
Bab 107
Malam harinya sebelum Mika tidur Devon menanyakan bagaimana seminar awam di RS.Diamond pada hari ini.
Mika menjelaskan kalau seminar awam tadi pagi berjalan lancar dan antusias masyarakat yang hadir cukup baik.
Mika yang mengetahui jika Devon itu mudah cemburu dirinya memilih tidak menceritakan kalau Aldo datang ke acara seminar awam tersebut.
Mika mengalihkan ke masalah email yang di kirim Aldo.Tidak lupa Mika menjelaskan bagaimana program yang di miliki Aldo untuk perkembangan RS.Diamond.
Devon melihat plan program yang di buat Aldo tersebut. Setelah di amati Devon cukup tertarik dengan plan program Aldo yang di nilai cukup berbeda dan memiliki nilai jual yang baik dalam pengembangan RS.Diamond.
"Keren juga plan programnya" ucap Devon.
Mika pun menganggukan kepala tanda menyetujui penilaian Devon terhadap plan program Aldo.
Setelah usai berdiskusi mengenai pekerjaan, Mika mengajak Devon untuk tidur karna besok pagi mereka akan di tunggu dengan aktifitas prakteknya.
Devon menarik Mika ke dalam pelukannya dan menghujani Mika dengan ciuman bertubi - tubi seperti gemas dengan anak - anak mereka yang masih unyu - unyu.
Mika yang selalu merindukan dekapan suaminya lebih bersikap manis dan lembut saat Devon membuainya dengan sentuhan demi sentuhan.
Kini mereka berdua telah terlelap dalam tidurnya, terkecuali seorang pria lajang masih bertahan dengan mata yang terus terjaga dan berbeda rumah dari mereka yaitu Aldo.
Mika dan Devon berencana akan membalas email dengan kata menerima dan siap untuk bekerja sama demi kemajuan RS.Diamond dengan Aldo yang mereka kenal dengan nama Kevin.
Pagi hari seperti biasa mereka melaksanakan rutinitas mereka sebagai orang tua, anak dan dokter.Semua aktifitas mereka dilaksanakan dengan senang hati.
"Mas nanti setelah selesai praktek di poli jangan lupa kita ke poli ortoped ya?" ucap Mika.
"Ok sayang, nanti aku akan ke ruangan bu direktur cantikku" goda Devon kepada istrinya.
Mika hanya berpura - pura memasang muka cemberut dengam bibir di monyongkan untuk menggoda Devon.
__ADS_1
Sikap Mika justru memancing sisi kebuasan Devon. Dirinya tanpa segan - segan memberikan ciuman buasnya kepada Mika.
Mika bahkan sampai kewalahan dalam menghadapi suaminya, namun gelora muda nya mulai panas dan akhirnya berhasil dalam mengimbangi permainan belit membelit lidah dalam rongga mulut mereka.
Mika melihat jam di dinding kamarnya telah pukul 07:00, Mika menyudahi ciuman panas mereka, walaupun dalam hati kecil Mika dirinya ingin melanjutkan yang lebih, tetapi tidak melanjutkannya.
Devon sempat kesal dan protes terhadap istrinya yang menggantung kenikmatannya. Dengan nada genitnya Devon minta melanjutkan di ruangan Mika nanti.
"Kita lanjutkan nanti ya sayang" ucap Devon.
Mika tidak menjawab hanya tersenyum mendengar kelakuan suaminya.
Mereka berdua ke RS. Diamond tanpa menggunakan supir pribadi, kali ini Devon yang mengemudikan mobilnya karna supir pribadinya telah resign dan Devon pun belum mendapatkan penggantinya.
Kini Mika dan Devon telah sampai di RS. Diamond tempat mereka berdua bekerja. Devon menggam erat tangan lembut istrinya sejak dari dalam mobil.
Saat di lorong RS bahu kiri Mika tertabrak seseorang, Mika hampir terjungkal kebelakang karna saking kerasnya tabrakan itu.
"Hei kamu Mika kan? Mika si anak panti? anak tidak jelas asal usulnya, penyakitan dan hidup lagi" ucap seorang ibu setengah baya.
Mika hanya diam tanpa menanggapi ucapan wanita paruh baya itu. Mika menarik lengan suaminya untuk melanjutkan perjalanan mereka.
"Mika ilmu pelet dari mana yang dapat memikat pria ganteng dan kayak itu, walaupun pincang" ucap wanita paruh baya.
Wanita itu seperti tidak puas dalam menghina Mika sampai mengucapkan hinaan berkali - kali, bahkan Devon pun ikut terbawa dalam hinaannya.
Mika tetap diam dan berusaha tidak mengubris ucapan wanita peruh baya itu. Mika tidak ingin membuat tontonan gratis di RS. miliknya.
Mika menarik lengan suaminya agar tidak menanggapi ucapan wanita itu, walaupun Mika melihat kemarahan dari wajah Devon.
"Ayo mas" ajak Mika.
Devon dan Mika hendak meninggalkan wanita paruh baya itu, tetapi di luar dugaan wanita itu mengencangkan suaranya seolah ingin mengundang masa agar dapat memalukan Mika.
__ADS_1
"Hei anak haram, kau di buang karna dosa orang tuamu yang penzina, untung saja anakku si Didi tidak sampai kepikat olehmu kalau tidak keluargaku akan terkena sialmu dan kau pemuda tampan berhati - hatilah dengan anak haram ini bila tidak mau terkena sial dalam hidupmu" teriak wanita paruh baya itu.
Devon sungguh emosi dengan wanita paruh baya itu, tetapi Mika mencoba menenangkannya. Mika membalas ucapan wanita itu dengan ucapan yang cukup menohok baginya.
" Bu aku diam karna aku menghormati usiamu tetapi bukan perarti kau dapat menghinamu sesuka hatimu, Lihatlah Aku, apakah aku pernah berhutang budi denganmu? dan apakah aku pernah membuat keluargamu menderita, sehingga kau melampiaskan dendammu dengan cara menghinaku?, jika tidak mengapa kau habiskan di sisa usiamu dengan menambah dosamu" ucap Mika.
Tanpa mereka sadari beberapa orang sudah berkumpul menyaksikan keributan yang di buat wanita paruh baya itu.
Usaha wanita peruh baya itu mempermalukan Mika membuat dirinya diam terbungkam dengan ucapan yang cukup membuat wanita ini malu.
Setelah Mika membalas ucapan wanita itu, Mika mengajak suaminya untuk menujuh ke ruangnya, suasana hatinya yang tidak baik membuat Mika butuh bahu Devon untuk bersandar.
Wanita paruh baya itu tertunduk malu setelah mendengar beberapa beberapa cibiran dari orang yang berlalu lalang di depannya.
Wanita itu pergi secepat mungkin sebelum pihak security mengusirnya dengan paksa.
Sepanjang jalan wanita tua itu terus menggerutu tentang Mika, semua ucapannya hanya berisi hujatan saja untuk Mika.
Sesampainya Devon mengantar Mika di ruangannya dirinya tidak langsung pergi menujuh polinya. Devon yang melihat situasi yang sunyi dan sekertaris Mika pin tidak ada di tempat membuat Devon ingin memanfaatkan situasi yang tepat itu.
Devon mulai mengecup bibir manis istrinya yang lama kelamaan kecupan itu menjadi sebuah ciuman lembut dan tidak lupa Devon membisikan kata - kata romantis di telinga Mika, keromantisan Devon membuat Mika melayang.
Mika yang tidak ingin merusak moment romantisnya hanya bisa mengikuti arus yang Devon ciptakan. Ciuman lembut yang di berikan Devon pada bibir Mika menjadi ciuman panas yang berlanjut kepada keinginan yang lainnya.
Selanjutnya author skip ya say.. πππ
Silakan bayangkan masing - masing πππ
Setelah Mika dan Devon menyelesaikan hasrat kenikmatan mereka, lalu Mika dan Devon kembali melanjutkan aktifitas mereka selanjutnya.
Bersambung...
Terima kasih telah mengikuti karya Author, mohon maaf bila ceritanya tidak sesuai keinginan kalian dan bila ada salah typoππππ
__ADS_1
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya authorππππ
Tinggalkan jejak Like dan komentar nya ππππ