
Bab 30
Perjalanan Mika yang cukup melelahkan mengantarkan dirinya ke rumah orang tua Devon.
"Terima kasih pak" ucap Mika kepada supir pribadi Devon, setelah keluar dari mobil
Mika berjalan mendekati ke teras rumah.
Disana sudah ada papa dan mama mertuanya menyambut kedatangan dirinya.
"Selamat siang Pa, ma" ucap Mika
"Siang nak" jawab bersamaan papa dan mama Devon
Pandangan Mika berkeliling mencari suaminya.
Sampai ucapan sang mertua menghentikan pencarian Mika.
"Devon hari ini ada panggilan urgent dari RS" ucap sang papa mertua.
"Ooo..." jawab Mika yang kecewa karena suaminya tidak ada disana
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah.
"Nak kita makan siang dulu ya, baru istirahat" ucap sang mama mertua pada Mika
"Iya ma, kebetulan Mika juga sudah laper" jawab Mika diiringi senyuman
Mereka bertiga makan dengan tertib di meja makan.
Setelah selesai mereka sempat berbincang -bincang sebentar.
"Pa, ma terima kasih sudah kirim supir jemput Mika" ucap Mika
"Sama-sama nak, jangan sungkan nak" ucap kedua mertua Mika
Perbincangan singkat itu berakhir.
Mama Devon menyuruh Mika istirahat.
"Istirahatlah nak" ucap sang mama mertua Mika
"Iya ma, Mika ijin ke kekamar dulu ma, pa" ucap Mika
"Iya nak" ucap kedua mertua Mika
Kini Mika telah sampai ke kamar untuk merebahkan badannya yang lelah.
Mika tertidur di tempat tidur yang biasa dirinya dan suami tidur.
Sebelum tidur, Mika memperhatikan sekeliling kamar tersebut, tidak ada yang berubah dari kamar tersebut.
Saat Mika akan tidur, Mika melihat sebuah botol susu baby di atas nakas tempat tidurnya.
Hatinya bertanya -tanya, botol susu siapa ini.
Tetapi karena rasa ngantuk dan lelah tubuhnya, Mika lebih memilih bobo cantik di siang hari dari pada mencari penjelasan dari mertuanya.
Mika yang lelah, membuat dirinya terlelap sampai sore.
Mika terbangun karena bermimpi buruk dalam rumah tangganya.
Mika terbangun dari tidurnya dengan menangis, dirinya tidak ingin mimpi itu menjadi nyata.
Mika yang telah terbangun, segera menyegarkan badannya dengan mandi.
Mika berendam dengan aroma terapi yang biasa suaminya siapkan, kini Mika sendiri yang menyiapkan untuk dirinya.
Setelah semua siap, Mika berendam untuk menghilangkan rasa pegal tubuhnya.
Mika yang telah merasa sudah lebih segar segera menyelesaikan ritual mandinya.
Setelah itu Mika memakai pakaian dress bunga - bunga berharap ingin menyambut suaminya.
Suami yang sudah beberapa bulan ini tidak berkomunikasi.
Devon yang blokir no Hp Mika, membuat Mika tidak dapat lagi mengirim pesan atau telephon selama di Jerman.
Komunikasinya terakhir saat mengirim pesan saat Devon kembali ke Indonesia.
Mika yang telah rapi dengan dress bunganya dan polesan tipis di wajahnya segera turun ke bawah menujuh dapur.
Mika ingin membantu menyiapkan makan malam.
"Sore ma" ucap Mika ketika melihat mama mertuanya ada di dapur
"Sore nak" jawab mama mertua
Mika ikut membantu mama mertua dan bi Mimin untuk menyiapkan makan malam.
Dengan bantuan dari Mika makan malam lebih cepat selesai.
Menu makan malam mereka agar special untuk menyambut Mika.
Mereka memasak rendang, capcay seafood, sop iga dan sambal teri.
Serta puding strawberry untuk dessert.
__ADS_1
Mika yang memasak dessert tersebut, karena Mika tau kalau puding strawberry adalah kesukaan suaminya.
Acara makan malam 1 jam lagi, semua sudah tertata rapi di meja makan.
Mereka duduk santai dahulu di ruang keluarga, sambil menunggu waktu makan malam.
Tatapan Mika selalu mengarah ke arah pintu utama.
Mika berharap suaminya dapat makan bersama.
Mika ingin memperbaiki rumah tangganya.
Dirinya ingin suaminya kembali menjadi Devon yang sangat mencintai dirinya.
Papa mertua Mika diam - diam mengamati Mika.
Papa Mika melihat beberapa kali Mika mengelap tetesan air mata disudut matanya.
Papanya tidak tega, akhirnya pamit. Kekamar.
Sesampainya di kamar papa Devon menelepon seseorang.
Seseorang yang dirindukan Mika tetapi seseorang juga yang menyakitkan hatinya.
Tut... tut... nada sambung hp Devon.
Devon : "Ya, apa pa?"
Papa : "Pulang lah nak, istrimu mencarimu, Mika baru sampai tadi siang"
Devon : "Apa?"
Papa : "Ya istrimu menunggu makan malam bersama dengan mu"
Devon : "Aku gak bisa pa, aku gak bisa meninggalkan Nita dan baby Vonny hanya dengan baby sister, pasti akan kerepotan pengasuh baby Vonny"
Papa : "Pulanglah, tanggung jawabmu pada Mika, bukan pada wanita itu?"
Devon : "Tetapi sebentar lagi Nita dan baby Vonny tanggung jawabku pa"
Papa : "Apa maksudmu??? "
Devon : "Seperti yang aku bilang pa, aku akan menikahi Nita dalam waktu dekat ini"
Papa : "Jangan nekat kamu!!!"
Devon : " Aku memang sudah nekat sejak papa usir Nita dan baby Vonny"
Papa : " Papa melakukan itu untuk menyelamatkan pernikahanmu, papa tidak ingin istrimu mengetahui kelakuanmu selama ini"
Devon : "Please pa, jangan ikut campur rumah tanggaku"
Devon : "Aku tidak peduli lagi dengan dirinya, bila dia tidak bisa menerima keputusanku, silakan gugat Devon dipengadilan agama"
Papa : "Devonnnnn.... Apa papa pernah mengajarkan dirimu menjadi laki - laki pecundang???"
Devon : "Aku bukan pecundang pa, aku hanya sedang mengejar cintaku"
Papa : "Jika itu kamu bilang cinta, lalu bagaimana dengan wanita 5 tahun yang lalu dan sekarang telah menjadi istrimu?"
Devon tidak menjawab pertanyaan papa Tetapi menutup teleponnya.
Papa : "Halo... halo... Devon... Dev... Dev... "
Beberapa kali papa memangil nama Devon, tapi sayang sambungan HP mereka sudah terputus, bahkan sekarang no HP papa sudah di blokir Devon.
Setelah selesai telepon, papa kembali ke ruang keluarga.
"Kita mulai makan malam saja yuk!" ajak papa kepada istri dan mantunya, setelah sampai diruang keluarga
Mama dan Mika mengikuti ajakan papa.
Walaupun dalam hati Mika ingin menunggu suaminya pulang.
Mereka bertiga makan dalam diam, tidak ada yang mereka bicarakan saat makan.
Selera makan Mika tidak terlalu bagus, dirinya yang berharap dapat makan bersama suaminya kini pupus.
Mama mertua yang melihat hal itu, meminta ijin kekamar sebentar kekamar. .
Setelah di kamar, mama menelepon Devon.
Tetapi tidak diangkat -angkat.
Mama mengirim pesan pada Devon.
[Pulanglah nak, demi mama, mama tunggu]
Pesan dikirim mama.
Setelah mengirim pesan tersebut mama kembali ke meja makan.
Mama melanjutkan makannya.
Semua kembali dalam diam.
Mika berusahan memakan makananya untuk menghormati mertuanya.
__ADS_1
Sementara itu di tempat yang berbeda Devon masih berpikir.
Sejak kemarin saat kedua orang tuanya mengusir Nita dan baby Vonny, Devon membawa mereka berdua ke apartemen miliknya.
Devon mengajak pula pengasuh baby Vonny.
Rencananya besok Devon mencari perawat untuk Nita.
Devon akan segera menikahi Nita agar tidak ada fitnah karena mereka tinggal satu atap.
Devon galau dengan hatinya.
Devon tidak mungkin meninggalkan Nita dengan pengasuh baby Vonny.
Sedangkan Devon tidak ingin membuat mama nya bersedih.
Rasa hatinya yang lebih berat pada sanga mama membuat Devon segera mengganti pakaiannya.
Saat Devon akan keluar rumah, Nita melihat Devon yang sudah rapi.
"Mau kemana Dev" ucap Nita dengan lembut
"Mau keluar sebentar" jawab Devon
"Aku ikut" ucap Nita sambil menangis
"Tunggulah, aku hanya sebentar" jawab Devon yang terus melanjutkan langkahnya
Nita yang tidak mau ketinggalan Devon segera memutar dengan cepat kursi rodanya hingga kursi roda itu menabrak sesuatu yang mengganjal rodanya.
Akhirnya Nita terjatuh dari kursi rodanya.
Nita berteriak sekencang mungkin agar Devon menghentikan langkahnya.
Namun sayang Devon sudah pergi keluar dari unit apartemen nya.
Devon sudah di dalan mobil menujuh ke rumah orang tuanya.
Jarak apartemen ke rumah orang tuanya yang cukup dekat, hanya butuh beberapa menit Devon telah sampai.
Devon yang silent HP nya tidak mengetahui bila baby sister baby Vonny meneleponnya untuk meminta bantuan karena Nita terjatuh.
Devon terus masuk dalam rumah orang tuanya.
Mika dan kedua orang tuanya yang sedang menyantap dessert terhenti saat Devon masuk dengan mengucap salam.
Mereka menjawab salam Devon.
Mika senang sekali dapat melihat suaminya, rasa rindunya yang besar melupakan rasa malunya.
Mika langsung memeluk erat suaminya.
Devon membalas pelukan istrinya karena dia pun merindukan istri cantiknya.
"Apa kabar mas?" ucap Mika pada suaminya
"Baik" jawab Devon
"Yuk kita makan mas, aku buatkan puding strawberry kesukaanmu" ucap Mika
Devon terus mengikuti Mika sampai duduk di kursi sebelah Mika.
"Mas ingin makan nasi dulu atau puding dulu?" tanya Mika
"Puding saja" jawab Devon
Mika mengambilkan puding strawberry ke piring kecil dan dikasihkan kepada Devon.
Devon memakan puding itu.
Rasanya masih sama, Devon mengingat pertama kali Mika memberikan puding strawberry diawal kedekatan mereka.
Rasa sayangnya timbul kembali pada istrinya.
Devon yang menyantap puding dengan lahap sampai tidak memperhatikan HP nya yang terus bergetar di saku celananya.
Saat puding di piringnya habis, Mika menawarkan kembali pada Devon.
Devon tidak menjawab Mika tetapi Devon mengambil HP di sakunya yang terus bergetar.
Devon : "Ya halo"
Baby sister : "Halo pak, tolong bu Nita jatuh dari kursi rodanya, sekarang saya sedang dalam perjalanan ke RS"
Devon : "Antarkan ke RS X, saya akan menyusul kesana"
Baby sister : "Baik Pak"
Setelah percakapan Devon dan baby sister itu, Devon segera meninggalkan meja makan.
"Mau kemana mas?" tanya Mika
Devon tidak menjawab dan terus melangkah
"Mau kemana Kamu nak?" ucap Mama Devon
"Aku ada urusan penting" ucap Devon yang terus berlari menujuh kemobilnya yang terparkir di garasi.
__ADS_1
Ingin tau kelanjutannya, ikut terus ya para pembaca setiaku, Terima kasih 🙏🙏😍😍
Tolong tinggalkan jejak Like, vote dan hadiah kalian pada karyaku, agar author lebih semangat up nya, 🙏🙏🙏😍😍😍