Legenda Naga Indosiar

Legenda Naga Indosiar
benteng Sisilia


__ADS_3

Ruang kerja duke.


Starla tiba diruang kerja seorang pemimpin keluarga cabang dari kebangsawanan Foster. Ruangan lumayan luas, dan sangat mewah. Duduk seorang pria muda dengan rambut ungu cukup panjang tetapi tidak terlalu panjang. Poninya yang panjang sampai dagu, tersisir rapi. Ditata rapi dengan pomade. Lalu bagian belakangnya itu panjangnya hanya sampai menutupi tengkuk tetapi tak sampai punggung. Iris matanya biru muda. Tatapan duke Foster cukup menawan, sorot mata duke seperti memandang kagum kepada penampilan eloknya Starla.


Tuan duke terdiam beberapa saat menatap Starla.


"Permisi ... halo." Starla mencoba menginterupsi duke Foster dari lamunannya.


"Iya, kenapa?" Tanya duke.


"Apa ada yang salah denganku?" Starla bertanya.


"Tidak ada aku hanya." Tuan duke hanya tersenyum menatap Starla.


"Lanjutkan." Ucap duke.


"Tentang kerjasama kita untuk melawan tentara bayaran yang dipimpin Hesper!" Ujar Starla.


"Iya itu, apapun itu. Bagaimana rencananya?" Tanya tuan duke.


"Tuan duke belum memberitahu namanya!" Protes Starla.


"Oh iya, maafkan aku telah lupa memperkenalkan siapa namaku. Kalau gitu perkenalkan, Namaku adalah Wallian Caster von Foster." Tuan duke pun memperkenalkan namanya.


"Jadi aku harus panggil apa?" Tanya Starla.


"Wallian saja." Jawabnya.


"Tentang barusan. Apa ada sesuatu yang salah denganku, misalnya ada serangga dirambut ku atau gaunku norak atau rambutku aneh ataupun semacamnya itu, huh?" Tanya Starla.


"Tidak sama sekali." Wallian.


Starla memanyunkan bibirnya.


"Gaun mu elok, rambutmu punya gelombang yang indah, wajahmu cantik." Wallian terdiam sesaat, menampakkan ekspresi kagum.


Bagaimana tuan muda sekelas duke tidak terpesona. Starla tak hanya memakai jubah seperti mage pada umumnya, tetapi gaun merah yang mewah dan rumit. Gaun Borjuis, penampilan elok layaknya ningrat. Wajah Starla mewarisi kulit yang berwarna putih porselen layaknya snow elves, iris matanya menawan. Starla mewarisi iris mata berwarna ungu amethyst dari ibunya, sesuatu yang tak diwarisi kepada Satella.


"Serius, yeay dapat pujian yeay. Kupikir dari tadi tuan duke diam memandangiku karena ada suatu yang aneh dariku. Aku jadi lega karena ternyata itu salah." Starla menampakan cara bicara yang bernada sangat enerjik.


"Hei Wallian." Seru Starla.


"Permisi, sebenarnya kamu ini berasal dari keluarga mana ya. Caramu memanggilku tadi cukup nyentrik." Komentar Wallian.


"Berarti anda belum tahu nama lengkapnya." Seseorang yang tak dikenali tuan duke muncul tanpa diundang masuk ruangan.


"Hei bagaimana?" Terkejut lah tuan duke Foster dibuatnya.


"Melewati penjaga mu itu sangat mudah bagiku." Ujar Satella yang menepi hingga kini bersebelahan dengan Starla posisinya.


"Apa iya, kalian kembar?" Wallian tercengang.


"Tepat sekali." Seru Satella.


"Alasan kami membantumu tal lain adalah agar paman kami tak bisa memisahkan kita lagi." Ujar Starla.


Tuan duke Foster menoleh kearah Satella dan Starla secara bergantian dengan perasaan tak percaya.


"Masih gak percaya kalau kita ini kembar?" Ucap Starla.


"Perkenalkan," Satella sedang memperkenalkan diri. "Namaku Satella shiela charlotte."

__ADS_1


"Huh ... apa, charlotte?" Wallian tercengang.


"Keluarga utama charlotte, bukan keluarga cabang." Satella bernada sarkastik.


"Kalau begitu," Wallian tercengang atas perkenalan dengan orang yang punya kedudukan ningrat. "Senang berkenalan denganmu, Satella."


"Jadi, apa rencana kita agar bisa mempertahankan benteng Sesilia?" Tanya Wallian.


"Gunakan saja sumber daya yang kamu miliki, sisanya serahkan saja kepada kami." Kata Satella.


"Yakin?" Tanya Wallian.


"Apa yang anda khawatir tuan duke Foster, jumlah pasukan musuh mu?" Tanya Satella.


"Anda pasti terkejut melihat cara kami menyapu bersih pasukan di pihak lawan. Tapi prioritas kami adalah menghabisi paman kami. Beliau bekerja sebagai pemimpin mercenary dari pihak lawan mu." Starla memotong.


"Sebenarnya, pihak musuh lebih banyak sumber daya pasukannya. Ketika benteng jebol, maka tamat nasib benteng ini." Kata Wallian.


"Tenang saja, serahkan pada kami!" Starla penuh rasa yakin.


Tuan duke Foster tersenyum lega mendengar betapa meyakinkannya Starla itu.


Skip...


Benteng depan.


Benteng Sisilia adalah kastel yang dikelilingi dinding. Letak benteng Sisilia ada dipinggiran dari dataran Ivalice. Benteng Sisilia dibangun diatas bukit rendah. Daerah sekitar benteng adalah hamparan padang rumput yang luas dan kontur yang sedikit bergelombang. Apabila kita berdiri diatas dinding pertahanan, kawasan hutan kecil akan terlihat di kanan dan kirinya.


Berada didekat gerbang depan benteng, Starla diantar tuan duke sendiri bertemu kepala kesatria. Kepala kesatria sedang memberi instruksi kepada satu kompi kru pasukan darat. Kompi lainnya berkumpul di dinding yang lain.


Mereka tidak mempunyai unit tempur udara seperti penunggang Griffin atau wyvern. Unit tempur darat lebih ekonomis, apabila ada unit udara menyerang, biasanya mereka memakai turret untuk melawan unit udara. Turret juga terdapat dua jenis, turret sihir dan turret mekanis. Turret mekanis adalah unit pertahanan benteng ataupun menara yang dipersenjatai unit balista, yaitu panah raksasa.


Maksudnya adalah unit anti unit udara. Sementara unit anti darat adalah meriam. Meriam hanya mampu menyerang unit darat saja. Sementara turret sihir serbaguna, balista bisa menyerang unit darat tetapi efektivitasnya lebih kecil.


"Siang yang mulia bangsawan." Sambut kepala kesatria nya.


"Kepala kesatria Loris." Tegur sapa dari duke Foster Wallian.


"Mereka adalah magic caster yang akan membantu kita pertahankan benteng ini!" Ujar duke Foster.


"Perkenalkan saya kepala kesatria Loris." Ia memperkenalkan diri.


"Selamat siang nyonya...." Kepala kesatria berhenti disini dengan maksud meminta perkenalannya sebagai pihak sekutu.


"Aku Starla shiela charlotte."


Starla memperkenalkan dirinya memberi gestur ramah.


"Ini kembaran ku Satella, dan dua temannya yaitu Minerva dan juga Violetta." Starla mempersingkat.


"Senang bisa kenal dengan kalian. Senang bisa menjadi sekutu kalian." Kata kepala kesatria Loris.


Skip....


Dinding pertahanan.


Kini mereka berdiri diatas dinding hendak melihat-lihat. Ada beberapa meriam walau tidak banyak. Satu baris meriam didinding depan ada delapan. Di kanan dari gerbang ada tiga baris meriam, begitu juga kiri. Stationary trops adalah pasukan dengan tugas mengoperasikan meriam dinding. Meriam tersebut akan meledak kalau jatuh ketanah setelah ditembak, menghasilkan damage area. Amunisi meriamnya dibuat dari logam yang dicampur bebatuan sihir peledak. Meriamnya seperti abad pertengahan dimana mengisi ulangnya cukup lama.


"Tinggi sekali ya." Gumam Satella yang menatap kebawah.


Mereka semua kini berdiri diatas dinding pertahanan kastel.

__ADS_1


"Seperti berdiri dilantai lima nih." Minerva menghindari berdiri dekat pinggiran dinding.


Selain meriam ada juga turret mekanis yang bersenjatakan balista sebagai unit anti udara. Praktiknya cukup sulit menembak wyvern mengunakan balista. Ada empat balista didinding depan. Balista banyak terpasang dibagian dalam dinding. Karena unit udara biasa menerobos dinding pertahanan, mengacak-acak bagian dalamnya.


Dari atas dinding melihat kebagian dalam, menatap kastel. Beberapa menara dibangun disekitar kastel adalah turret sihir. Puncak menara sihir, ada batu kristal besar yang menjadi sumber daya tenaga magis.


"Tempat ini lumayan juga sebagai pertahanan ideal." Gumam Satella.


"Oh yeah?" Kepala kesatria Loris menanggapi.


"Jumlah menara turret nya cukup banyak. Turret mekanis anti udara dan meriamnya cukup." Komentar Satella.


"Tapi unit musuh pasti banyak juga. Kalau musuh tidak membawa unit tempur yang banyak, mustahil tuk mereka menyerang benteng milik bangsawan lain." Kepala kesatria menanggapi.


"Sebagai mage nama kami belum begitu terkenal. Tapi lihat apa yang kami bisa lakukan nanti." Starla menanggapi cara kepala kesatria menilai kekuatan tempur.


"Baiklah, aku nantikan." Kepala kesatria tertawa kecil.


Kepala kesatria melangkah kearah lain. Ia memantau regu pengguna meriam dan yang lainnya. Musuh belum nampak terlihat sejauh ini.


"Hei ... Saudari Stella." Seru Starla, memanggil.


"Ya, Starla." Sahut Satella.


"Maafkan aku tidak bisa berbuat banyak di pertarungan sebelumya. Waktu itu kamu pasti menderita sekali." Kata Starla, dengan wajah yang sedikit bersalah.


"Ngomong-ngomong, kenapa gak berusaha pulang kerumah?" Tanya Satella.


"Paman selalu menghalangi ku." Jawab Starla, dengan wajah yang terlihat marah.


"Sekarang kita habisi si licik itu! Setelah semua ini, ayo pulang kerumah." Ujar Satella.


Starla tersenyum gembira.


Meanwhile.


Disebuah padang rumput berdiri bangunan tenda dan pagar kayu sederhana. Tenda sederhana itu tempat beberapa orang istirahat didalamnya. Pagar kayu sederhana dari bambu dipotong pipih. Pagar kayunya jadi tempat menyimpan hewan kavaleri darat yaitu unggas darat. Naga darat mungkin terlalu mahal bagi kamp mercenary.


Ada seratus magic caster sedang berbaris disana. Kemudian milisi bersenjata pedang satu tangan ada dua ratus lebih. Seorang mage ras elves dengan rambut silver dan kuping lancip sangat panjang itu memimpin kamp mercenary. Itu adalah pamannya Starla sedang berpidato dihadapan pasukannya.


Walaupun magic caster disana tak menguasai flying magic, mereka masih punya sapu terbang untuk terbang melewati dinding. Setelah memasuki dinding mereka akan menyerang dari dalam sekaligus membukakan pintu gerbangnya.


Terlihat paman Hesper berpidato dengan penuh semangat walaupun tak terdengar apa uang diucapkan olehnya. Yang jelas mereka akan bergerak kapan saja.


Skip...


Dipadang rumput dekat dinding defensif kastil Sisilia. Ada banyak pasukan footman. Yang disebut dengan footman adalah pasukan milisi yang dilatih oleh keluarga kebangsawanan dalam waktu yang singkat. Mereka dibutuhkan agar jumlah pasukan menjadi banyak. Dengan kata lain footman hanya pendekar pedang amatiran yang berfungsi sebagai perisai daging. Mereka punya sedikit skill lalu dipersenjatai pedang satu tangan, perisai tebal tanpa tempa dan baju zirah yang tebal. Sedikit pelatihan dengan armor tebal menegaskan fungsi sebagai unit perisai daging. Ada empat ribu pasukan footman.


Biasanya keluarga bangsawan itu memiliki Legion elit dimana knight mereka diatas reguler knight milik kerajaan. Kesatria kebangsawanan biasanya dinamakan lord knight. Kekuatan tempur lord knight itu setara dengan pasukan royal guard kerajaan. Tapi Legion elite beserta lord knight hanya dimiliki oleh keluarga bangsawan kelas satu.


Empat ribu footman berbaris rapih dibarisan tengah. Pasukan Knight penunggang naga darat berposisi paling depan. Knight penunggang naga darat berjumlah lima ratus. Kemudian beberapa regu pasukan memiliki tugas sebagai operator mesin pengepungan benteng.


kereta perang pengangkut balista berada disana. Ada gerobak yang mengangkut perisai setinggi dua meter dan selebar satu meter. Itu dinamakan perisai portabel. Kayu sangat tebal yang dilapisi pelat besi setebalnya dua kali perisai biasa.


Karena sangat berat maka perisai portabel diangkat oleh gerobak. Perisai portabel bisa melindungi beberapa orang sekaligus dari serangan range. Mereka memiliki menara kayu yang dipasangi roda kayu. Menara kayu itu setinggi bangunan empat lantai dengan meriam diatasnya. Menara kayu dipertebal dengan banyak perisai dipaku dibeberapa bagiannya.


Tentu meriam yang dibawa oleh menara kayu itu dapat meledak. Menara kayu ditarik oleh rantai yang ditarik naga darat kelas Drake. Naga darat kelas Drake panjang tubuhnya diatas lima meter.


Lonceng dibunyikan oleh pasukan stationary trops benteng Sisilia.


Perang akan dimulai.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2