Legenda Naga Indosiar

Legenda Naga Indosiar
side storie


__ADS_3

Note : ini adalah cerita sampingan, makanya jumlah part cerita ini lebih sedikit dari part yang biasa.


Side storie ; berupa hal yang lupa, tidak disebutkan dalam cerita utama. Biasanya tidak akan mengganggu jalan cerita utama bila tidak di baca sekalipun. 


______________________________________________


Pagi hari..


Sudah pulang ke kastel akademi dengan mata yang kurang tidur, mereka kumpul. Seperti loop yang pertama dimana sekolah menjadi diliburkan setelah ular balisik itu memakan korban kutukan.


Lorong masih tampak ramai oleh murid yang kelasnya diliburkan karena ular balisik. Suasana agak mencekam sekarang, lorong agak berisik oleh obrolan panik para murid sihir. Sementara kelompok siswi dalam Eris order sedang berkumpul ditempat yang paling tersembunyi dan rahasia. Bahkan eksistensinya tak diketahui oleh


Flashback..


Ini adalah kilas balik ke beberapa abad yang lalu. Generasi dimana ruang kebutuhan masih ditempati oleh para siswa laki-laki. Awal mula dari kenapa tukang bersih sekolah dari ras peri tanah bisa memberi informasi tentang adanya ruang tersembunyi kepada siswa, tetapi merahasiakan dari para guru sihir. Bahkan kepala sekolah saja, dari generasi ke generasi tak ada yang tahu eksistensi ruang tersembunyi yang bernama ruang kebutuhan.


Tahun 407, tahun merpati.


Seorang anak sedang berkumpul dengan kawannya di kafetaria sekolah. Diluar kemeja putih nan panjang serta almamater sihir berbentuk jubah, anak itu pakai mantel bulu paling berkerak yang dibuat pengrajin nomor satu pada jamannya. Topi bulu ala Moskow.


Anak ini adalah yang paling sultan dari segi penampilan juga daya beli keluarganya. Hampir semua pakai pakaian hangat karena ini winter, kilas balik berada dimusim dingin yang bersalju. Mayoritas memakai sweater bulu domba, hanya anak orang kaya yang memakai mantel bulu hewan seperti kulit serigala musim dingin berbulu putih salju.


"Hai kalian semua." Anak itu berada dimeja yang berkapasitas enam orang tapi yang berkumpul adalah lima orang saja termasuk dirinya.


"Iya Gruphy?" Sahut seorang kawan.


Dilihat dari manapun, mereka itu kelompok siswa tahun pertama. Dengan usia yang rata-rata masih empat belas sampai lima belas.


"Aku ini keturunan dari pendiri sekolah ini loh." Siswa kaya raya itu bilang kepada teman-teman.


"Memang apa buktinya?"


"Iya benar, apa buktinya."


"Kami gak punya alasan untuk percaya cerita bohong mu itu, ya."


Satu demi satu kawannya memberi komentar.


"Aku punya bukti." Gruphy bilang.


"...." Beberapa kawan bungkam dan menyimak. Dengan raut yang usil dengan niat memancing kawannya untuk penasaran maka Gruphy sengaja memperlama, dia diam.

__ADS_1


"Apa buktinya." Karena Gruphy mengulur-ulur jawaban dengan menyeruput kopinya yang sengaja diperlama, temannya jadi tidak sabaran dibuatnya.


"Tapi ini adalah rahasia diantara kita-kita, aku akan beritahu nanti sebuah ruang rahasia yang bahkan para guru dan kepala sekolah tak mengetahui keberadaannya." Ujar Gruphy.


Skip..


Setelah santai diruang kafetaria sekolah mereka bergegas di lorong lantai tujuh.


"Begini caranya! Mondar-mandir sebanyak tiga kali sambil kalian membayangkan tempat bersantai." Gruphy memberi arahan.


Dalam perspektif teman-temannya, Gruphy berjalan menembus tembok. Kemudian seorang berjalan nembus tembok tapi menabrak. Kemudian teman lainnya mengikuti ritual berjalan mondar-mandir tiga kali persis seperti Gruphy lakukan.


Ruang kebutuhan..


Dulu ruangan ini belum semewah sekarang. Barang-barang pun agak sedikit, belum ada karpet biru yang panjang. Bagian paling tengahnya masih berupa beberapa kursi lipat kayu dan satu meja bentuk square.


"Lihat kan." Seru Gruphy.


"Ya.. ampun, tempat ini buruk sekali." Keluh yang lain.


"Tenang saja! Aku akan memberi dekorasi pada tempat ini." Gruphy bilang.


Skip..


Ruang kebutuhan telah membaik sekarang. Hampir semewah ruang kebutuhan di era Satella dkk. Masih kelompok yang sama, dengan kini penghuni ruang rahasia telah ada di tahun ketiga. Ada sosok peri tanah bersama mereka.


"Kemarilah Igor." Gruphy manggil peri tanah itu.


"Iya tuan." Kata peri tanah.


"Kami akan segera lulus sebagai wizard, ruang ini tolong jangan sampai guru atau kepala sekolah mengetahuinya. Hanya kelompok siswa tertentu yang boleh tahu. Mereka yang pandai dalam jaga rahasia." Titah Gruphy.


"Tapi, kelompok seperti apa tuan?" Tanya peri tanah.


"Kamu putuskan, yang pasti ruang tersembunyi ini khusus siswa dan guru atau kepala sekolah tak boleh tahu eksistensinya." Ujar Gruphy.


Peri tanah mengangguk.


[Note : ini kakek moyang dari peri tanah yang ada sekarang, dari tiap generasi selalu ada kurcaci tanah yang tahu rahasia ruang kebutuhan. peri tanah biasanya menjadi tukang bersih-bersih walau tidak semua tukang bersih adalah peri tanah.]


Setelah kejadian ini, kepemilikan ruang tersembunyi berganti tiap generasi. Hingga hak guna ruang dikudeta kelompok Eris order. Dikuasai secara absolut tanpa ada siswa selain mereka boleh masuk kecuali yang mereka ijinkan.

__ADS_1


Penerawangan berakhir..


Satella bangun dalam posisi duduk diruang kebutuhan. Yang barusan adalah aktifitas menerawang yang lainnya lewat skill psikometri.


"Gitu loh.. asalnya." Gumam Satella.


Tapi Satella merasakan sensasi pegal-pegal di pahanya setelah terbangun.


"Eh? Loh.. gini lagi!" Satella sedikit sebal karena lagi-lagi pahanya itu ditiduri kepala litle Iota.


"Bangun oy!" Protes Satella.


"Aku tidak tidur kok, aku cuma lagi memandangi atap-atap ruangan nan indah itu." Sahut Iota.


"Memangnya apa yang asik dengan atapnya." Berawal pada nada yang emosi, tiba-tiba terbungkam oleh ketakjuban.


"Loh.. bisa gini?" Satella takjub.


Atap ruang kebutuhan disulap jadi antariksa, dengan banyak bintang benderang. Beberapa planet pada orbit yang bukan galaksi Bima sakti pun nampak ada di atap. Bulan ada satu di universe ini, tapi ada planet tetangga yang terlihat sebesar bulan (hampir) walau aslinya lebih besar.


Bisa dibilang itulah mars nya planet ini. Kalau dibumi mars hanya bisa dilihat dalam periode berapa abad sekali karena planet itu kecil, tapi planet ini bisa dilihat setiap malam karena bentuknya besar. Karena letaknya lebih jauh dari bulan maka planet terdekat ini kelihatan lebih kecil dari pada bulan.


"Indahkan?" Seru Iota.


"Indahnya.. aku senang." Gumam Satella.


Kepala Satella menengadah keatas sementara Iota. Sementara Iota tak demikian, lehernya nyaman karena kepalanya menindih paha Satella.


"Ne.. Tella, apakah lehermu tidak terasa pegal?" Tanya Iota.


"Sedikit." Seru Satella.


"Silahkan gantian, sekarang kamu tiduran biar aku pindah ke karpet." Little Iota bilang.


"Jangan tidur dikarpet." Satella bilang.


"Gak apa-apa, karpet juga hangat, kok.. lagi pula karpet nya sangat bersih." Iota telah bangkit, sekarang sekarang Satella yang tiduran.


Ini adalah waktu senggang. Karena cerita utama dimulai ketika waktu makan siang telah tiba..


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2