Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 100


Setelah pembicaran di ruang kerja papa Devon, Mika kembali ke kamarnya. Di dalam kamar Mika mempersiapkan kebaya dan setelan jas milik Devon. Pakaian ini adalah pakaian yang dipakai 4 tahun yang lalu ketika mereka menikah.


Sedang papa Devon dan istrinya sedang sibuk menelepon bu Leni sabagai perwakilan keluarga Mika, selain itu papa Devon juga menelepon abah Dahlan yang tak lain adalah mamangnya.


Papa Devon meminta tolong kepada mamangnya agar mau menjadi penghulu di pernikahan kedua bagi Devon dan Mika.


Acara pernikahan kali ini baik papa dan mama Devon hanya mengundang pihak keluarga dekat saja. Sayangnya keluarga pak Edi tidak dapat hadir dalam acara pernikahan kedua Devon dan Mika karena mereka masih berada di Jerman.


Sedangkan untuk WO kali ini mama tidak memakai WO terkenal dan mahal lagi melainkan hanya percayakan kepada WO kecil milik temannya.


Walaupun papa Devon menginginkan acara sederhana tetapi ukuran sederhana mama Devon selalu berbeda.


Tepat pukul 10 pagi abah dan istrinya berserta istri ustad Samsul dan anak perempuannya yang bernama Ida datang di kediaman orang tua Devon setelah di jemput Udin supir papa Devon.


"Assalamualaikum wr wb.." ucap Abah beserta keluarganya.


"Wa'alaikumsalan wr wb.." jawab papa Devon.


Papa menyambut kedatangan mamang berserta keluarganya dengan senang. Setelah mereka sampai di ruang tamu yang sudah di sulap menjadi tempat akad nikah berkat jasa WO milik teman arisan mama.


Devon pun sudah turun ke lantai satu dan menujuh ruang akad nikah sambil menyalami aki, nini, bibi dan kaka sepupunya yang baru datang. Karena semua sudah berkumpul baik bu Leni dan keluarga lainnya, maka acara akan segera di mulai.


Abah Dahlan bertindak sebagai penghulu sekaligus sebagai wali nikah Mika dan ada pun sebagai saksi di wakili oleh ustad Samsul dan pak RT setempat.


Devon dengan sadar dan penuh semangat mengucapkan kembali janji suci pernikahan dengan wanita yang pernah menjadi istri dan yang sudah menjadi ibu dari anak - anaknya.


Kata SAH membuat Devon kini sebagai pelengkap kebahagiannya. Senyum mengembang di bibirnya menyambut kedatang istrinya.


"Cantik" ucap Devon dalam hatinya.


Devon yang mengagumi kecantikan istrinya, wajah cantik istrinya masih sama seperti 4 tahun yang lalu saat pertama kali menikahinya.


Kebahagian terbesar Devon saat ini adalah kesempatan yang di beri istrinya untuk memperbaiki semua yang telah rusak akibat kebodohan dirinya.


Setelah acara akad nikah usai, dilanjutkan dengan sesi foto - foto. Dalam sesi foto keluarga ini adalah moment paling lucu dan mengharukan. Empat tahun yang lalu dalam pelaminan hanya Devon dan Mika yang terpajang dalam foto, namun kali ini mereka foto bersama ke tiga anak mereka yang turut hadir dalam pernikahan kedua mereka.


Setelah itu dilanjutkan berfoto dengan anggota keluarga lainnya dan tiba - tiba suara salam mengejutkan yang hadir.


"Assalamualaikum" ucap wanita yang sedang hamil besar.


Wanita hamil itu tak lain adalah Intan. Dirinya nekat meminta ikut suaminya yang ada tugas di Bandung, namun siapa sangka ke datangannya ke rumah orang tuanya bertepatan dengan pernikahan kedua Devon dan Mika.

__ADS_1


Intan datang mendekati ke dua pengantin yang sedang asik melakukan sesi foto.


"Hei anak nakal, apa kalian gak ingat kakamu ini?" ucap Intan dengan ketus.


Mika kaget melihat kaka ipar tercinta di hadapannya dalam keadaan hamil besar sungguh tak pernah ada di benaknya.


"Ya Tuhan, kak Intan...I'm sorry" ucap Mika.


Mika berucap seperti anak kecil yang merengek meminta di maafkan ibunya karena ketauan salah.


"Ha...ha...ha..." tawa Intan.


Intan senang dapat ngerjain adik iparnya yang mudah baper banget.


Intan memeluk adik iparnya dengan penuh sukacita. Akhirnya pernikahannya dapat di selamatkan, walauphn sudah masuk kejurang ke hancuran akibat perbuatan konyol adiknya.


Setelah memeluk Mika, Intan mendekati Devon. Tanpa aba - aba tangan kanannya langsung menjewer telingah kanan adiknya.


"Aduh...duh...sakit kak...sungguh sakit kak..." teriak Devon.


"Yakin sakit?" tanya kak Intan.


"Sungguh kak, telingaku hampir putus" jawab Devon.


"Awas kalau kau berulah lagi, bukan cuma satu telingamu yang hampir putus, tetapi anu mu aku putusin" ucap kak Intan.


Devon yang tau akan kesalahannya memilih diam dari pada memperpanjang urusan dengan kaka nya.


"Ayo kak kita berfoto!" ajak Mika.


Mika ingin mengalihkan kemarahan kaka iparnya terhadap suaminya. Mika yang tidak ingin terjadi apa - apa pada kaka iparnya memilih mengalihkan pada yang lain.


Setelah berfoto - foto mama Devon mengajak kak Intan duduk di sofa empuk kesukaannya.


"Kenapa nekat datang di saat hamil besar nak?" ucap mama.


"Kenapa kalian tega di moment penting ini aku tidak di kasih tau" ucap kak Intan.


Mama yang merasa bersalah karena tidak memberitahu anak sulungnya atas pernikahan adiknya.


Mama juga menjelaskan bukan diam - diam tetapi mereka khawatir dengan kehamilan kak Intan yang sedang menunggu kelahiran dan takut terjadi apa - apa di perjalanan.


Akhirnya kak Intan mengerti atas penjelasan keluarganya mengapa tidak memberitahunya.

__ADS_1


"Kak kamu siapa yang kasih tau?" tanya mama.


Kak Intan menjelaskan kepada mama bahwa kedatangnya untuk menemani suaminya yang di tugaskan ke Bandung.


Kak Intan juga memberitahu keluarganya kalau awalnya suaminya menolak mengajaknya tapi bukan Intan namanya kalau tidak jago merayu suaminya dan bisa luluh menuruti semua kemauan Intan.


"Ya ampun anakku nekat sekali kamu" ucap mama.


Mama sungguh gemes dengan kelakuan kekanak - kanakan anak perempuannya ini.


Intan yang tidak mau di salahkan dengan mamanya kembali membela dirinya.


"Kalau aku tidak nekat hari ini, bisa jadi aku tidak bisa turut hadir dalam pernikahan adikku ini ma" ucap kak Intan.


Mendengar ucap kak Intan, mama akhirnya mengiyakan juga ucapan anaknya.


"Sudah...sudah, ayo kita semua pada makan!" ajak papa Devon.


Pusing mendengarkan perdebatan anak - anak dan istrinya akhirnya papa Devon berpikir dengan mengajak makan dapat mencairkan suasana dan keadaan biar lebih tenang.


Kini mereka semua berkumpul untuk makan bersama, semua yang hadir terlihat wajah bahagianya terutama bu Leni.


Bu Leni bersyukur akhirnya anak angkatnya telah kembali dalam tanggung jawab Devon. Bu Leni hanya berharap semoga Mika dapat kebahagian sepenuhnya dan tiada lagi pengkhianatan yang dilakukan suaminya.


Setelah acara makan - makan usai pula rangkaian acara pernikahan Mika dan Devon ini.


Ustad Samsul beserta istri dan kedua anaknya yaitu Amir dan Ida ijin pamit pulang dahulu karena ada acara yang lainnya pada sore hari.


Sedangkan abah Dahlan dan istri di minta papa Devon agar menginap dulu di rumahnya untuk memberi nasehat pernikahan kepada anak dan menantunya.


Begitu juga dengan bu Lebi dan adik - adik panti Mika yang pamit ijin pulang. Namun sebelum pulang bu Leni mendatangi Devon dan menitipkan sebuah pesan yang menohok untuk Devon.


"Nak Devon ibu pamit dulu, jagalah baik - baik istri dan anak - anakmu...Kebahagian itu bukan hanya nafsu yang berbalut dosa, tetapi keluarga dalam ikatan SAH pernikahan penuh ke berkahan" pesan bu Leni.


"Iya bu" ucap Devon.


Devo merasa bersalah sekali mengecewakan banyak orang atas ke khilafannya.


Setelah itu bu Leni berpamitan kepada anak angkatnya Mika serta kedua mertua, kaka ipar dan kerabat anak angkatnya sebelum pulang.


Bersambung...


🌸🌸Lanjut ikuti ceritanya yaa..🌸🌸

__ADS_1


Mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2