
Satu hari sebelumnya....
Mansion ibu kota.
Diruang kerja. Duke Pegasus lagi membaca semacam proposal bisnis dan lainnya. Datanglah ayahnya memasuki ruangan. Adalah lord Eduard Charlotte. Ia segera duduk berhadapan dengan putra pertama.
"Terimakasih telah berkunjung, ayahanda." Sambut Duke Pegasus.
"Sudah baca koran?" Tanya lord Eduard.
"Sudah ayah." Balas Duke Pegasus.
"Bagaimana pendapatmu?" Tanya lord Eduard.
"Bagaimana apanya?" Tanya Duke Pegasus.
"Tentang si kembar." Jawabnya.
Seketika Duke Pegasus paham apa yang dimaksud ayahnya. Karena belum lama, diberitakan tentang kehebatan adik ketiganya. Pertama, satu-satunya anak yang mampu membunuh ular balisik. Padahal penyihir profesional sebanyak satu pasukan pun belum tentu bisa.
Kedua, membunuh magical beast yang dipelihara hingga berukuran raksasa. Adalah naga api dengan kekuatan sihir tingkat burst. Lalu serangan mele yang sama kuatnya.
Siapa sangka Satella membunuh binatang sihir level boss monster dengan mudahnya.
Adalah berkat tuah Griffin sword yang ampuh dalam membunuh berbagai binatang sihir.
"Pasti tentang kehebatannya dalam membunuh binatang sihir raksasa bukan." Tukas Pegasus.
"Besok mereka pasti akan pergi. Mereka akan mengikuti turnamen sihir. Pastikan mereka ada dalam keadaan aman." Perintah ayahnya, lord Eduard Charlotte.
"Saya akan menjalankan fungsi sebagaimana seorang kakak yang menyayangi adik-adiknya." Jawab Duke Pegasus.
Skip....
Masih diruangan yang sama tapi waktunya beda. Beberapa saat telah berlalu, yang ada dihadapan Duke Pegasus adalah seorang wanita berseragam militer. Tubuh wanita tersebut sangat atletis. Seragamnya bukan militer kerajaan, melainkan almamater militer kebangsawanan. Menegaskan siapa dia sebenarnya.
Ia seorang kesatria bangsawan.
Lord knight, Nightingtale.
"Selamat siang tangan kananku, Nightingale." Sambut Duke Pegasus.
"Hormat saya tuan Duke. Apa ada yang bisa saya bantu?" Sahut sang kesatria bangsawan.
"Adik ketiga ku dan kembarannya, akan pergi besok. Tolong berikan pengawalan! Tapi jangan sampai mereka tahu, kalau mereka sedang dikawal." Perintah Duke Pegasus.
"Akan saya lakukan." Nightingtale memberi salam hormat.
Skip....
Besoknya.
Mengendarai naga darat berwarna hijau. Nightingtale dengan seragam militer kebangsawanan Charlotte. Almamater militernya berwarna merah seperti Inggris. Itulah yang menjadi ciri khas kamp militer kebangsawanan, Charlotte. Sosok dengan tubuh atletis, cukup slim tetapi sungguh berisi. Ada banyak kekuatan ditangan dan tubuhnya.
Fisiknya kuat.
Rambutnya diikat ekor kuda. Lalu ditutup topi lord knight dengan bentuk seperti topi militer Inggris jaman Victoria. Rambutnya cokelat, berkilau seolah ia seorang model bukanya kesatria bangsawan.
Dipinggangnya ada pistol mauser beserta combat knife. Ada pedang ditaruh di kantung kuda. Meskipun ini seekor naga, kuda pernah ada. Makanya peralatan seperti kantung yang ditopang mount kirin dragon disebut kantung kuda. Di kantung kuda ada senapan bolt action rifle beserta banyak amunisi. Pedang tergantung juga di kantung kuda.
Mengendarai naga darat.
Nightingtale melaju di jalan setapak. Kala pandangan lurus kedepan, ia tidak melihat apapun. Nightingale menjaga jarak dengan kereta naga yang ditumpangi Satella hingga sejauh mungkin.
Sampai Nightingtale mengeluarkan teropong.
Dalam penglihatan teropong, ia melihat kereta masih ada di jarak yang ideal.
Perspektif pun kembali kepada Satella.
Skip....
Satella dan adik kembarnya telah keluar dari kereta naga. Mereka menghampiri keramaian diluar dinding kastil kementerian sihir.
Kala Satella tiba, hanya kumpulan bangsawan sedang adu mulut dan beradu gengsi.
"Hei, ada apa?" Tanya Satella yang menghampiri kerumunan.
"Para bangsawan itu meributkan kehebatan garis keturunan klan masing-masing." Jawab seseorang.
"Sudah kuduga." Gumam Satella.
__ADS_1
"Hai ... hai...." Sapa seseorang.
"Siapa, kenapa?" Sahut Satella pada seorang yang melambaikan tangan kearahnya.
Adalah seorang wanita cantik.
"Kamu seperti familiar." Gadis penyihir itu berkomentar.
"Aku?" Satella terdiam.
Gadis penyihir itu seusia dengan Satella, kelihatannya. Ia memiliki wajah cantik, walau wajahnya itu dipenuhi make up ala riasan badut.
Gadis tersebut berpenampilan layaknya badut kerajaan.
"Aku pesulap, juga pelawak."
Satella bengong menatapnya yang sedikit aneh.
"Namaku Harley Quinn. Ayahku adalah penyihir terkenal yang kini menjabat sebagai dewan jendral." Gadis jenaka itu memperkenalkan dirinya.
Satu yang Satella tahu, kakeknya pernah menjabat sebagai dewan jendral. Dewan jendral jumlahnya adalah sembilan orang jendral.
"Kakekku juga dulu dewan jendral." Tukas Satella.
"Selain menyediakan jasa sewa pertunjukan sulap atau lawakan, diriku bersedia menjadi seorang antek bila dibayar." Ucap Harley.
Siapapun tahu kalau putri ningrat seperti Satella, punya banyak uang. Penyihir bertalenta manapun akan memberikan bakatnya untuk bisa bekerja dengan mereka.
Satella menyambut jabat tangan dengan Harley Quinn.
Harley Quinn.
"Kalian kembar?" Harley Quinn bernada kaget setelah ia melihat Starla yang tiba disamping kakak kembar itu.
"Iya." Starla mengangguk.
"Siapa nama kalian?"
"Aku Satella, ini adik kembarku Starla." Jawab Satella.
Pandangan Harley Quinn kembali kepada sosok yang bersitegang.
"Kamu kenal mereka?"
Satella melihat kearah para gadis bangsawan itu.
"Wanita rambut bor itu, Duchess Guinevere Smith. Lalu gadis rambut pirang panjang, countess Lalatina. Kemudian gadis rambut perak itu Lady Louise. Gadis berambut ungu adalah Lady Selena. Gadis rambut hitam berkuncir dua, Viscountess Esmeralda. Kemudian half-elves pirang itu adalah lady Luna. Aku mengenal mereka semua." Satella menjelaskan pada teman barunya.
"Hahaha." Harley Quinn tertawa seperti suara tawa pelawak.
Mendengar suara tawa dipenuhi kejenakaan itu. Membuat Starla menepuk bahu Satella penuh rasa gelisah. Tidak butuh waktu lama untuk Satella menyadarkan rasa ketakutan adiknya.
"Dia kenapa kak?" Tanya Starla.
"Itu tertawa ala badut pelawak di acara pentas lawak." Satella pun mengusap punggung Starla untuk menenangkan. Tak mau terkekeh sedikitpun, wajah Satella serius menatap adik kembar tercintanya.
"Tawanya meresahkan, kak." Starla berbisik.
"Adikku sejak dulu selalu takut terhadap hal yang asing baginya. Seperti saat pertama kalinya kita menyapa anak-anak di desa itu." Satella terkekeh.
"Anak kembar memang lucu, dasar kalian twin kitten." Harley Quinn tertawa kecil, menutup bibirnya dengan ujung jari.
"Kami bukan kucing!" Sahut Starla dengan kening yang mengkerut disertai mata bulat yang membesar akibat marah.
Satella terkekeh.
"Cewe badut ini menyebalkan kak." Keluh Starla dengan keresahannya.
Harley Quinn memasang wajah manisnya. Tersenyum riang dan memiringkan kepala dengan imut.
"Apa kamu takut badut, atau kamu suka badut?" Tanya Harley Quinn, memasang wajah imutnya.
Awalnya Harley Quinn berbicara secara biasa. Awalnya masih dalam mode serius. Semua berubah saat keseriusannya berganti menjadi sebuah gurauan lawak, dan gadis badut itu pun menunjukkan aksen lawaknya yang aneh.
"Huhuhu ... ada putri bangsawan kembar, mereka imut seperti anak kucing. Boleh aku rawat, boleh ya." Harley Quinn dengan aksen aneh konyolnya.
"Aku bukan anak kucing, hu dasar orang aneh!" Starla membalasnya dengan omelan.
"Kalau gitu maaf." Harley Quinn masih dengan aksen lucunya, gadis badut menampakkan gestur yang seolah meminta maaf pada Starla.
__ADS_1
"Huh ... dimaafkan." Jawab Starla sambil membuang muka, mimik wajahnya sedikit cemberut.
"Huhuhu ... anak manis, anak manis, anak manis, anak manis, anak manis, anak manis." Harley Quinn dengan aksen badut yang lucu seolah-olah sedang mengolok-olok Starla. Starla merasa kesal, tapi kakak kembarnya malah terhibur oleh si gadis badut.
"Hihihi, lucu." Satella menutupi bibirnya dengan ujung jari saat sesosok gadis badut mengolok-olok adik kembarnya.
"Orang ini aneh kak." Sahut Starla, memasang wajah juteknya.
"Starla imut, Starla imut, Starla imut, Starla imut, Starla imut, Starla imut Starla imut." Aksen badutnya Harley Quinn terus saja mengolok-olok.
"Gadis badut menyebalkan." Starla mengangkat tinjunya, alis matanya berkedut tiap kali menatap wajah badut penuh ejekan.
"Hihihi, adikku yang tsundere." Satella ikut mengolok-olok Starla.
"Ada yang mau keripik kentang?" Harley Quinn menyodorkan kaleng berbentuk balok panjang kepada putri kembar dihadapannya.
"Eto...." Satella mengedutkan alis sambil memberi gestur menolak.
Satella mengingat momen dikala dirinya diusili habis-habisan oleh temannya yang bernama Jack.
Waktu itu ia berkunjung ke toko peralatan sulap. Ia jadi korban trik jahil, terkena prank habis-habisan oleh pemilik toko dan juga Jack.
Starla hapal betul benda macam apa yang disodorkan Harley Quinn.
[Satella : Seorang badut itu emang sudah selayaknya memiliki banyak trik jahil seperti itu.] ðŸ¤
"Boleh?" Starla berkata dengan ekspresi anak-anak minta biskuit kepada ibunya.
"Ayo ambil, kamu juga mau kan?" Harley Quinn menatap Satella.
"Gak, makasih." Satella menolak dengan ekspresi wajah bermasalah.
"Tapi, kak.... Biasanya kamu suka dengan cemilan gurih, apalagi ini rasanya BBQ loh." Starla merasa kakaknya bertindak tidak biasa.
"Gak makasih, aku sedang diet loh." Satella cengengesan.
"Diet apanya, badan kakak ramping gitu. Kalau kakak sampai diet, nanti bakal sekurus apa!" Starla dengan wajah juteknya.
"Adik marah, tambah lucu galaknya." Balas Satella.
"Ayo, jangan sungkan." Harley Quinn cengengesan.
"Iya, aku mau." Starla membuka tutupnya.
Kala Starla membuka tutup kaleng cemilannya, kejadian tak terduga terjadi. Bahkan, Starla tidak dapat memprediksi ini sedikitpun.
Ular mengerikan yang sangat mirip dengan aslinya, keluar dari tutup kalengnya. Itu spontan Membuat Starla menjerit kaget.
"Kya ... cacing, cacing, eh ini ular!" Starla menjerit karena reflek.
Alih-alih membela adiknya lalu mengomeli orang jahil itu, Satella justru tertawa diatas penderitaan kembarannya itu.
"Ku ... ku ... ku...." Satella menutupi mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Mencoba tuk menahan tawanya sekuat yang ia bisa.
Akhirnya tawanya lepas, Satella tertawa cekikikan.
Kakak kembarnya menertawai nya bersama orang usil.
Bayang-bayang wajah gadis badut berotasi mengelilingi kepala Starla lalu kakak kembarnya. Tawa badut yang khas beserta tawa cekikikan Satella bersatu-padu membully nya.
Starla di bully habis-habisan.
Starla berjongkok dirumput sambil tangannya dilipat diatas lututnya. Wajahnya sangat suram, bibirnya terlihat cemberut mata bergetar.
"Jahat, kakak jahat! Jahat kepada adiknya sendiri." Starla merengek.
Satella mendekati sekumpulan nyonya ningrat yang berseteru.
"Huhu ... kembaran mu pergi tuh kesana." Harley Quinn mencoba membujuk Starla yang muram.
Kala Satella mendekat, suara dari mereka mulai terdengar.
"Akulah penyihir berbakat dengan garis keturunan yang kuat. Kamu adalah keluarga bangsawan ahli ekonomi, mana mungkin memiliki kemampuan sebagai penyihir, hah." Suara mengolok-olok dari gadis berambut kuncir dua.
"Diam Esme!" Sentak gadis ningrat rambut bor, pirang.
"Namaku Esmeralda, bukan Esme, dasar rambut bor!" Balas gadis yang berambut kuncir dua.
"Dasar kamu gak tahu mode. Mode tradisional nyonya ningrat ya yang seperti ini, dasar kamu bangsawan tingkat menengah bawah." Balas gadis rambut ikal bor.
"Walah, gawat sekali." Batin Satella, menutupi kedua kuping lancipnya.
__ADS_1
~Bersambung~