
Penerawangnya masih gagal dalam mengungkap kedok werewolf.
Hari berlalu sampai sore. Biasanya diskusi tentang dugaan siapa kedok werewolf akan dibahas sore hari.
Menjadi hari yang berat bagi Satella.
Sore hari.
Segala hidangan istimewa sudah tersedia diatas meja makan yang ditata memanjang.
"Silahkan nikmati sajiannya." Sang pangeran dengan keramahtamahan.
Satella menatap kearah pangeran keempat, tempat mereka berdua lumayan berjauhan.
"Masih pura-pura gak kenal aja." Satella berbisik pada diri sendiri.
Beberapa menit setelah segalanya disantap, forum segera dimulai.
"Ahem. Inspektur Jay, tolong cepat dimulai forumnya!" Desak seorang peserta acara perjamuan.
"Oke, sebentar." Balas inspektur.
Beberapa saat kemudian, forum dibuka.
Semua orang mulai duduk manis, intensitas suara mulai hening tuk menghormati moderator.
"Dengan ini, forum diskusi dibuka!" Seru inspektur Jay.
Nada-nada lega mulai terdengar. Kebanyakan warga antusias dengan jalannya forum. Tentu semuannya memiliki motivasi yang kuat untuk mengungkap kedok werewolf.
Kecuali tim jahat, semuannya ingin mengakhiri dengan bad ending.
"Yang memiliki usulan tolong tuk menyebutkan namanya didalam forum ini!" Ujar inspektur Jay.
Seorang mengangkat tangan dan bersiap menyebutkan namanya.
"Nama saya, Twister. Saya punya dugaan tentang kedok werewolf. Maukah para peserta forum mau mendengarkan penjelasan dariku?"
Seseorang mulai aktif dalam forum.
"Silahkan." Ucap inspektur Jay.
Inspektur Jay sebagai moderator mempersilahkan.
"Saya menduga nyonya kecil itu adalah penyihir yang bekerjasama dengan werewolf!" Tuduh Twister, menunjuk kearah Satella.
"Loh, kok, jadi aku?" Gumam Satella.
Twister dengan badan besarnya berdiri, menghadap moderator.
"Permisi, moderator. Boleh saya melanjutkan?" Tanya Twister.
"Silahkan." Jawab inspektur Jay.
"Pertama, nyonya kecil ini sudah menjebak pengawalnya sendiri sehingga tidak dicurigai. Kedua, kenapa semalam werewolf dapat dengan mudah memangsa seorang penghuni disebelah kamarnya.
"Kalian tahu! Pada malam ketika nyonya kecil diserang werewolf. Banyak bekas sihir merusak ruang kamarnya. Tetapi saat ia pindah kamar, kemudian tetangga baru diserang werewolf mana kekuatan sihir itu? Kenapa dia yang berada sangat dekat malah tidak menolong tetangganya. Ini aneh, apakah ia sengaja tidak menolong karena ia adalah tim jahat? Sudah kuduga, dialah anggota tim jahat itu." Ujar Twister, argumentasi miliknya sangat-sangat telak dan membakar.
Sebagian besar peserta forum jadi terprovokasi ucapan Twister. Kini mayoritas penghuni jadi menuduh Satella sebagai pelaku.
Pangeran keempat adalah orang pertama yang bereaksi.
"Semua harap tenang!" Pangeran keempat mencoba menurunkan ketegangan dalam forum.
Suasana hening sejenak.
"Maaf menyela, tapi saya tidak mempercayai. Saya tidak percaya bahwa nyonya kecil ini adalah penyihir dari tim werewolf. Argumen membela diberi oleh pangeran keempat.
Pernyataan pangeran mengurangi jumlah orang yang menaruh rasa curiga pada Satella.
Kemudian seorang lainnya angkat bicara. Seorang mengangkat tangan untuk memberi pernyataan.
"Permisi," Seorang mengangkat tangannya. Keadaan sedikit tenang kala itu. "Nama saya Edison. Boleh saya memberi pendapat?"
"Silahkan!" Ujar inspektur Jay.
Moderator mempersilahkan satu anggota forum berbicara.
"Saya kira pangeran dan beberapa orang disini telah tertipu wajah polosnya. Apa kalian pikir nyonya kecil ini tidak patut dicurigai hanya karena tampangnya polos? Itulah senjata andalannya untuk menipu kita semua." Ujar Edison.
Satella mulai harap-harap cemas.
Penuduh ada dua orang. Pangeran sudah memberi pernyataan. Sang pangeran berharap ada banyak anggota forum mempercayainya.
Keadaan forum sangat ricuh.
Sementara inspektur Jay berniat membela. Disisi lain ia dituntut bertindak netral.
Maka dimulailah vote.
Selisih antara setuju Satella diberi hukuman mati dan yang tidak, ada tujuh suara selisihnya. Hasil vote sudah keluar, Satella dinyatakan bersalah. Karena vote nya sudah dilakukan, eksekusi harus berjalan.
"Pangeran?" Inspektur Jay meminta perintah.
Pertama, pangeran yakin bahwa Satella tidak mungkin anggota dari kelompok werewolf. Logika milik pangeran juga seratus persen telah mengingkari teori tersebut.
Kedua, apabila Satella sampai mati ditempat seperti ini, maka menjadi bumerang baginya. Hubungan antar keluarga bangsawan dan keluarga kerajaan akan semakin kacau.
__ADS_1
Fakta bahwa Charlotte bukanlah keluarga bangsawan sembarangan, membuat pangeran merasa ngeri.
Betapa digdayanya klan Charlotte, bukankah dapat menjatuhkan raja kapan saja? Sebastian adalah satu jendral paling dipercaya raja. Ayah pangeran keempat sangat kuat relasinya dengan Sebastian dan juga keluarga Charlotte. Ayahnya akan menyalahkan pangeran keempat sedemikian rupa apabila terjadi kejadian yang seperti itu. Apapun kondisinya, pangeran keempat tak boleh membiarkan putri Charlotte celaka diwilayahnya.
"Tahan dulu!" Perintah pangeran keempat.
Inspektur Jay menaati perintah pangeran keempat.
Sementara para anggota forum semakin mendesak jalannya sesi eksekusi mati untuk tertuduh.
Meski pangeran keempat sungguh khawatir atas keselamatan Satella. Tentu Satella adalah pemilik dari kekuatan restart. Tentu pangeran tidak mengetahui hal itu.
"TAHAN SEMUANYA!" Climbt pun dengan lantangnya berteriak keras didalam forum.
Semua hening. Perhatian tertuju kepada Climbt.
"Satella bukan anggota dari tim werewolf!" Tegasnya.
Suara-suara mulai bermunculan.
"Apa dasarnya!"
"Kenapa kami harus percaya!"
"Apa kamu anggota tim jahatnya!"
"Hentikan omong kosong ini!"
Suasana forum semakin kacau. Sebagai moderator, inspektur Jay berusaha mengendalikan forum. Moderator menurunkan tensi didalam forum. Itulah tugas dari moderator didalam forum.
"SEMUA HARAP DIAM!" Inspektur mengambil tindakan tegas.
Memukul meja. Lalu inspektur Jay mengokang pistol mauser miliknya untuk memperingati peserta forum.
Menembak peluru ke atap untuk mempertegas.
Semua terdiam.
Inspektur Jay memberi dukungan kepada pangeran, walaupun secara tidak langsung.
"Berikan alasan! Apa alasan tuk mempercayai seorang tertuduh?" Inspektur Jay mengendalikan alur persidangan didalam forum.
"Karena saya adalah penerawang!" Ujar Climbt.
Suara bisik-bisik mulai terdengar.
"Benarkah?" Sahut moderator.
"Saya telah menerawang beberapa orang. Salah satunya terdakwa kita. Hasilnya adalah terdakwa adalah orang baik. Tertuduh bukan orang dalam kelompok werewolf!" Climbt memberikan pernyataan.
Twister menunjuk tangan.
"Silahkan!" Sahut inspektur Jay.
"Atas dasar apa saudara mengaku sebagai penerawang?" Twister mempertanyakan.
"Iya, itu benar. Atas dasar apa?"
"Dasar pembohong!"
"Alibi saja!"
Beberapa peserta forum bersuara.
"Saya ijin menjawab, moderator!" Climbt mengangkat tangannya.
"Silahkan!" Ujar inspektur Jay.
"Saya tahu membedakan seseorang yang telah mati itu adalah seorang werewolf atau tidak. Saya mampu memeriksa dari sampel darahnya setelah mereka mati. Semua orang yang tewas, tidak ada satupun yang seorang werewolf. Mereka sukses menipu kita!" Climbt memberikan pernyataan.
"Aku juga tidak setuju kalau nyonya kecil ini adalah tim jahat!" Pangeran memberi pernyataan.
"Bagaimana kalau diadakan voting ulang. Bagaimana hadirin, peserta forum?" Tanya inspektur Jay.
"Mau tidak mau, saya putuskan mengadakan voting ulang!" Tegas pangeran keempat.
Ada beberapa orang menentangnya. Tetapi putusan pangeran adalah keputusan mutlak. Malah inspektur Jay melepas tembakan keruangan hampa untuk menggertak. Maka dengan sepihak, voting ulang pun dilaksanakan. Atas upaya yang telah dilakukan Climbt dan pangeran keempat, Satella kini bernapas lega.
Kemudian....
Voting ulang telah terjadi. Voting kedua membuahkan hasil berbeda. Ternyata orang yang pada awalnya curiga, berubah pikiran semenjak Climbt mengaku sebagai seer.
Waktu berlalu. Makan malam pun sudah berlalu.
Satella mengunci pintu. Satella pun sampai memaku papan pada pintu saking takutnya dengan werewolf.
Malam pun berlalu.
Besoknya....
Akhirnya Satella bisa terbangun di pagi harinya.
Satella pun survive hingga hari kelima.
Satella baru saja menghabiskan sarapannya. Roti croissant sedang disantapnya dengan lahap. Segelas susu menjadi pendamping menu sarapannya. Sungguh menu ideal untuk Satella yang bertubuh kecil, dengan usus berkapasitas sedikit.
Seseorang mengetuk pintu.
__ADS_1
"Siapa itu?" Pikir Satella.
Ketukan pintu terus terdengar berulang kali.
"Siapa itu?" Seru Satella.
Ketukan pintu terus terdengar. Karena tidak ada suara jawaban, Satella pun bergegas.
Satella melangkah menuju pintu kamarnya.
Pintu terbuka.
"Apa kamu Satella?" Tanya tamu.
Tamunya adalah seorang wanita sebaya dengan kakaknya. Dimata Satella, sang tamu seusia dengan kakaknya yang bernama Diana.
"Iya, kamu siapa?" Tanya Satella.
"Aku adalah penerawang!" Jawab gadis tersebut.
"Tapi, kan." Satella terdiam dengan ekspresi bingung.
Pertama, gadis itu memperhatikan kesegala sudut lorong. Setelah ia merasa yakin kalau kondisi aman, gadis tersebut melanjutkan.
"Climbt adalah Beholder." Jawab penerawang yang asli.
"Apa?" Satella kaget sekaligus bingung.
"Climbt adalah juru bicaraku dan umpanku!" Balas penerawang.
"Umpan?" Satella dengan nada bingungnya.
"Akulah yang menerawang kamu dimalam pertama! Malam pertama semenjak karantina aku memilih dirimu untuk aku terawang!" Ujar penerawang.
"Berikan namamu!" Tagih Satella.
"Namaku Marlena, penghuni yang bernama Vincent adalah salah satu juru bicaraku!" Ujar penerawang.
Ternyata peran penerawang yang asli adalah gadis bernama Marlena.
"Kau aman sampai besok. Karena Climbt mati sehari setelah dirinya mengaku sebagai seer, semuannya percaya kalau dialah penerawang yang asli. Karena itu juga semua percaya kalau kamu bukan orang jahatnya." Marlena menjelaskan.
"...." Satella menyimak dan makin mengerti.
"Tadinya kalau Climbt mati tanpa membocorkan identitasnya, akan kupakai Vincent sebagai seorang penerawang palsu berukuran."
Atas penjelasan penerawang asli, Satella memberi tanggapan.
"Kenapa harus ada penerawang palsu?" Tanya Satella.
"Karena tim werewolf mengincar peran penerawang untuk dihabisi pertama. Mampu survive sampai tibanya hari keenam juga sudah sangat sulit. Aku belum sanggup menemukan kedok werewolf nya.
"Terlebih mereka memiliki satu Sorcheror. Sorcheror dalam kubu mereka, memiliki kemampuan penerawang seperti ku. Sorcheror itulah yang bertugas mengungkap peranku. Dugaan ku adalah, saat dirinya tahu bahwa kamu adalah seorang spell caster saat itu juga rencana untuk menuduh dirimu terjadi." Ujar Marlena.
"Pantesan...." Gumam Satella.
"Malam ini kita bergerak pasive. Kamu berusahalah bertahan hidup dari serangan werewolf. Aku akan berusaha mengungkap kedoknya." Kata Marlena.
Marlena pergi.
Point of view.
Akhirnya mereka membagi peran masing-masing. Rencana kali ini, bermain lebih sembunyi-sembunyi.
Sistem vote terus berlanjut. Sore harinya, satu penghuni menjadi korban persekusi asal-asalan. Itu adalah rencana sukses dari tim werewolf. Selain satu orang tewas karena persekusi, satu orang juga tewas dimangsa werewolf dimalam harinya. Jumlah penghuni makin berkurang saja dihari ketujuh ini.
Setidaknya Satella sudah tidak dituduh lagi. Fakta bahwa peran penerawang telah memberikan testimoni, membuat Satella kebal terhadap tuduhan apapun.
Hari ketujuh pun tiba.
POV end....
Satella mengunjungi kamar tabib yang mengobati Climbt.
Kamar.
"Apa yang terjadi tabib? Kenapa Reiner sembuhnya lama sekali?" Satella bertanya.
"Lukanya fatal," Tabib menjawab, kemudian tabib memberi jamuan "Minum teh dulu."
Teh tawar diminum Satella. Sudah beberapa cangkir diisi ulang dan diminum oleh Satella.
Satella merasa sangat mengantuk. Satella pun tertidur.
Satella tertidur.
Skip....
Alih-alih terbangun dalam kondisi terbaring, Satella tersadar dalam keadaan duduk. Satella terduduk disaat makan malam. Saat pemilik memberitahu bahwa penghuni penginapan akan diselidiki adalah sore hari tadi. Awalnya kupingnya terasa tuli tanpa ada suara sekecil apapun. Awalnya penglihatannya terasa sangat buram dan kabur.
Satella mulai mendapatkan semua indera miliknya.
Satella tahu pasti.
"Aku mengalami restart?" Ceracau Satella.
"LAGI!"
__ADS_1
Satella terbunuh tanpa ia sadari.
~Bersambung~