
Dinding pertahanan.
Operator dari regu stationary trops benteng Sisilia telah membunyikan lonceng. Suara loncengnya tanda kalau ada pihak penyerang yang datang. Regu stationary trops pun mulai membawa gentong berisikan bubuk hitam dan peluru meriam berbentuk silinder seperti amunisi altileri lapangan era perang sipil Amerika serikat dan Inggris.
Kepala kesatria memakai teleskop tunggal. Kepala kesatria melihat menara kayu bergerak berjumlah enam. Dimana setiap satu menara kayu muat dipasangi lima meriam.
Itu artinya musuh memiliki tiga puluh meriam yang bisa meledak.
"Perintahnya komandan?" Seru stationary trops.
"Stay ditempat!" Perintah kepala kesatria.
Trio Satella, Violetta dan Minerva sudah berjalan kebelakang dinding ninggalin Starla yang masih berada diatas dinding. Pasti mereka punya rencananya sendiri.
"Hei, nyonya kecil." Seru kepala kesatria.
"Apa?" Tanya Starla.
"Apa para penunggang unggas itu adalah mercenary yang pamanmu pimpin itu?" Tanya kepala kesatria sambil menunjuk ke area field.
"Mana?" Starla mengangkat bahu.
"Lihat." Kepala kesatria memberi teropong pada Starla.
Starla meneropong kearah barisan pasukan penyerang.
"Itu dia!" Starla bernada marah.
"Mereka membawa menaranya menuju kemari." Seru Kapten regu meriam, juga ikut meneropong.
Artileri field nya terus dibawa maju tetapi belum ditembakkan. Starla masih terus meneropong, nunggu mereka mendekat. Starla sangatlah ingin mengincar nyawa pamannya.
Pasukan tentara bayaran yang dipimpin magician elves terus bergerak maju.
Beberapa saat kemudian.
Jarak sudah jauh lebih dekat lagi sekarang. Terdengar suara meriam ditembak dan meledak. Itu hanya untuk mengukur jarak, apa jarak tembak sudah terjangkau ataukah belum. Meriam menabrak rumput yang berjarak dua puluh meter dari gerbang dindingnya.
Mereka masih terus memajukan menara kayunya.
Beberapa detik berlalu.
Starla kembali memakai teropong untuk memastikan dimana lokasi berdiri pamannya. Setelah hapal dimana posisinya, Starla bersiap melakukan serangan spekulasi.
Starla memanggil elemental spirit warna merah. Kini Starla sudah diperkuat minor spirit. Spirit api berotasi memutari sekeliling tubuh Starla. Starla memunculkan api merah scarlett ditangan kanannya. Makin lama merahnya pun makin menghitam. Api tersebut berubah bentuknya menjadi sebuah busur panah kelas longbow. Starla juga membentuk anak panahnya dari kekuatan api scarlett yang makin menghitam warnanya.
Starla membidik anak panahnya kearah paman Hesper. Busurnya ditarik penuh, seolah tangan kecil Starla sangatlah kuat, mungkin iya.
"Pergilah ke alam baka!" Starla menatap tajam kepada sasaran.
Anak panah dilesatkan.
Sementara itu paman Hesper yang lengah masih beruntung. Seorang bawahannya melindunginya dari lesatan anak panah itu. Mengenai lengan atas, bukan luka fatal dan dapat diobati. Tetapi itu adalah pemikiran keliru. Mendadak anak panahnya berubah menjadi api merah tua yang sangat panas lalu berubah menjadi api yang biasa.
Tangannya terkena luka bakar, tangannya tidak bisa digerakkan. Bukan hanya itu, api merambat secara liar ke tubuhnya. Ia pun tumbang dengan luka parah.
"Kenapa dia bisa beruntung sih!" Melihat pamannya gagal terbunuh, Starla sangat kesal.
"Kamu hebat nyonya kecil." Puji kepala kesatria.
"Tidak, aku mengincar ketuanya," seru Starla. "Aku gagal."
__ADS_1
Starla mencoba lagi karena masih penasaran.
"Akan kucoba kembali, pasti kena!" Starla membidik dengan dipenuhi rasa percaya diri.
Lesatan anak panahnya tak bisa terlihat. Paman Hesper melihat kearah Starla dan tahu kalau ia sedang membidik. Dua orang ada didepannya pasang badan. Starla tetap mencoba menembak. Tetapi lagi-lagi gagal. Setiap kali Starla mengulang percobaannya, selalu digagalkan pengikut setia paman Hesper yang bertugas jadi perisai daging. Sudah enam anak buah dikorbankan paman sebagai pion perisai dagingnya. Dua orang mage dan empat milisi dengan pedang.
Menara kayu terus maju, segala altileri dan portabel shield juga dimajukan.
Regu stationary trops regunya tidak semuanya mengoperasikan meriam. Beberapa ada bersenjata crossbow karena tidak dapat tempat diposisi meriam. Pemegang crossbow pun mulai membidik pasukan footman yang dilengkapi perisai, pasukan milisi dengan perisai dan pasukan Knight dengan perisai. Menara kayu posisinya jelas mengincar gerbang dinding yang berstruktur kayu dan pagar besi penopang. Meriam pun ditembakkan musuh kearah pintu.
Tembakan beruntun mengenai gerbangnya.
"Arahkan meriam pada menara musuh!" Perintah kepala kesatria.
"Incar menara musuh!" Kepala regu pun mengarahkan.
"Bidik!"
Operator meriam membelokkan sudutnya.
Regu stationary trops sekutu kalah terampil dengan musuh. Sementara sekutu masih mencocokkan sudut tembak. Musuh telah selesaikan isi ulang amunisi meriamnya. Musuh melakukan tembakan yang kedua. Ledakan merusak pintu gerbang secara perlahan tapi pasti. Gerbang belum rusak untuk saat ini. Musuh langsung mengisi ulang meriam.
"Canon ready!" Seru kru meriam.
"Tembak!" Seru kepala regu.
Satu atau dua amunisi membuat ledakan yang merusak pondasi menara kayu musuh. Tetapi lebih banyak tembakan yang meleset.
Regu meriam sekutu mengisi ulang amunisi meriamnya segera. Regu crossbow menembaki unit mele musuh, mereka menahan dengan perisai. Beberapa bersembunyi dibelakang kereta Shield portabel.
Sekutu memasukan batang kayu dengan bantalan bulu pembersih moncong meriam. Setelah ruang ledak meriam bersih, bubuk hitam dimasukan sesuai takar. Amunisi silinder dimasukkan dan didorong memakai batang besi hingga itu masuk kedalam moncong meriam.
Hampir selesai mengisi ulang, tapi musuh mendahului.
"Kenapa mereka mengincar unit meriam, bukan pintu gerbangnya?" Tanya kepala kesatria.
"Komandan!" Seru pasukan regu, memanggil.
"Kenapa?" Sahut kepala kesatria.
"Mereka mendobrak dengan itu!" Regu kesatria menunjuk bawah.
Alasan menara kayu mengincar operator meriam adalah karena mereka memiliki battering ram. Battering ram adalah unit gerobak perang penghancur dinding. Tapi lebih efektif lagi kalau yang dijebol adalah pintu gerbangnya.
Lima puluh orang mendorong gerobak penjebol dinding.
"Regu crossbow berkumpul!" Seru kepala kesatria.
Regu crossbow yang tadi berbaris melebar saat mengincar unit mele musuh, bergerak kearah kepala kesatria. Tetapi mereka diganggu tembakan meriam lagi. Ledakan dibeberapa bagian. Ada regu yang terjatuh karena terserempet puing ledakan. Ada anggota regu yang terpeleset kebawah dinding dan terjatuh karena efek kejut ledakan. Tetapi yang berhasil berkumpul masih relatif banyak. Ada ratusan unit crossbow yang siap diposisi.
Tiba-tiba terasa getaran.
Musuh mulai menabrakkan pintu gerbang depan battering ram nya.
"Tembak unit perusak dinding itu!" Seru kepala kesatria, menunjuk kearah pintu gerbang dinding.
Ratusan unit crossbow membidik operator perusak dinding musuh. Getaran kembali terasa, pintunya terus didobrak oleh battering ram.
"Bidik!" Seru kepala kesatria.
"Harap tunggu!" Unit crossbow meminta waktu membidik.
__ADS_1
"Ready!" Seru unit crossbow.
"Tembak!" Seru kepala kesatria.
Ratusan anak panah menghujani operator perusak dinding. Banyak operator battering ram tewas oleh baut panah crossbow. Kini hanya belasan operator yang tersisa.
"Isi ulang!" Seru kepala kesatria.
Karena operator perusak gerbang tinggal sedikit, mereka jadi lama menarik balok pendobrak pintunya.
Beberapa footman musuh berlari kearah battering ram, mengganti tugas operator yang sudah mati.
"Tembak!" Seru kepala kesatria.
"Masih isi ulang." Interupsi unit crossbow.
Meriam musuh dan meriam sekutu terus jual beli tembakan. Personil sekutu banyak yang gugur karena terkena ledakan meriam musuh. Sementara pihak sekutu akurasi tembakan meriamnya agak payah.
"Dasar payah." Batin Starla.
Starla kembali membentuk busur panah kelas longbow ditangannya. Membidik operator meriam milik musuh agar mereka tidak mampu menembak meriamnya lagi.
Satu demi satu lesatan anak panah Starla mengenai musuh. Jumlah lesatan anak panah yang Starla tembakan cukup cepat dalam satu waktu. Setiap satu menit iya bisa menembak lima belas anak panah yang kena sebelas. Meriam makin lambat karena operatornya telah dilumpuhkan Starla oleh longbow.
Tau-tau kerusuhan terjadi didalam dinding. Ternyata unit mage musuh berhasil masuk kedalam dengan diam-diam. Mungkin mereka pakai sihir terbang atau sapu terbang.
Saat Starla melihat kearah dalam dinding, yang dilihatnya adalah banyak rumah sebanyak satu atau dua block tak sampai satu distrik. Rumah-rumah mengelilingi kastil besar nan megah. Para mage nya memakai sihir api atau petir.
Kerumunan mage sedang melawan kesatria penjaga. Mereka pasukanĀ yang tadinya dipersiapkan untuk bertempur setelah dinding jebol.
"Tau-tau sudah didalam." Starla beralih kedalam dinding fokusnya.
Starla menarik busur panahnya. Dilesatkan satu bersatu mengenai magic caster musuh. Kru pengguna crossbow masih fokus meniadakan diluar dinding. Starla pun berhasil memanah tujuh mage musuh.
Tau-tau sihir tingkat tinggi telah dilepaskan. Bola es raksasa melaju kencang dari atas menuju pintu gerbang dinding. Kalau dilihat dari sudutnya, itu disulap dari dalam dinding. Dengan kata lain magic caster nya ada didalam dinding.
Suara ledakan bergemuruh.
Biasanya api yang menyebabkan ledakan. Tapi kali ini bola es lah penyebabnya. Bukan hanya bahan kimia penghasil api, nitrogen juga dapat menghasilkan daya ledak.
Reflek, Starla melindungi kepala dengan kedua tangannya untuk melindunginya dari serpihan es. Bahkan kru penjaga dinding yang berada dibelakangnya mendapat cidera karena ledakan es tersebut. Karena Starla memiliki darah snow elves, ia pun resist terhadap efek ledakan sihir es tersebut.
"Komandan!" Teriak regu meriam.
Starla menoleh kebelakang. Ia pun melihat kepala kesatria pun berlari keujung depan dinding, ia melihat sesuatu yang terjadi disana. Yang dilihatnya adalah bagian gerbang dinding depan. Butuh waktu lama untuk battering ram merusakkan gerbang dinding, tapi butuh waktu singkat untuk sihir tingkat tinggi untuk merusakkan gerbangnya.
"Crossbow tembak!" Seru kepala kesatria.
Kru crossbow telah tercerai-berai. Pengguna crossbow yang siap tuk menembak hanya tinggal sedikit. Konsentrasi pun jadi kacau karena ledakan besar tadi. Sihir dahsyat barusan merusakkan mental para kesatria penjaga dinding. Lesatan crossbow banyak yang meleset.
Starla telah berdiri dan melihat.
Sekumpulan pasukan itu berlari menuju gerbang yang telah jebol karena sihir penghancur. Kepala kesatria mulai putus asa, Starla takkan membiarkan pamannya meraih kemenangan. Starla pun memakai sihir api, roh api minor masih mengelilingi tubuhnya.
Sihir Starla kini diperkuat efek buff dari mana roh.
"Tidak semudah itu cecunguk!"
Starla mengumpat kesal.
Magic caster memang cukup besar pengaruhnya dalam pertempuran. Apalagi di era sword and sorchery.
__ADS_1
~bersambung~