Legenda Naga Indosiar

Legenda Naga Indosiar
Thunder bird


__ADS_3

Sehari setelah insiden di koloseum. Starla terus menerus minta pada kakaknya tuk dibelikan peliharaan sihir seperti milik Satella. Diana meminta Satella supaya mengurus masalah adik kembarnya, sebab Diana pusing.


Akhirnya Satella mengajak Starla pergi ke menara plaza, ibu kota. Minimal mereka ada di tempat berbeda, jadi peluang mendapatkan peliharaan sihir dari gacha makin bagus saja. Satella memiliki cheat supaya menang gacha. Ia kembali mengandalkan keberuntungannya dewi Eris. Karena Keberuntungan sang dewi adalah skill pasive nya.


Singkat cerita, skill pasive yang dimiliki dewi Eris sukses membuat Starla mendapat peliharaan sihir langka. Peliharaan sihir Starla tak kalah langkanya dari peliharaan kepunyaan Satella.


Halaman mansion.


Starla dengan riangnya berdiri di taman belakang mansion. Di sana Starla asik dengan peliharaan sihir baru miliknya.


Peliharaan sihir Starla itu sejenis unggas terbang. Bentuknya nyaris mirip dengan punya Satella. Tapi dengan varian berwarna biru.


Sama-sama mahluk mitologi yang dianggap mitos saking langkahnya hewan mitologi ini. Lantas kenapa hewan langka itu dijual begitu saja dalam bentuk telur gacha. Dulunya mereka di mantra dengan mantra penyegelan. Tersegel kedalam satu telur, magic creature.


Harga telurnya adalah 50 koin emas putih. Meski sangat langka, apabila dijual dalam bentuk gacha jadilah bisnis yang menggiurkan. Dulunya hanya pangeran, kaum bangsawan dan milyarder saja yang memiliki peliharaan sihir kelas mitologi. Lalu peliharaan sihir yang jumlahnya melimpah, dimiliki orang biasa.


Tapi sekarang ada sistem gacha. Meskipun mahluk mitologi dapat dihargai lebih dari sekadar lima puluh koin emas putih, tapi itu dijadikan praktik gacha. Untuk perdagangan, memungkinkan tuk mencampur peliharaan sihir yang umum dan yang langka. Andaikan disana ada satu atau dua peliharaan sihir, maka tokonya bisa menjual peliharaan sihir yang umum dalam jumlah banyak. Misalnya saja naga Kirin yang harga aslinya hanya sepuluh koin emas bisa tuk dijual seharga lima puluh koin emas putih.


Sebenarnya ini sama saja dengan berjudi.


Beberapa orang yang mendapat peliharaan sihir langka biasanya dibayar untuk memberi testimoni.


Lalu....


Peliharaan sihir yang didapatkan Starla adalah.


"Yeay, aku mendapat thunder bird!" Seru Starla, dengan riangnya.


Seekor burung mitologi dengan warna biru di seluruh bulu-bulu terbang mengitari Starla. Burung mitologi pun hinggap ditangannya Starla kala ia mengulurkannya.


"Kalau begitu kita rival." Satella tersenyum pada kembarannya itu.


"Rival, kak, maksudnya?" Starla bertanya.


"Aku punya Phoenix. Thunder bird adalah rival abadi Phoenix." Ucap Satella.


"Eh, ada benarnya juga." Starla terkekeh.


Thunder bird patuh dan jinak. Ia tidak mematuk tangan Starla sama sekali. Starla mengelus bulunya penuh kelembutan. Mata Starla menikmati betapa cantik warna burung dan coraknya. Itu berkicau seperti unggas terbang pemakan biji-bijian bukan seperti predator pemakan daging seperti elang.


"Kak, gimana caranya supaya jadi manusia?" Tanya Starla.


"Kenapa, pengen dibikin avatar manusia?" Balas Satella.


Starla mengangguk.


"Ikut aku!" Pinta Satella.


Starla mengikuti kembarannya.


Skip....


Mereka bertemu lagi dengan dewi Eris.


Ruang kebutuhan.


"Kak, kenapa tiba-tiba kita berada disini? Padahal tadi kita berada dikamar kakak? Kenapa setelah masuk kedalam lemari, kita jadi berpindah tempat?" Tanya Starla.


"Tadi itu, lemari pemindah. Benda sihir itu, umumnya ada satu pasang. Untuk memindahkan barang atau mahluk hidup. Ia dengan mantra magis tentunya." Balas Satella.


"Wah, baru tahu. Akak itu tahu banyak yah." Starla terkekeh.


"Iya." Satella tersenyum bangga.


"Akak, kebanggaan ku." Starla tersenyum riang.


Seorang yang duduk manis sambil minum teh disofa, menginterupsi.


"Jadi, apa tujuan kalian kemari?" Tanya dewi Eris yang duduk.


"Eh, kakak rambut hitam itu lagi?" Sahut Starla.


"Rambut hitam? Tapi, dewi Eris kan rambutnya perak." Balas Satella.


"Hitam kak." Balas Starla.

__ADS_1


"Eh?" Satella bingung.


Satella menatap Starla lama sekali dengan wajah bengong imutnya, kemudian berpaling menatap dewi Eris dengan bingungnya.


"Iya, itu benar." Balas dewi Eris.


"Benar apanya?" Tanya Satella.


"Wujud asliku adalah berambut hitam. Kembaran mu telah sukses mengungkap kedok penyamaran milikku." Kata dewi Eris.


"Loh, kenapa nyamar?" Tanya Satella.


"Soalnya penampilan asliku bikin teringat kehidupan sebelumnya. Di kehidupan sebelumnya, aku adalah Eris, dewi perselisihan. Fakta itu membuat diriku dimasa kini jadi merasa tidak nyaman." Curhat dewi Eris. Satella dan Starla saling tatap satu sama lain dengan ekspresinya yang tak kalah imut.


Satella menyadari wujud asli dewi Eris.


"Kamu punya true sight, itu adalah skill pasive milikmu." Kata dewi Eris, menunjuk kearah Starla.


"Sayangnya di dunia milik kalian tidak menulis sejarah Ragnarok." Itulah yang dikatakan dewi Eris.


Satella dan Starla saling menatap dengan wajah imut kala bingung.


"Ragnarok?" Satella dan Starla pun saling berkata.


Ternyata universe ini adalah masa dimana kejadian dalam mitologi Norse telah terjadi.


"Peristiwa yang dikenal sebagai Ragnarok itu telah terjadi dua ribu tahun yang lalu." Kata dewi Eris.


Teh kembali diseruput nya.


Delapan abad dalam kalender tahun merpati, adalah dua ribu tahun setelah terjadi Ragnarok dalam mitologi Norse.


Putri kembar tidak menyadari.


"Sudahlah, gak penting," Ucap dewi Eris. "Mau apa kesini?"


"Tolong buatkan avatar manusia untuk peliharaan sihir Starla, ya." Pinta Satella.


"Oke sebentar." Balas dewi Eris yang masih menikmati minum teh.


"Ayo, sini, gabung." Ucap dewi Eris, dengan keramahtamahan miliknya.


Skip....


Beberapa saat kemudian kekuatan dewata milik dewi Eris. Peliharaan sihir, diberi wujud avatar manusia. Thunder bird peliharaan Starla pun mendapat wujud laki-laki dengan seragam butler. Avatar manusianya sedikit lebih muda dari Theodore.


Rambutnya berwarna biru. Hanya sedikit lebih pendek dari Theodore. Entah bagaimana, ia sudah terlatih sebagai butler. Avatar manusianya memberi gestur berlutut layaknya seorang butler setia pada nyonya bangsawan, majikannya.


"Selamat siang, milady." Gestur hormat diberikannya pada Starla.


"Sekarang, tolong berikan nama!" Kata dewi Eris.


"Em, apa? Ah, aku tahu! Namamu Clay." Starla memberikan nama kepada peliharaan sihir miliknya.


"Nama yang bagus milady, saya senang mendapat nama ini. Nama saya Clay sekarang." Kata avatar manusia dari thunder bird itu.


Starla menangkap lengan Satella, kemudian ditarik-tarik.


"Kak Stella, kak Stella, apakah ini rasanya punya butler pribadi kak?" Seru Starla sambil menarik-narik lengan Satella.


"Iya dik Starla, sekarang kita punya butler pribadi." Sahut Satella yang tersenyum riang.


"Kak, apa kita akan tunjukkan ini kepada Margareth. Bikin sepupu Margareth iri yuk kak." Usul dari Starla, disertai tawa jahatnya.


"Eh, bandel kamu adik. Gak boleh membully orang ya adek." Satella terkekeh, merasa lucu.


"Tapi, kan ... kakak juga sering tuh membully sepupu Margareth." Starla membalas.


Satella terkikik.


"Ada benarnya juga." Balas Satella.


"Kak, yuk pulang." Pinta Starla, menarik-narik lengan baju Satella.


Mereka pun pulang.

__ADS_1


Melihat Satella dan Starla masuk kedalam lemari pemindah.


Dewi Eris menatap objek hampa. Mengangkat bahunya, memberi komentar.


"Aku kaget waktu pertama kali tahu bahwa Satella itu kembar." Komen dewi Eris, sebelum kembali minum teh dari cangkirnya.


Tak lama, mengambil buku bacaan dikala hanya sendiri didalam ruang tersebut. Ia menyadari kalau kelas berakhir, teman-teman akan jarang mengunjunginya lagi.


Skip....


Masih siang hari. Satella dan Starla berada dikamar, membahas sesuatu yang penting. Kebetulan ada anak bawangnya, yaitu Historia. Manusia kucing yang dipungut dan diadopsi kini sudah menjadi seorang tabib.


"Kak, apa yang harus kita lakukan dengan Strega?" Tanya Starla.


"Terus kita pantau!" Balas Satella.


"Tapi, kak, mereka berbahaya loh." Kata Starla, resah.


"Aku gak mau mikirin. Kita fokus dengan turnamen sihir dulu saja!" Balas Satella.


"Tapi, kak...." Starla merengek.


Satella mengerutkan kening.


"Dengar, ya! Kalau mereka muncul kamu diam dibelakang ku. Kalau kamu jauh-jauh dari aku lalu kamu ketemu mereka, aku gak tanggung jawab. Selama kamu gak jauh-jauh dari aku, kamu aman kok." Jawab Satella, menenangkan adiknya.


Tentu, ucapan Satella ada dasarnya. Memiliki kekuatan restart, Satella memiliki keyakinan kuat bahwa ia mampu bertahan.


"Iya, kak." Starla diam dengan mimiknya yang prihatin.


Hening sejenak....


"Persis seperti dulu kak. Dari dulu Starla selalu ada dibelakang kakak. Sejak dulu kakak selalu melindungi Starla. Sejak ibu masih ada, kakak selalu bisa diandalkan. Starla gak mampu tanpa kakak. Kembaran mu ini cuma ngikutin dari belakang. Penakut, cengeng, gak bisa apa-apa kak. Tapi itulah gunanya aku punya kakak, kakak selalu bisa diandalkan." Curhat Starla, bernada tulus.


"Hu ... jangan sedih." Canda Satella.


"Dulu Starla penakut. Tapi ketika Starla melihat kakak dalam bahaya, Starla jadi resah kak. Disitu mulai bangkit keberanian Starla. Langkah ceroboh kakak kala berburu Kappa adalah pemicu bangkitnya sifat pemberani Starla. Saat Starla takut kakak dibawa pergi kedalam danau, Starla berani. Karena Starla ingin mempertahankan kakak, makanya Starla jadi berani." Saat Starla terus mencurahkan unek-uneknya, Satella merasakan kasih sayang.


"Huhuhu ... aku jadi teringat sosok Starla kecil yang penakut." Satella mendekap tubuh kembarannya. Ia terus memeluknya hangat.


"Kakak...." Ucap Starla, lirih.


"Starla kecil waktu itu sangat lucu. Starla kecil waktu ibu masih ada sangat lucu. Jangan pernah berubah ya, tetaplah jadi Starla yang dulu." Satella kini mengusap punggung kembarannya ketika memeluknya.


Sementara adik angkat yang ada di sana pun berkomentar.


"Hu ... anak manja." Sindir Historia.


"Aku juga mau dipeluk tuan Stella." Komentar Rika kucing.


Skip....


Tibalah masa-masa santai mereka. Sekarang waktunya makan malam. Ayahnya yang sudah mewariskan gelar bangsawan Duke pada putra pertama, kini bisa hidup santai.


Diana juga ada disana.


Dengan Historia, berarti ada lima anggota keluarga yang hadir untuk makan malam.


Makan malam selesai, kini saatnya makanan pencuci mulut.


"Bisa jelaskan bagaimana caranya mengalahkan ular balisik?" Tanya lord Eduard, menunjukkan berita di koran pada anaknya.


Satella membacanya setelah tadi menerima korannya.


"Ular balisik itu berbahaya, mana mungkin dilawan. Ini koran lama, ayah?" Balas Satella.


"Oh, ini dia koran baru." Sekarang lord Eduard memegang koran yang lainnya.


"Diberitakan, seorang anak sukses memenggal binatang sihir yang di banned. Kamu tahu siapa orang itu nak?" Tanya lord Eduard dengan bernada sarkastik.


"Oh, itu, itu temen Stella. Iya benar, temen Stella kok ayah." Ucap Satella, cengengesan.


Satella dan Starla segera menatap satu sama lainnya.


Mereka berdua cengengesan saat ketahuan.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2