
Satella duduk berhadapan dengan prince Roman Giovanni Valois. Meja persegi yang tingginya selutut menjadi penghalang. Itu meja kayu dengan sedikit ukiran, dengan kaca. Ada minuman yang aman diminum anak-anak, adalah poci teh yang dibawakan pelayan penginapan. Sementara pangeran keempat, menikmati kebiasaan meminum minuman yang mengandung alkohol.
"Kenapa sudah besarnya suka minum ini?" Tanya Satella sambil mengangkat cangkir miliknya. Cangkir Satella terisi teh seduh. Satella menatap kearah botol-botol yang berisikan minuman keras.
"Sudah menjadi tradisi, orang dewasa diperbolehkan minum," kata pangeran.
Menuangnya lagi, meneguk sampai habis kemudian prince Roman menyenderkan dirinya disofa. Seperti tipikal pangeran yang pemalas dan gemar foya-foya.
"Hei, Roman, aku akan menyelesaikan ini. Tidak mau dengar pendapatmu, tentang aku mustahil bisa. Kamu tinggal santai-santai disini, tau-tau sudah selesai," ujar Satella.
"Stella memang dapat diandalkan. Tapi, tak satupun orang dikerajaan yang memanggil nama anak raja loh. Biasanya orang-orang memanggil sebagai pangeran. Kamu sedikit menyimpang dari tradisi." Pangeran Roman terkekeh dan menanggapi dengan santai tamunya yang terkesan angkuh, dan gak ada takutnya.
Sementara disudut ruangan, seorang yang berperawakan tinggi besar. Kepala kesatria dari faksi pangeran keempat, ia dijuluki sebagai Iron Axe. Satella tidak mengenal identitas kepala kesatria yang bekerja tuk pangeran Roman. Yang Satella tahu, ada seseorang yang menjadi tangan kanannya.
Iron Axe berjaga didekat pintu masuk.
"Ngomong-ngomong, kamu punya tangan kanan kan?" Satella menaruh cangkir dan membahas beberapa hal.
Satella berfikir, barangkali ada sosok yang dapat diandalkan pemikirannya. Kalau ada maka akan membantu pekerjaannya.
"Flugel adalah tangan kananku. Dulunya bekerja di kesatuan royal guard kerajaan. Teknik tempurnya cukup baik, ia mampu berfikir tajam." Pangeran menjelaskannya dengan santai.
"Bisa pertemukan aku, aku jadi penasaran. Barangkali bisa diandalkan dalam kasus werewolf ini." Satella memberi usulannya.
"Dimengerti."
"Hei, Iron Axe!"
Pangeran keempat memanggil kesatria nya lalu dibalas sikap siap.
"Panggil Flugel kesini!" Perintah pangeran keempat.
"Siap laksanakan." Iron Axe pergi keluar melaksanakan perintah pangeran keempat.
Berarti sekarang hanya beberapa kesatria biasa dan petugas polisi militer yang lagi piket mengawal pangeran keempat.
"Dimana kamu mengamankan Gunners itu?" Tanya Satella.
"Masih dilantai ini. Disalah satu ruangan." Jawab prince Roman.
"Terimakasih sudah mau menuruti rencana dariku. Kita harus mencegah kasus salah gantung. Kita tidak boleh salah memberi hukuman mati kepada orang yang bukan werewolf. Kita harus memenangkan game melawan komplotan werewolf." Satella mengangkat cangkir teh, menyeruputnya.
"Sama-sama, nyonya kecil yang terhebat di seluruh kerajaan." Prince Roman dengan bernada santai, agak sedikit cengengesan.
"Apa-apaan dengan sebutan nyonya kecil? Aku sudah berumur sembilan belas tahun tahu!" Satella menggerutu.
Pangeran keempat terkekeh.
"Hei, Roman. Kamu tidak mencampurkan minuman ku dengan yang aneh-aneh kan?" Tanya Satella, dengan tatapan yang sinis.
"Bagaimana anda bisa berfikiran seperti itu nyonya kecil yang imut?" Prince Roman memberi nada santai.
"Aku baca novel yang berlatar keluarga aristokrat. Di sana diceritakan ambisi dari seorang pangeran untuk menikah paksa dengan seorang Duchess cantik." Satella menceritakan apa yang ia baca di novel.
"Tapi anda bukan Duchess, hanyalah putri ketiga yang tak mewarisi house of Noble." Prince Roman memberi sanggahan.
"Ya, ya, ya beda-beda sedikitlah. Anggap ceritanya begitu. Hei, kenapa kamu terus memanggilku nyonya kecil!" Omel Satella.
"Sudahlah, sudahlah putri bangsawan tercantik." Prince Roman tertawa kecil.
Bersantai sampai beberapa saat kedepan. Setelah waktu berlalu sekian lama, datang seseorang. Ia memakai seragam kesatuan royal guard. Almamater militer kerajaan dengan warna dominan putih dan sedikit ukiran tinta emas yang motifnya hampir menyerupai budaya batik. Siapapun yang memakai seragam ini adalah royal guard.
__ADS_1
Tidak semua royal guard aktif di markas besar. Beberapa berada didalam status pasive karena ditugaskan tuk mengawal keluarga kerajaan atau bangsawan. Prince Roman sendiri adalah contoh dari aturan status pasive tersebut. Siapapun boleh meminjam tenaga kesatria sekelas royal guard asalkan dengan ijin dari sang raja.
Yang memasuki ruangan adalah Iron Axe bersama satu orang lainnya.
"Saya membawa Flugel atas perintah anda tuan pangeran." Iron Axe memberi sikap hormatnya.
Orang yang disebut Flugel selain tampil dengan seragam royal guard, itu memiliki rambut berwarna oranye. Mengenakan sebuah kain syal dilehernya. Flugel punya tinggi sedikit lebih pendek dari pangeran keempat. Rambut oranye yang lancip, itu biasanya disebut model spiky. Kerahnya selalu dibuka tidak dilipat secara rapih.
"Oh ini orangnya." Bisik Satella pada prince Roman.
Flugel berjalan menuju kearah pangeran keempat, memberi gestur hormat. Flugel tidak menyadari bahwa putri kecil yang berada disamping prince Roman adalah seorang putri ningrat.
"Saya datang, my prince." Hormat Flugel.
"Beri hormat juga kepada tuan putri yang berada di sebelahku." Pangeran baru akan memperkenalkan Satella kepada tangan kanannya.
Flugel baru menoleh kearah Satella, masih berdiri dalam sikap tegak.
"Namanya Satella, putri ketiga keluarga Charlotte."
"Namaku Satella."
Setelah pangeran memperkenalkan sosok putri ningrat Flugel memberi sikap hormat.
"Salam kenal putri bangsawan. Nama saya Flugel, salam kenal nyonya Satella." Sikap hormat diberikan Flugel sesuai adat dan kebiasaan dikerajaan ini.
"Silahkan duduk." Pangeran Roman segera mempersilahkan tangan kanannya untuk duduk bersama. Mereka berniat diskusi bersama-sama.
Flugel telah duduk.
"Prince, siapa dia?" Tanya Flugel.
"Putri ketiga di keluarga utama Charlotte. Bekerja di kementerian sihir, Satella Shiela Charlotte." Prince Roman memperkenalkan Satella pada Flugel dengan gestur yang antusias. Flugel yang menyaksikan tingkah pangeran keempat, mengusap wajah.
Prince Roman tak bisa menjawab, lebih memilih diam. Ekspresinya seolah sudah dibuat malu oleh tanggapan Flugel. Lalu menggunting ujung cerutu dan dibakar disana. Menikmati dalam sekali hisapan sebelum menyemburkan asap kesamping.
Pangeran terkekeh atas tingkah antusias yang dipertanyakan Flugel.
"Aku gak suka bau asap rokok. Kalau mau merokok, aku keluar saja!" Satella memberi omelan, seperti malas menatap prince.
Mengerutkan kening, pangeran segera mematikan cerutunya.
"Yasudah...." Pangeran terkekeh, diakhiri geleng-geleng kepala.
Flugel terkejut.
"Amazing deh. Aku belum pernah melihat pangeran mematikan cerutunya karena teguran seseorang. Terlebih ini baru satu hisapan. Seberapa penting nyonya kecil tersebut bagi anda, yang mulia pangeran?" Flugel mempertanyakan, mengangkat bahu seolah melihat sesuatu hal yang baru.
Fakta bahwa ia diperlakukan istimewa membuat Satella mengukir senyum tipis dibibirnya.
Flugel menaruh telunjuk didagu, memberi gestur berfikir dalam.
"Begitu," ucap Flugel.
"Kenapa Flugel?" Tanya prince Roman.
"Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang putri kecil ningrat ini," ucap Flugel.
"Silahkan kalau mau bertanya?" Satella pun tertawa kecil.
Pangeran mendesis, memberikan gestur kepada Flugel.
__ADS_1
"Nanti aku ceritakan. Kalau sampai kamu mencuri jatah mengobrol ku dengan putri ketiga Charlotte, akan aku beri hukuman!" Pernyataan tegas diberikan prince Roman.
Flugel menyadari kalau pangeran keempat merasa kecemburuan.
"Ternyata benar kata Baginda raja." Bisik Flugel, pada diri sendiri.
Beberapa jam berlalu, Satella pun kelihatan keluar dari pintu kamar prince. Menuruni tangga, sampai dilantai dua ia dicegat oleh seseorang. Anak laki-laki cebol berambut pirang, tampilan agak sedikit konyol. Boleh dibilang mode nya itu lumayan culun.
"Apa lihat-lihat!" Satella bernada jutek.
Cowok cebol itu malah cengengesan. Ia memiliki tubuh setinggi 150cm dan agak sedikit kekar. Mungkin berusia 25 tahun. Penampilan seperti apa yang dimaksud karakter shota. Orang cebol itu menaruh kedua tangannya dibelakang kepalanya. Dengan pose itu menyender ditembok lalu menatap Satella setelah puas tertawa.
"Kelihatannya, hanya kamu saja orang yang memiliki hubungan khusus dengan prince," kata orang cebol.
"Apa?"
Satella melongo atas ucapan pertama dari orang cebol itu. Kesan pertama terhadap orang cebol itu masih misterius. Orang itu mengayunkan tangan sambil memberikan argumen lagi. Masih memperkuat ucapan sebelumnya dengan argumen yang kedua.
"Hanya kamu loh satu-satunya penghuni biasa yang mengunjungi kamar pangeran. Memangnya apa lagi alasan kamu pergi ke kamar pangeran selain memiliki urusan dengannya? Kalau saja urusan itu dengan anak buahnya, ditempat lain kan bisa. Aku mengatakan hal yang masuk akal bukan? Dugaan ku, benar kan?" Tanya orang cebol.
"Siapa kamu?"
Satella menghiraukan orang cebol itu dan memilih berjalan menuju anak tangga. Ia menuju kelantai satu, tempat kamarnya berada. Sambil terus berjalan, Satella tak dapat menahan rasa sinis nya. Sorot mata Satella sepeti condong kearah orang itu.
"Apa pula pentingnya urusanku denganmu? Apa untungnya juga mencari tahu tentang urusan pribadiku!" Satella memberikan satu penegasan dengan nada sinis yang keki.
Tapi apakah akan muncul role spesial yang belum muncul sebelumnya. Pastinya masih ada beberapa spesial caracter dengan satu kemampuan spesial bukan.
Satella hampir sampai lantai satu. Orang itu berdiri di ujung anak tangga tapi masih diam berdiri dibelakang turunan anak tangganya.
"Waktunya Cuvid match!"
"Huh?"
"Ngomong-ngomong namaku adalah Dani."
"Gak jelas?"
Orang cebol memperkenalkan namanya. Membuat Satella menengok spontan lalu mengatakan hal yang Satella tak mengerti sama sekali. Lalu Satella mengacuhkannya kembali. Satella kembali menuju kamarnya.
Satella sempat meminta orang yang harus diterawang malam ini.
Sepertinya tim werewolf sangat tangguh untuk dikalahkan. Bagaimana cara Satella membongkar misteri ini. Metode untuk melakukan sense seperti mage tipe sensor tidak dapat dilakukan. Metode untuk bisa mencium aroma werewolf dalam bentuk manusianya, masih belum ditemukan.
Satella memiliki pusaka sihir yang semua pasti ingin memilikinya apabila mereka tahu kalau benda ini ada dan dimiliki seseorang.
Kode mistik Restart.
Ada buku grimiore yang merupakan jimat mistis terpersona kedalam sebuah buku. Tidak peduli betapa saktinya grimiore atau tongkat sihir Elder Wand yang dicari-cari, kode mistik restart adalah relic yang paling berharga di dunia. Batu bertuah buatan seorang alchemist sihir paling tersohor sepanjang sepuluh abad terakhir, batunya sama sekali tak sebanding dengan pusaka sihir yang bernama kode mistik Restart.
Apa yang disebut philosofer stone, tak sebanding dengan kode mistik restart.
Setidaknya dimasa depan, Satella dengan pusaka ini hanya bisa ditandingi oleh tiga entitas terkuat.
Dengan pusaka Restart, kelas Satella hanya dapat ditandingi oleh Dragon lord, kesatria pedang suci dan the Sage. Apa yang disebut The Sage, adalah kasta teratas bagi siapa yang mendalami ilmu pertapa natural energi.
Tak peduli berapa kuat pedang suci, dragon lord, dan pertapa terkuat Satella akan terus mengandalkan pusaka restart. Berapa kali dikalahkan, akan terulang kembali. Disinilah tuah dari pusaka, kode mistik restart itu.
Satella berbaring di ranjang, bersiap tidur.
"Jangan-jangan orang cebol itu punya role yang khusus?"
__ADS_1
Satella merenung.
~Bersambung~