
Bab 155
Hari ini adalah hari kebebasan Aldo, tepat pukul 11 siang Aldo keluar dari Lembaga Pemasyarakatan kelas 1 Bandung. Kedua orang tuanya beserta pengacaranya datang menjemput Aldo.
Selama perjalanan dari Lapas hingga ke rumah Aldo tidak henti mengucapkan permohonan maaf kepada kedua orang tuannya.
Sesampainya dirumah, Aldo minta pengacaranya agar menghubungi Devon beserta keluarga Devon dan mengatur pertemuan mereka dalam rangka permohonan maaf Aldo.
Sang pengacara akan secepatnya merealisasikan permintaan klien nya. Aldo sedikit lebih tenang bila pertemuan itu akan terwujud.
Aldo yang menjalankan hukumannya beberapa tahun di dalam lembaga Pemasyarakatan membuat perbaikan dirinya, sikap dan perbuatan buruknya perlahan dapat di ubah walaupun belum sepenuhnya.Setidaknya kini sudah ada penyesalan dalam dirinya.
Kedua orang tua Aldo merasa senang bahwa puteranya sudah menunjukan perubahan baik sikap dan perbuatan.
Kedua orang tuanya yang berkali - kali dipermalukan oleh sikap Aldo membuat mereka berdua kehilangan muka untuk berkumpul dengan para rekan bisnis dan teman - temannya.
Ibu Aldo sangat bersyukur hingga meneteskan air matanya karena rasa syukurnya akan perubahan sikap Aldo yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Sepulangnya dari rumah orang tua Aldo ternyata sang pengacara langsung mengirimkan surat ke rumah orang tua Devon selain itu sang lawyer juga menelepon Devon agar dapat berbicara langsung kepada Devon.
Rupanya Devon merespon baik undangan makan dari Aldo dan mereka sepakat pada waktu dan tempat yang disepakati.
Devon jujur merasa kesal dan sakit hati akan perbuatan Aldo selama ini bahkan Devon seakan puas jika melihat Aldo terpenjara selamanya. Namun setelah melihat niat baik Aldo akhirnya hati Devon mencair.
Kesepakatan mereka bertemu sudah di sepakati yaitu sebuah resto di Bandung yang sangat jauh dari keramaian bahkan sangat cocok bagi pengunjung yang menginginkan ketenangan saat bersama keluarga.
Aldo datang bersama kedua orang beserta adik dan adik iparnya. Sedangkan Devon hadir bersama kedua orang tuanya. Kak Intan tidak bisa menghadiri acara silaturahi itu karena dirinya harus praktek pada jam tersebut di RS. X.
Kedatangan kedua keluarga ini di tengahi oleh seorang pengacara Aldo. Beliau pun turut hadir dalam acara silaturahi dan permohonan maaf Aldo kepada Devon beserta keluarganya.
Pertemuan itu agak kaku, walaupun Devon dan Aldo sempat banyak kecanggungan yang di tunjukan namun atas bantuan pengacara Aldo akhirnya mereka dapat mencairkan suasana.
Aldo sempat menanyakan kabar Devon setelah diawali permohonan maaf atas sikap dan perbuatannya selama ini.
Devon yang melihat perubahan sikap Aldo dan ketulusan yang di tunjukan membuat Devon dan pihak keluarga menerima permintaan maaf Aldo.
__ADS_1
Setelah sesi permintaan maaf kedua keluarga ini melanjutkan dengan makan siang bersama. Walaupun mereka masih agak canggung terutama kedua orang tua Aldo yang merasa sangat malu sekali dengan keluarga Bagaskara.
Kedua orang tua Aldo berkali - kali meminta maaf akan kesalahan anaknya. Memang perbuatan Aldo sungguh luar biasa jahat dalam merusak hubungan rumah tangga Devon saat itu.
Papa dan mama Devon memberikan respon yang positif sehingga kedua orang tua Aldo merasa lebih lega setelah diantara mereka sepakat untuk saling memaafkan.
Mereka makan dalam suasana yang cukup agak canggung tetapi semua yang hadir di acara makan siang berusaha untuk menyamankan diri masing - masing.
Di ruangan yang berbeda dalam resto yang sama ternyata Mika pun sedang makan siang bersama sekertaris dan Andy di resto tersebut.
Aldo sempat pamit sebentar ke toilet karena merasa ingin buang air kecil. Aldo menuntaskan buang air kecilnya di toilet. Setelah selesai Aldo melihat Mika sedang berjalan bersama seorang pria dan seorang wanita.
Aldo sempat mengenal wanita yang bersama Mika yang tak lain adalah sekertarisnya sedangkan pria yang di samping Mika membuat dirinya bertanya siapa pria tersebut.
Aldo diam - diam mengikuti Mika dari kejauhan. Aldo memperhatikan Mika dari jarak yang lumayan jauh dengan maksud agar Mika tidak salah paham kembali bila melihatnya.
Saat Aldo. Sedang asik melihat Mika dengan kedua rekannya itu tiba-tiba Aldo melihat sebuah mobil meluncur dengan kecepatan tinggi menghampiri Mika.
"Awas..." teriak Aldo sambil berlari kearah Mika dan langsung mendong Mika.
"Ah.... " teriak Mika dan sekertarisnya yang melihat seorang tertabrak tepat di depan pintu lobby resto.
Mika dan sekertarisnya segera mendekati korban tersebut, sungguh mereka merasakan ngeri ketika melihat wajah muka korban pernuh darah segar yang mengalir dari hidung, mulut dan pelipisnya.
Saat tenaga medis telah datang dengan mobil ambulance dan ketika para petugas akan menggotong korban dengan tandu Mika melihat wajah korban walaupun samar dengan darah segar yang terus mengalir dari mulut dan hidungnya.
"Aldo" teriak Mika bersama sekertarisnya yang juga mengenali korban.
Suara ribut - ribut di lobby resto membuat pengunjung lain sebagian berhamburan keluar resto termasuk keluarga Aldo dan keluarga Devon, terlebih ibu Aldo mendengar nama anaknya disebut - sebut.
Sesampainya di pintu lobby resto kedua keluarga tersebut sangat syok terlebih mama Aldo teriak histeris begitu melihat anak laki - lakinya terlentang di tandu dengan kepala dan wajah penuh darah.
Petugas ambulan langsung membawa Aldo ke dalam ambulance. Ayah dan ibu Aldo meminta ijin pada pihak perawat ambulance agar ikut kedalam mobil ambulance yang akan membawa puteranya ke RS terdekat untuk mendapatkan pertolong medis.
Ayah dan ibu Aldo ikut dalam rombongan ambulance. Sedangkan adik Aldo beserta suaminya segera mengikuti mobil ambulance yang membawa Aldo.
__ADS_1
Devon yang melihat Mika bersama sekertarisnya yang berada di resto tersebut segera memanggilnya.
"Mika" panggil Devon yang merasa Mika seperti sedang kebingungan.
Mika segera menoleh ke
arah sumber suara tersebut.
"Mas Devon" ucap Mika.
Devon tersenyum dan segera menghampiri Mika. Lalu Devon menawarkan Mika untuk ikut serta di mobilnya untuk mengikuti mobil ambulance.
Mika meyetujui ajakan Devon dan segera menaiki mobil Devon. Didalam mobil Mika hanya terdiam saja.
Kedua orang tua Devon yang melihat Mika tidak nyaman segera mencairkan suasana dengan bertanya kabar mantan menantunya tersebut.
Mama Devon banyak bertanya kabar kepada Mika bahkan maksud keberadaan Mika di resto dalam rangka apa.
Mika terbawa suasana dan mencerita kronologi kejadian kecelakaan yang Mika ketahui sebelum Aldo mendapatkan musibah kecelakaan itu.
Obrolan mereka akahirnya membuat perjalanan mereka telah sampai di RS. Melatih yang letaknya tidak jauh dari Resto tersebut.
Aldo sedang mendapatkan penanganan di UGD dan kedua orang tua Aldo menunggu di luar ruangan.
Mika segera menghampiri keluarga Aldo dan menjelaskan kronologi kejadian menurut Mika yang di saksikan oleh sekertarisnya.
Papa Aldo segera melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian dengan bantuan pengacaranya yang turut datang ke RS. Melatih.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
__ADS_1
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ