Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 42


Perjalanan yang lumayan jauh dari RS X itu sampai juga mengantarkan mereka kepada tempat tujuannya.


"Bukankah ini panti asuhan yang Mika tempati dulu?" tanya mama dengan pelan kepada Intan.


"Sepertinya iya ma" jawab Intan.


Mereka bertiga keluar dari mobil dan menujuh teras panti.


Sesampainya di teras mereka bertemu dengan bu Leni.


"Selamat siang bu" ucap mereka bertiga.


"Selamat siang, eh keluarga Prof.Dimas, mari masuk" ajak bu Leni.


Mereka mengikuti bu Leni menujuh ruang tamu.


"Silakan duduk, saya tinggal sebentar kebelakang untuk membuat minuman dulu" pamit bu Leni.


"Jangan repot - repot bu" jawab mama.


"Ah tidak bu, tunggu sebentar ya" ucap bu Leni sambil meninggalkan mereka di ruang tamu.


5 menit kemudian bu Leni datang dengan nampan berisi teh hangat dan beberapa tolpes kue kering.


Bu Leni menata di meja tamu dan mempersilakan mereka untuk meminum teh dan mencicipi kue keringnya.


Lalu bu Leni ikut duduk di kursi ruang tamu.


"Mika dan nak Devon tidak ikut bu?" tanya bu Leni kepada mama Devon.


"Tidak bu, kami memang sengaja bertiga kemari karena ada suatu hal yang membutuhkan informasi dari bu Leni" penjelas mama kepada bu Leni.


"Informasi apa yang saya bisa bantu" ucap bu Leni.


Intan mulai menceritakan kisah pilu Nita ke pada bu Leni, tetapi tetap menyembunyikan latar belakang Nita yang pernah memiliki kedekatan pada Devon.


Intan tidak ingin bu Leni berpikir jelek kepada adiknya, walupun Intan tau adiknya salah.


Intan menceritakan secara detail dari awal ibu kandung Nita menaruh bayi nya 28 tahun yang lalu.


Bu Leni ijin untuk mengecek daftar anak - anak panti yang ada di panti asuhan bunda kasih.


Setelah itu bu Leni kembali dengan sebuah kardus besar yang di gotong 4 orang anak panti yang remaja.


Mereka bertiga kaget melihat yang di bawa bu Leni.


Kemudian papa sebagai perwakilan keluarga bertanya kepada bu Leni.


"Itu apa bu?" tanya papa Devon ke pada bu Leni sambil menunjuk kardus besar yang digotong oleh 4 anak panti.


"Oh ini buku cataatan anak panti yang ada di sini" jawab bu Leni.


Bu leni mulai mencari buku catatan sesuai tahun yang diminta Intan yaitu tahun 1996.

__ADS_1


Setelah menemukan buku yang di cari, bu Leni menceritakan bahwa tahun 1996 adalah tahun pertama panti asuhan bunda kasih di dirikan bu Leni bersama suaminya.


Anak yang pertama tinggal di panti itu adalah Mika.


Deg... Jantung papa, mama dan Intan sempat terkejut dengan ucapan bu Leni.


Bu Leni lalu melanjutkan ceritanya.


Di buku tercatat pada tahun 1996, selama setahun itu ada 7 anak yang kami tampung di panti asuhan bunda kasih.


3 bayi salah satunya adalah bayi Mika dan 4 anak - anak bervariasi usianya dari 3 sampai 5 tahun.


"Tuhan semoga Mika bukan adik dari Nita" doa Mama Devon dalam hatinya.


Lalu intan menceritakan tanggal, bulan dan tahun dimana ibu kandung Nita menaruh adik Nita di depan panti asuhan.


Bu Leni mengecek kembali buku catatannya ternyata di tanggal dan bulan itu ada 2 bayi yang di temukan pengurus panti.


"Apa kami bisa tau cerita dari bayi itu?" tanya papa Devon.


Bu Leni menceritakan nasib ke dua bayi itu.


Kedua bayi itu di temukan pada hari, tanggal dan tahun yang sama hanya saja jam yang berbeda.


Satu bayi ditemukan subuh dan satu bayi lagi malam hari.


"Apakah salah satu dari bayi itu Mika?" tanya Intan yang penasaran.


"Bukan, kedua bayi itu ditemukan 3 bulan setelah Mika berada di panti ini" jawab bu Leni.


Ternyata dalam hati mereka bertiga sama - sama tidak rela bila Mika bersaudara dengan Nita.


Bu Leni melanjutkan kembali ceritanya yang sempat terhenti itu, kedua bayi itu tidak lama tinggal di panti karena satu bayi di adopsi seminggu setelah ditemukan dan 2 bulan kemudian bayi yang lain di adopsi.


Kedua bayi tersebut adalah bayi perempuan, mereka cantik - cantik kenang bu Leni kepada bayi - bayi mungil itu.


"Apa kami boleh meminta alamat dari orang tua yang mengadopsi bayi tersebut?" tanya papa Devon.


"Ya, sebentar saya catatkan dulu ya pak" jawab bu Leni.


Bu Leni mencatat nama dan alamat orang tua yang mengadopsi bayi 28 tahun yang lalu itu.


"Ini bu nama orang tua dan alamat mereka yang mengadopsi bayi - bayi itu" ucap bu Leni sambil menyerahkan selembar kertas yang bertulis nama dan alamat.


"Terima kasih bu" jawab mama Devon.


Setelah itu mereka berbincang - bincang sebentar, bu Leni banyak menanyakan tentang keadaan anak angkatnya yaitu Mika kepada mama Devon.


Mama Devon dengan antusias menceritakan kehamilan Mika, mereka berdua senang karena sebentar lagi mereka berdua akan menjadi seorang nenek.


Raut bahagia terlihat jelas di kedua calon nenek.


Terlebih - lebih mama Devon yang lega ternyata Mika bukan adiknya Nita.


Setelah cukup bercerita - cerita akhirnya mereka ijin pulang.

__ADS_1


"Bu Leni kami ijin pulang ya, terima kasih atas bantuan informasi dari ibu, sampai berjumpa lagi di acara 4 bulanan cucu kita ya bu" ucap mama Devon yang sudah punya rencana pada acara 4 bulanan kehamilan Mika.


Intan dan papanya hanya geleng - geleng kepala melihat kelakuan mamanya.


"Iya bu" jawab bu Leni.


Bu Leni sangat senang anak angkatnya mendapatkan mertua yang sayang dan perhatian.


Mereka bertiga sedang dalam perjalanan kembali ke rumah mereka.


"Pa, salah satu alamat yang di kasih bu Leni ini ternyata tidak jauh dari rumah kita, bagaimana kalau kita langsung kesana saja?" ajak Intan.


"Ya papa terserah kalian saja" jawab papa.


Papa menyuruh supirnya untuk menujuh ke alamat yang di beri bu Leni sebelum kembali kerumah.


Sang supir dengan sabar melaksanakan perintah tuannya.


Sekitar 2 jam akhirnya merka sampai kepada alamat yang diberikan bu Leni.


"Benarkah ini alamatnya?" tanya papa Devon kepada supirnya.


"Benar tuan" jawab supirnya.


"Baiklah, tolong tanyakan kepada security rumah itu, apakah benar itu rumah keluarga Marco" perintah papa kepada supirnya.


"Baik tuan" jawab sang supir dan langsung melaksanakan perintahnya.


Mereka bertiga menunggu di dalam mobil, cukup lama mereka menunggu supirnya kembali, tetapi mereka tetap sabar.


Mereka berharap semoga keluarga Nita cepat ditemukan, mereka tidak ingin ada kesalah pahaman dengan menantunya.


Akhirnya sang supir kembali ke mobil dan memberi sebuah alamat kepada tuannya.


"Pak rumah ini sudah dijual oleh keluarga Marco 7 tahun yang lalu dan security yang bekerja dirumah ini kebetulah adalah mantan security keluarga Marco yang memilih bekerja dengan keluarga yang sekarang menjadi pemilik rumah ini dan ini adalah alamat keluarga Marco setelah pindah dari rumah ini" cerita sang supir kepada tuannya sambil menyerahkan selembar kertas yang bertulis alamat baru keluarga Marco.


"Terima kasih ya dung atas informasinya" ucap papa kepada supirnya.


"Apa kita langsung menujuh ke alamat tersebut tuan?" tanya sang supir.


"Tidak Din, besok saja kita lanjutkan pencarian alamat itu, lebih baik kita pulang saja" jawab papa Devon.


"Baik tuan" jawab supir.


Mereka akhirnya kembali ke rumah setelah mendapatkan informasi bahwa rumah keluarga Marco yang sekarang sudah berganti pemilik rumah.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2