
Bab 146
Perjalanan yang lumayan cukup memakan waktu ini baru tiba di terminal kampung rambutan di Jakarta. Kini Devon akan melanjutkan kembali menaiki bis menujuh Bandung.
Devon berharap perjalanannya akan lancar dan akan cepat sampai di tempat tujuan. Setelah 4 jam perjalanan akhirnya sampai juga di terminal Leuwi panjang, Bandung.
Sesampainya di pemberhentian terakhir bis itu membuat Devon harus melanjutkan perjalanan ke rumahnya dengan menyambung dua kali naik angkot untuk sampai ke rumah orang tuanya.
Hari yang sudah mulai gelap karena jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan gerimis rintik - rintik membasahi tanah saat itu. Devon berniat menaiki taksi untuk sampai rumah orang tuanya.
Devon mencari taksi kosong di halte bis tidak jauh dari terminal. Sudah hampir 1 jam tidak ada satu pun taksi yang lewat, hujan bertambah deras Devon yang belum makan sejak pagi membuatnya kedinginan.
Devon menahan rasa tidak nyaman dalam dirinya. Bagi Devon sampai rumah orang tuanya lebih penting di banding apa pun. Tidak lupa Devon dalam hati beristigfar agar di beri keikhlasan dalam hatinya.
Setelah menunggu lebih dari 2 jam di putuskan akan tidur di halte bis tersebut. Devon bermalam di halte bis, hingga hampir menjelang subuh dirinya bangun dan mencari masjid untuk melaksanakan sholat subuh yang sejak 2 tahun terakhir ini tidak pernah di lewati seperti yang sudah - sudah.
Pengalaman hidup yang kelam menuntun Devon rajin ibadah. Setelah azan berkumandan Devon melaksanakan sholat berjamaah dengan makmum lainnya. Usai sholat Devon berjalan kembali ke halte untuk mencari taksi yang kosong.
Penantian Devon membuahkan hasil, setelah 10 menit menunggu akhirnya mendapatkan taksi yang akan mengantarkan dirinya pulang ke rumah orang tuanya.
Selama perjalanan Devon penuh kecemasan dengan sikap orang tuanya apakah dapat menerima atau tidak kehadirannya yang telah lama menghilang tanpa jejak ini.
Perjalanan yang lumayan jauh ini akhirnya sampai juga di depan rumah kediaman keluarga Bagaskara. Jarak yang lumayan jauh membuat ongkos taksi mencapai 248 ribu. Devon yang kurang 100 dengan terpaksa meminjam security di rumahnya.
"Pak Aan" ucap Devon.
Pak Aan melihat untuk menegaskan siapa yang memanggilnya setelah yakin bahwa itu adalah anak majikannya barulah Security tersebut menyapanya.
"Den Devon?" tanya security.
Devon menganggukan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan securitynya dan langsung memeluknya. Usai melepas kangen Devon meminta tolong meminjam 100 ribu untuk membayar ongkos taksi.
Pak Aan langsung memberikan kepada Devon tanpa bertanya hal yang lainnya. Devon membayar ongkos taksi dan menanyakan keberadaan orang tua dan kakaknya.
Setelah mendapat jawaban ada Devon segera menujuh pintu utama rumah dan tidak lupa mengucap salam sebelum masuk.
Saat di dalam rumah suasana masih sepi, Devon terus berjalan hingga menujuh ruang makan. Ternyata kedua orang tua dan kakanya sedang sarapan bersama di meja makan.
"Assalamualaikum Ma, pa, ka.." ucap Devon.
__ADS_1
Mereka yang berada di meja makan menengok ke arah suara yang mereka kenal dan rindukan.
"Ya Tuhan, benarkah ini kau nak?" tanya mama kepada Devon.
Devon mendekat dan memeluk mama nya, berkali - kali Devon mengucap kata maaf dan penyesalannya yang sudah menyakitkan hati mamanya.
Setelah puas bertangis - tangisan dengan sang mama, kini Devon menghampiri sang papa dan bersujud di bawah kakinya dengan kata maaf berkali - kali diiringi tangis penyesalan Devon.
"Bangunlah nak" ucap sang papa.
Devon enggan bangun sampai ada kata maaf dari papanya. Suara tangis dan perminta maaf yang tulus itu menjadi sang papa terharu.
"Bangunlah nak, papa sudah memaafkanmu" ucap papa Devon sambil meneteskan air matanya.
Devon langsung bangun dari sujudnya dan memeluk erat papa sambil menghapus air mata di kedua mata papanya.
"Pa jangan menangis, Dev yang salah dan berdosa dengan papa, jangan menangis air mata papa sangat berharga bagi Dev" ucap Devon dengan isakan tangisnya.
Suasana pagi itu cukup mengharukan hingga di pecahkan dengan suara nyinyiran kak Intan.
"Hei adik durhaka, apa kau tidak memohon maaf pada kaka cantik mu ini?" ejek kak Intan kepada Devon.
Devon langsung melerai peluknya dari sang papa dan langsung memeluk kakanya dan mengucapkan kata maaf pada kaka konyolnya tidak lupa Devon pun membalas perbuatan kakanya
dengan mengusilkannya. Devon menciumi seluruh wajah kakanya kecuali bibir sambil memohon maaf kepada kakanya.
"Geli Dev, cukup kaka marah nih" ancam kak Intan.
Devon langsung menghentikan perbuatannya setelah mendapat ancaman sang kaka. Devon lalu meraih tangan kanan kakanya dan mencium dengan takzim untuk meminta maaf dengan tulus akan kesalahannya.
Devon akhirnya merasa lega ketika seluruh keluarganya dengan ikhlas menerima kembali keberdaan Devon walaupun sudah banyak kesalahan yang di buat Devon bahkan membuat malu nama baik keluarga.
"Makalah nak, ayo kita makan bersama nanti kita akan sambung lagi obrolan kita!"Ajak sang papa untuk melanjutkan makan pagi yang tertunda karena moment mengharukan itu.
Kini semua makan dengan tenang termasuk Devon 2 tahun lebih makan dengan makanan seadanya membuat Devon tidak memilih makanan lagi, Devon yang dulu dan kini sangat berbeda sekali. Kini Devon menjadi pribadi yang lebih bersyukur atas anugerah yangTuhan berikan.
Usai makan papa mengajak seluruh keluarganya untuk melanjutkan obrolan mereka di ruang keluarga, namun Devon yang teringat akan hutangnya kepada pak Aan security di rumahnya langsung meminta bantuan dari mamanya.
"Ma, maaf dapatkah aku meminta uang 100 ribu untuk membayar hutang kepada pak Aan" ucap Devon dengan hati - hati dan dengam suara sepelan mungkin karena Devon yang di liputi rasa malu.
__ADS_1
Devon yang tidak ingin terjadi prasangka buruk lagi, segera Devon menjelaskan permaslahannya hingga harus meminjam pak Aan.
Mama Devon yang mendengar cerita Devon segera mengeluarkan uang 2 lembar seratus ribu dan memberikan kepada Devon.
Devon yang merasa pemberian mamanya berlebih akhirnya hanya mengambil 1lembar saja.
"Dev akan bayar jika Dev sudah bekerja kembali ma" ucap Devon.
Sang mama yang tidak ingin matahkan semangat Devon hanya menganggukan kepalanya.
Setelah di beri uang Devon segera berlari keluar rumah menujuh pos penjagaan rumahnya dan memberikan kepada pak Aan.
"Pak ini saya bayar hutang saya" ucap Devon.
Pak Aan menerima uang dari Devon karena dirinya memang membutuhkan uang tersebut.
Setelah itu Devon menujuh ruang kerja papanya dan duduk di sebelah kakanya.
Papa Devon yang melihat Devon sudah datang, kini papa Devon memulai pembicaraannya.
Banyak yang di jelaskan sang papa termasuk status rumah tangga Devon yang sudah berakhir dengan perpisahan.
Devon sempat syok atas apa yang di sampaikan ayahnya, namun Devon dapat terima dengan ikhlas. Devon pun menyadari akan kesalahannya yang sulit dimaafkan itu.
Setelah sang papa menjelaskan putusan pengadilan agama yang menyetujui gugatan Mika atas perselingkuhan berikut buktinya.
Devon cukup kaget ternyata Mika memiliki dokumen perselingkuhannya dengan Shila. Devon hanya bisa mengucapkan kata maaf kepada papa nya yang sudah membuat malu keluarga.
Kini sang papa dengan tegas meminta Devon menceritakan dari awal hingga akhir apa yang terjadi padanya.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
__ADS_1
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ