
Bab 89
Persiapan lamaran Emin sudah hampir 100 %, pastinya campur tangan mamanya. Mama Emin yang selalu mengharapkan Emin menikah sebentar lagi akan terwujud.
Keluarga besar Emin tidak menyangka kalau Emin normal, mereka berprasangka selama ini kalau Emin tidak normal. Bahkan ada dari mereka secara terang - terangan menyebut Emin kaum Homo.
Sikap Emin yang dingin kepada wanita dan selama ini Emin tidak pernah sekali pun membawa wanita ke keluarganya menjadi keluarga bertanya - tanya.
Hanya keluarga inti Emin yang mempercayai kalau Emin adalah laki - laki normal, terutama mommy nya yang sangat yakin kalau anak laki - lakinya itu normal.
Kini semua keyakinan itu terbukti. Emin sudah menemukan belahan hatinya yang selama ini di tunggunya.
Emin sudah memperkenalkan Dinda kepada daddy, mommy dan kaka nya. Mama Emin sengaja mengundang makan malam calon menantunya sebelum lamaran untuk mengenal lebih dekat.
Dinda yang berlatar belakang pembisnis sangat klop dengan mommy dan kaka Emin yang memiliki latar belakang yang sama.
Mereka bertiga membicarakan banyak hal yang berkaitan dengan bisnis. Selain itu hobi mereka juga sama - sama menyukai travelling. Bahkan mereka sudah memiliki rencana akan travelling setelah acara lamaran usai, tetapi sayang di larang Emin.
Emin bukan tidak ingin calon istrinya dekat dengan keluarganya tetapi Emin menjelaskan kalau acara pernikahan mereka akan di adakan 5 hari setelah cara lamaran.
Penjelasan pernikahan itu membuat kaka dan daddy Emin terkejut, tetapi tidak dengan mommy nya.
Wanita paruh baya ini mendukung semua keputusan Emin. Dirinya sudah mempersiapkan semuanya untuk putera tersayangnya. Hanya satu ucapan kalimat yang di ucapkan mommy Emin kepada Emin.
" Bagus nak, lanjutkan nak, mommy akan mensupportmu" ucap mommy Emin.
"Thank you mom" jawab Emin.
Dirinya merasa beruntung memiliki mommy seperti mommy nya ketika lingkungan keluarga bergunjing kalau dirinya seorang penyuka sesama jenis, hanya mommy orang yang pertama membela anaknya dari fitnah itu.
Kini bukan saja Emin yang sayang kepada mommy nya tetapi Dinda juga sangat menyayangi calon ibu mertuanya.
Kedatangan Dinda dengan membawa masakan rendang sapi dan lontong sayur membuat mommy semakin cinta terhadap calon istri anaknya ini.
Kedua menu itu adalah menu makanan favorit mommy dan daddy Emin. Mereka berdua sangat menyukai makanan itu. Terlebih Emin bilang kalau kedua menu itu Dinda sendiri yang membuatnya. Mommy tidak sabar ingin merasakan masakan calon menantunya.
"Din apa benar kamu yang buat sendiri?" tanya mommy Emin.
"Ya mommy" jawab Dinda.
Mommy Emin semakin kagum dengan pribadi Dinda yang pandai memasak.
__ADS_1
Emin pun menjelaskan kepada mommynya kalau Dinda memiliki 2 cafe yang
menyajikan menu masakan indonesia dan terkadang Dinda sendiri yang menjadi Chef di cafe itu.
"Din dimana cafe mu berada, aku suka sekali makanan Indonesia" ucap kaka Emin
Dinda dengan senang hati memberikan alamat cafe nya yang terdekat dari rumah calon kaka iparnya.
"Aku pasti datang dengan anak dan suamiku" ucap kaka Emin.
"Terima kasih kaka, kabari aku bila mau datang, biar aku yang memasak langsung menu yang kaka mau" jawab Dinda.
Kaka Emin merasa sungguh beruntung memiliki calon adik ipar seperti Dinda, selain cantik tetapi juga pinter bisnis dan jago masak, paket lengkap yang di inginkan suami.
"Kau sungguh beruntung dek mendapatkan Dinda" ucap kaka Emin.
"Pastinya kak" jawab Emin.
Karena waktu sudah mulai malam akhirnya Dinda pamit pulang dan Emin mengantar Dinda pulang.
Selama perjalanan mereka saling berpengangan tangan dan sesekali Emin mengecup tangan Dinda.
"Sayang aku sudah tidak tahan ingin segera menikahimu" ucap Emin.
Perjalanan mereka telah sampai di kediaman rumah Dinda.
Tet...tet...tet...bunyi bel rumah di pencet Dinda. Emin berdiri disampinh Dinda, dirinya mengantar sampai bertemu calon mertuanya.
Krek... ayah Dinda yang membuka pintu rumahnya.
"Ayah..." ucap Dinda.
Dinda langsung memeluk erat ayahnya yang ternyata sudah sampai di rumah tanpa memberi kabar kepada nya.
Ayah mengajak Dinda dan Emin masuk rumah, ternyata bukan hanya ayahnya yang datang ke Jerman tetapi ke dua kaka beserta istri dan anak - anak mereka datang juga.
"Suprise..." ucap semua yang ada di ruang tamu.
Dinda merasa senang sekali kedua kakanya yang super sibuk hadir dan kedua kaka iparnya yang memiliki kesibukan juga hadir beserta anak - anak mereka.
Dinda memeluk seluruh anggota keluarganya dan memperkenalkan satu persatu anggota keluarganya kepada Emin. Tidak lupa Dinda memeluk ke tiga keponakannya.
__ADS_1
" Hai ponakan tante yang keren dan kece" ucap Dinda.
"Hello tante cantik" ucap anak perempuan cantik.
Anak perempuan berusia 9 tahun itu adalah Dita anak kedua dari kaka pertama Dinda.
Sedangkan Amir kaka Dita hanya senyum - senyum saja karena usianya yang sudah 14 tahun membuatnya malu - malu remaja.
Tetapi berbeda dengan yang lainnya, yaitu Bryan anak balita yang berusia 4 tahun ini yang merupakan anak kaka kedua Dinda meminta gendong dan coklat kepada tantenya.
Asik kelucuan ketiga keponakan Dinda tidak luput dari penglihatan Emin. Dinda yang periang dan penyayang sangat di sukai oleh ketiga keponakannya.
Setelah acara perkenalan, Emin pamit undur diri. Emin pun memberitahu Dinda kalau besok rombongan keluarganya datang sekitar jam 11 siang.
Dinda mengantar Emin sampai pintu utama rumahnya.
Tidak lupa Emin mengecup kening Dinda sebelum pulang.
Seperti biasa Dinda memandangi kepergian mobil Emin sampai tidak terlihat barulah dia masuk rumah.
Didalam rumah semua anggota keluarga siap untuk memberondong pertanyaan kepada Dinda. Terutama Kaka kedua Dinda yang sangat ingin tau banget kisah cinta Dinda dengan Emin.
Dinda yang sangat dekat dengan keluarganya merasa tidak risih dengan sikap keluarganya bahkan senang berarti keluarganya sangat care kepadanya.
Dinda menceritakan awal pertemuannya dengan Emin hingga perkenalannya. Dinda selalu menyebut nama Mika dalam ceritanya. Bagi Dinda, Mika adalah dewi fortuna yang memberikan kebahagianya kepada dirinya.
Kedua kaka Dinda yang mengenal sosok Mika pastinya sangat setujuh atas pujian adiknya kepada Dinda. Bahkan mereka berjanji akan memberikan hadiah kepada Mika sebagai terimakasih kepada Mika.
Obrolan mereka sampai larut malam, padahl mereka semua baru tiba di Jerman siang hari. Seakan rasa letih terkalahkan oleh rasa kangen mereka. Dan tepat tengah malam obrolan mereka di hentikan pak Edi.
Pak Edi menyuruh seluruh anak dan menantunya tidur karena waktu sudah tengah malam dan besok pagi akan ada acara special Dinda.
Mereka dengan berat hati menuruti keinginan ayah mereka. Selain itu mereka juga tidak ingin terlihat kurang tidur di acara lamaran itu.
Mereka semua telah memasuki kamar mereka masing - masing termasuk calon pengantin yaitu Dinda.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
__ADS_1
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah iniππππ