Legenda Naga Indosiar

Legenda Naga Indosiar
organisasi kriminal


__ADS_3

Disebuah desa tersembunyi yang letaknya ditengah hutan. Kira-kira sebelah timur dari kota Geffenia. Terdapat desa yang dikuasai oleh cabang organisasi kriminal. Yang memimpin adalah paman Starla sendiri. Mungkin disana masih terdapat banyak orang yang kuat.


Organisasi kriminal bawah tanah terbesar disebut ten finger. Terdiri dari sepuluh cabang organisasi. Masing-masing cabang menjalani bisnis gelap yang berbeda-beda.


Bisnis gelap yang mereka jalani adalah perbankan, pengedaran ramuan sihir ilegal, perdagangan budak, pembunuhan, perjudian, penyelundupan, perdagangan narkoba, pembiakan binatang sihir, dan pencurian.


Kekuatan uang mereka mampu menyogok aparat polisi militer kerajaan dan beberapa bangsawan tingkat bawah yang berpengaruh dalam bisnis gelap mereka.


Organisasi yang dijalankan paman Starla adalah pengedaran ramuan sihir ilegal. Mereka berbasis di desa tersembunyi, desa Eze.


Eze village.


Lahan yang telah dibangun desa adalah area penebangan ilegal tak berizin. Siapa lagi kalau bukan cabang organisasi nine finger yang dipimpin oleh pamannya Starla. Setelah penebangan kayu secara membabi-buta terjadi. Ada cukup kayu untuk membangun banyak rumah penduduk. Mayoritas yang tinggal disini adalah para bandit, tukang bangunan, petani, penebang, milisi dan sekelompok magician.


Bandit adalah kaki tangan dari organisasi ini. Magic caster punya peran sebagai kekuatan utama. Pasukan milisi tugasnya patroli keamanan desa ataupun pasukan bayaran apabila ada tawaran.


Ditengah kedalaman hutan kecil terdapat area yang telah dibuka setelah penebangan. Disini desa terletak, banyak rumah berbahan dasar kayu. Ada beberapa lahan perkebunan disana. Ada beberapa menara kayu untuk zona defensif.


Town hall nya adalah markas bagi orang-orang struktural organisasi kriminal ini. Didekat balai kota ada menara enam lantai disediakan khusus bagi magician. Sepertinya miniatur akademi sihir. Menara sebagai rumah para kru magician. Dibelakang menara ada beberapa rumah kaca. Rumah kaca punya fungsi sebagai sarana penanaman tanaman sihir yang biasa disebut herbiologi. Didekat rumah kaca terdapat gedung satu lantai yang berstruktur batu sebagai material dominan. Bangunan pondasi batu dengan cerobong asap dan banyak ventilasi adalah bangunan khusus untuk memproduksi ramuan sihir.


Ada banyak ruang makan bergaya outdoor. Pagar kayu di sekeliling tanah yang ditanam rumput yang pendek. Ada meja dan kursi yang fungsinya sebagai tempat makan bersama. Taman perkumpulan.


Taman perkumpulan.


Diarea taman perkumpulan ada seorang gadis remaja yang duduk santai. Gadis berkuping half-elves, rambut silver diikat satu kepang dengan pola ekor sembilan pada ujung rambutnya. Wajahnya amat mirip dengan Satella, ialah Starla. Starla mengenakan gaun warna merah, itulah warna kesukaannya.


Roti sandwich tersaji bersama secangkir Coco panas.


Temannya mendatangi.


"Kenapa muram?" Sapa temannya.


"Bukan apa-apa kok." Jawab Starla.


"Beneran Starla?" Iya tak yakin.


"Iya, Montmorency!" Sahut Starla.


Teman Starla adalah gadis remaja sebayanya. Montmorency adalah gadis berambut pirang dengan ikat rambut slim ribbon warna hitam. Matanya berwarna hijau pada iris matanya. Model rambutnya adalah half wet lock yang disisir kearah belakang. Dengan blazer biru muda.


"Semenjak kamu pulang dari kota Geffenia, kamu lebih murung dari biasanya." Kata Montmorency.


"Aku bertemu dengan saudari kembarku." Starla bernada lesu.


"Benarkah." Ia terkejut.


Starla POV.


Teman dekatku namanya adalah Laverne de Montmorency, susah bukan mengejanya. Kami teman sekelas di akademi sihir Blue-rose kota Ivalice. Montmorency itu spesialis peracik ramuan sihir terhebat disekolah. Aku dan dia bekerja di unit produksi ramuan ilegal untuk organisasi busuk ini.


Pemimpin produksinya adalah penyihir ahli ramuan papan atas. Kami yang masih belum terampil hanya diberi tugas terpisah yang tersosialisasi. Aku menginginkan terbebas dari organisasi busuk ini.


Selamatkan aku saudari Stella, selamatkan aku kakak atau ayah. Pamanku memang jahat, kenapa ibuku harus mempunyai adik berwatak licik seperti paman.


Pamanku namanya Hesper si pria licik itu. Tangan kanannya adalah Hector, magic caster pengguna fel. Ritual jahat yang menumbalkan esensi hidup untuk meningkatkan kekuatan magis kita.


Sebelumnya aku sedang belajar teknik elemental spirit. Tetapi aku belum menguasainya. Aku akan berusaha menguasai teknik itu supaya lebih kuat untuk kabur.


POV end...


"Hei Starla...." Seru Montmorency.


"Kenapa?" Starla menghela napas beratnya dengan wajah suram.


"Pergi ke menara yuk." Ajaknya.


"Ide bagus, aku suka tempat yang tinggi." Sahut Starla.


"Habiskan dulu sarapannya Starla! Aku gak mau lihat kamu tambah kurus loh." Kata Montmorency.


Akhirnya Starla menghabiskan sarapannya.


Skip...


Menara mage Eze village.


Mereka berdua berdiri dilantai tertinggi. Jendela besarnya terbuka dengan mereka melihat-lihat hutan nan eksotis. Menara berstruktur dasar batu, banyak perabot kayu.


"Udah merasa lebih baik?" Tanya Montmorency.


"Iya, lumayan." Jawab Starla.

__ADS_1


"Bagus deh." Seru Montmorency, tersenyum riang.


"Aku yang mengajak kamu kesini, kamu gak kesel sama aku?" Tanya Starla.


Montmorency menghela napas panjang.


"Apa boleh buat." Ucapnya.


Starla dan Montmorency sedang berelaksasi diatas menara. Secara tidak terduga, muncul seorang tak diundang dan diduga-duga.


"Kepikiran buat kabur?" Tanya seseorang.


"Ampun...." Starla pun menjerit dengan spontan.


Starla menyangka bahwa itu salah satu kuping pamannya.


"Ini aku oy!" Seru suara lesu yang kurang bergairah.


"Eh, Kaya kenal suaranya." Gumam Starla.


"Kembaran Satella." Ucap Violetta.


Starla putar badan.


"Kamu?" Seru Starla.


"Iya ini aku lagi." Sahut Violetta.


"Bagaimana?" Starla tak mampu melanjutkan kata-kata.


Starla tercengang.


"Kapanpun ingin pergi, aku akan membantumu." Ujar Violetta.


"Tapi nanti saudara Stella bisa terancam loh. Paman Hesper itu orangnya licik juga jahat." Starla bercerita.


"Kami akan menyusun rencana." Violetta bilang.


"Aku lega mendengarnya.


"Bagaimana kabar kembaran ku?" Tanya Starla.


"Hampir sembuh." Jawabnya.


"Tulang rusuk retak akibat sihir element bumi itu. Paru-parunya mengalami gejala luka dalam." Penjelasan Violetta.


"Tolong sembuhkan Stella." Starla merengek.


"Tentu." Ucap Violetta.


"Maaf, aku tidak bisa lama-lama berada disini." Violetta pun segera pergi dengan sihir transfigurasi.


Violetta pergi.


"Apakah itu temanmu?" Tanya Montmorency.


"Temannya saudari kembarku." Jawab Starla.


"Beneran bisa bantu kita kabur?" Tanya Montmorency.


"Aku percaya." Jawab Starla.


Skip...


Town hall.


Paman Hesper di balai kota dengan beberapa bawahan yang seorang magic caster. Didalam ruangan terdapat seratus kru magic caster. Sepertinya akan diadakan sebuah rapat organisasi.


"Dengarkan semu!" Paman Hesper memulai.


"Kemaren kita sukses menemukan persembunyian kelompok Rogue. Yang kita lakukan adalah serang mereka dan jarah sumberdaya nya. Ini adalah tangkapan besar yang menguntungkan bagi kita semua."


Yang dibahas hanyalah rutinitas normal kawanan penjahat.


"Ada apa Starla, apa kamu merasa keberatan?" Tanya paman Hesper.


"Tidak ... tidak sama sekali." Jawab Starla, tersenyum masam.


Skip...


Training ground.

__ADS_1


Starla sedang berlatih menembak baut api ke samsak latihan. Sebuah critter mekanis adalah boneka kayu yang mampu bergerak. Digerakan oleh tenaga sihir. Starla menembak critter mekanis, susah kena karena gerakannya cukup licin.


"Masih latihan dasarnya dasar huh?" Paman Hesper datang menegur sapa kepada Starla.


"Iya paman." Sahut Starla.


"Sudah bisa teknik elemental spirit atau belum?" Tanya paman.


"Belum." Jawab Starla.


"Sebenarnya teknik elemental spirit itu harus memakai ritual sihir fel. Rahasianya tertulis di naskah kuno nenek moyang elves." Kata paman.


"Begitu kah paman." Seru Starla.


"Mau diajarkan?" Tanya paman.


"Mau." Starla gembira riang.


Point of view.


Starla adalah potensi penuh bakat yang dimiliki paman Hesper. Tapi sang paman memanfaatkannya sebagai kaki tangannya didalam dinastinya. Memanfaatkan Starla untuk terlibat di organisasi bawah tanah yang gelap dan kotor.


Paman Hesper pun mengajarkan teknik elemental spirit dengan harapan dinasti jahatnya semakin besar kekuatannya. Tapi Starla tak sepaham dengannya. Starla punya niatan untuk memanfaatkan teknik tersebut sebagai modalnya untuk melarikan diri dari pamannya itu.


POV end..


Satu bulan kemudian.


Training ground.


Starla sedang berdiri, konsentrasi dengan energi sihir. Yang Starla lakukan adalah memanggil minor spirit. Roh minor adalah roh yang berbentuk bulat kecil seperti titik cahaya. Warnanya menandai apa element yang membawanya.


Di universe ini terdapat ras spirit. Mereka biasanya punya jiwa tapi tidak punya jazad. Ras spirit hanya ada dua macam yaitu minor spirit lalu major spirit. Bedanya adalah major spirit memiliki wujud persis seperti jazadnya, minor spirit itu tidak berwujud. Minor spirit lebih seperti setitik cahaya yang berotasi mengelilingi tubuh pengguna dari teknik spirit tersebut.


Starla sekarang memiliki spirit. Elemental spirit yang berwarna merah. Bola bercahaya merah itu berotasi memutari tubuh Starla. Elemental spirit dapat membuat kekuatan sihir Starla lebih kuat.


Fire bolt !!


Menembaki critter mekanisnya dengan baut api secara beruntun. Kemudian Starla memunculkan kobaran api merah dengan inti berwarna kuning ditangannya. Kemudian api itu berubah warna menjadi hijau. Lalu muncul lagi kobaran api warna hijau sebanyak dua bola api, berotasi mengitari tubuhnya. Mungkin termasuk keterampilan anti serangan mele.


Starla melemparkan kobaran api hijau ditangan kanannya. Apinya melesat dengan wujud yang persis seperti tombak api. Api hijau pun mengenai boneka sihir mekanis.


Tapi apinya berubah.


Api hijaunya berubah menjadi pusaran api yang mirip seperti tornado api. Tornado api selebar tujuh meter dan tingginya dua puluhan meter.


Ini adalah skill dengan tingkatan setara dengan driver frost milik Satella.


Starla membentuk kobaran apinya sekali lagi. Api hijau muncul lagi ditangannya.


"Kalau aku menaikan lagi energi magisnya, apa api ini akan naik ketingkat makrosopis?" Gumam Starla, berkonsentrasi pada kobaran api di telapak tangannya.


Starla berkonsentrasi.


Kobaran api ditangan Starla pun berevolusi menjadi api merah tua. Bahkan apinya berhenti berkobar. Lebih seperti api padat.


"Kok padat?" Gumam Starla.


"Bagaimana kalau!" Starla pun konsentrasi lagi.


Api merah scarlett berubah jadi sebuah kubus.


"Bisa dipadatkan?" Starla takjub.


Starla melempar kubus ketanah. Ternyata itu adalah benda padat sekeras logam.


"Bagaimana kalau!" Starla muncul dengan sebuah ide.


Starla memunculkan sepasang api merah scarlett di sepasang telapak tangannya. Api merah tua segera terbentuk menjadi belati ganda. Sebuah bilah belati kembar yang bilahnya sangat lebar dan tajam.


"Ah aku tahu!" Seru Starla.


Starla membentuk lagi api warna merah scarlett. Apinya berubah menjadi padat, segera terbentuk menjadi busur panah panjang.


"Sebuah longbow!" Seru Starla.


Starla membentuk api merah tua menjadi sebuah anak panah lalu ditembakkan busur panahnya.


Anak panahnya mengenai boneka sihir mekanis. Menembus kayunya, menegaskan bahwa itu benda yang padat. Beberapa detik kemudian kepadatan anak panah kembali kebentuk semula. Anak panahnya menjadi api kembali, membakar boneka kayu sihir mekanis nya.


"Kekuatan baru ku sangat hebat." Seru Starla, sangat terkesan.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2