Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 79


Seminggu sudah keluarga Bagaskara berkabung atas kepergian Devon. Walaupun keluarga belum yakin sepernuhnya atas kepergian Devon. Papa Devon mengajak istri dan anak pertamanya agar ikhlas menerima cobaan dalam kehidupan ini termasuk kepergian Devon yang tidak di sangka - sangka oleh mereka semua.


Bu Leni dan adik - adik panti Mika sudah beraktifitas seperti biasanya. Bu Leni kembali menjalankan aktifitasnya sehari - hari, dirinya yang kangen dengan baby Vonni dapat bertemu kembali.


Baby Vonni adalah anak Nita yang di titipkan Devon beberapa tahun yang lalu, batita cantik yang sekarang beranjak usia 2,5 tahun. Batita malang yang harus menerima cap sebagai anak haram seumur hidupnya.


Bu Leni sangat menyayangi Vonni, dirinya teringat akan masa kecil Mika. Bayi mungil yang harus menerima kejamnya hidup di usia dini mereka.


Sedangkan di kediaman Bagaskara, sepasang suami istri sedang bersiap - siap untuk pergi ke Bandarudara Internasional Soekarno - Hatta.


Papa dan mama Devon hari ini akan menyusul Mika ke Jerman. Bagi mereka kehilangan Devon sudah cukup terpukul, mereka tidak ingin kehilangan menantu mereka.


Supir mereka sudah mengantar kepergian tuan dan nyonyanya ke Bandara. Perjalanan yang cukup jauh membuat mereka agak lelah.


Sesampainya di Bandara mereka melakukan serangkaian prosedur sebelum duduk di kursi pesawat.


Kini papa dan mama Devon sedang berada di atas pesawat. Mereka berdoa agar Tuhan mempermudah dan melindungi mereka selama perjalanan.


Penerbangan yang cukup jauh membuat mama agak sedikit pusing dan mual. Mama menghilangkan rasa ini dengan tidur. Berharap rasa tidak enak dalam perutnya akan segera hilang.


Setelah pesawat yang di tumpangi papa dan mama Devon terbang kurang lebih 17 jam akhirnya mereka sampai juga di Bandarudaraย Internasional diย Berlin.


Mereka berdua keluar pintu kedatangan disana Dinda sudah berdiri menyambut kedatangan mereka.


Dinda memang mengatahui dan sengaja meluangkan waktu menjemput kedatangan mertua Mika. Dinda sudah berjanji kepada Mika kalau akan menjemput mertua Mika.


"Halo om..tante" sapa Dinda.


"Hai nak Dinda, terima kasih sudah repot - repot menjemput kami" ucap mama Devon.


"Tidak apa - apa tan" jawab Dinda.


"Nak, biar kami menginap di hotel saja, kami tidak enak harus merepotkan nak Dinda" ucap papa Devon.


Dinda tersenyum kepada kedua mertua Mika yang sangat baik dan sopan ini. Dinda menjelaskan kalau Dinda memang sengaja menjemput mertua Mika karena permintaan Mika. Untuk penginapan ayahnya yang tak lain adalah pak Edi yang meminta Dinda untuk menjamu papa dan mama Devon selama di Jerman.


"Please mau ya Om dan tante untuk tinggal di rumah kami selama di jerman" ucap Dinda.


Mama Devon terharu atas kebaikan Mika dan keluarga pak Edi termasuk Dinda. Mama langsung memeluk Dinda sambil menangis.


"Terima kasih nak...terima kasih..." ucap mama dalam tangisnya.


"Iya tante, sama - sama" jawab Dinda sambil memeluk mama Devon.

__ADS_1


Akhirnya drama tangis - tangis pun berakhir. Dinda sengaja mengajak kedua mertua Mika pulang dulu ke rumah beristirahat dan malam nanti baru akan membawanya untuk menjenguk Mika di Helios Hospital.


Sesampainya di rumah istri pak Edi menyambut kedatangan kedua orang tua Devon dan mepersilakan masuk. Kebetulan bu Edi sedang ada di Jerman untuk mengurus beberapa bisnisnya di Jerman.


Bu Edi mempersilakan papa dan mama Devon untuk beristirahat di kamar yang sudah di persiapkannya oleh ART nya.


"Terima kasih bu Edi, maaf kami merepotkan keluarga kalian" ucap mama Devon.


"Sama - sama bu, oh tidak merepotkan sama sekali, Mika sudah saya anggap anak saya, jadi kita seperti keluarga juga" jawab bu Edi.


Mama Devon terharu kembali. Mengingat mantunya begitu banyak yang menyayanginya, sedangkan anak laki - laki memperlakukan Mika sangat buruk sekali.


Bu Edi yang melihat mama Devon menangis langsung memeluknya untuk meredakan kepiluan hati mama Devon.


Bu Edi mengantar sampai di depan kamar tamu dan mempersilakan papa dan mama Devon beristirahat.


Sore harinya, Dinda mendatangi kamar tamu yang di pakai menjadi kamar papa dan mama Devon selama di Jerman.


Tok...tok...tok... Dinda mengetok pintu kamar mereka.


"Ya" ucap mama Devon.


Setelah mengatakan ya tak lama pintu kamar terbuka.


"Maaf tante mengganggu waktu istirahatnya" ucap Dinda.


Dinda kemudian menjelaskan kalau dirinya ingin mengajak papa dan mama Devon untuk makan dan setelah itu akan mengantar mereka berdua ke Helios Hospital tempat Mika di rawat.


"Baik nak, kami bersiap dulu ya" ucap mama Devon.


"Siap tan" jawab Dinda.


Setelah itu Dinda kembali ke dapur untuk membantu ibunya yang sedang menyajikan makanan bersama ART nya.


Bu Edi dengan sengaja untuk penyambutan tamunya menu di ambil dari resto mereka.


Menu makan malam ini adalah masakan Indonesia, menu favorite bu Edi selama di Jerman.


Tak lama kemudian papa dan mama Devon datang menghampiri ruang makan keluarga pak Edi.


Bu Edi yang melihat kedua tamunya itu langsung mengajak mama Devon duduk ke meja makan berikut juga mempersilakan papa Devon untuk duduk di meja makan.


Mereka berempat makan bersama dalam diam tanpa ada suara obrolan hanya dentingan sendok dan garpu saja yang terdengar.


Setelah selesai Dinda pamit dengan ibunya termasuk papa dan mama Devon juga berpamitan dengan bu Edi.

__ADS_1


Kini mereka bertiga sedang dalam perjalanan menujuh Helios Hospital tempat Mika mendapatkan perawatan.


Dinda sempat bercerita kalau Helios Hospital adalah RS tempat Mika bekerja dulu. Disana Mika dan Prof.Emin adalah Dokter yang paling terkenal dalam kepiawaiannya menyembuhkan pasien yang berobat kepadanya.


Papa dan mama Devon yang mendengar cerita Dinda merasa senang dan bangga sekali kalau menantunya adalah berlian yang selalu bersinar di mana pun dia berada.


Obrolan mereka telah mengantarkan mereka sampai di pelataran Helios Hospital.


Dinda memarkirkan kendaraannya dengan sempurna dan mereka bertiga langsung menujuh ke lantai 3 tempat Mika di rawat.


Dinda langsung membuka pintu kamar inap Mika, karena hanya dirinya saja yang biasa menjenguk Mika.


Papa dan mama Devon melihat kamar rawat inap Mika cukup mewah dan lengkap. Dalam hati berkata kalau Mika adalah Dokter yang sangat di hormati di RS itu.


Mika yang melihat papa dan mama Devon datang langsung memberikan senyumannya.


"pa..ma.." ucap Mika.


Mika ingin bangun dari posisi tidurnya, mama Devon yang melihat hal itu reflek langsung membantu Mika.


"Te ri ma ka sih ma " ucap Mika terbata - bata.


"Sama - sama sayang" jawab mama Devon.


Mama yang tak kuasa akan kerinduannya kepada menantunya langsung memeluk erat menantunya.


"Maafkan mama nak...maafkan Devon juga nak..." ucap mama dalam tangis.


Dalam peluk Mika mama terus mengucapkan kata maaf untuk Devon. Dirinya tau kalau perbuatan anaknya sungguh keterlaluan dn sulit di maaafkan, maka dari itu mama berkali - kali meminta maaf atas nama anaknya.


Mika yang merasa iba kepada seorang ibu yang memohon perminta maaf untuk anaknya yang sudah tiada pastinya menbuatnya sedih juga, terlebih laki - laki itu masih suami SAH nya.


Mika pun sudah membatalkan gugatan perceraiannya setelah mengetahui Devon mendapatkan musibah.


Kini pertemuan antara menantu dan kedua mertuanya membuat semua orang yang menyaksikan terharu termasuk Dinda.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya ya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿ™


Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typo๐Ÿ™๐Ÿ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah ini๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2