Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 91


Setelah breakfast Mika dan kedua mertuanya berpamitan kepada seluruh keluarga pak Edi dan keluarga orang tua Emin.


Mika mengajak mereka untuk pulang ke apartemennya. Mika sudah menyewa 1 unit apartemen di sebelah kamarnya untuk mertuanya. Selain itu Mika sudah membeli 3 unit kasur lantai untuk ke tiga babysister anaknya.


Mereka semua pulang dengan menggunakan 2 taksi, walaupun pak Edi sudah menyuruh supirnya untuk mengantar pulang Mika dan keluarganya.Tetapi Mika dengan lembut menolaknya karena takut merepotkan keluarga pak Edi.


Mika dan kedua mertuanya titip salam untuk sepasang pengantin baru yaitu Emin dan Dinda sebelum pergi meninggalkan hotel.


Selama di perjalanan kaka Al sangat excited dengan pemandangan di kanan kiri jalan yang di lihat dari jendela taksi. Papa Devon yang melihat tingkah lucu cucunya senang sekali.


"Andai kau tau kelucuan tingkah anakmu nak" ucap papa Devon dalam hati.


Papa teringat akan Devon, terlebih wajah kaka Al sangat mirip sekali dengan Devon kecil.Dalam lubuk hatinya terdalam papa Devon berharap agar Devon dapat merubah kebiasan buruknya dan menjadi suami dan papa yang bertanggung jawab bagi keluarganya.


Sampailah mereka di apartemen elit dekat dengan Helios Hospital. Mika mengantar papa dan mama mertuanya sampai di depan unit apartemen nya. Setelah itu Mika beserta anak - anak dan ketiga babysister anaknya masuk unit apartemennya.


Ruang unit apartemen Mika memang tidak terlalu besar hanya memiliki 1 kamar, tetapi cukup nyaman karena bersih dan tertata rapi sekali ruangannya.Mika selalu memberi penataan yang simle tetapi terkesan elegant.


Mika meminta para ketiga babysister anaknya untuk beristirahat, kebetulan dirinya masih belum mengantuk dan ingin bermain bersama anak - anaknya yang selalu di rindukan Mika selama hampir 2 bulan terpisah.


Setelah hampir satu jam bermain baby twin terlelap tidur sambil memegang mainannya. Mika mengambil kamera Hp nya untuk mengabadikan moment lucu anaknya.


Sedangkan kaka Al dengan manja memeluk mamanya.


Di situasi seperti ini membuat Mika sedih. Air matanya menetes kembali mengenang papa dari anak - anaknya yaitu Devon.


"Mas lihat anak - anakmu" ucap Mika dalam hatinya.


Mika sempat sakit hati mengingat semua perbuatan suaminya, tetapi hati Mika lebih sakit saat melihat anak- anaknya tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah.


Mika mengambil keputusan kalau anak - anak nya boleh di asuh oma dan opa nya bukan tanpa sebab. Mika memikirkan perkembangan mental anak - anaknya. Dengan di asuh oleh opa menjadi figur pengganti papa nya yang masih memiliki ikatan darah dengan anak - anaknya.


Mika sering bertanya kepada dirinya apakah ini yang terbaik dalam pilihan hidupnya. Mika sempat berpikir dan berharap bila Devon masih hidup dan kembali ke keluarga. Bagi Mika ini sesuatu yang tidak mungkin, tetapi dirinya yakin akan kuasa Tuhan.


Kaka Al yang tadi masih ingin bermain dengan Mika akhirnya tertidur dengan pulas di atas pangkuan Mika. Belaian halus tangan seorang ibu mengantarkan anak kedalam mimpi indahnya.


Mika pun merasakan hal yang sama dan tidur di sebelah anak - anaknya. Mika tidur dalam pelukan anak laki - laki pertamanya yang berada di sebelah adik - adik nya.


Sore harinya setelah mereka semua sudah terbangun Mika mengusulkan untuk mengajak jalan - jalan sore di taman kota dekat dengan apartemen. Disana mereka melihat taman bunga yang indah dan adanya situ buatan yang terdapat bebek - bebek berenang.


Banyak ibu - ibu muda dan para orang tua yang bersantai di taman kota itu di sore hari. Kedua mertua Mika begitu menikmati suasana taman yang sejuk.


Usai menikmati bermain di taman mereka kembali ke apartemen, sebelum naik ke lantai atas mereka mengunjungi super market di lantai dasar apartemen.


Ketiga anak Mika begitu bahagia dalam troler mereka. Mika mengambil macam - macam sayur, daging sapi, ikan, sate dan macam - macam bumbu serta buah - buah untuk stok persedian makanan mereka 2 hari.


Mika juga tidak lupa membelikan susu formula untuk ketiga anaknya dan cemilan sehat untuk anak - anaknya. Dirinya sengaja berbelanja perdua hari sekali agar tidak merepotkannya.


Selesai berbelanja para babysister memandikan para baby, sedangkan Mika bersama mama mertuanya sibuk memasak makan malam di dapur.


Menu makan malam ini tetap masakan Indonesia, Mika khawatir ketiga babysister anaknya kurang menyukai masakan jerman bila Mika memasak menu Jerman.


"Sudah duduk saja ma, biar Mika saja yang memasak" ucap Mika.

__ADS_1


"Tidak apa nak, mama kangen masak bersama mu" jawab mama Devon.


Kata kangen masak bersama membuat Mika tidak bisa menolak keinginan mertuanya.


Mika dan mama mertuanya memasak ayam goreng mentega dan sayur sop daging.


Cuaca dingin di malam hari sangat cocok dengan masakan sop daging.


Kini masakan telah tersaji dan semua pun telah terlihat segar karena sudah pada mandi kecuali mama Devon dan Mika. Mereka berdua belum mandi karena mereka berdua baru selesai masak makan malam.


Mama dan papa Devon ijin pulang ke unitnya untuk membersihkan diri dan akan kembali pas jam makan malam.


Mika pun membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat dan bau - bau bumbu.


Jam makan malam tiba, mereka sudah berkumpul untuk makan bersama.


Setelah selesai makan mereka menonton TV acara lokal Jerman setelah itu mama dan papa Devon kembali ke unitnya untuk beristirahat.


Pagi harinya Mika seperti biasa membuat sarapan pagi sereal dengan orange jus untuk diri dan kedua mertuanya.


Sedangkan ketiga babysisternya yang terbiasa denga menu seral lebih memilik makan roti dan untuk kaka Al Mika memberikan bubur baby untuknya.


Setelah itu Mika berencana akan melakukan terapi di Helios Hospital di temani mama Mertuanya, sedangkan papa mertuanya tetap tinggal di apartemen Mika untuk menjaga ketiga cucu mereka dengan bantuan ketiga babysister.


"Ayo nak, nanti takut kesiangan" ajak mama Devon.


Hari ini adalah kontrol terakhir rencananya setelah dilakukan rangkaian cek lainnya. Emin pernah menyatakan kalau Mika sudah sehat dan sembuh, hanya saja Mika di anjurkan mengkonsumsi beberapa vitamin yang harus di konsumsi olehnya.


Letak Hospital yang hanya 100 meter, Mika dan mama mertuanya hanya butuh berjalan kaki sudah sampai Helios Hospital.


Sesampainya disana Mika langsung mengunjungi rekan sejawatnya yang menggantikan Prof.Emin selama cuti pernikahan.


"Good morning Prof.Bernad" ucap Mika.


"Morning DR.Mika" jawab Prof.Bernad.


Mika memperkenalkan Prof.Bernad kepada mama mertuanya. Ternyata mama Prof.Bernad adalah teman mama Devon saat kulia S3 di Inggris.


Pertemuan mereka menjadi pembuka jalan silaturahmi mama Devon dengan mommy Bernard.


Bernad mendapat cerita dari mommy nya kalau Prof.Iren adalah orang yang membantu mommy nya saat mommy Bernard mendapat musibah kecelakan di Inggris.


Prof.Bernad banyak memuji kebaikan mama mertua Mika. Sampai - sampai mama merasa malu sendiri atas pujian Prof.Bernad.


Prof. Bernad pun melakukan panggilan Video call dengan mommy nya, begitu kaget mommy Bernard melihat wajah sahabatnya berada di samping anaknya.


Mommy Bernad mengundang mama mertua Mika sekeluarga untuk datang makan malam bersama di rumah mereka.


Dengan senang hati mama Devon mengiyakan permintaan sahabatnya itu. Sahabat lama hampir 35 tahun sudah tidak bertemu.


Setelah usai bervideo call prof.Bernad kembali pada fokus pembicara mereka yaitu untuk perkembangan kesembuhan Mika.


Berdasarkan hasil CT scan terakhir, kerusakan pada saraf - saraf di otak Mika akibat penyumbatan sudah tidak ditemui.Hanya saja Prof.Bernad berharap agar Mika tetap tenang dan jangan banyak beban pikiran.


Setelah mendengarkan penjelasan Prof. Bernard, Mika dan mama Devon ijin pulang.

__ADS_1


Mika dan mama Devon kembali ke apartemen. Sesampainya di unit Mika mama melihat papa sedang asik di coret - coret wajahnya dengan spidol oleh kaka Al.


Kaka Al tertawa senang sekali meliha opanya penuh coretan begitu juga kedua adik Al ikut tertawa riang.


Mika dan mama yang baru masuk melihat wajah papa seperti badut tertawa terpingkal - pingkal.


Mama Devon tidak sabar menceritakan pertemuannya dengan anak sahabatnya. Clara sahabat mama Devon saat kuliah dulu di Inggris.


Mama juga menyampaikan undangan makan malam clara untuk mereka semua.


Setelah itu mereka bersantai sambil bermain dengan ketiga krucil yang imut.


Waktu telah menunjukan pukul 7 sore waktu Jerman, Mika sengaja berangkat lebih awal agar tidak telat undangan makan malam mereka.


Mika memesan 2 taksi yang akan mengantar mereka ke rumah orang tua Prof.Bernad.


Lokasi rumah prof. Bernard yang jauh dari apartemen Mika hingga menghabiskan waktu hampir 1 jam perjalanan.


Mereka telah tiba di kediaman Keluarga Paul yang tak lain adalah deddy dari Prof. Bernad dan suami dari Clara sahabat mama Devon.


Mommy Bernard langsung menyambut kedatangan mereka begitu pintu utama rumah terbuka.


Begitu melihat mama Devon dihadapannya, mommy Bernard langsung memeluk erat sahabatnya yang sudah hampir 35 tahun tidak bertemu.


Mommy Bernard langsung mengajak mereka masuk kedalam rumah, mereka diajak duduk santai di ruang tamu semua makanan kecil dan minuman sudah tersedia di meja.


Mommy mempersilakan untuk menyicipi yang tersaji sambil memperkenalkan anggota keluarganya. Mama Devon pun melakukan hal yang sama untuk memperkenalkan suami, menantu dan ketiga cucunya.


Obrolan kedua wanita paru baya ini berlanjut bercerita masa lalu mereka. Hingga tidak terasa waktu sudah pukul 8 malam, Mommy Bernard langsung mengajak makan malam karena waktu makan malam sudah lewat karena asik mengobrol masa lalu.


Anak Prof. Bernard berikut babysisyernya ikut menemani Kaka Al dan adik - adiknya beserta babysister menunggu di ruang keluarga sambil menyaksikan film cartoon dan aneka cookies tersaji di meja berikut dengan minuman kaleng.


Mereka bertujuh makan bersama di meja makan. Tidak ada suara yang terdengar saat mereka sedang makan hanya bunyi dentingan sendok dan garpu mereka yang saling beradu.


Setelah usai memakan menu berat mommy Bernard mulai membuka obrolan tentang anak - anak sahabatnya.


Mama mulai menceritakan tentang Intan yang sudah menikah dan sedang menanti kelahiran anak pertamanya, setelah itu mama menceritakan anak keduanya yaitu Devon.


Mama menceritakan juga kalau Mika adalah istri terbaik anaknya dan mereka bahagia dengan ketiga anak mereka.


Setelah mendengar cerita Devon mommy Bernard tidak sengaja bertanya keberadaan Devon yang tidak ikut makan malam.


Mama mertua Mika tanpa sadar menceritakan kecelakaanyang di alami Devon hingga di temuakan ya Devon sebulan yang lalu dan kondisi Devon yang masih dalam pemulihan dari patah tulang tangan dan kakinya.


Setelah mendengar cerita pilu itu Clara beserta keluarga turut prihatin dan mereka bercerita topik yang lain.


Tetapi tidak dengan Mika, hatinya penuh pertanyaan atas ucapan mama mertuanya. Mika saat itu berusaha biasa saja dan akan meminta penjelasan kepada papa dan mama mertuanya saat di apartemen nanti.


Mika berharap yang di ceritakan mama mertuanya benar adanya. Mika bersyukur kalau Devon masih hidup. Tetapi Mika belum siap bila harus bertemu kembali dengan Devon.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™

__ADS_1


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author abal - abal ini, agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2