Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 76


Setelah mendengar berita kecelakaan Devon, papa dan mama Devon meminta supir pribadi mereka mengikuti kendaraan aparat kepolisian tersebut untuk mendatangi TKP.


Sepanjang perjalanan hanya ditemani guyuran rintik hujan. Sunyi sepi tanpa obrolan apapun antar sepasang suami istri dan supirnya. Sesekali mama menghapus air matanya yang menetes di sudut matanya.


Papa Devon berusaha tegar walaupun hati kecilnya bersedih. Papa Devon tidak ingin dirinya terlihat lemah di hadapan orang lain terutama istrinya.


"Ya Tuhan mohon berilah petunjukMu dan lindungilah keluargaku" doa papa dalam hatinya.


Jarak tempuh yang dekat terasa menjadi jauh dan lama. Rasa sedih yang bergelayut di hatinya semakin sulit berpikir cerdas.


Akhirnya sampai juga di TKP. Polisi dan petugas tim SAR sedang mengevakuasi mobil Devon yang tersangkut di pepohonan pinggir sungai.


Papa dan Mama Devon menyaksikan evakuasi itu. Saat mobil sudah terangkat keatas dan tim Penyelamat sudah mengeleda semua kondisi dalam mobil tetapi tidak ada ditemukan sosok Devon di dalam mobil.


"Pa, dimana anak kita? Apa Devon sudah lebih dulu di rujuk ke RS?" tanya mama kepada papa.


"Papa juga tidak tau ma, ayo kita tanya pihak kepolisian" jawab papa.


Pasangan suami istri ini mendatangi pimpinan polisi yang ada di TKP untuk menanyakan ke beradaan anak mereka yaitu Devon.


"Selamat pagi pak, kami orang tua dari korban kecelakan ingin menanyakan keberadaan putra kami" ucap papa kepada seorang polisi.


"Sebelumnya saya berempati atas musibah yang menimpah putra bapak, saat ini korban atas nama Devon masih dalam pencarian dari pihak kepolisian di bantu oleh tim SAR" jawab Polisi.


"Apa anakku hilang?" ucap mama Devon.


Dirinya cukup syok atas jawaban pimpinan polisi yang membantu evakuasi di TKP untuk pencarian korban.


Tubuh mama terasa lemah dan mata berkunang - kunang, untung saja tidak sampai ambruk pingsan.


Papa Devon yang melihat kesehatan istrinya tidak baik mengajak istrinya ke mobil mereka.


"Ayo ma, kita tunggu kabar di mobil ya" ajak papa.


Papa Devon pun ijin kepada pimpinan polisi tersebut untuk menunggu kabar di dalam mobil saja.


Polisi tersebut menyetujui ide papa Devon karena melihat kondisi mama Devon yang kurang sehat dan kondisi cuaca juga sedang hujan rintik - rintik yang di sertai angin.


Sesampainya di mobil, tangis mama pecah, kesedihannya yang dari tadi ditahan kini dikeluarkan.


"Tuhan aku tau anakku bukan suami dan ayah yang baik bagi istri dan anaknya, tetapi ku mohon berilah dirinya keselamatan agar dirinya bisa memperbaiki keburukannya itu" ucap mama dengan tangisnya.


Papa Devon dan supir pribadi mereka terharu menyaksikan tangis pilu seorang ibu yang penuh harap kepada Tuhan untuk anaknya.


Papa Devon memeluk istrinya agar sedikit memberi ketenangan. Dalam hati papa Devon juga penuh harap agar puteranya bisa di ketemukan dalam keadaan hidup.


Pencarian korban di situasi yang sulit karena kemiringan jurang sangat curam dan berbahaya.Tim SAR yang di terjunkan polisi untuk membantu pencarian korban sedikit pesimis.

__ADS_1


Pagi itu guyuran hujan rintik - rintik menjadi lebat menambah tantangan yang lebih untuk Tim SAR dalam mencari korban.


Pencarian yang sudah lebih dari 6 jam tidak juga menemukan korban, dan hujan semakin lebat yang di sertai angin kencang membuat pihak kepolisian dan tim SAR menghentikan pencarian karena mengancam keselamatan petugas.


Pihak kepolisian sudah menyampaikan kepada papa dan mama Devon yang ada dilokasi pencarian bahwa pencarian korban akan di hentikan sementara karena cuaca yang tidak bersahabat dan akan dilanjutkan bila cuaca sudah mendukung.


Papa dan mama Devon setujuh akan kebijakan yang diambil dari aparat kepolisian.


Pagi itu papa dan mama Devon kembali pulang ke rumah. Rasa lelah dan sedih mengelayut di dalam hati pasangan suami istri ini.


Papa dan mama Devon memutuskan untuk hari ini mereka tidak praktek. Pikirannya yang kacau memikirkan Devon anak bungsunya.


Papa Devon mengenang putra kesayangannya yaitu Devon kecil yang selalu berprestasi, namun seiring berjalannya waktu rasa bangga itu menghilang setelah sikap sang putra berubah.


Papa dan mama Devon yang lelah memilih untuk merebahkan tubuh tua mereka. Mama lebih dulu terlelap karena tubuhnya lelah sekali sedangkan papa baru saja akan menyusul istrinya untuk tidur.


Baru saja mau terlelap tiba - tiba di kejutkan dengan telepon masuk dengan No telepon yang tidak dikenal.


Kring...kring... Suara panggilan masuk ke HP papa.


Papa Devon menekan tombol hijau di HP nya. Ternyata yang menghubungi papa adalah dari RSJ Bandung.


Mereka memberi kabar kalau Nita melakukan pencobaan bunuh diri kembali dan kondisinya saat ini kritis. Pihak RSJ Bandung meminta agar datang melihat kondisi pasien.


Papa Devon terlalu lelah untuk mengurus semua sendiri. Dirinya yang sedang menunggu kabar dari keberadaan Devon. Akhirnya papa memutuskan kalau dirinya akan ke RSJ Bandung besok hari karena hari ini masih ada urusan yang penting lainnya.


Setelah memberi keputusan itu papa mengakhiri panggilan telepon itu. Papa pun merebahkan tubuhnya.


Papa yang hendak pergi ke TKP kecelakaan Devon tiba - tiba mendapat telepon kembali dari RSJ Bandung yang menyatakan kalau Nita telah meninggal.


Sungguh papa Devon menjadi bingung harus kemana dulu yang akan di datanginya.


Papa Devon dengan berat hati akhirnya memutuskan untuk mendatang ke RSJ Bandung terlebih dahulu.


Papa Devon sudah bersiap - siap akan pergi dan mama terbangun serta menyadari kalau suaminya akan pergi.


"Papa mau kemana?" tanya papa.


"Mau ke RSJ Bandung" jawab papa.


Mendengar jawaban suaminya mama ingin ikut dan jadilah mereka berdua pergi kesana bersama dengan diantar supir mereka.


Saat sampai di RSJ Bandung ternyata jenazah Nita sudah di bawa pulang oleh salah satu kerabatnya.


Papa Devon yang penasaran akhirnya bertanya lebih detail kepada dokter yang menangani kesehatan Nita selama ini.


Dokter itu menjelaskan kalau Nita belakangan ini sering di datangkan seorang gadis cantik yang mengaku adiknya bernama Lala.


Kehadiran adik Nita awalnya penuh penolakan dari Nita tetapi berjalanannya waktu mereka semakin akrab.

__ADS_1


Sampai pada 2 hari yang lalu Nita mengamuk setelah di kunjungi Lala.


Malam harinya Nita menyayat pergelangan tangannya dengan pisau buah yang ada di meja, padahal selama ini diruangan Nita tidak pernah terdapat benda tajam, pihak RSJ meyakini kalau Lala lah yang meletakan pisau itu bersama tumpukan buah.


Kondisi Nita saat itu kritis sebelum meninggal karena luka sayatan di pergelangan tangannya sangat dalam dan terjadi infeksi di luka sayatan itu.


Saat di RSJ papa Devon menanyakan siapa yang membawa pulang jenazah Nita, pihak rumah sakit hanya bilang seorang wanita muda cantik dan dalam catatan Pihak RSJ Bandung wanita itu bernama Lala.


Deg...deg...deg...jantung Papa Devon berdetak lebih cepat dari normalnya.


Papa dengan mulut bergetar menyampaikan semua itu kepada istrinya.


"Ma, ternyata adik Nita sudah mengetahui keberadaan kakanya" ucap pelan papa.


"Bagus dong pa, kita tidak usah repot - repot lagi" jawab mama dengan asal tanpa mempertimbangkan permasalahan lainnya.


Lalu papa Devon menjelaskan kepada istrinya agar paham arah yang dimaksud suaminya. Papa memberitahu mama Devon kalau adik Nita adalah Shila, mantan teman Mika saat kuliah di fakultas kedokteran di Universitas Negri Bandung. Shila di DO karena membuat dan pelaku dalam video asusila.


"Terus apa hubunganya dengan keluarga kita pa?" tanya mama.


Mama Devon yang tidak sabaran mendengarkan penjelasan suaminya sampai habis langsung saja memotong untuk bertanya.


Papa kembali menjelaskan kalau Shila bukan saja membuat video asusila tetapi mengedit video tersebut untuk memfitnah Mika dan motif kejahatannya saat di BAP adalah iri dan cemburu kepada Mika.


Saat ini yang jadi permasalahan bukan saja pengambilan jenazah Nita yang diambil oleh adiknya atas nama Lala tetapi ada hal lainnya.


"Maksudnya apa sih pa?" tanya mama.


Papa kembali menjelaskan kalau dari data yang tercatat pihak RSJ Bandung dan berdasarkan fotocopi KTPnya bahwa Lala yang mengaku sebagai adik kandung Nita.


"Berarti orang yang berbeda dong pa?" tanya mama.


"Tidak ma, mereka satu" jawab papa.


Papa Devon menjelaskan kalau Shila mantan teman Mika adalah Lala hanya saja Shila telah merubah wajah dan identitasnya.


"Papa mengetahui dari mana? dan terus apa lagi yang perlu kita takutkan pa?" tanya mama.


"Papa selama ini meminta bantuan jasa detektif untuk menyelidiki Lala dan masalahnya Lala adalah wanita yang menjadi selingkuhan Devon" jawab papa.


"Apa???" mama Keget mendengar penjelasan papa.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2