Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 38


Mika dan Devon sedang membicarakan hal serius dalam pembangunan RS yang didirikan Mika.


Mika mencerita secara detail dari awal dirinya mempunyai rencana pembangunan RS.


Papa mertuanya yang banyak membantu, termasuk mengenalkan pada seorang arsitek handal yang sudah biasa bekerja sama dengan papa mertuanya.


Pembangunan awal RS yang di dirikan Mika sudah berjalan 40% dan Papa mertua Mika sudah membuat plan bulan ini untuk rekrutmen para karyawan.


"Mas cepat sehat ya, minggu depan aku ada rencana untuk menginterview beberapa calon karyawan di RS baru" ucap Mika.


"Pasti sayang" jawab Devon.


Dalam hati Devon ada rasa menyesal karena sebagai suami tidak ada disaat istrinya membutuhkan bantuan.


"Sayang maafin aku" ucapan yang lolos dari bibir Devon kepada Mika.


"Maaf untuk apa lagi, bukankah kita sudah sepakat tidak membahas masa lalu?" jawab Mika.


"Maaf untuk ke egoisanku" jawab Devon.


Mika hanya menganggukan kepala saja dan berusaha tidak membahas kembali masa lalu suaminya.


"Mas ingin jalan - jalan ke taman RS?" tanya Mika.


"Tidak, aku ingin di kamar saja memelukmu" jawab Devon.


Mika tidak merespon jawaban suami bucin nya.


" Kata papa kapan mas bisa pulang?" tanya Mika.


" Kenapa?...apakah kamu jenuh sayang di RS?" tanya balik Devon.


"Tidak" jawab singkat Mika.


Sebenarnya kondisi hamil muda Mika membuat dirinya mudah merasa lelah bila harus berlama - lama menjaga suaminya di RS, tetapi tidak tega bila harus bicara apa adanya dengan suaminya.


Devon yang melihat ada sesuatu yang berbeda dari istri.


"Sayang, aku akan meminta ijin papa untuk pulang hari ini" ucap Devon.


Mika hanya mengangguk, karena memang Mika berharap cepat pulang, dirinya tidak nyaman tidur di ranjang kecil RS bersama suaminya.


Siang harinya papa Devon visit ke ruang inap Devon.


"Pa, nanti sore aku ijin pulang ya?" ucap Devon.


"Tunggulah 2 hari lagi setidaknya sampai luka lambungmu mulai membaik" jawab papa.


"Tetapi kasihan Mika pa, kalau disini lama - lama" ucap Devon.


"Mika akan pulang siang ini dengan Mama, kamu sementara sendiri dulu saja, besok pagi baru mama dan papa akan menjengukmu" jawab papa.


"Aku tidak mau berpisah dengan istriku, walau sebentar saja" ucap Devon dengan pelan tetapi masih dapat di dengar Mika dan Papanya.


Sebenarnya Mika tidak tega dengan keadaan suaminya, tetapi demi kesehatan anak dalam kandungannya, Mika harus mengutamakan anaknya.


"Istirahatlah Mas, besok pagi aku akan datang menjengukmu" ucap Mika.


Devon hanya menatap dengan tatapan senduh kepada istrinya.


Seolah tidak ingin ditinggalkan istrinya.


Namun Devon tidak boleh egois karena di dalam kandungan istrinya ada anaknya yang butuh tempat istirahat yang nyaman.


"Baiklah sayang" jawab Devon dengan pelan.


Satu jam kemudian mama Devon datang untuk menjemput menantunya.


"Mika sayang sudah siap, yuk kita pulang!" ajak mama Devon.


"Iya ma " jawab Mika.


Mika meminta ijin kepada suaminya.


Dengan manjanya Devon meminta kecupan di seluruh wajahnya pada istrinya.


Mika yang tidak ingin ada drama - drama lainnya, menyetujui permintaan suaminya.


Setelah cukup lama manja - manjaan.


Akhirnya Devon merelakan juga untuk membiarkan istrinya pulang.


Mama Devon yang gemes melihat sikap anaknya hanya geleng - geleng kepala.


Mika dan Mama sudah pulang kerumah dengan diantar supir pribadi mama.


Sepeninggalan Mika dan mama mertuanya pulang, Devon lebih memilih memejamkan matanya.


Berharap hari cepat berlalu dan berganti pagi agar bisa melihat wajah cantik istrinya.


Diruang lainnya.


Setelah Papa Devon selesai praktek, dirinya dan Intan berniat untuk mengunjungi seseorang diruang ICU.


Disana ada seorang wanita yang masih betah menutup matanya.


Diadalah Nita.


Prof. Dimas yang tidak lain adalah papa Devon, mengumpulkan dokter - dokter yang bertanggung jawab rawat inap bersama terhadap pasien Nita selama di rawat inap.


Mereka ada 3 orang dokter yang bertanggung jawab selama Nita di rawat, yaitu dokter penyakit dalam, dokter neuro dan dokter bedah tulang.


**Prof. Dimas menanyakan kepada dokter - dokter yang merawat Nita.


Dokter Internis (Dokter Penyakit Dalam )


Dokter penyakit dalam sudah memeriksa kondisi Nita.


Hasil dari pemeriksaan kondisi Nita sudah mulai stabil, hanya luka di lambungnya yang belum sepenuhnya membaik.


Dokter Neuro (Dokter Saraf)


Sedangkan hasil pemeriksaan dokter neuro, kerusakan saraf Nita tidak ada perkembangan perbaikan, bahkan cenderung memburuk.


Terapi yang di lakukan sebelum insiden kemarin, tidak memberi efek apa pun.


Dokter Bedah Ortopedi (Dokter Bedah Tulang) Sedangkan hasil pemeriksaan dokter bedah tulang, Nita mengalami patah pada tulang paha kiri dan retak pada tulang kering kaki kanannya.


Aksi nekat Nita yang ingin mengakhiri hidupnya membuat tubuhnya makin menderita.


Kebenaran tentang status Devon yang sudah menikah menambah luka di hatinya.


Nita bukan saja sakit pada fisiknya tetapi juga pada psikisnya.


Papa Devon yang melihat kindisi Nita yang memburuk dalam segi psikis meminta Intan membantunya.


Prof.Dimas sudah memberitahukan rekam medis Nita dan meminta Intan untuk membantu healing psikis Nita.


Intan yang paham maksud papanya segera melaksanakan terapinya.


Intan mulai mendekati bed Nita, lalu Intan mencoba mengajak bicara Nita, agar Nita mau membuka mata.

__ADS_1


Karena sebenarnya kesadaran Nita sudah pulih, hanya saja Nita enggan membuka matanya.


Berbagai cara dilakukan Intan untuk merangsang Nita membuka mata.


Hampir 30 menit Intan terus berbicara sendiri untuk membangkitkan semangat Nita.


Usaha Intan tidak sia - sia, perlahan Nita membuka matanya.


Namun pandanganya kosong.


Tidak ada semangat hidup dari sorot matanya.


Intan dengan sabar mulai mengajak Nita berbincang - bincang, walaupun pembicaraan mereka hanya searah dari Intan saja.


Intan yang sudah hampir 2 jam bersama Nita, tidak melihat adanya perubahan yang berarti untuk Nita.


Intan berniat melanjutkan terapinya besok, berharap besok Nita dapat merespon dengan baik.


Saat Intan hendak meninggalkan ruangan Nita, terdengar suara tangis Nita.


Intan mendekat kembali ke bed Nita dan berusaha menenangkan Nita.


Peluk Intan sebagai dukungan pada Nita.


Perlahan tangis Nita mereda, Intan terus memeluk Nita.


Nita yang sudah terlihat tenang, barulah Intan melepas peluk nya.


"Kak tolong aku" ucap Nita sambil menangis.


"Apa yang bisa ku bantu?...ceritalah bila bisa membuatmu lebih tenang" jawab Intan.


...Nita mulai mengenang kisah pahit hidupnya....


...Flasback Nita...


Nita mulai menceritakan awal dirinya mengenal Devon saat dirinya sama - sama sekolah di SMU yang sama.


Devon pernah mengungkapkan perasaannya saat malam perpisahan kelas 3.


Nita senang karena Devon memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.


Tetapi larangan ayah dan ibunya yang tidak membolehkan pacaran membuat Nita takut untuk berkomitmen dengan Devon.


Sampai akhirnya takdir mempertemukan kembali Nita dengan Devon di dalam Lift sebuah hotel dijakarta.


Saat itu Nita sedang bekerja sebagai weeding singer di hotel tersebut.


Awalnya Devon masih menunjukan sikap dingin dan penuh kemarahan pada Nita.


Namun karena Nita sakit dan Devon yang berbaik hati menolongnya maka komunikasi mereka terbangun kembali.


Seringnya berjumpa membuat hubungan Nita dan Devon kembali dekat walaupun tidak ada komitmen berpacaran.


Kedekatan Mika dan Devon tidak hanya dijakarta tetapi berlanjut sampai ke bandung.


Nita dan Devon sering makan siang bersama dan menghabiskan waktu bersama di Weekend.


Bahkan Devon pernah mengajak Nita makan malam dengan keluarga lengkapnya.


Setelah makan malam itu sikap Devon berubah 180 derajat.


Hampir 3 hari Devon tidak dapat di hubungi, semua akses komunikasi Nita di blokir semua oleh Devon.


Nita yang ingin minta kejelasan kepada Devon akhirnya mendatangi kampus Devon.


Disana Nita menemui Devon, tetapi sikap dingin dan cuek Devon terpancar dari pembawaannya, bahkan sikap Devon kali ini lebih dingin dan menyeramkan bagi Nita.


Nita yang meminta penjelasan sikap Devon yang sulit dihubungi berbalas peringatan keras dari Devon.


Devon tidak ingin kedekatannya dengan Nita takut membuat pujaan hatinya salah paham.


Devon juga meminta Nita jangan pernah mendekatinya lagi.


Seketika hati Nita hancur. Harapan Nita dapat memulai hubungan dengan Devon di usia dewasanya kini pupus.


Nita yang sedang patah hati di ajak oleh sahabatnya ketempat untuk melupakan sakit hatinya.


Malam harinya Nita pergi ke klub untuk bersenang - senang bersama seorang sahabatnya.


Tetapi sahabatnya itu bukan sahabat yang baik, Nita dijebak oleh sahabatnya sendiri.


Malam itu Nita harus kehilangan keperawanannya.


Nita yang tidak sadarkan diri direnggut kesuciannya oleh laki - laki yang tidak dikenalnya.


Pagi harinya Nita baru sadar bahwa dirinya telah menjadi korban perkosaan.


Nita mencari sahabatnya, tetapi sahabatnya telah pergi dari kost nya.


Nita ingin melapor kejadian itu kepada pihak kepolisian tetapi takut orang tuanya malu, akhirnya niat melapor di urungkannya.


Sebulan setelah kejadian itu, Nita harus menanggung seorang diri kehamilannya.


Mika yang tidak sanggup nanggung resiko berat ini, akhirnya menceritakan musibah dirinya pada kedua orang tuanya.


Sungguh di luar dugaannya.


Ayahnya bukan bersimpati atas musibah yang menimpah puterinya tetapi ayahnya sangat marah kepada Nita.


Ibu Nita berusaha meredam kemarahan ayahnya namun sia - sia saja.


Kemarahan ayah Nita semakin memuncak.


Caci maki keluar dari mulut ayahnya untuk Nita.


Hingga terucap sebuah rahasia besar tentang asal usul Nita.


"Dasar anak tidak diuntung, sudah diangkat anak oleh kami dari tempat hina tetap saja mengikuti jejak hina ibumu" ucap ayah Nita.


Ucapan ayahnya membuka rahasia puluhan tahun.


Dengan derai air mata Nita meminta kejelasan dari ibu dan ayahnya.


Ayahnya tidak merespon permintaan Nita dan memilih pergi meninggalkna Nita dan ibunya.


Nita yang diliputi rasa penasaran terus saja memohon pada ibunya.


Ibu Nita dengan terpaksa menceritakan asal usul Nita.


Nita adalah anak dari pasang pak Amir dan bu Ningsi.


Pak Amir pergi meninggalkan keluarganya demi menikahi wanita lain.


Bu Ningsih ditinggalkan dalam keadaan hamil tua.


kehidupannya yang susah membuat bu Ningsi nekat menawarkan Nita bayi kepada pasang suami istri yang sekarang menjadi ayah ibu angkat Nita.


Ayah dan Ibu angkat Nita yang tidak dikaruniakan anak dalam rumah tangganya akhirnya menerima Nita untuk menjadi anaknya.


Mereka berdua merawat Nita dari bayi hingga kini dengan kasih sayang dan menganggap Nita seperti puteri kandungnya.


Nita yang malu terhadap keluarga angkatnya memilih pergi dari rumah itu dan mencari keberadaan ibu kandungnya.

__ADS_1


Berbekal alamat lama yang diberi ibu angkatnya Nita mulai mendatangi alamat itu.


Keberuntungan belum berpihak kepadanya.


Ternyata rumah itu sudah lama dijual pemiliknya.


Pemilik baru rumah itu memberi sebuah alamat dijakarta tempat bu Ningsih tinggal sekarang.


Berbekal alamat yang di beri Nita berangkat ke jakarta dan menemukan rumah tersebut.


Disana Nita disambut baik oleh sepasang suami istri yang berusia lebih dari setengah abad.


Nita mulai menjelaskan maksud kedatanganya kepada pasangan suami istri itu.


Perkenalan berlangsung, ibu yang berusia lebih dari setengah abad itu adalah bu Juju yang tidak lain adalah kaka dari bu Ningsih.


Sedangkan suaminya adalah pak Imron kaka ipar dari bu Ningsih.


Bu Juju menceritakan kalau adiknya sudah meninggal 6 tahun yang lalu karena sakit kanker servik.


Sebelum meninggal ibu kandung Nita menititipkan sebuah surat untuk anak - anaknya.


Bu Juju menyerahkan sepucuk surat dari almarhumah ibu Nita kepada Nita.


**Surat dari Bu Ningsi untuk anak - anaknya.


Bandung, 4 Mei 2016


Untuk anak - anakku tersayang,


Mungkin saat kalian membaca surat ini ibu sudah tidak ada di dunia ini.


Maafkan ibu yang tidak bisa mengurus Nita dengan baik setelah ayahmu meninggalkan kita.


Ibu memang sudah memulai pernikahan kembali dengan ayah adikmu, tetapi Tuhan sangat cepat memanggilnya.


Nita sayang kamu memiliki seorang


adik yang cantik.


Walaupun kalian berbeda ayah, ibu berharap kalian dapat saling menyayangi.


Ibu berharap perpisahan kalian berdua dapat disatukan kembali oleh takdir Illahi.


22 tahun yang lalu ibu menaruh adikmu didepan pintu panti asuhan bunda kasih di bandung selatan.


Semoga Tuhan memberikan jalan untuk kalian agar saling mengenal.


Maafkan ibu, bukan ibu tidak menyayangimu kalian tetapi keadaan ini saat itu sulit sekali nak.


Tolong maafkan ibu, agar ibu tenang di alam sana.


Salam rindu dari ibu,


Ningsih


Setelah membaca surat itu hati Nita semakin sedih, setelah mengetahui tentang keberadaan adiknya dirinya ingin mencarinya.


Sebelum ke panti asuhan Bunda kasih Nita menyempatkan diri nyekar ke makan ibu dan ayah sambungnya.


Nita yang ditemain bu Juju dan suaminya mendatangi makam ibu dan ayah sambungnya.


Setelah itu Nita melanjutkan perjalanannya, namun sayang ditengah perjalanan mobil Nita di hadang oleh segerombolan gangster.


Selama berbulan - bulan Nita di sandera di dalam markas gangster itu.


Nita mendapatkan pelecean dan perbuatan tidak baik lainnya selama di sandera di markas mereka.


Berkali - kali Nita selalu mencoba melarikan diri, namun usahanya gagal terus.


Setelah tujuh bulan menjadi sandera, akhirnya Nita dapat melarikan diri atas bantuan salah seorang pemuda yang baru gabung dengan gangster tersebut.


Pemuda itu kasihan dengan penderitaan Nita.


Pemuda itu mengambil diam - diam kunci mobil Nita yang disimpan oleh salah seorang gangster senior.


Akhirnya Nita dapat meloloskan diri.


Berbekal kunci mobilnya Nita mengemudi sekencang - kencangnya.


Namun sayang usahanya hampir gagal, beberapa gangster mengejarnya.


Nita berusaha melarikan dirinya dengan menambah kecepatan mobilnya, maka terjadilah kejar - kejaran.


Nita yang tidak ingin tertangkap oleh gangster itu, memacu mobilnya dengan gas full.


Tetapi sayang Nita kehilangan keseimbangan saat mengemudi mobinya dan berakhir pada kecelakan itu.


Ditengah kemalangan yang di dapatnya, disaat itu pula dipertemukan kembali dengan Devon.


Devon yang menolongnya selama dirinya dirawat di jakarta.


Devon pula yang menghubungi kedua orang tua angkat Nita agar datang melihat keadaan Nita di RS, tetapi sungguh malang ditengah perjalanan ke jakarta orang tua Nita mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.


Terpuruknya Nita akhirnya Membuat Devon bersimpati.


Perhatian Devon membuat semangat hidup Nita kembali.


Devon yang baik hati merawat anak Nita dengan tulus.


Dengan kebaikan hati Devon lagi - lagi Nita di tolongnya.


Devon menampung Nita di rumah orang tuanya.


Namun baru semalam bermalam di bandung, pagi harinya Devon mengajak pindah ke apartemennya.


Tidak ada kejelasan yang di berikan Devon atas perpindahan Nita beserta baby Vonny dan pengasuhnya.


Saat malam harinya Devon mendadak ingin pergi.


Nita melarangnya, biasanya Devon menuruti semua keinginan Nita, tetapi kali itu Devon pergi tanpa pedulikan larangan Nita.


Nita yang tidak ingin Devon pergi lalu mengejarnya.


Tapi sayang, Nita akhirnya terjatuh dari kursi rodanya.


Dan berakhir di rawatnya kembali Nita di RS.


Sikap Devon yang sekarang begitu dingin, bahkan ancaman nekat Nita tidak mempengaruhi pendirian Devon.


Bahkan Devon mengirimkan pesan tentang statusnya yang sudah menikah dan saat ini istrinya sedang hamil.


Pesan itu membuat Nita tidak memiliki harapan hidup, dirinya merasa tidak ada lagi yang dapat melindunginya.


...Back on...


Nita terus menangis setelah menceritakan semua masalah yang di hadapinya kepada Intan.


Intan dengan sabar mendengarkan keluh kesah Nita dan memberikan peluk hangatnya untuk meredahkan tangis Nita.


Bersambung...


Ingin tau kelanjutan cerita "Lihatlah Aku" ikuti selalu ya pembaca setiaku, author lanjut di episode berikutnya ya😁😁🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typo🙏🙏😍😍


Tinggalkan jejak Like, vote dan komen - komen nya, biar Author lebih semangat lagi up nya🙏🙏😍😍


__ADS_2