
Bab 133
Mika berusaha untuk memejamkan matanya tetapi sulit. Mika mengingat kembali kelakuan Devon beberapa tahun yang lalu. Mika yang berusaha memaafkan kesalahan Devon tetapi bukan berarti Mika melupakan seluruh kesalahan suaminya.
Masih terekam dengan jelas seluruh perbuatan Devon kepada Mika, walaupun Devon sudah menjadi suami yang baik saat ini namun Mika masih memiliki ketakutan sendiri akan perubahan Devon secara tiba - tiba.
Waktu terus berputar, Mika melihat jam sudah pukul 03:00 pagi namun matanya masih saja segar bahkan tidak sedikitpun rasa ngantuk itu datang. Mika akhirnya menujuh ke kamar mandi untuk berwudhu dan melakukan sholat tahajud di sepertiga malam itu. Suatu perbuatan yang sudah lama di tinggalkan bahkan telah lama Mika lupakan.
Setelah sholat Mika berdoa memohon ampun kepada Tuhan akan kesombongannya selama ini. Mika memang sering mengingat Tuhan namun melupakan yang menjadi kewajibannya untuk rasa syukurnya selama ini kepada sang Pencipta.
Mika menangis sejadi - jadinya di usianya yang sudah 30 tahun ini tetapi Mika masih bisa menghitung dengan jari kapan dirinya menjalankan perintah agamanya. Kurangnya pemahaman agama dan pengawasan membuat Mika hanya di saat tertentu saja baru menjalankan perintahNya. Padahal Bu Leni sebagai ibu angkat tidak henti - hentinya mengarahkan anak - anak pantinya untuk beribadah, tetapi Mika sendirilah yang selalu lalai.
Setelah Mika mengadu semua kegelisahan dan keresahannya kepada Allah SWT dirinya agak tenang, bahkan lelehan air matanya yang menandakan kelamahannya menjadi saksi Mika menyadari kebodohan dan kesombongannya yang tidak ada gunanya.Mika terus berdzikir dan berdoa memohon pertolongannya.
Mika akhirnya tertidur di atas sajadah yang di gelarnya dan masih memakai mukenah lengkap setelah menunaikan sholat subuh Mika tidur dengan tenang.
Pagi harinya Devon bangun melihat di sebelah tempat tidurnya tidak menemukan Mika di sisinya. Devon kaget dan segera mencarinya, namun langkahnya terhenti saat melihat Mika tertidur di atas sajadahnya. Devon melihat jam sudah jam 5:12.
"Masih ada waktu untuk sholat subuh" Ucap Devon .
"Ya Allah, ya Rabb...benarkah itu Mika?" tanya Devon dalam hatinya.
Devon sungguh merasa terharu akan perubahan spiritual Mika yang selamaini selalu saja melupakan yang menjadi kewajibannya.
"Alhamdulillah atas hidayahmu, tolong bukakan juga hidayah untukku" Doa Devon dalam hatinya.
Kekaguman Devon tidak hentinya membuatnya untuk perbaiki seluruh kesalahannya dan mencontohkan hal yang positif untuk keluarganya.
Devon melihat jam sudah jam 5:12.
"Masih ada waktu untuk sholat subuh" Ucap Devon.
Devon pun segera melaksanakan sholat subuh. Bagi Devon ini adalah awal terbaik untuk menjemput hidayah Allah dalam dirinya.
Usai melaksanakan sholat Devon membangunkan Mika.
"Sayang...bangun sayang" ucap Devon berkali - kali membangunkan istrinya.
Mika akhirnya membuka matanya dan melihat Devon di hadapannya. Mika begitu kaget melihat Devon dengan tatapan penuh arti di hadapannya.
.
__ADS_1
"Sayang apakah sudah sholat subuh?" tanya Devon.
Sebuah pertanyaan yang tidak pernah Mika dengar dari seorang Devon. Mika terdiam mencerna ucapan suaminya. Khawatir Mika salah mendengar dari ucapan suaminya.
"Sayang" ucapan Devon.
Mika akhirnya sadar kalau yang di dengarnya adalah benar dan nyata.Mika pun menjawab suaminya.
"Sudah mas" jawab Mika.
.
"Alhamdulillah" ucap Devon.
Mika bertambah bingung lagi dengan perubahan sikap Devon yang tiba - tiba berubah seperti itu.
Devon menyadari kalau istrinya masih bingung dengan sikapnya segera meluruskannya.
Devon menjelaskan bahwa dirinya meminta maaf bila selama ini dirinya sebagai iman di keluarga selalu lalai menuntun istrinya menjalankan perintahNya dan bahkan bersikap buruk yang tidak pantas di tiru.
Mika yang melihat perubahan pada Devon semakin bertanya, bahkan Mika memiliki pemikiran kalau Devon sedang berakting. Bukan tanpa sebab Mika berpikir seperti itu, Devon pernah melakukan hal kebohongan beberapa tahun yang lalu dengan modus yang sama bahkan Mika pun pernah membaca novel dengan modus yang sama.
"Ya Allah semoga ini bukan tipu - tipu suamiku untuk mengelabuhi aku" ucap Mika dalam hatinya.
"Kenapa sayang?" tanya Devon.
Mika tidak menjawab tetapi langsung pergi meninggalkan suaminya tanpa menjawab.
Setelah Mika sudah siap dengan pakaian prakteknya, Mika menujuh kamar anaknya untuk melihat anak- anaknya sebelum pergi ke RS.
Setelah puas bermain dengan anak- anaknya, Mika menujuh kamar ibu nya, ternyata ibu nya sudah tidak berada di kamar. Mika yang panik segera mencari keberadaan ibunya. Mika menemukan ibunya berada di teras depan rumah sambil memandangi taman bunga mawar milik mama Devon.
"Bu" ucap Mika.
Mika mendatangi ibunya dan mengucapkan salam kepada ibunya.
"Selamat pagi bu" ucap Mika.
Mika sambil mencium kedua tangan ibunya. Tatapan matanya penuh harap, Mika berharap ibunya cepat sehat dan dapat menyayangi dirinya layaknya ibu menyayangi anaknya.
"Apakah ibuku sudah makan?" tanya Mika kepada kedua perawat yang menjaga ibunya.
__ADS_1
"Sudah Dok" jawav perawat yang menjaga ibu Mika.
Lalu Mika pun menyuruh kedua perawat itu untuk sarapan pagi.
"Kalian berdua makanlah, biar ibuku aku yang menjaganya" ucap Mika.
"Baik Dok" jawab kedua perawat itu.
Kini Mika bersama ibunya sedang menikmati keindahan taman bunga mawar. Mika sesekali memancing perhatian ibunya dengan bercerita - cerita ringan.
Hampir satu jam Mika bersenda gurau dengan ibunya walaupun arah pembicaraannya hanya aearah saja dari Mika, tetapi Mika berharap psikis ibunya dapat membaik.
Mika beserta ibunya kini sedang perjalanan ke RS.Diamond untuk melakukan kembali terapi bersama kak Intan. Selama perjalanan ibu Mika banyak diam dengan kepala di tundukan.
Sesampai di RS.Diamond Mika langsung mengantar ibunya ke ruang praktek kak Intan yang di ikuti Mr.X dan istrinya.
"Aku ingin ke ruanganku dulu, apakah kalian ingin beristirahat di ruanganku?" tanya Mika.
"Tidak perlu, biar kami tunggu nyonya di sini saja" jawab Mr.X.
Mendapat jawaban seperti itu akhirnya Mika meninggalkan Mr.X dan istri untuk menujuh ruangannya.
Saat Mika melewati tepat di poli suaminya, Mika melihat seorang wanita sedang memeluk suaminya dari belakang dengan mesra dan sayangnya Devon diam seolah menikmati pelukan itu.
Mika yang terbakar cemburu segera menghampiri suami dan wanita itu.
"Ehem....apakah kalian tidak tau tempat?" tanya Mika.
Mendengar suara Mika dengan nada tegasnya menegurnya segera Devon melepaskan belitan tangan wanita itu dari pinggangnya.
Mika mendekati wanita itu dan menampar dengan keras kedua pipi wanita itu yang tidak lain adalah Shila yang Devon kenal dengan nama Lala.
"Berani nya kau" ucap Shila dengan mata penuh marah dan dendam kepada Mika.
Dengan santai Mika melenggang dari poli suaminya dan melanjutkan perjalanan ke ruangannya.
Devon yang melihat sikap Mika yang sangat marah segera melakukan tindakan tegas kepada Shila.
Devon memerintahkan agar pihak keamanan RS.Diamond agar mengusir Shila dari lingkungan RS.
Bersambung...
__ADS_1
πΈπΈIkuti ceritanya selanjunya yaa kakπΈπΈ
Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nya, terima kasihππππ