Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 124


Mika memperkenalkan suami dan kak Iparnya kepada laki - laki tua di hadapannya yang mengaku adalah opanya. Lelaki sepuh itu bernama Beck, seluruh pelayan dan orang kepercayaannya menanggilnya dengan sebutan Tn.Beck.


Tn. Beck sangat ramah dalam menyambut Mika dan Devon serta kak Intan. Hanya saja lelaki tua itu terlihat menyimpan kesedihan di balik matanya yang terus saja meneteskan air mata dalam senyum di bibirnya.


Tn. Beck mengajak Mika kesebuah kamar yang sangat besar luasnya dua kali kamar Mika di rumah Devon di Indonesia. Sang opa yang mengajak Mika untuk terus mengikuti langkahnya sampai terhenti di sebuah tempat tidur yang di atasnya terdapat wanita cantik tertidur.


Wajah cantik itu sama seperti Mika hanya saja wajah wanita itu telah banyak garis halus di wajahnya yang menandakan usia wanita itu.


"Apakah dia ibuku?" tanya Mika.


Air matanya tumpah saat melihat sosok wanita yang mirip wajahnya di hadapannya.


"Ya nak, dia adalah ibumu" ucap sang opa.


Mika langsung mendekat dan melihat wajah cantik yang sedang tertidur itu. Harapan Mika dapat bertemu orang tuanya kini telah menjadi nyata di hadapannya.


"Alhamdulillah, terima kasih atas kebaikanMu" ucap Mika dalam hatinya.


Mika memegang tangan wanita yang tertidur itu dan mengelusnya serta mencium tangan wanita itu.


Sentuhan Mika terhadap ibunya yang tidur itu membuat ibunya terbangun dan membuka mata dengan tatapan penuh tanya.


"Bu aku anakmu" ucap Mika.


Wanita itu yang tak lain adalah Rose anak Tn.Beck hanya menatap Mika tanpa kedik dan tanpa suara.


"Bu...bu...ini aku anakmu" ucap Mika.


"Anak...anak..anak...mana anakku, dia buang anakku...anakku..." teriak Rose tanpa henti.


Rose mengamuk sambil sesekali berteriak kata anak. Rose membuang semua bantal di atas tempat tidurnya bahkan mendorong Mika hingga terjatuh.


Dokter keluarga Beck yang berada di kamar itu dan atas intruksi Tn. Beck segera memberikan suntikan penenang kepada Rose. Mika yang mengetahui kalau suntikan itu obat penenang langsung bertanya kepada dokter itu.


"Apa kau sering melakukan hal ini?" tanya Mika.


"Maksudnya nona?" tanya balik sang dokter.

__ADS_1


Mika kemudian menjelaskan maksud dari pertanyaannya itu, Mika bertanya lagi kepada dokter itu apakah dokter itu sering menyuntikan obat penenang kepada wanita itu.


" Iya terkadang" jawab dokter itu.


Mika yang penasaran lantas bertanya kembali kepada dokter itu perihal kesehatan Rose yang tak lain adalah ibu kandungnya.


Awalnya dokter itu mencoba mengalihkan pembicaraan karena takut akan tatapan tajam Tn. Beck. Dirinya merasa sedikit saja salah bicara maka kariernya akan hancur selamanya.


"Jangan takut bicaralah sejujurnya, aku juga seorang dokter, walaupun specialisasiku bukan psikiater, tetapi aku mengetahui obat apa yang kau suntikan kepada ibuku tadi" ucap Mika.


Mendengar ucapan Mika dokter itu tertunduk dan melirik ke arah Tn. Beck untuk mengetahui respon tuannya.


Setelah ada anggukan dari tuannya akhirnya dokter itu menceritakan riwayat kesehatan Rose.


Dokter itu bercerita kalau Ny. Rose sekitar 28 tahun awal mengalami depresi, lambat laun depresi Ny.Rose semakin parah sehingga sampai tahap gangguan kecemasan dan ketakutan yang hebat. Perjalan waktu yang cukup lama dengan pengobatan yang panjang tidak membuahkan hasil apa pun, walaupun sekarang lebih tenang. Hasil diagnosa kami kalau Ny.Rose yang memiliki ganguan Psikosomatik yang parah berdasarkan observasi dalam penjelasan dokter itu.


"Tanpa mengurangi rasa hormat saya, bolehkah aku memanggil kaka iparku yang merupakan seorang dokter psikiater yang cukup handal di Indonesia, bahkan aku pun pernah menjadi pasiennya" ucap Mika kepada opa dan dokter yang merawat ibunya.


"Tentu saja Nona, saya senang sekali bila ada rekan sejawat saya yang bisa menyembuhkan Ny.Rose" ucap sang dokter.


"Iya nak, silakan saja" ucap opa Mika.


Lalu opa memerintahkan pengawalnya agar mengantarkan Devon dan kak Intan untuk masuk kamar ibunya Mika.


Disela perkenalan sang dokter mengingat sosok kak Intan yang tak lain adalah asisten dosen serta kaka kelasnya saat masih kuliah di FK Indonesia.


"Kak Intan, apakah anda masih memgenal saya, adik kelas anda saat kita masih kuliah kedokteran" ucap sang dokter.


Kaka Intan lalu mencoba mengingat dan sampailah pada ketepatan kak Intan dalam menebak sosok dokter itu.


"Ya aku menginatmu" jawab kak Intan sambil tersenyum.


Pertemuan yang cukup cangung ini dengan situasi yang tidak dalam keadaan baik membuat mereka lebih menahan diri untuk bertanya kabar mereka.


"Kak tolong bantu ibuku dalam penyembuhan ibuku" ucap Mika.


"Ya sayang, aku akan bekerja sama dengan adik kelasku yang hebat ini" ucap kak Intan yang memuji dokter yang selama ini merawat ibu kandung Mika.


"Terima kasih kak, sesungguhnya andalah dokter hebat yang di kagumi oleh para dokter muda saat kami semua menjadi mashasiswa dan kaka menjadi asisten dosen kami" puji sang dokter terhadap kak Intan.

__ADS_1


Kak Intam lalu tersenyum dan langsung pada topik permasalahan. Kak Intan menanyakan pengobatan yang selama ini di lakukan dalam penyembuhan Ny.Rose.


Setelah mengetahuinya kak Intan menjelaskan tahap pengobatan yang akan di lakukannya kedepannya dalam pengobatan Ny.Rose yaitu dengan menggabungkan pengobatan Hipnoterapi dalam obat farma yang selama ini di konsumsi Ny. Rose.


Kak Intan menjelaskan lebih jauh tentang metode Hipnoterapinya. Hipnoterapi bisa berdampingan dengan psikoterapi, dan efektif untuk mengatasi stres serta kecemasan.


Hipnosis pada terapi ini dapat membuat seseorang mampu mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan ingatan menyakitkan yang tersembunyi di pikiran bawah sadarnya.


Dengan ditemukannya luka terpendam ini, dokter jadi bisa membantu pasien mengolah dan menanggapi luka tersebut sehingga tidak berkembang menjadi stres yang bisa memicu gangguan psikosomatik.


Setelah penjelasan dari kak Intan maka semua mempercayai kak Intan untuk turut dalam team pengobatan Ny.Rose.


Mereka di persilakan untuk beristirahat dahulu, perjalanan panjang antara Indonesia sampai Belanda pastinya membuat mereka lelah.


Mika dan Devon dalam kamar yang sama sedangkan kak Intan berada di kamar sebelah Kamar Mika.


Walaupun dalam hati Mika banyak pertanyaan yang ingin mendapatkan kejelasan dari masa lalu ibunya terlebih sosok ayahnya yang tidak ada kejelasanan. Opanya hanya berkata kalau ayah Mika telah meninggal sehari setelah dirinya di lahirkan.


Mika ingin sekali mengetahui cerita sebenarnya, namun tubuhnya yang lelah membuat Mika lebih baik menyimpan dahulu keinginannya. Mika berharap ibunya dapat sembuh dari depresinya yang telah puluhan tahun itu.


Mika yang terlihat banyak pikiran dan tekanan hanya bisa menangis dalam ke galauannya. Devon yang melihat istrinya menangis segera memeluk erat istrinya itu dan berharap istrinya dapat menumpahkan kesedihanya kepada suaminya ini.


"Apa kau ingin berbagi cerita denganku sayang?" tanya Devon.


Mika hanya diam dengan aliran air mata yang terus menetes dari kedua matanya.


"Sudahlah sayang, jangan siksa dirimu aku dan anak- anak membutuhkanmu sayang" ucap Devon.


Mika seketika menghentikan tangisnya dan mempererat peluknya pada Devon. Mika berharap energi cinta mereka dapat membuatnya tegar dalam menjalankan kenyataan pahit masa lalu hidup Mika.


Devon mengecup kening istrinya dan mempererat pelukannya berharap Mika mempercayainya dalam mendampingi kehidupan ini.


Setelah mereka berdua saling mengungkap isi hati dalam sebuah pelukan kini mereka berdua memutuskan untuk tidur sejenak dalam mengistirahatkan tubuh lelahnya.


Mika dan Devon tidur dalam satu bed yang sangat besar dan indah. Empuknya kasur dan bantal membuat suami istri ini cepat tidur dalam lelap.


Bersambung...


πŸ’–πŸ’–Lanjut ikuti ceritanya yaa..πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


Mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tinggalkan jejak Like nya kak, biar Author lebih semangat lagi up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2