Legenda Naga Indosiar

Legenda Naga Indosiar
are you my twin sister?


__ADS_3

Anagorisis adalah salah satu dari jenis plot twist.


Anagorisis dalah seuatu pengungkapan karakter baru yang tidak terduga, dapat menimbulkan pertanyaan. Simpelnya pembaca jafi penasaran lewat munculnya tokoh dalam cerita.


Tapi ini bukan plot twist utama yang saya maksud.


______________________________________________


Starla terlentang dipingigran jalan dengan taman kecil. Telapak tangan menempel dijalan, tau-tau ada asap api bertekanan menyembur dari telapak tangannya, menghentakkan dirinya kedalam posisi berdiri.


Satu yang mengejutkan adalah.


"Starla." Seru Satella dengan raut wajah terkejut.


Satella melangkah kearah Starla. Violetta pun tercengang melihat parasnya Starla.


"Jangan mendekat!" Ancam Starla.


Bagaimana tidak.


Starla berdiri dan menampakkan wajahnya. Rambutnya terurai berwarna silver, kupingnya juga seperti Satella. Itu kuping manusia hanya saja ujungnya lancip seperti kuping elves. Karena elves murni memiliki kuping tiga kali lebih panjang dari half-elves. Wajahnya Starla sangat mirip dengan wajah Satella. Keidentikan wajah kedua gadis half-elves itu menegaskan bahwasanya mereka itu kembaran.


"Apakah kamu saudara kembarku ... Starla?" Tanya Satella dengan lirih.


"...." Starla membisu.


Starla mengambil gelang pengikat rambutnya. Itulah perbedaannya. Satella dengan kuping lancip elves dan rambut perak terurai. Starla dengan kuping lancip elves dengan rambut silver diikat. Putri kembar yang satu rambut terurai yang satu rambut diikat ekor satu dibelakang kepalanya. Biasanya Satella punya model poni tengah panjang yang terbagi tiga. Model rambut Satella terurai bagaikan rambut boneka.


Starla memiliki poni samping yang tersisir ke kiri. Poninya panjangnya sampai ke bahu, tapi tidak menutup matanya. Sementara kuncir satunya tidak seperti kuncir kuda, tapi lebih mirip ekor kyubi. Kuncir belakang hanya satu kunciran, tetapi punya pola yang bercabang sembilan pada ujung kunciran mirip ekor kyubi.


Setelah dua menit saling tatap dan membisu.


"Ini aku Stella." Ujar Satella.


"Aku masih ingat dulu aku memiliki kembaran." Gumam Starla.


Saat Starla berbicara, nadanya itu mirip Satella.


"Kamu itu Stella?" Starla terdiam.


"Iya aku Stella." Balas Satella.


"Kemana kamu selama ini. Kamu menghilang ... kami sangka kamu tewas bersama ibu." Kata Satella bernada lirih.


"Aku...." Starla membisu.


"Apa yang sudah terjadi belasan tahun yang lalu?" Tanya Satella.


"Paman membawaku." Jawab Starla.


Satella terdiam.


"Paman kita ... adik laki-lakinya ibu kita." Gumam Satella.


Seketika wajah Satella berubah menjadi kemarahan. Iris matanya seperti bergetar, keningnya seperti mengkerut, bibirnya ditekuk dan pipinya menegang. Mendengus mengepal tangannya, Satella kesal.


"Kenapa tidak memulangkan mu kerumah. Kenapa paman malah membawamu bersamanya, Starla?" Tanya Satella, terlihat kesal.


Starla menampakkan raut wajah sedih diwajahnya.


"Paman mengendalikan ku." Ucap Starla.


Satella pun melangkah mendekat dengan niat ingin merangkulnya. Starla pun melangkah kearahnya menyambut saudari kembarnya.


"Starla...." Seru Satella, lirih.

__ADS_1


"Stella...." Sahut Starla.


"Pulanglah bersamaku." Satella merentangkan tangannya kepada saudari kembarnya.


Starla menerima rangkulan dan pelukan hangatnya.


"Pulanglah ke house of charlotte, Starla." Ucap Satella.


Suara hembusan angin ditengah keheningan.


Third eyes Violetta bereaksi.


"Sudah kuduga!" Seorang yang misterius tiba-tiba muncul.


Seorang dengan jubah hitam ala penyihir melesat dengan cepatnya dengan flying magic. Kepalanya ditutupi dengan penutup kepala jubahnya, mulutnya tertutup oleh masker. Orang asing itu melesat terbang sambil memegang sebilah belati, sebuah ritual dagger.


"Awas!" Violetta berteriak.


Satella spontan menoleh, tetapi seorang tak dikenal itu sangatlah cepat terbangnya. Bahkan Satella bakalan ditikam sebelum sempat menyadari adanya ancaman itu.


Violetta berlari menyerong untuk mencari sudut yang pas. Dengan momentum yang pas juga, Violetta menembakan sihir gelombang serangnya. Gelombang serangan pysche melesat segaris lurus.


Pysche wave !!


Alih-alih terhempas, orang asing tersebut berbelok arah. Akhirnya serangan Violetta meleset, tetapi sukses menyelamatkan Satella.


"Siapa itu!" Satella resah.


Sesosok penyihir berjubah hitam dengan wajah tersamarkan oleh tudung kepala dari jubahnya dan masker. Ia terbang dengan flying magic berbasis element asap. Sihir yang sama dengan Starla. Orang tersebut hanya diam mengudara.


Akhirnya ia mendarat dan diam ditempat. Merentangkan tangan sambil memberi gestur menyapa.


"Apa kabar nyonya kecil charlotte." Orang asing itu menyapa.


"Siapa kamu!" Sentak Satella.


"Paman?" Satella terkejut.


"Well ... sekarang aku hanya ingin membawa Starla pulang." Paman bilang, sambil tersenyum palsu.


"Apa yang kamu lakukan paman! Starla itu anaknya ayah bukannya anak paman. Cepat kembalikan Starla!" Satella memprotes.


"Tapi aku sangat membutuhkan Starla." Paman bilang.


"Membutuhkan untuk apa!" Balas Satella, menyentak kesal.


"Untuk membantu membangun dinasti milikku sendiri tentunya." Paman tertawa jahat.


"Tidak boleh, aku tidak mau Starla diperalat olehmu!" Tegas Satella.


Satella merentangkan tangannya untuk memasang badannya demi melindungi Starla. Sementara itu pamannya terus memaksa sambil melangkah maju kedepan.


Selangkah demi langkah sambil memegang ritual dagger. Adalah belati yang biasa dipakai untuk upacara sihir gelap. Belati khusus untuk ritual sihir fel. Sihir fel itu merupakan sihir kegelapan yang menghisap jiwa mahluk hidup kemudian memperkuat pengguna ritual gelap itu. Dengan kata lain menumbalkan seseorang untuk menambah kekuatan magisnya.


Pamannya terus melangkah untuk memperpendek jarak. Dan saat ini jaraknya sudah semakin dekat saja.


"Jangan membantah!"


Paman melempar ritual dagger kearah Satella. Tetapi dihentikan dengan kekuatan telekinesis.


"Cih...." Paman kesal.


Tetapi itu bukan satu-satunya bilah belati yang ia punya. Paman segera mengeluarkan belati lainnya untuk melukai keponakannya. Satu belati dimiliki Satella dengan telekinesis dilesatkan kearah pamannya itu.


Truang....

__ADS_1


Suara bilah besi bertubrukan satu sama lainnya.


Paman berhasil menangkis belati dengan sekali ayunan.


Satella membentuk pedang es dari tangan kanannya. Bilah pedang es minimalis seukuran pedang satu tangan. Paman juga telah bersiap dengan dua ritual dagger dikedua tangannya, kanan dan kirinya.


Satella mempersiapkan casting sihirnya. Paman melesat dengan flying magic sambil memegang belatinya. Satella melepaskan serangan sihir baut es nya secara membabi-buta. Tetapi pamannya mampu menghindari dengan bermanuver kesamping saat ia melesat dengan flying magic nya.


Ice bolt !!


Tembakan baut es beruntun terus ditembakkan. Tetapi dengan licin pamannya mengelak. Bermanuver dengan licin. Flying magic sangat superior dalam hal mengelak sihir baut es. Puluhan baut, bukan tapi sampai ratusan baut es sekeras proyektil paku besi pun meleset. Pamannya terus saja bermanuver secara zig-zag dengan flying magic demi menghindari serangan.


Sampai jarak terus terpangkas. Momentumnya pas paman segera melesat menerjang Satella dengan tikaman belati ganda. Lagi-lagi itu digagalkan dengan tembakan wave sihir element netral nya Violetta. Sehingga paman harus melakukan elakan dan gagak lagi menikam.


Hal itu menggagalkan upaya paman dari menikam Satella. Tapi dengan cepat paman putar balik, lalu ia bermanuver menerjang punggung Satella. Tetapi Starla melindungi punggung saudari kembarnya mengunakan sihir api defensif.


Firewall !!


Muncul api yang tebalnya seperti segaris. Apinya menjalar dari ujung ke ujung. Panjangnya sebatas pada keahlian magic caster. Tapi kalau mengirit mana cost maka panjang dinding api bisa sedikit tapi kalau memakai banyak mana maka itu membuat dinding api yang tinggi, panjang dan tebal. Damage dinding api tak seberapa, tapi efek pukul mundurnya yang menyusahkan.


Bermanuver dengan flying magic untuk menikam punggung Satella, tetapi gagal. Paman bermanuver menukik belok ke kanan. Apabila menabrak dinding apinya maka ia akan terhempas karena kena efek knock back dari dinding apinya.


"Dasar durhaka!" Paman kesal terhadap Starla yang selama ini menurutinya.


Selanjutnya Violetta melesatkan gelombang sihirnya kearah paman Satella. Tetapi dengan cepat paman bermanuver kesamping dengan kemampuan flying magic nya itu. Tujuh kali pysche wave ditembak Violetta, semuanya meleset.


"Apabila kamu sudah menguasai teknik memanggil elemental spirit, kamu bisa menembak sihir tingkat lima keatas!" Seru pamannya.


Sumoned elemental spirit !!


Sambil terbang diudara paman melakukan konsentrasi sihirnya. Belasan detik ia lakukan sambil melayang diudara. Sebelum sihir tingkat tinggi dilesatkan olehnya.


Coldnest destroy !!


Bola es raksasa tau-tau ada diatas menuju kebawah. Bola raksasa melesat super cepat kearah Satella juga Starla. Diameter bola esnya sekitar sepuluh meter baik tinggi maupun lebarnya. Tahu bahwa itu segera menabrak, Satella dan Starla menghindarinya. Satella dengan transfigurasi wujud merpati hitam dengan movement speed yang lebih cepat dari naga wyvern. Starla pun memakai sihir transfigurasi yang merubahnya menjadi asap panas.


Bentuk transfigurasi Starla atau Violetta nyaris sama, hanya beda elemennya saja. Starla dengan transfigurasi api sementara itu Violetta transfigurasi darkness.


Violetta ikutan melesat mundur dengan transfigurasi kabut hitam miliknya. Akan tetapi skill pasive Violetta segera aktif. Violetta tak diincarnya tetapi Starla dengan transfigurasi element asap panas rentan terhadap sihir es. Mendapat prediksi ini, Violetta melaporkan.


Telepati dikirim.


"Starla diincar!" Violetta dengan jalur telepatinya.


"Oh no ... adik kembarku." Sahut Satella yang menukik lalu melesat kearah Starla.


Menunda penghindaran, Violetta bersiap menembak gelombang serangnya. Gelombang serangnya yang bertenaga pysche atau netral element memiliki wujud cembung transparan melesat di jalur lurus.


Menembak tombak es seukuran tombak besar ala kesatria katafrak. Tujuh tombak es dilesatkan tetapi semua dimentahkan oleh Violetta dengan gelombang serang cembung miliknya. Pysche wave terbentur tombak es dan pecah. Tapi ada satu serangan lebih berbahaya lagi.


Satella masih terus menyusul kembarannya.


Pamannya membentuk bongkahan kristal es sebesar pintu. Bahkan itu terus membesar hingga lebih besar lagi dari itu. Bongkahan kristal es besar melesat dengan cepat kearah Starla yang melarikan diri. Dan saat Violetta mencegah dengan lesatan pysche wave nya yang bertubi-tubi, pecahnya lama. Setelah banyak gelombang serang dilesatkan maka kristal besarnya pecah. Sayangnya bongkah kristal itu pecah terlalu dekat dengan posisi Starla berada.


Ketika bongkahan kristal pecah, memberi efek ledakan tingkat menengah. Serpihan menyembur kencang mengenai wujud asap. Transfigurasi Starla kena dampak weak point sehingga ia luka berat.


Sihir transfigurasi Starla digagalkan oleh serangan kontra element dari pamannya sendiri. Ia terperosok dijalan, tak sempat melarikan diri dari radius ledakan bola es raksasa.


Satella tiba enam detik kemudian kemudian pasang badan untuk melindungi Starla. Mereka tidak terlindas bola es raksasa, hanya radius ledakannya cukup untuk menjangkau mereka berdua.


Empat detik setelah Satella pasang badan, bola es raksasa menubruk jalanan. Lalu meledak dan bola es raksasa pecah jadi serpihan yang besar-besar. Kebetulan serpihan sebesar lemari kayu pun melesat kencang kearah Satella dan Starla.


"Kya...."


Jejeritan ala cewe kecil.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2