Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 24


☀☀☀Happy Reading☀☀☀


Setelah mendengar semua cerita Mika.


Devon langsung memeluk istri tersayangnya.


Mika yang mendapat respon seperti itu dari Devon, membuat Mika menangis terharu.


Mika juga takut, jika suatu hari nanti Devon bisa salah paham dengan kelakuan Aldo kepada dirinya.


Mika juga takut dan cemas dengan perbuatan nekat Aldo yang sewaktu - waktu bisa terulang lagi.


Mika terus menangis dalam pelukkan suaminya.


"Tenanglah sayang" ucap Devon sambil mengelus kepala Mika.


Mika tidak menjawab tetapi semakin mempereratkan pelukkannya.


"Sudahlah sayang, maafkan aku yang lalai menjagamu, jangan menangis lagi, aku semakin bersalah bila kamu bersedih sayang" ucap Devon dengan penuh penyesalan yang tidak dapat menjaga istrinya dari teror Aldo


Perlahan tangis Mika mereda, tetapi meninggalkan jejak sembab di mata Mika.


Terdengar ketokan pintu dari luar kamar.


"Tok... tok.. tok.. "


"Ya, siapa?" tanya Devon dari dalam kamar


"Saya Mimin, den" ucap Sang pembantu


"Ada apa bi? " tanya Devon


"Makan malam sudah siap den, semua sudah nunggu den Devon dan non Mika di meja makan."


"Baik Bi, sebentar lagi kami akan turun"


"Sayang, yuk kita makan malam!" ajak Devon


"Iya mas" jawab Mika


Mereka berdua turun kelantai satu menujuh meja makan.


"Met malam semua, maaf jadi lama menunggu kami" ucap Devon dan Mika pada semua anggota keluarganya


"Gak apa - apa sayang" jawab mama dan yang lain ikut mengiyakan dengan senyuman


Mereka semua memulai makan malam dengan diam tanpa suara.


Setelah makan malam usai, mereka semua bersantai di ruang keluarga.


Kak Intan duduk mendekati Mika.


"Adekku sayang, kenapa matamu sembab?.. apakah Devon menyakitimu? " tanya Intan dengan halus pada adik iparnya


Pertanyaan Intan langsung mendapat pelototan dari Devon yang tidak terima atas tuduhan kaka nya.


"Tidak kak, Mas Devon sangat lembut dengan saya" jawab Mika dengan senyumnya


"Lalu kenapa?.. Apa ada masalah yang tidak aku ketahui?..Jika kamu mau berbagi aku siap mendengarnya? " tanya Intan kembali


Mika melihat situasi yang lain sedang tidak fokus pada mereka.


Mama dan abang iparnya sedang asik nonton TV, papa dan suaminya sedang main catur.


Mika berpikir bahwa ini sangat baik baginya untuk menceritakan masalah Aldo pada kak Intan agar beban pikirannya sedikit berkurang.


Mika menceritakan semua kelakuan nekat Aldo saat di hotel pada kak Intan.


Mika menceritakan dengan lelehan air matanya.


Intan melihat ada trauma besar di diri Mika.


Intan memeluk erat Mika, memberi kenyamanan buat diri Mika.


Intan berjanji pada Mika akan membantu penyelesaian masalah Aldo.


Mika menyetujuinya dan berterima kasih pada kak Intan.


Sampai jam menunjukan pukul 10 malam mereka semua meninggalkan ruang keluarga untuk beristirahat di kamar tidur masing - masing.


Saat Kak Intan hendak ke kamar dengan suaminya mau balik ke kamar, Devon memahannya.


"Kak tunggu, ada yang mau aku bicarakan" ucap Devon


"Ada apa? " jawab Intan


"Sebentarlah kak" pinta Devon


"Baiklah 5 menit" canda Intan pada adik manjanya


Intan meminta ijin suaminya dan suami kak Intan balik sendiri ke kamarnya.


Mika yang hendak pergi kekamar di cegah oleh Intan.

__ADS_1


"Mika mau kemana? " tanya Intan


"Aku mau kekamar kak, silakan lanjutkan obrolan kalian" jawab Mika


"Duduklah di sini, ikutlah mengobrol dengan kami" ajak Intan


"Tapi kak" jawab Mika yang ragu pada dirinya


Sampai suara Devon membuatnya yakin.


"Iya sayang duduklah disini, tidak ada rahasia apa pun antara kita" ucap Devon


"Baiklah mas" jawab Mika


Kini Devon menceritakan semua masalahnya yang mengganjal di hatinya.


Untuk masalah Aldo, Intan meminta ijin untuk melibatkan papa, mama dan suaminya.


Devon dan Mika setujuh.


Sedangkan masalah Nita, Intan memberi solusi agar Mika turut ikut ke RS.


Segala sesuatu tentang Nita, Devon harus mengajak Mika.


Dan meminta Devon untuk menyelesaikan secepatnya dan besok adalah terakhir kalinya untuk mengurusi masalah Nita.


Intan meminta Devon membicarakan masalah Nita pada orang tua Nita.


"Jangan berlarut - larut terlibat dalam masalah orang dari masa lalu mu" ucap Intan pada adiknya


"Iya kak" jawab Devon


"Jangan memberi harapan apapun pada Nita dan keluarganya, bersikap tegas, jangan menjadi pahlawan kesiangan" ucap Intan yang sedikit ketus pada adiknya


"Iya" jawab singkat Devon


"Dan kamu Mika sayang, jangan semua masalah kamu selesaikan dengan perasaan, percayakan pada suamimu, bersikap tegas dan jangan beri cela orang masa lalu suamimu masuk dalam kehidupan kalian" nasehat Intan pada adik ipar kesayangannya


"Baik kak" jawab Mika


"Jam berapa kamu ke jakarta?" tanya Intan pada Devon


"Sekitar jam 10 kak, biar nanti gak ke sorean pulangnya" jawab Devon


"Ok, sudah sana kalian kekamar, jangan lupa buat adonan baby dulu" ucap Intan dengan omongan bocornya


Ucapan Intan membuat pipi Mika memerah karena malu dan Devon senyum-senyum genit tanda menyetujui ucap sang kaka.


Kini Devon dan Mika sudah di kamar mereka.


"Sayang mau ya?" pertanyaan Devon yang membuat Mika malu


Mika yang menganggukkan kepala tanda setujuh.


Mendapat lampu hijau, Devon langsung tancap gas berkali - kali membuat Mika kewalahan.


Pagi hari, semua anggota keluarga sedang sarapan pagi.


Intan sudah membicarakan masalah ke nekatan Aldo pada Mika.


Papa dan Suaminya akan membantunya.


Papa dan suaminya nanti sore selepas selesai bekerja berencana akan ke rumah orang tua Aldo.


Devon dan Mika berterima kasih karena semua keluarganya sangat mendukung mereka.


Sedangkan sang mama memaksa ikut Devon dan Mika ke jakarta.


Awalnya Devon menolak permintaan mama, tetapi Mika yang meminta, akhirnya Devon luluh.


Semua masalah Mika dan Devon sedikit - sedikit terpecahkan.


Dukungan keluarganya sangat berperan penting.


Waktu yang ditunggu tiba, mereka semua telah berada di mobil untuk menujuh ke jakarta.


Devon duduk didepan sebelah supir dan Mika berdua mama duduk dibelakang.


Sepanjang jalan mama tidak henti - hentinya menceritakan semua kelakuan Devon kecil, termasuk hal yang memalukan Devon.


Mama ingin mengakrabkan dengan mantunya.


Mama bercerita kalau Devon saat TK suka pipis di celana.


Devon yang mendengar cerita memalukan membuatnya kesal dengan kelakuan mama nya.


"Mama sudah dong, cerita yang lain saja" melas Devon pada sang mama


Akhirnya mama membicarakan yang lain.


Mama berencana setelah dari RS akan berkunjung ke beberapa tempat wisata dijakarta.


Mika menyetujui semua ke mauan mama mertua nya.


Obrolan ngalor ngidul mereka mengantarkan mereka ke RS Jakarta, tempat Nita di rawat.

__ADS_1


Karena sebelumnya Devon sudah janjian dengan sang dokter.


Mereka bertiga langsung menujuh ke ruang dokter yang merawat Nita.


"Sus apakah dr.Okan nya ada di ruangan?" tanya Devon pada perawat yang ada di nurses station poli tempat dr. Okan praktek


"Ooo...ada pak, Apakah Bapak Dr.Devon?" jawab sang perawat sambil menanyakan Devon


"Iya benar" jawab Devon


"Mari saya antar Dok, anda telah di tunggu dr.Okan" ucap sang suster sambil mengantar ke ruangan dr.Okan


Mereka bertiga sudah berada di ruang dr. Okan.


dr. Okan mempersilakan mereka bertiga duduk.


"Perkenalkan ini istri saya (DR. Mika) dan ini mama saya (Prof.Irene)" ucap Devon ke dr. Okan


"Salam kenal semua" ucap dr. Okan dengan senyum ramahnya


"Maaf kalau tidak salah Prof.Irene yang mengajar di Unpad Bandung kan?" tanya dr. Okan pada mama Devon


"Iya, betul" jawab mama Devon yang di iringi senyum


"Ooo... Sungguh saya tidak menyangka bisa berjumpa Prof.Iren di sini, saya anak didik anda 8 tahun yang lalu" ucap dr. Okan


"Oya.., selamat ya dr. Okan, sekarang sudah jadi dokter terkenal di jakarta" ucap Mama Devon yang merasa bangga pada anak didiknya


"Wah Dr.Devon sungguh saya tidak tau kalau anda anak Prof. Irene dosen saya, kalau tau mungkin saya yang akan datang ke tempat anda" ucap dr. Okan dengan rasa menyesal


"Santai aja dok" jawab Devon


"Oya kemarin anda telepon saya, kata nya ada yang mau disampaikan, apa itu dok?" tanya Devon


dr.Okan menjelaskan semua perihal kesehatan Nita berdasarkan rekam medisnya.


Nita mengalami patahnya 2 tulang rusuk sebelah kanan dan dislokasi tulang leher (cervical vertebrae) pada C7 nya, kemungkinan dapat terjadi kelumpuhan di kakinya.


Seperti yang kita ketahui kesempatan sembuhnya kecil sekali.


Paru - paru nya mulai infeksi akibat dari patahnya tulang rusuk.


Tetapi Alhamdulillah nya 2 hari yang lalu Nita telah sadar, namun setelah sadar nama andalah yang sering di sebutnya.


"Saya meminta anda kesini untuk memberi dukungan pada Nita, karena setelah sadar dia hanya menangis sambil memanggil nama anda, ketika akan di beri obat, mulutnya dikunci, terpaksa kami mengganti dengan obat injeksi" penjelasan dr. Okan


"Maaf saya tidak bisa, saya harus menjaga perasaan hati istri saya, biar keluarganya lah yang mengurus Nita" penolakan Devon terhadap permintaan dr. Okan


Baru saja, dr.Okan ingin melanjutkan ucapannya, tiba - tiba pintunya ada yang mengeketok.


"Ya masuk" ucap dr. Okan


"Maaf dok ganggu, pasien atas nama Nita gawat, Penurunan cardiac output dan volume cairan dalam pembuluh darah, serta mengalami cheyne-stokes respirations dan tekanan darah sistolik dan diastoliknya menurun." Penjelasan perawat pada dr.Okan


"Apakah sudah diberi penanganan oleh dokter jaga?" tanya dr. Okan


"Sudah dok, dokter jaga meminta saya untuk memberitahu dr.Okan" jawab sang perawat


"Baik, saya akan segera kesana" ucap dr. Okan


dr. Okan meminta ijin pada Devon, Mika dan mama Devon untuk meninggalkan sebentar karena mau memberi pertolongan pada Nita.


Setelah meminta ijin dr. Okan meninggalkan mereka.


☀Keterangan☀


1.Dislokasi tulang leher pada (cervical vertebrae) :


Pergeseran pada ruas tulang leher yang dapat menimbulkan risiko fatal karena daerah tersebut dekat dengan sistem saraf yang menghubungkan fungsi ekstremitas atau anggota gerak pada tubuh, dari ekstremitas atas( gangguan pernafasan) hingga ekstremitas bawah( kelumpuhan)


❤Faktor nya adalah adanya trauma benturan yang sangat kuat pada bagian tulang leher.



Penurunan Cardiac output atau curah jantung dan volume cairan dalam pembuluh darah :


Didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana pompa darah oleh jantung yang tidak adekuat untuk mencapai kebutuhan metabolisme tubuh.



❤Faktor yang mempengaruhi cardiac output atau curah jantung : volume darah yang dipompa oleh tiap-tiap ventrikel per-menit. Curah jantung memiliki dua faktor penentu, yaitu adalah kecepatan denyut jantung atau heart rate dan isi volume sekuncup atau stroke volume.


3.Cheyne-stokes respirations :


Kondisi napas tidak teratur dengan pola naik-turun secara berulang. Di satu saat, pernapasan bisa sangat dalam dan cepat (hiperventilasi) yang kemudian diikuti oleh napas sangat dangkal dan lambat — bahkan bisa berhenti sama sekali selama beberapa saat, pertanda apnea(ganguan)


❤Faktor yang mempengaruhi Cheyne-Stokes respirations biasanya berhubungan dengan gagal jantung atau stroke.


4.Tekanan darah sistolik dan diastoliknya : Sistolik adalah angka yang ada di “atas” dan diastolik adalah angka yang ada di “bawah”. Sistolik menunjukan tekanan ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh, Sementara diastolik menunjukkan tekanan ketika jantung dalam keadaan istirahat yaitu saat terjadi pengisian darah ke jantung (di antara ketukan atau detak).


❤ Faktor yang paling dominan terhadap tekanan darah sistolik adalah variabel umur, sedangkan faktor yang paling dominan terhadap tekanan darah diastolik adalah variabel asupan karbohidrat.


Mohon maaf bila ada kesalahan dalam menerangkan istilah medis🙏🙏🙏


Terima kasih untuk para pembaca setia yang sudah mengikuti karya author, mohon berikan Like dan vote nya, agar author lebih semangat up nya🙏🙏🙏😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2