Legenda Naga Indosiar

Legenda Naga Indosiar
Retrocognition


__ADS_3

Setelah Satella disuntik obat penenang lalu tertidur pulas, Satella mendapatkan sebuah penerawangan yang terjadi dimasa lalu. Keterampilan ini bernama retrocognition. Keterampilan ini tidak pernah dipelajari Satella, tapi tiba-tiba terjadi begitu saja.


______________________________________________


Penglihatan.


Suatu hari dikastil pamvir ada raja pamvir dengan penasehat dan juga peramal. Rumvania adalah nama kerajaan yang dikuasai ras pamvire secara mutlak. 60 persen penduduk adalah ras pamvire, 30 persennya adalah ras manusia. Ras manusia adalah bahan makanan utama ras pamvire. Pamvire memiliki suatu kemampuan, yaitu mereka dapat mengubah manusia menjadi sosok yang disebut familiar. Ras familiar adalah ras yang diubah menjadi bermutasi. Familiar pada dasarnya adalah pamvire siang. Ras familiar memiliki 1/4 kekuatan pamvire.


Tidak semua manusia diubahnya menjadi familiar. Karena mereka membutuhkan manusia murni sebagai pasokan darah konsumsi. Sepuluh persen adalah campuran beberapa ras. Pamvire memilih mempekerjakan ras lycan sebagai pasukan khusus kerajaan mereka.


Diruang takhta raja pamvire nan mewah, sang raja sedang duduk dikursi kebesarannya. Sang raja terlihat sangat pusing, raut wajah nampak semrawut. Bukan muram ataupun sedih, lebih seperti stress.


"Wahai raja, apa gerangan yang membuatmu kelihatan pusing?" Penasihat bertanya.


"Saya pusing ketika memikirkan bagaimana caranya mengalahkan musuh bebuyutan." Ujar sang raja.


"Pedang suci?" Tanya penasihat.


"Iya tepat. Wahai penasihat, siapa pemegang pedang suci saat ini?" Tanya raja pamvire.


"Anna valerious scarlett, paduka." Jawab penasehat.


"Kenapa, dari generasi ke generasi mereka sulit dikalahkan." Keluh raja pamvire.


"Mereka mahadahsyat, paduka raja." Jawab penasihat.


"Padahal usiaku ini sudah seribu tahun lebih. Kenapa aku selalu saja kalah oleh generasi pedang suci. Padahal dari segi usia mereka tak lebih dari mahluk berusia empat puluh tahun. Aku yang memiliki pengalaman latihan seribu tahun kenapa sulit mengalahkan mereka yang tak lebih dari empat puluh tahun. Kenapa selalu begitu wahai penasihat?" Tanya raja pamvire.


Nada suara raja pamvire penuh keputusasaan.


"Belum lama ini kita mendapat talenta manusia. Ia adalah sang peramal, mungkin saja peramal mengetahui caranya." Penasihat memberikan solusinya.


Tanpa pikir panjang, raja pamvire menjawab.


"Bawa kemari!" Titah sang raja.


Penasihat pergi meninggalkan ruangan hall of thrones. Sang raja masih terduduk dengan mimik wajahnya yang penuh rasa stres.


Penampilan raja pamvire adalah.


Wujudnya identik dengan wujud manusia. Kupingnya seperti elves setengah manusia, tidak sepanjang elves tapi tetap lancip. Wajahnya berwarna putih pucat, putihnya seperti bedak pada riasan Gothik. Warna alami bibirnya adalah red crimson. Tingginya 180cm seperti manusia standar. Mereka lebih menyukai pakaian berbahan dasar kulit binatang. Adat tradisional bangsa pamvire cenderung pada, selalu memakai jubah panjang. Jubahnya hanya pada punggung layaknya jubah milik superhero.


Para pamvire punya kuku alami berbentuk lancip dan juga tajam. Mereka juga menyukai Pomade dirambut nya.


Tidak lama, penasihat pun datang membawa seorang manusia yang memakai jubah ala magician pada umumnya. Memakai topi kerucut, jubahnya berwarna ungu. Seorang penerawang menghadap sang raja.


"Wahai raja, ini sosok penerawang yang hamba maksud." Penasihat menghadap sang raja.


"Wahai penerawang, mendekatlah padaku!" Pinta raja pamvire.


Sosok mage berjubah ungu pun mendekat.


"Siapa namamu, penerawang?"


"Nama saya Bili, paduka raja."


"Wahai penerawang, berikan aku ramalan. Katakan, apa ada caranya untuk mengalahkan pedang suci?" Tanya raja pamvire.


"Sebentar, paduka raja." Jawab penerawang itu.


Penerawang memakai media bola kristal bulat. Ramalan sedang ia cari-cari. Penerawang terpejam seolah-olah sangat berkonsentrasi.


Beberapa saat kemudian....


Penerawangnya nampak pucat wajahnya.


"Ampun paduka, raja takkan bisa mengalahkan pedang suci." Ujar penerawangnya, nampak gelisah.

__ADS_1


"Sudah kuduga." Raja pamvire akhirnya kecewa lagi.


"Pengawal, bawakan eksekutor hukuman mati kemari!" Perintah sang raja. Spontan penerawang merasakan keringat dingin.


"Ada penerawangan lainnya yang mulia raja." Seru penerawangnya.


"Apa itu, CEPAT KATAKAN!" Raja pamvire mulai emosi.


"Ada manusia seumur jagung yang terlahir dengan kekuatan nyaris sebanding dengan pedang suci itu yang mulia." Jawab penerawang, gemetaran.


"Kalau dia bertarung melawan generasi pedang suci, siapa yang menang?" Tanya raja pamvire, nadanya sudah tak bisa tenang.


Raja pamvire terus mengeluarkan suara bentakan yang kasar.


"Pedang suci yang akan kalah yang mulia." Jawab penerawang.


"Begitu ya, ini sangat menarik." Gumam raja pamvire.


"Bisikan daribdalam kepala saya berkata bahwa mereka disebut sebagai." Penerawangan berhenti.


"Ya, apa itu, ya ... cepat katakan padaku!" Tagih raja pamvire.


"Magic twin." Jawab penerawang.


"Kembar?" Gumam raja pamvire.


"Mau aku beritahu ciri-cirinya?" Tanya penerawang, dengan gestur yang sukses membuat sosok raja pamvire semakin penasaran.


"Cepat!" Seru raja pamvire.


Penerawang mengangkat tangan, hendak bercerita.


"Apabila ada anak kembar terlahir pada bulan purnama saat musim winter, maka mereka memiliki kemampuan sihir yang overpower. Mereka memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Rambutnya perak, gender perempuan, ras half-elves, mereka mewakili nama bintang, salah satu memiliki selera pada warna merah, lainya hitam." Penerawang selesai menjelaskan kepada raja pamvire.


"Wahai penasihat ... catat ya!" perintah halus raja pamvire.


"Api dan es, mana bisa menyatu?" Komentar raja pamvire.


"Tapi bisikan dikepala ku berkata demikian wahai raja." Penerawang menjawab.


Penglihatan terhenti disini.


Skip....


Penglihatan berpindah kepada kerajaan manusia.


Las Castella.


Dikastil utama kerajaan manusia, rajanya sedang bersedih. Penasihat raja hendak menginterupsi rasa gundah rajanya. Berjalan sangat perlahan dengan gestur yang amat sopan terjaga. Dengan gerak-gerik paling santun, penasihat bertanya.


"Wahai raja, apa gerangan yang membuatmu bersedih?" Tanya penasihat kerajaan.


"Tadi malam aku bermimpi." Ucap raja, berhenti disini raja bernapas berat. Raut wajahnya makin suram.


"...." Penasihat gesturnya seperti mengangkat bahu.


"Aku bermimpi, didalam mimpi diriku berdiri diarea pemakaman." Sedikit demi sedikit raja mulai berbicara.


"Pemakaman?" Penasihat dengan nada seolah bertanya.


"Diarea pemakaman, aku melihat banyak peti mati." Kata sang raja.


"Peti mati, apa ini pertanda buruk?" Gumam penasihat.


"Aku melihat semua anakku tidur didalamnya, peti matinya belum ditutup. Aku melihat kerangka manusia dapat bergerak, mereka adalah sosok yang menggali tanah untuk kuburan semua anakku." Menceritakan semua yang terlihat dimimpikan, raja bersuara lirih dengan wajah sendunya.


"PERTANDA BURUK APAKAH INI?" Penasihat berseru heboh.

__ADS_1


"Apa saran anda?" Tanya sang raja kepada penasihatnya.


"Kita kumpulkan semua peramal kompeten disluruh kerajaan ini!" Usulan penasihat kerajaan.


Skip....


Point of view.


Alhasil, sang raja manusia saat ini mendengar ucapan penerawang dikerajaan Vilenchia. Perspektif waktunya persis seperti saat raja pamvire mendengar petuah dari penerawangnya. Dua puluh tahun sebelum main stories di arc yang pertama. Dari sekian banyak hasil penerawangan, ada satu ramalan sesuai ekspektasi sang raja.


POV end....


Penerawang telah menceritakan hasilnya. Hasil ramalannya cukup beragam tiap penerawang. Pada akhirnya raja manusia bertemu dengan satu penerawang. Bahkan hasil ramalannya hampir sama dengan raja pamvire. Raja segera berkomentar atas ramalannya.


"Magic twin?" Gumam sang raja.


Penerawang memberi pendapat.


"Berdasarkan yang aku lihat dari bintang jatuh, memang akan ada bencana. Bencana yang dimaksud adalah kedatangan iblis dari dunia lain. Tapi ada juru selamat, salah satunya adalah kelahiran penyihir kembar itu, tuanku." Itulah kata peramalnya.


"Aku jadi penasaran dengan sosok penyihir kembar itu." Kata raja.


"Saat ini mereka belum lahir, yang mulia. Tetapi saat bencananya tiba, penyihir kembar tersebut akan jadi juru selamat." Peramal menjelaskan ulang.


"Bagaimana pendapatmu penasihat ku?" Tanya raja.


"Hamba mencapai pemikiran yang buntu," penasihat menoleh kearah peramal dan bertanya. "Bagaimana menurutmu peramal?"


"Eng ... ya, anu jadi begini," Peramal melamun sambil berfikir sebentar, kemudian menjawab. "Sebenarnya kita tidak perlu melakukan apapun yang mulia. Karena pada akhirnya kerajaan kita akan terus berjalan."


"Walau ramalan mu baru terjadi belasan tahun berikutnya, akan kuingat wahai peramal. Penasihat, tolong kamu catat tentang ramalan dari peramal ini!" Titah sang raja.


Skip....


Dua tahun kemudian.


Ini adalah sebuah flashback dari ingatan. Hari telah malam, bulan purnama terlihat sangat indahnya. Beberapa orang kelihatan begitu gusar. Sebuah kamar di suatu vila bangsawan telah disulap menjadi sebuah vila bangsawan.


"Ayo nyonya sedikit lagi." Sang tabib sedang membantu proses persalinan dari seorang nyonya bangsawan.


Nyonya itu mengejan.


Yang sedang berusaha untuk bisa melahirkan adalah seorang wanita yang tampak muda. Lehernya dan sekujur wajah dipenuhi dengan keringat. Kupingnya lancip, lebih panjang empat centimeter dari kupingnya manusia normal, lalu rambutnya sangat pendek dengan warna perak. wanita itu terus mengatur napasnya dan berjuang melahirkan anaknya. Sementara cahaya bulan purnama semakin tertutup awan hingga akhirnya menghilang karena sepenuhnya tertutup oleh awan dimalam hari.


"Selamat nyonya, bayi anda perempuan." Kata tabib, sambil menggendong anaknya. Bayi itu memiliki warna rambut seperti ibunya, kupingnya lancip pada ujungnya. Anehnya itu bukanlah kuping elves karena panjangnya hampir sama dengan manusia.


"Aku ingin lihat!" Kata nyonya bangsawan.


"Lihatlah nyonya, ini bayi paling cantik yang pernah kulihat." Ucap Tabib, tabibnya memberikan bayi perempuan itu kepada ibunya.


Tetapi sebelum sang ibu sempat menggendong bayinya, tiba-tiba merasa mules kembali dan ingin segera melahirkan lagi. Tabib pun kembali memberi arahan seperti barusan. Diluar bulan semakin menampakkan lagi cahayanya. Walaupun masih sebagian yang tertutup awan, lama-lama bulan menampakkan sinar terang secara penuh. Saat bayi satunya mulai keluar, bulan baru terlihat 3/4 saja dan setelah terlahir maka bulan terlihat penuh. Terdengarlah suara tangisan kedua dari sang bayi pun kembali terdengar. Karena sangat kelelahan, sang ibu pun tertidur.


"Ya tuhan ... cahaya apa itu?" Tanya seorang pria dengan rambut yang setengah beruban itu.


"Ampun yang mulia panglima, tapi cahaya itu asalnya dari kedua cucu anda." Jawab tabib dengan nada ketakutan. Bagaimana tidak, yang berada dihadapannya adalah satu dari sembilan dewan jendral.


"Benarkah itu tabib?" Tanya sang panglima.


"Sepertinya cucu anda ini terlahir untuk sesuatu yang istimewa yang mulia panglima. Seumur hidup aku jadi tabib yang membantu persalinan belum pernah melihat bayi yang bercahaya seperti ini." Komentar tabibnya.


Tak lama datanglah seorang pria kedalam ruangan.


"Apakah itu ayah?" Tanya pria itu.


"Baginda raja memberikan aku izin untuk melihat kelahirannya cucuku yang ketiga." Jawab jendral kesatria.


Tabib menyuruh panglima dan putranya untuk keluar, sebab tabib akan membersihkan tempatnya. Kelahiran yang telah diramalkan akhirnya terjadi juga.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2