
House of Charlotte, Ivalice city.
Empat bulan telah berlalu.
Satella diam di mansion house of Charlotte kota Ivalice. Mempelajari budaya istana seolah-olah didesain menjadi suksesor kakeknya. Dari waktu ke waktu keluarga Charlotte menyumbang bakat seorang kesatria atau mage sebagai satu diantara lainnya di dewan sembilan jenderal. Lord Sebastian dulunya adalah kesatria yang menjabat sebagai jenderal terpercaya.
Raja sangat mempercayainya.
Beberapa generasi kebelakang orang tahu kehebatan generasi pedang suci itu tak ada duanya. Lord Sebastian adalah satu kesatria yang terkuat kedua setelah pedang suci.
Tapi, apa yang terjadi dalam turnamen?
Satella seperti tak banyak mengingat akan turnamen sihir.
Satella duduk diruang tengah mansion.
Membaca sebuah surat. Dilihat dari mimik wajahnya, bukan hal penting bagi Satella. Satella memasukkan lagi surat kedalam amplop. Kemudian seorang maid datang membawakan cangkir teh yang panas.
"Ini teh nya, tuan kecil." Maid menaruhnya diatas meja, tersenyum pada Satella yang memasang wajah bosan.
"Huh.... Kenapa harus ditambah kata kecil setelah kata tuan? Memangnya aku masih kecil apa. Sejak usia tujuh tahun sampai sembilan belas tahun seperti sekarang ini, tetap aja dianggap anak kecil," ucap Satella.
"Maafkan saya," kata maid.
"Belikan aku buku cerita berwarna," ucap Satella.
__ADS_1
"Baiklah."
Maid pergi, sepertinya menuju keluar.
Meniup sedikit cangkir teh yang beruap itu. Satella menyeruput sedikit demi sedikit. Tak lama, datanglah seorang wanita yang mirip dengannya. Wajahnya sangat identik hanya saja tubuhnya lebih tinggi dan kupingnya itu tidak lancip. Rambut peraknya di kuncir ekor kuda. Ia duduk disamping Satella.
"Apa itu surat dari kementerian sihir, adikku?" Tanya wanita itu, sambil sesekali mengusap rambut Satella dengan usil dan diakhiri satu cubitan pada pipinya.
"Iya, kak Diana," ucap Satella.
"Walah, kamu mendapat panggilan dari kementerian hingga tujuh kali. Kakak iri denganmu, kakak dulu datang sendiri tuk melamar disana. Tapi, kamu tidak datang melamar, justru ditawari langsung. Kamu penuh talenta adikku." Lady Diana memuji adiknya. Mimik wajahnya seolah sangat menyayangi adiknya.
"Kalau kakak yang iri, aku biasa aja. Kalau Starla yang iri, rasanya seru kak. Aku akan tertawa sepuasnya. Wajah kesalnya sangat menggemaskan juga menghibur. Habisnya Starla selalu berbuat bandel, tapi selalu aku disalahkan. Rasanya sesekali aku ingin membalasnya, suatu saat," ucap Satella.
Lady Diana terkekeh.
Satella cemberut.
"Aku terima aja kak," kata Satella.
"Kenapa sedih?" Diana mengusap lembut rambut perak adiknya yang selalu terurai.
"Habisnya jadi gak bisa sering dirumah. Alasanku menolak tawaran ini, adalah keluargaku. Aku selalu ingin tinggal kak. Satella pengen selalu dirumah, bersama semua anggota keluarga," kata Satella.
"Kamu loh, yang harusnya memutuskan." Diana tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Baik, aku akan menerima. Kalau aku udah merasa gak betah, aku akan segera udahan kak." Satella membelokkan keputusannya.
"Semoga dapat teman-teman baru." Diana terus mensupport adik tersayang.
Satella cemberut.
"Kenapa?"
Satella yang cemberut menoleh kearah kakaknya, lalu menjawab.
"Bakalan gak ketemu kakak terus deh." bibirnya tak berhenti tertekuk. Diana pun mendorong dagu adiknya dengan telunjuk.
"Jangan sedih," ucap Diana.
Diana memeluk adiknya dengan hangat.
Epilog.
Akhirnya Satella memutuskan memulai debutnya sebagai penyihir dikementerian. Sebutan untuk penyihir yang bekerja dikementerian sihir adalah Shorceror.
Untuk menjadi Shorceror, harus mengikuti pelatihan terspesialisasi di departemen kementerian yang bernama the institut.
Satella akan ada didalam kelas bernama jurusan sihir es.
Kereta naga disiapkan. Satella bersiap tuk pergi menuju kastel kementerian sihir yang berada di daratan Geffenia. Kastil tersebut berada disamping kota Geffenia, itu diluar dinding kotanya. Tentu kastil kementerian sihir kerajaan memiliki pertahanan kastil sekuat satu kota. Walau secara agregat Geffenia lebih kuat, tapi pertahanan kastil kementerian hampir sekuat sebuah kota.
__ADS_1
Dengan ini dimulailah petualangan Satella sebagai penyihir di kementerian sihir.
Disini ceritanya selesai, arc dua dianggap sebagai bonus volume.