
Bab 95
Hari ini adalah kepulangan Mika ke Indonesia. Semua barang bawaannya mereka sudah di paketkan lewat jasa pengiriman barang 2 hari sebelum kepulangan mereka, sedangan barang yang di packing hari ini hanya beberapa helai pakaian saja yang memudahkan mereka membawanya.
Hati Mika senang sekali setelah 2 bulan berpisah dengan anaknya dapat berkumpul kembali, bahkan anak - anaknya menjemput dirinya dari Jerman ini suatu kebahagian yang luar biasa bagi Mika.
Perjalanan yang memakan waktu hampir 17 jam tidak menyurutkan semangat Mika untuk menggendong kaka Al ketika keluar dari pesawat yang membawanya dari Jerman hingga sampai ke Indonesia.
Ketika rombongan Mika keluar dari gate kedatangan International Mika di kagetkan dengan sosok pria yang tersenyum manis di hadapannya dengan buket bunga mawar di tangannya.
Mika yang terkejut atas datangan Devon yang sudah lebih dari 3 bulan tidak bertemu membuatnya agak salah tingkah dalam bersikap. Perasaan Mika saat itu di antara senang, marah atau sedih beraduk dalam hatinya.
Devon semakin mendekat dengan senyum manisnya menghampiri istri dan anak - anaknya. Sedangkan kedua orang tuanya sengaja meninggalkan mereka agar memberikan waktu untuk mereka berdua.
" Mika maafkan aku...maaf atas kesalahanku, tolong maafkan aku" ucap Devon.
Devon terus merengek di hadapan Mika. Ucapan permohonan di ucapkan berkali - kali untuk mendapatkan maaf Mika.Tidak hanya kata maaf yang di ucap, tetapi Devon memeluk istrinya.
Mika yang sedang menggendonga Al tak kuasa untuk berontak dari pelukan Devon.
"Pa...pa....papa" ucap kaka Al.
Anak laki - laki usia 1 tahun 2 bulan itu memanggil papa nya dengan jelasnya.
"Iya nak ini papa, papanya kaka Al" ucap Devon dengan suara paraunya.
Devon berucap sambil meneteskan air mata nya, rasa bersalahnya semakin besar kepada anak - anaknya.
Mika hanya diam tanpa menjawab semua ucapan suaminya, hanya air mata yang terus keluar dari kedua matanya.
Mama Devon yang awalnya menjauh dari anak dan menantunya, berharap agar mereka dapat menyelesaikan dengan baik, tetapi menjadi haru melihat hal itu.
Mama dan papa Devon berjalan mendekati anak dan menantunya. Mama Devon mengambil kaka Al dari gendongan Mika dan menyerahkan kepada babysisternya dan setelah itu dirinya memeluk erat anak menantunya untuk memberi kekuatan kepada Mika.
Sedangkan sang papa menarik tubuh anak laki - lakinya menjauh dari menantunya dan menarik hingga jauh. Setelah jarak Devon lumayan cukup jauh dari Mika barulah papa Devon berhenti menariknya.
"Pa, biarlah aku mendekati istriku...beri aku kesempatan itu pa, please..." ucap Devon.
__ADS_1
Devon terus memohon kepada papa nya. Kata - kata permohonan dan air mata penyesalan tidak meluluhkan hati papa Devon.
Rasa marah dan kesal dengan semua tingkah anaknya membuat papa ingin memberi pelajaran yang penting dalam hidup anaknya.
Mika menangis dalam rangkulan mama mertuanya. Sambil perlahan mama Devon menuntun Mika untuk masuk kedalam mobil mereka, sang supir sudah menunggu di depan pintu keluar.
Mika mengikuti langkah sang mama mertua begitu juga ketiga babysister mereka beserta ketiga anak Mika.
Setelah dalam mobil kaka Al yang duduk di jok belakang melihat ke kaca mobil belakang sambil menepuk - nepuk kaca mobil.
"Papa...papa..." teriak kaka Al sambil menangis.
Hati Mika begitu sakit ketika anak pertamanya begitu merindukan papanya. Mika berperang batin antara memberi kesempatan atau tidak.
Mika berusaha tetap tegas pada pendiriannya untuk memberi pelajaran berharga untuk suaminya. Mika berharap Devon bisa menjadi lebih baik lagi.
Mika terus menangis dalam diamnya, air matanya terus menetes dari kedua matanya. Tetapi mulutnya terkunci rapat untuk bersuara.
Sedangkan Devon hanya bisa menangis melihat kepergian Mika dan anak - anak dalam mobil orang tuanya yang terus melaju menjauhinya.
"Mika...tolong maafkan aku..." teriak Devon.
Devon menjadi pusat perhatian di Bandar Udara International Soekarno- Hatta, khususnya di terminal kedatangan luar negeri dan atas kegaduhan yang diciptakan membuat pihak keamanan bandara mengamankan Devon.
Datanglah empat orang security bandara. Mereka datang mendekati Devon untuk mengambil tindakan tegas kepada Devon. Mereka hendak membawa Devon ke pos pengamanan, tetapi hal itu tidak terjadi.
Ustad Samsul dan Amir anak laki - laki datang tepat waktu dalam situasi yang tidak baik bagi Devon.
"Pak tolong lepaskan anak saya, maaf sudah membuat kegaduhan di bandara ini" ucap ustad Samsul.
"Kita selesaikan di pos saja pak" jawab salah satu security.
"Tolong pahami kondisi anak saya, ini kesalah pahaman dalam keluarganya, sekali lagi kami minta maaf dan kami akan langsung pergi" ucap ustad Samsul.
Dirinya menekankan kata salah paham dalam keluarga agar mereka pihak keamanan bandara tidak memperpanjang urusan ini semua.
"Baiklah pak, tolong tinggalkan lokasi ini agar tidak mengganngu pengunjung lainnya" ucap security yang lainnya.
__ADS_1
Akhirnya Devon dapat lolis dari situasi yang sangat tidak baik itu. Ustad samsul menggandeng keponakannya untuk sampai keparkiran mobil, sedangkan Amir berjalan lebih dahulu untuk sampai ke mobil mereka.
Setelah di dalam mobil Devon terus menangis sambil berucap kata penyesalan dirinya.
"Maaf...maafkan aku, Mika tidak menerima maafku mamang" ucap Devon dalam tangisnya.
Ustad Samsul menepuk kedua bahu keponakannya dengan memberikan kata yang sedikit memberi ketenangan Devon.
"Bukan tidak memaafkan, tetapi belum saatnya...mintalah terus kepada Tuhan untuk melembutkan hati istrimu" ucap ustad Samsul.
"Apa istriku bisa memaafkanku?" tanya Devon.
"Jika Tuhan berkehendak" jawab ustad Samsul.
Devon yang mendengar ucapan mamangnya membuat hatinya sedikit tenang.
Devon berterimakasih kepada mamang dan adik sepupunya yang sudah mau membantu dirinya mengantar kerumah orang tuanya hingga sampai ke Bandara International Soekarno - Hatta.
Memang kepergian Devon tidak lepas dari bantuan mamang dan Amir adik sepupuhnya.Devon yang beberapa hari yang lalu menelepon ke rumah orangtuanya, mendapatkan informasi dari bi Mimin salah satu ART nya yang sudah lama sekali ikut dengan keluarga memberitahu kalau Mika akan pulang 2 hari lagi ke Indonesia.
Informasi ini disampaikan Devon kepada Mamang nya, hingga mamang nya mempunya rencana agar Devon mendatangi rumah orang tuanya dengan di antar Amir yang membantu untuk menyupirkan mobil.
Pagi tadi sebelum Devon ke bandara dirinya mendatangi rumah orang tuanya.Tetapi Mika belum datang dan Devon berencana untuk menjemput ke bandara.
Kebaikan ustad Samsul dan Amir akhirnya Devon sampailah di Bandara Soekarno - Hatta.
Devon yang sudah tenang mencoba bepikir langkah selanjutnya, tetapi otaknya seakan sulit untuk diajak kerjasama dalam berpikir.Hingga Devon meminta tolong kepada mamangnya.
"Mang apa yang harus aku lakukan saat ini?" tanya Devon.
"Datanglah ke rumah orang tuamu" jawab ustad Samsul.
Devon pun menyetujui saran mamangnya dan Devon meminta tolong kepada adik sepupu nya untuk mengantarkan diri nya ke rumah orang tuanya.
Bersambung...
πΈπΈLanjut ikuti ceritanya yaa..πΈπΈ
__ADS_1
Mohon maaf bila masih banyak salah typoππππ
Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaππππ