
Bab 27
Hari ini adalah hari keberangkatan Devon ke Jerman.
Devon sudah mempersiapkan semua hadiah spesial untuk Mika.
Devon ingin memperbaiki rumah tangganya.
Perdebatan dengan papanya seminggu yang lalu, menyadarkan Devon.
Hatinya galau, karena sudah 2 Minggu ini no HP Mika tidak dapat di hubungi.
"Aku harus merebut kembali cinta Mika" ucap Devon pada dirinya
Perjalanan yang cukup melelahkan ini akhirnya mengantarkan Devon di negara tujuannya yaitu Jerman.
Berbekal alamat yang pernah Mika kasih tahu, Devon mendatanginya dengan taksi.
Devon tidak lagi meminta tolong sepupunya, dirinya malu dengan kelakuannya.
Taksi Devon telah berhenti di depan rumah Pak Edi.
Devon memencet bel rumah itu, tak lama keluarlah Pak Edi.
"Selamat siang Pak" ucap Devon
"Siang, kamu suaminya Mika kan?.. Mana Mika nya? " ucap Pak Edi
"Iya benar pak" jawab Devon
Devon merasa ada yang tidak beres.
Setelah pak Edi menyuruh masuk rumah, kini Pak Edi dan Devon sedang berbincang - bincang.
Devon berkata bahwa dirinya baru sampai siang ini.
Pak Edi juga memberikan alamat apartemen tempat tinggal Mika yang baru 1 bulan ini.
Lalu Devon pamit dan melanjutkan perjalanan ke apartemen Mika yang letaknya di sebelah RS tempat Mika praktek.
Devon telah sampai di apartemen Mika, setelah meminta bantuan resepsionis, pihak resepsionis mencoba menghubungi unit apartemen Mika tapi sayang tidak ada jawaban.
Devon sedikit kecewa, tetapi dirinya berusaha untuk tetap semangat demi istrinya.
Devon akhirnya menunggu Mika di ruang tunggu apartemen.
Jauhnya perjalanan membuat Devon terlelap dalam duduknya.
Helios Hospital
Di RS Mika sedang disibukkan oleh pasien - pasiennya.
Setumpuk berkas rekam medis pasiennya sedang di isi Mika.
Hari ini sungguh melelahkannya.
Kegiatan dari pagi hingga petang ini full, Mika pun melewati makan siangnya.
Mika berencana setelah menyelesaikan tugasnya sebelum pulang dirinya akan makan malam di cafe favoritnya, milik kak Dinda.
Mika sudah mengirim pesan pada Dinda kalau malam ini akan berkunjung ke cafe kak Dinda.
"Ah... Akhirnya selesai juga" ucap Mika
Kini Mika telah merapikan meja prakteknya dan bersiap cap cus ke cafe kak Dinda.
Mika telah sampai cafe dengan menggunakan taksi.
Mika mencari keberadaan kak Dinda.
Pandangannya melihat di pojok ruangan kak Dinda sedang asik dengan Gedgetnya.
Mika menghampiri tempat duduk kak Dinda.
"Hai Kak, sorry nunggu lama" ucap Mika
"Santai aja Mik, kayak sama siapa saja" jawab kak Dinda
"Kamu mau pesan apa Mik?...Menu Indonesia food or Germany food? "tanya Dinda
"Aku lagi mau makan Falscher Hase" ucap Mika
"Oke, minumnya apa Mik?" tanya Dinda
"Air mineral saja kak" jawab Mika
__ADS_1
"Kaka sendiri makan apa?" tanya Mika
"Aku lagi mau makan nasi rendang" jawab Dinda
"Cie... yang lagi kangen Indonesia nih?" canda Mika pada kak Dinda
"He... he... " tawa kecil kak Dinda
Makanan mereka telah disajikan waitress.
Mereka berdua makan dengan diam hingga selesai.
Usai makan mereka berdua berbincang - bincang sebentar.
Karena waktu sudah menunjukan pukul 10 malam dan udara sudah mulai dingin, Mika pamit pulang dengan kak Dinda.
"Kak, aku pulang dulu ya, salam untuk ibu dan pak Edi" ucap Mika
"Siap, becareful Mika, bye... " ucap kak Dinda sambil melambaikan tangan.
"Bye kak... " jawab Mika
Mika sudah berada di dalam taksi yang akan mengantarnya pulang ke apartemen.
Mika telah sampai apartemen, saat dirinya melintasi lobby, seorang resepsionis memanggilnya
"Excuse me, Mrs.Mika, there is someone waiting for you in the waiting room" ucap resepsionis pada Mika
"Ok thanks" jawab Mika
Mika melebarkan pandangannya ke sofa ruang tunggu di lobby apartemen.
Mika sungguh terkejut, bahwa seseorang yang menunggunya ada suaminya.
Mika segera menghampiri suaminya.
"Mas... mas... " ucap Mika membangunkan suaminya yang lelap tidur di sofa
Mendapat tepukan di lengan dan panggilan membuat Devon terbangun dari tidurnya.
Devon membuka matanya, melihat wanita cantik yang telah lama terabaikan dan dirindukannya.
Devon langsung memeluk erat istrinya, sampai Mika menyadarkan Devon dari pelukkannya.
"Mas, yuk kita ke kamar" ajak Mika
Kini mereka telah sampai di kamar Mika.
Mika melayani suaminya seperti biasanya, diambilkan air dan cemilan.
"Apakah mas sudah makan?"tanya Mika
"Belum, kita makan di luar ya?" jawab Devon
"Ini sudah malam, lagi pula aku sudah makan, biar aku masakan untuk mas" ucap Mika
"Terima Kasih sayang" jawab Devon
Mika hanya menganggukkan kepalanya.
Kata - kata sayang yang 2 bulan ini sempat hilang, kini terucap lagi dari mulut suaminya.
Mika membuatkan nasi goreng sosis dengan telor mata sapi.
"Mas makanannya sudah siap, makanlah, aku ingin mandi" ucap Mika
"Ya, terima kasih sayang" jawab Devon
Mika hanya tersenyum tanda mengiyakan jawaban suaminya.
Mika membersihkan tubuhnya yang lengket, setelah selesai Mika mengisi air hangat kembali di bathtub untuk mandi suaminya.
Mika melihat Devon yang sedang asik nonton TV di sofa segera menghampirinya.
"Mas mandilah, airnya sudah siap" ucap Mika
"Iya sayang" jawab Devon
Sungguh Devon seperti anak kecil yang menurut semua ucapan ibunya.
10 menit kemudian Devon keluar dari kamar mandi.
Mika yang melihat suaminya sudah selesai mandi, dirinya langsung menyerahkan pakaian ganti untuk suaminya.
"Ini mas pakaian bersihnya" ucap Mika
__ADS_1
Lalu mika melanjutkan menata pakaian Devon yang di koper untuk ditata dalam lemarinya.
Tidak ada lagi obrolan dia antara mereka.
Devon yang memperhatikan Mika sambil berpikir bahwa Mika sangat perhatian sekali.
Bagaimana dirinya akan memulai menceritakan permasalahan semua ini.
Devon merasa takut, bila nanti Mika akan kecewa pada dirinya.
Akhirnya Devon memutuskan lebih baik tidak memberitahu Mika tentang permasalahannya dengan Nita.
Setelah selesai Mika mengajak Devon tidur karena sudah jam 12 malam.
"Sayang apa setiap hari kamu pulang jam segini? " tanya Devon memecah keheningan mereka
"Tidak juga, tadi aku mampir ke cafe milik kak Dinda dulu" jawab Mika
"Maafkan aku sayang" ucap Devon langsung memeluk istrinya, dikecupnya seluruh wajah istrinya.
Sedangkan Mika hanya pasrah dengan kelakuan suaminya.
"Mas, tidur yuk, besok pagi aku ada jadwal mengajar" ucap Mika
Devon langsung melepas peluknya.
Ditatapi wajah cantik dan tubuh indah istrinya membangunkan hasrat kelelakian Devon.
Hasrat yang sudah di tahan hampir 2 bulan ini tidak dapat di bendung.
Devon bagai singa lapar langsung menerkam tanpa meminta ijin mangsanya.
Mika yang menerima serangan itu hanya pasrah melayani keinginan suaminya.
Karena Mika pun merindukan hal itu.
Terjadilah beberapa kali yang ingin terjadi.
Malam panas mereka untuk melepas kerinduan yang tertahan selama ini.
Pagi hari ya setelah malam panjang itu, Wajah mereka lebih berseri, aura dingin di antara mereka menjadi hangat.
Mika telah mandi dan rapi dengan blazer nya.
Mika melihat suaminya masih tidur pulas.
Mika melanjutkan membuat roti panggang selai strawberry dan susu coklat hangat untuk sarapan mereka.
Mika kembali kekamar untuk mengajak suaminya sarapan pagi bersama.
Saat sampai di kamar, Mika melihat suaminya masih tergulung dengan bedcover.
Mika yang tidak tega akhirnya membiarkan suaminya tidur.
Handphone Devon Berbunyi.
Awalnya Mika mendiamkan, sampai 3 kali bunyi akhirnya Mika mencoba melihat siapa ya menelepon suaminya itu.
Tertera di layar HP,calon istri Nita.
Sontak Mika merasa kaget dengan yang dilihat.
HP itu terus berdering, akhirnya Mika memberanikan diri mengangkatnya.
"Halo sayang, kamu kemana saja?..aku kangen sudah 4 hari kamu tidak menjengukku, Bagaimana kabar anak kita? " ucap Nita di ujung telepon sana
Mika yang merasa sesak dengan semua ini akhirnya menutup telepon itu tanpa menjawab ucapan Nita.
"Apakah kamu lebih bahagia dengan wanita masa lalu mu? " ucap Mika di depan Devon yang sedang tidur pulas
Tanpa mengisi perutnya, Mika langsung pergi meninggalkan Devon.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
*"Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1443 H"*
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ,
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ.
اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاكُمْ مِنَ العَاءِدِيْنَ وَالفَاءِزِيْنَ وَالمَقْبُوْلِيْنَ.
*Mohon maaf lahir bathin atas segala kekhilafan dan kesalahan saya*,
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur yang barokah dan dapat bertemu lagi di bulan Ramadhan yang akan datang . Insya Allah, Aamiin, yaa Rabbal 'alamiin....
__ADS_1
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَة اللهِ وبركاته
🙏😊😍