.
"Teknik enchantmen, mengalirkan tenaga sihir kepada tangan kosong." Jawab Ciel.
"Boleh juga, ayo kita bergelut!" Jawaban atas duel diberikan Starla.
Starla merentangkan kedua tangan. Keluar kobaran api warna kuning seperti api obor biasa. Kobarannya memanjang keatas. Perlahan itu berubah menjadi api berwarna merah scarlett. Tangan Starla kini memegang api berwarna merah tua kehitaman. Api scarlett mengeras.
Api scarlett berubah menjadi bilah belati kembar.
Belati semu wujudnya seperti bilah belati Athena pada mitologi Greek.
"Wah, hebat...." Seru Ciel Ferguson.
"Hihihi." Starla tertawa kecil.
Tawanya sangat riang.
Starla memejamkan matanya dan memiringkan kepalanya dikala ia tertawa dengan riangnya.
Starla kembali pada kuda-kuda bertarung.
Ciel Ferguson berlari dengan kedua tangan dibentuk mirip teknik karate. Sementara Starla hanya diam saja ditempatnya, kuda-kuda bertahan dibentuk dengan kokohnya.
Dengan Flyng magic berbasis sihir tenaga asap. Sekali lompatan saja, Starla berada di jarak serang mele.
Serangan pertama diayunkan oleh Starla.
Ciel menangkis dengan tangannya yang dialiri tenaga sihir. Ciel pun terkena knock back, tubuhnya pun terhempas kebelakang walau tetap berdiri tanpa jatuh.
"Kuat juga." Komentar Starla.
"Terasa panas." Keluh Ciel sambil mengusap tangan kanan yang tadi dipakai menepis belati.
Mereka kembali maju. Beberapa tangkisan dilakukan. Adu pukul dengan gerakan cepat pun terjadi.
Hingga Starla melakukan gerakan memutar.
Rolling cutter !!
Cipratan darah menyembur dari tangannya Ciel.
Kekuatan magic belati semu milik Starla menembus kekuatan magis ditangan Ciel. Pysche blade yang berada ditangan Ciel pun rontok. Menghasilkan becekan darah yang cukup banyak.
Namun Ciel malah melanjutkan.
"Jangan lengah!" Seru Ciel sambil melempar pisau kecil dari tangan kirinya yang tak terluka.
Mengulurkan tangan kedepan dan memunculkan api merah scarlett. Sementara empat pisau kecil telah melesat kearahnya.
Rosa shield !!
Munculah perisai semu berbentuk bunga petunia berwarna merah scarlett kehitaman. Bahkan empat pisau kecil tak dapat menancap di perisai semu. Pisaunya memantul.
"Keren...." Seru Ciel.
"Terimakasih, terimakasih fufufu." Starla tertawa bangga.
Tidak lama kemudian datanglah sekelompok orang.
Di mulai dari tepuk tangan dari seorang anggota dalam kelompok penyihir tersebut.
"Aku mencium garis keluarga penyihir." Ucapnya.
"Mau apa kalian?" Sambut Starla.
Ciel gak mau tau dan gak mau berurusan.
"Kalau mau berduel di koloseum, silahkan tanpa aku. Aku sedang cidera, aku akan memulihkan diri terlebih dulu." Ucap Ciel.
Mereka ada empat orang.
__ADS_1
Satu orang dari mereka segera mengeluarkan senjata api yang rupanya seperti pistol. Itu adalah kaliber besar yang biasa disebut sebagai magnum pistol.
Starla menyadari mereka ingin bertindak represif. Starla segera melempar perisai semu berwujud bunga kearah Ciel.
Ia menyeringai seolah mengetahui bahwa sihir defensif tidak bekerja.
Tembakan dilepaskan.
Dor....
Peluru magnum menembus perisai semu. Peluru menembus tubuhnya Ciel. Energi sihir meluap dari tubuh Ciel kemudian terbakar menjadi api biru sebelum akhirnya meledak.
"Mustahil?" Ucap Starla.
Kemudian Starla berlari kearah dimana Ciel tergeletak.
"Kamu tidak apa-apa?" Ucap Starla, memperdulikannya.
Ciel hanya merintih.
"Kalian mau apa!" Starla bertanya dengan kesalnya.
"Kami adalah Strega. Kami adalah musuh para penyihir yang punya garis keturunan keluarga penyihir yang panjang. Mereka yang punya kekuatan sihir mahadahsyat sejak lahir, kami kalahkan dengan amat mudah.
"Perkenalkan, namaku Razor sang magus killer."
Orang yang bernama Razor adalah yang berambut cokelat, perawakan yang standar untuk ukuran orang Eropa.
"Tiga lainnya adalah Dio, Lenka dan Roy." Razor memperkenalkan para temannya, seolah ia pemimpinnya.
"Apa tujuan kalian?" Tanya Starla.
"Mengakhiri era penyihir berdarah khusus. Dengan begitu dunia sihir semakin balance. Tanpa ada anak yang terlahir istimewa, kuat sejak lahir. Semua akan jadi seimbang." Pemimpin Strega memberitahukan ideologi kelompoknya.
"Berarti kalian adalah musuhku!" Starla tanpa takut sedikitpun.
Razor mengarahkan magnum pistol kearah Starla. Adalah senjata yang didesain khusus untuk membunuh seorang penyihir.
Sementara Starla sudah membentuk perisai semu. Adalah versi lebih kuat dan lebih tebal. Tapi ditertawakan oleh Razor.
"Percuma saja." Ucap Razor.
Dor....
Beberapa sekon sebelum pelurunya mengenai Starla. Starla melihatnya dengan jelas, bahwa peluru mereka menembus perisai semu. Itu adalah senjata anti sihir yang mengabaikan pertahanan magis.
Telekinesis !!
Tiba-tiba tenaga pysche mendorong Starla kesamping. Dorongan dengan tenaga magis menghempaskan nya kesamping kiri.
Peluru gagal mengenai Starla.
Adalah seorang kakak yang marah. Adik kembarnya telah diganggu beberapa orang. Kembaran yang dilahirkan beberapa menit lebih dahulu, datang dan membelanya.
"Hati-hati kak! Mereka adalah kelompok magus killer. Senjata mereka telah dirancang untuk membunuh penyihir. Semakin panjang garis keturunan penyihir maka efek kutukannya semakin berbahaya." Seru Starla memberi peringatan.
Namun, dengan santai Satella menanggapi.
"Begitu, ya."
Satella mengeluarkan kantung sihirnya.
Kantung yang Satella pakai untuk menaruh koleksi equipment sihir sampai item sihir konsumsi.
Satella mengeluarkan Griffin sword.
"Lawan dia, Roy!" Razor menyuruh anak buahnya.
"Kita duluan!" Razor segera pergi, diikuti kedua anak buahnya.
Sementara meninggalkan satu anak buahnya.
Roy mengarahkan magnum pistol kearah Satella.
Adalah senjata anti magus.
Sementara Satella menghunuskan pedang mistisnya.
Griffin sword dilesatkan.
Telekinesis !!
Pedang mengiris tangan Roy saat pelatuk ditekan. Membuat akurasi tembakan menjadi kacau. Dengan segala daya magisnya, Griffin sword sukses mengamputasi tangan Roy.
Roy berteriak, mengerang sakit. Darahnya mengalir dari tangan buntungnya.
"Kamu monster! Awas ya, akan ku balas nanti!" Umpat Roy.
Roy mengeluarkan sebuah magic scroll.
Sebuah lingkaran sihir muncul setelah Roy membakar gulir sihir dengan aktifitas item konsumsi.
"Oh, tidak, itu adalah gulir untuk pemanggilan!" Seru Satella.
Setelah mengaktifkan magic scroll miliknya, Roy segera kabur. Kabur disaat lingkaran sihir berlangsung.
Sementara Starla berlari kearah kakaknya.
__ADS_1
Yang dimunculkan oleh sumoner adalah magical beast. Itu binatang sihir yang sangat kuno, seolah itu sudah hidup dalam waktu lama. Dilihat dari betapa besar dan kuat, sepertinya itu kelas boss monster. Atau mungkin mini boss.
Starla berdiri dibelakang Satella.
"Mereka melanggar regulasi, banned of eksperimental breeding!" Seru Satella.
Monster yang muncul adalah ayam bernapas api. Bentuknya seperti unggas sejenis ayam tapi dengan bulu-bulu warna hitam dan oranye. Unggas tersebut memiliki ukuran raksasa. Tingginya lima meter.
Dengan tubuh sebesar itu bisa saja melakukan serangan fisik fatal dengan paruhnya. Akan tetapi yang berbahaya darinya adalah sihir api yang keluar dari mulutnya. Ia bisa menyemburkan napas api warna merah kekuningan dalam volume besar. Tapi, kadang mengeluarkan semburan api warna biru yang panasnya lebih tinggi lagi. Beberapa orang bergegas keluar koloseum.
Tapi ada yang nekat mengeluarkan sihir terkuatnya.
Puluhan mage yang bukan berasal dari garis keluarga penyihir yang terkenal, melakukan Spell Caster secara bersamaan. Karena berasal dari keluarga penyihir yang seumur jagung alias dibawah satu abad, kekuatan sihir mereka kurang sakit.
Malah ada orang yang yang nekat memungut pedang milik Satella. Dengan Griffin sword ia berlari menuju boss monster unggas itu.
Satu yang Satella yakini.
"Oh, tidak, dia tidak terkonfirmasi sebagai pengguna pedang Griffin. Pedangnya takkan memberi daya serang sedikitpun." Ucap Satella.
"Apa kak?" Sahut Satella.
"Selamatkan orang itu!" Satella semakin resah.
Dari penglihatan Satella, para mage berdiri sejajar mengerubungi boss monster diarah jam sebelas. Pada awalnya mereka berjumlah empat puluh Spell Caster. Melesatkan sihir element api secara serentak. Ada seseorang yang memberi masukan.
"Dia resist terhadap api!" Seru satu mage.
Lalu sihir lightning dilepaskan. Ada sihir es, walau mempan tetapi daya ofensifnya tidak terlalu sakit. Sihir element tanah tidak melukai ayam napas api ukuran raksasa.
Instingnya memberi tahu kalau seseorang berlari kearahnya.
Ayam bernapas api melepaskan api kearahnya.
Telekinesis !!
Dengan cepat Satella melayangkan orang itu ke udara. Ia dipentalkan, kemudian terjatuh diposisi sangat jauh dari monster itu. Satella pun bergegas, melakukan transfigurasi sihir untuk bergerak lebih cepat.
Beberapa close combat mage pun bertindak gegabah. Mereka maju menyerang monster secara mele.
Beberapa terkena napas api dan terbaring, syarafnya mati rasa.
Mage yang berhasil melewati api, diserang secara mele. Monster itu mematuk mereka, menarik paruh hingga terlepas bagian tubuh yang kena patuk. Kebanyakan tangannya terlepas, ditarik paksa.
Sampai ada yang kena perut.
Setelah paruh menembus perut seorang mage, paruhnya ditarik seorang yang kurang beruntung itu harus menyaksikan usus ditarik keluar seperti mie.
Satella mengambil pedang mistik miliknya.
Para magic caster yang sok berjiwa pahlawan pun melarikan diri dari hadapan magical beast.
Betapa kuatnya binatang sihir yang telah di banned oleh kementerian sihir, sungguh membuat mereka shock.
"Inilah pedang spesialis pemburu monster mistik! Kutukan di dalam pedang, semakin kuat binatang sihirnya maka akan semakin besar bonus damage nya!" Satella sedang menghunuskan pedangnya.
Ayam bernapas api melepas sihir kearah Starla. Starla memakai sihir perisai semu yang berwujud bunga.
Telekinesis !!
Satella melesatkan pedang mistik miliknya. Menembus leher ayam bernapas api. Sampai saat ini ada banyak darah ayam bercucuran.
"Dia tidak mati, kak." Seru Satella.
"Kutukan anti binatang sihir akan memberi damage over time yang sangat perih. Asal pedangnya tetap berada disitu, nanti juga binatang sihirnya mati sendiri." Kata Satella.
Tak lama kemudian ayam bernapas api pun roboh.
"Hei, kakak. Apa kita akan mendapat loot dari monster ini. Apakah bisa dibuat item sihir?" Tanya Satella.
Satella menaruh telunjuk dibibir lentiknya.
Starla paham kalau dia disuruh menutup mulutnya.
"Datanglah Theodore!" Ucap Satella.
Beberapa saat kemudian Phoenix mendarat dihadapan Satella.
"Kak, lihat! Ini pertama kalinya aku melihat Phoenix." Starla dengan ketakjuban.
"Diam, ya." Balas Satella.
"Kak, aku mau peliharaan sihir yang langka." Seru Starla.
"Tolong bawa anak yang terluka disana, antar ia pulang!" Perintah Satella, pada sosok Phoenix.
Seketika Phoenix berubah menjadi manusia berseragam butler.
"Wah, jadi orang." Seru Starla.
Satella melangkah.
"Equipment macam apa ini?"
Satella memungut senjata anti penyihir.
Kejadian di koloseum akan masuk pemberitaan di koran.
__ADS_1
~Bersambung~