Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 138


Mika yang sedang diliputi dua perasaan bertolak belakang dalam hatinya. Dalam satu sisi kebahagiannya sudah lengkap dengan kesembuhan ibunya, namun musibah sakit yang menimpah bu Leni menjadi kesedihan terdalam di hatinya.


Mika yang tidak sabar membagi berita bahagia ini kepada suaminya segera berlari kekamar. Saat di tangga rumah Mika bertemu kak Intan yang sedang mendorong anaknya dalam troler.


"Kaka...terima kasih atas pertolonganmu, terima kasih kak" ucap Mika.


"Ya nak, itu kuasa Allah SWT, selamat ya sayang" jawab kak Intan.


Mika yang sadar tidak melihat kedua mertuanya langsung menanyakan keberadaan papa dan mama mertuanya kepada kak Intan.


"Mika tadi mama dan papa titip salam, memohon maaf mereka tidak sempat pamit kepadamu dek, soalnya papa dan mama ada yang urgent di RS.X" ucap kak Intan.


"Tidak apa kak, aku yang harusnya terima kasih kepada papa dan mama" jawab Mika.


Kemudian Mika ijin pamit dari kaka Intan untuk kekamar guna mengambil HP di kamarnya. Sesampainya di kamar Mika meraih HPnya dan segera menghubungin Devon.


Baru Mika akan menghubungi Devon namun Devon sudah lebih dulu menghubungi Mika.


Kring...kring...kring... suara dering HP Mika yang di hubungi Devon.


Mika : "Halo mas"


Devon : "Sayang....tolong datang ke RS.Diamond sekarang"


Mika : "Apakah keadaan bu Leni gawat mas?"


Devon : "Ya Sayang, sekarang sedang di tangani oleh dokter jantung"


Mika : "Baiklah, aku akan segera kesana mas"


Devon : "Hati - hatilah sayang, aku sudah meminta supir untuk mengantarmu"


Mika : "Baiklah mas, terima kasih"


Devon : "Sama - sama sayang"


Setelah obrolan itu berakhir maka berakhir pula telepon mereka.


Mika mengganti pakaiannya dan segera berlari ke kamar anak- anaknya.


"Sus tolong jaga anak - anak dulu, saya harus ke RS lagi" ucap Mika dengan air mata yang terus menetes di kedua matanya.


Mika pun berlari menujuh ke lantai satu menujuh meja makan. Mika melihat kak Intan beserta anak dan babysisternya sedang menyuapi anak kak Intan puding.


"Ada apa sayang?" ucap ibu Mika.


Mika lalu memeluk erat ibunya tanpa berkata - kata hanya air matanya yang terus menetes.

__ADS_1


Ny.Rose memeluk erat anaknya yang telah lama di lupakan itu. Dirinya memberikan dekapan yang lembut agar tangis Mika meredah.


"Tenanglah nak, katakan pada ibu apa yang terjadi denganmu?" tanya Ny.Rose.


Mika terus menangis dan memeluk ibunya. Perlahan dirinya mengontrol emosinya dan mulai meredahkan tangisnya. Dalam tangisnya Mika berusaha menceritakan apa yang terjadi dengan bu Leni.


Ny.Rose yang bingung dengan sosok bu Leni membuatnya bertanya kepada Mika.


"Sayang bu Leni itu siapa? Apakah aku pernah mengenalnya?" tanya Ny.Rose.


Mika yang tersadar bahwa ibunya tidak mengenal bu Leni, tetapi dirinya sudah menceritakan secara detail sosok bu Leni, pastinya akan membuat ibunya bingung.


Mika yang ingin menjelaskan namun dirinya tidak memiliki waktu akhirnya memutuskan pamit dengan ibunya.


"Bu aku pamit ke RS dulu ya" ucap Mika.


Mika yang hendak melangkah usai berpamitan segera di cegah ibunya.


"Tunggu nak, bolehkah ibu ikut denganmu" ucap Ny.Rose.


Mima membalikan badannya dan berhadapan dengan ibunya. Mika melihat ketulusan di mata ibunya. Dirinya yang tidak dapat menolak keinginan anaknya segera menganggukan kepalanya sambil mengatakan yang di harapkan ibunya.


"Iya bu, tentu saja" jawab Mika.


Mika yang awalnya ingin pergi hanya berdua dengan supir terpaksa menunggu ibunya yang meminta waktu beberapa menit kepada Mika untuk mengganti pakaiannya.


Mika yang melihat istri Mr.X membuatnya ingin bertanya tentang ibunya.


"Nyonya apakah ibuku sudah bisa mengganti pakaiannya sendiri?" tanya Mika.


"Tentu nona, Ny.Rose sekarang sudah sembuh dia dapat melakukan layaknya orang normal pada umumnya" jawab istri Mr.X.


"Terima kasih atas kesetiamu kepada ibuku, aku sungguh bersyukur dapat mengenal dan dipertemukan dengan dirimu dan suamimu yang sungguh setia dengan keluargaku" ucap Mika dengan tulus.


"Saya pun bahagia dapat berada di dalam keluarga nona" jawab istri Mr.X.


Mika langsung memeluk tubuh istri Mr.X sebagai rasa sayang dan terima kasihnya.


"Ayo sayang ibu sudah siap" ucap Ny.Rose.


Mika yang mendengar suara ibunya membuatnya terkaget dan melepakan pelukannya.


"Iya bu"jawab Mika.


Sebelum berangkat Mika berpamitan kepada istri Mr.X dan kak Intan yang berada di taman belakang tidak jauh dari mereka tetapi kak Intan masih dapat melihat mereka.


"Kak Aku berangkat dulu ya" pamit Mika.


"Iya sayang, hati - hati di jalan dek" jawab kak Intan.

__ADS_1


"Iya kak, tolong jaga anakku ya kak, terima kasih atas bantuan kaka" ucap Mika.


"Tenanglah dek, anak- anakmu adalah ponakanku pastinya mereka adalah anak - anakku juga" jawab kak Intan.


Mika tersenyum atas jawaban kaka iparnya. Dirinya bersyukur memiliki keluarga ipar yang luar biasa tulus dalam membantunya.


Setelah itu Mika dan Ny.Rose pergi dengan di antar supir pribadi Devon. Selama perjalan Mika memegang tangan ibunya dengan lembut.


"Terima kasih bu sudah mau bangkit dari keterpurukan ibu demi aku" ucap Mika.


"Sama - sama nak, maafkan ibu yang melewatkan waktu bersamamu nak" jawaban dari ibunya.


Mika tidak menjawab tetapi mempererat peluknya sebagai jawaban dari rasa sayang kepada ibunya.


Perjalanan yang mengharukan membuat mereka tidak menyadari perjalan yang telag mengantarkan mereka berdua di RS.Diamond.


"Bu sudah sampai" ucap sang supir.


Mika yang mendengar kata sampai membuatnya tersadar dan melepaskan pelukan ibunya.


Mika pun mengajak ibunya segera keluar dari mobil, dengan langkah sedang mereka menujuh ke ruang ICU tempat bu Leni di rawat.


Sesampainya di depan ruang ICU Mika memakaikan ibunya pakaian steril dan begitu juga dirinya setelah itu merwja berdua masuk dalam ruangan.


Mika menggandeng ibunya menujuh ke bed bu Leni. Mika yang melihat hanya Devon seorang yang duduk di samping bu Leni, tidak ada dokter lainnya yang bisa membuat jantung Mika dag dig dug karena berpikir hal - hal yang buruk dapat terjadi kepada bu Leni.


"Mas" ucap Mika.


Devon yang posiai duduknya membelakangi Mika segera mencari sumber suara istrinya itu.


"Sayang" jawab Devon setelah melihat istrinya datang bersama ibu mertuanya.


Mika dan Ny.Rose semakin mendekat kepada Devon. Mika segera bertanyanya kepada suaminya mengenai kondisi bu Leni yang saat ini dia melihatnya sedang menutup mata dengan bantuan alat nafas.


"Mas apa yang terjadi?" tanya Mika.


"Semua sudah berlalu sayang, Alhamdulillah bu Leni sangat kuat sekali mengalami masa kritisnya" jawab Devon.


Devon yang melihat ibu mertuanya di sebelah istrinya segera menyambut ibu mertuanya dan mencium tanganya dan mempersilakan duduk di kursi yang didudukinya sebelumnya.


Mika membaca rekam medis bu Leni dan mengecek langsung fisik bu Leni. Setelah melihat sudah tidak separah tadi Mika sedikit agak lega walaupun rasa khawatirnya masih ada di hatinya.


Setelah itu Mika mengajak ibu dan suaminya agar beristirahat sejenak di ruangnya dan memerintahkan dokter jaga dan para perawat untuk memantau selalu bu Leni.


Bersambung...


Ingin mengetahui kelanjutannya, ikut terus ya para pembaca setiaku, Terima kasih 🙏🙏😍😍


Tolong tinggalkan jejak Like, vote dan hadiah kalian pada karyaku, agar author lebih semangat up nya, 🙏🙏🙏😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2