Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 136


Di tengah kebahagian yang Mika rasakan harus bercampur dengan kesedihan. Berita duka tentang bu Leni yang koma menjadi hati Mika sedih.


Kini Mika dan Devon sudah berada di RS.Diamond. Devon meminta tolong kak Intan dan kedua orang tuanya agar bermalam di rumahnya untuk menemani anak - anaknya.


Mika dan Devon memasuki ruang ICU tempat bu Leni di rawat. Ruangan sunyi hanya bunyi mesin monitor detak jantung yang terdengar. Mika pun melihat rekam medis bu Leni dan meminta penjelasan dokter Neuro dan dokter jantung yang merawat bersama bu Leni.


Dokter jantung tersebut menjelaskan bahwa bu Leni mendapat serangan jantung mendadak yang disebabkan oleh adanya penyumbatan. Bu Leni di diagnosa penyakit jantung koroner.


"Berapa titik yang terjadi penyumbatan dan tindakan selanjutnya apa dok?" tanya Mika.


Dokter jantung menjelaskan kalau bu Leni hampir seluruh pembuluh darahnya sudah ada penyumbatan, hanya saja untuk pertolongan pertama dokter melakukan pemasangan ring pada kedua pembuluh darah untuk keselamatan pasien. Sedangkan untuk satu lagi sedang di usahan dengan pemberian obat. Dokter jantung akan mengevaluasi 3 bulan kedepan kalau memang tidak ada perbaikan akan di lakukan baypass jantung.


"Lalu apakah tadi pasien sadar saat di pasang ring?" tanya Mika.


Dokter jantung menjelaskan kalau kondisi masih sadar hanya satu rasi oksigennya sudah sangat rendah sehingga di lakukan tindakan tercepat yaitu dengan pemasangan ring. Namun setelah pemasangan kondisi pasien melemah hingga tidak sadarkan diri.


Mika yang mendengar penjelasan dari rekan sejawatnya kini telah paham akan kondisi ibu angkatnya.


Lalu Mika bertanya kembali kepada dokter neuro perihal tentang kesehatan ibu angkatnya. Ternyata saat terjatuh di kamar mandi ada cedera di otak bu Leni karena benturan. Dokter sudah melakukan CT scan dan hasilnya terjadi penyumbatan di pembuluh darah otak bu Leni akibat benturan keras di kepalanya.


"Apakah sudah dilakukan operasi dok?" tanya Mika.


"Belum dok, melihat kondisi pasien dengan permasalahan jantung resikonya pasti akan besar bila dilakukan operasi bersamaan" penjelasan dokter neuro yang merawat bu Leni.


Mika pun paham akan prosedur penanganan yang dilakukan rekan sejawatnya.


Setelah mendengar penjelasan dari rekan sejawat, Mika meminta untuk ikut di libatkan dalam marawat bu Leni.


Mika yang memiliki latar belakang sebagai dokter penyakit dalam akhirnya dirinya terjun dalam merawat bu Leni.


Mika dengan penuh kasih merawat bu Leni. Perkembangan kesehatan bu Leni tidak ada perubahan sama sekali bahkan lebih buruk.Adik - adik panti berjanji akan saling bergantian untuk merawat bu Leni.


Mika melihat penurunan fisik dan stabilan pasien membuatnya down dalam penanganan bu Leni.


Kondisi kesehatan jantung bu Leni pun tidak terlalu baik kadang suka beberapa kali drop dalam beberapa detik.


Mika selalu berdoa yang tidak pernah putus meminta kepada Allah agar di beri kesehatan untuk bu Leni.

__ADS_1


Tangis adik2 panti yang di pimpin bu Leni menjadi saksi kalau mereka belum siap bila harus berpisah dengan bu Leni.


Mika meminta para dokter dan perawat yang berjaga dalan perawatan bu Leni menjalankan tugas dengan sebaik - baiknya.


Mika meminta untuk perawatan maksimal bu Leni. Mika belum siap bila harus kehilangan bu Leni. Mika berharap bu Leni akan sembu, dirinya berencana akan memperkenalkan dengan ibu kandungnya.


Devon yang melihat kesedihan di mata istrinya, berusaha menenangkan istrinya.


"Sayang kita pulang yuk, sudah malam nanti besok pagi kita akan kesini lagi" ucap Devon.


"Tidak mas, aku ingin tetap di sini, setidaknya biarkan aku menginap di ruanganku agar bila terjadi hal yang gawat dengan bu Leni aku dapat cepat datang mas" penjelasan Mika.


Devon yang melihat ada rasa melas di wajah istrinya membuat Devon tidak tega bila harus menolak keinginan Mika.


Devon hanya bisa menganggukan kepalanya tanda menyetujui keinginan istrinya.


Devon meminta Mika untuk istirahat di ruangannya. Dengan berat hati Mika mengikuti kemauan Devon.


Sesampai di ruangan Mika, Devon meminta Mika agar segera tidur di kasur yang ada di ruangan Mika.


"Tidurlah sayang" perintah Devon.


"Apa kau laper sayang?" tanya Devon.


"Ya mas" jawab Mika.


Lalu Devon mengambil HP nya dan memesan makanan secara online dari HPnya.Canggihnya para pedagang sekarang yang melek internet mumudahkan masyarakat dalam memilih menu tanpa harus datang ke gerai penjual.


Satu jam kemudian pesanan makanan Devon datang. Mika dan Devon menikmati makan malam mereka yang sudah sangat telat karena jam sudah menunjukan pukul 10 malam.


Setelah selesai makan mereka berdiskusi sedikit mengenai kesehatan bu Leni sambil menunggu perutnya yang agak begah bila di bawa tidur.


Hampir satu jam lebih mereka berdiskusi kesehatan bu Leni. Mika sempat terpikir satu nama teman yang kemampuannya tidak di ragukan lagi yaitu Prof.Emin.


Devon yang awalnya agak jealous setelah Mika menyebut nama laki - laki itu. Mika yang menyadari bila suaminya ada rasa tidak nyaman setelah melibatkan sahabatnya itu segera menjelaskan.


Mika memberikan pengertian kepada suami bahwa hubungannya dengan Prof. Emin hanya sebatas sahabat terlebih sahabatnya itu sudah menikah dengan kak Dinda yang sudah Mika sebagai kaka sendiri.


Devon perlahan menekan ego nya demi kesembuhan bu Leni yang tak lain adalah ibu angkat istrinya.

__ADS_1


"Kalau begitu besok aku yang akan menghubungi Prof.Emin" perintah Devon.


Mika pun terpaksa menyetujui keinginan istrinya dari pada Devon tidak mengabulkan keinginannya.


Harapan Mika hanya dengan pertolongan sahabatnya itu. Kepiawaian sahabatnya dalam kasus besar pada pasien yang di tanganinya selalu berhasil termasuk kasus yang diderita Mika.


Setelah menemukan titik temu akhirnya mereka berdua memilih untuk beristirahat karena waktu sudah tengah malam.


Mika berusaha untuk memejamkan matanya agar saat waktu subuh datang Mika tidak telat. Tepat azan subuh berkumandang Mika bangun dari tidurnya dan tak lupa membangunkan Devon untuk sholat subuh berjamaah.


Sekitar jam 6 pagi supir Devon sudah datang dengan membawakan pakaian ganti untuk Mika dan Devon.


Setelah rapi mereka memilih untuk mencari tempat sarapan di dekat RS.Diamond. Mika memilih kedai bubur ayam untuk menu sarapannya pagi ini.


Mereka makan dalam diam, walaupun mulut mereka berdua merasa tidak cukup menikmati makanan mereka karena memikirkan permasalahan yang terjadi.


Usai sarapan pagi mereka berdua kembali ke ruang ICU tempat bu Leni di rawat.


Mika dan Devon melangkahkan kakinya Mendekati bu Leni. Wajah cantik bu Leni yang sudah memucat membuat Mika tidak tahan untuk melihat terlalu lama.


"Bu, Mika akan memberikan perawatan terbaik untuk Ibu" ucap Mika dalam hatinya.


Baru saja Mika melihat kondisi bu Leni stabil. Mika memilih untuk pulang kerumah melihat anak - anak dan ibunya. Mika dan Devon meninggalkan ruangan mereka baru beberapa langkah dari pintu ICU terlihat dokter jaga dan seorang perawat berlari mengejar Mika.


"Dok...Dok...DR. Mika, itu...bu Leni drop" ucap seorang dokter jaga yang mengejar Mika dengan wajah panik.


"Apa..?" ucap Mika dengan wajah banyak pertanyaan.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πŸ˜πŸ˜πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, Mohon maaf bila ada salah dalam pemberian informasi hukum pernikahan dan masih banyak salah typoπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2