
Bab 144
Kelakuan Devon menjadi tidak dapat terkendali bahkan dirinya sendiri tidak mengetahui apa yang terjadi.
Dalam pikiran Devon hanya Shila seorang, rasa kangen, rindu bahkan ingin selamanya berdekatan dengannya.
Saat Devon mengisi sebagai speaker Devon banyak melamun dan pikirannya tertujuh pada Shila, namun Devon untung masih dapat mengendalikan dirinya.
Setelah acara symposium selesai Devon langsung pergi dan menujuh hotel tempat dirinya menginap.
Sesampainya di Hotel Devon langsung mencari informasi dari resepsionis untuk nama Lala yang menginap di hotel tersebut ternyata nihil, lalu Devon teringat kalau Lala adalah Shila lalu Devon menanyakan atas nama Shila ternyata ada, kamar mereka bersebelahan.
Devon langsung masuk ke kamarnya dan segera menghubungi kontak kamar di sebelahnya namun tidak di angkat - angkat oleh Shila. Devon semakin gelisa tidak sabar ingin bertemu dengan Shila.
Saat Devon akan menghubungi kembali Shila, HP nya berdering dan Devon melihatnya ternyata Mika yang melakukan sambungan Video call.
Devon yang tidak ingin di ganggu oleh istrinya langsung mereject panggilan Mika dan menonaktifkan HP nya.
Setelah itu Devon kembali ke fokus awalnya yaitu Shila. Devon mencoba menghubungi kembali. Kali ini Devon lebih beruntung karena gayung bersambut yaitu Shila yang menerima teleponnya.
Devon mulai melakukan pendekatan dengan rayuan gombalnya. Jurus - jurus buaya Devon di tunjukan saat menelepon Shila.
Shila yang mendapat sanjungan seperti itu membuatnya melayang, bahkan Shila sampai lupa diri langsung mendatangi kamar Devon. Rasa yang menggebu - gebu dalam hatinya mengalahkan akan sehat keduanya.
Tok...tok... tok... Shila mengetuk pintu kamar Devon.
Krek... Devon dengan cepat membukakan pintu untuk Shila dan tanpa tau malu saat pintu terbuka Shila langsung memeluk Devon
"Sayang... Aku kangen Devon yang ini... " ucap Shila dengan manja sambil menggelayutkan badannya pada Devon.
Devon langsung menarik Shila masuk dan langsung menutup pintu kamarnya. Didalam kamar Devon langsung memberikan kecupan pada kening Shila. Shila yang mendapat sentuhan itu mengharapkan sentuhan yang lainnya. Shila mendekatkan bibirnya dan langsung mengulum bibir seksi Devon dengan penuh nafsu.
Devon yang kehilangan kesadaran akibat guna - guna Shila merasakan hal yang berbeda. Devon melihat sosok Mika di hadapannya. Tanpa menunggu lama Devon langsung mengambil alih ciuman panas itu bahkan Devon menggendong tubuh Shila hingga ke tempat tidur.
__ADS_1
Shila pun tidak tinggal diam dirinya mulai meraba - raba bagian sensitif Devon hingga membuat Devon semakin agresif dan liar. Kini Devon menurunkan ciumannya ke leher dan bagian yang mendekati benda kenyal Shila.
Shila sungguh menikmati dan ingin mendapatkan yang lebih dari Devon. Bahkan Shila bertekat akan mendapatkan Devon seutuhnya kali ini.
Sedangkan di tempat yang berbeda Mika merasakan ada sesuatu yang aneh dari Devon. Jadwal seminar yang harusnya selesai hari ini dan harusnya Devon sudah terbang ke Bandung sore ini, namun sampai malam ini tidak ada kabar.
Mika mencoba menghubungi HP milik Devon namun teleponnya selalu di reject bahkan kini HP milik Devon sudah tidak aktif dan Mika berusaha menghubungi pihak hotel ternyata kamar atas nama Devon belum cek out alias masih menginap.
Mika gelisa memikirkan Devon, akhirnya Mika menghubungi Mr. X agar mengawasai perbuatan Devon. Dengan perintah yang di buat Mika membuat Mr. X langsung bertindak beberapa mata - matanya menguntit Devon.
Berbekal alamat hotel dan kamar hotel dari Mika membuat Mr. X semakin mudah dalam menguntit Devon.
Hanya dalam waktu 2 jam saja anak buah Mr. X mendapatkan informasi tentang Devon.
Mr. X geleng - geleng kepala atas kelakuan Devon yang dia perbuat dengan Shila.
Mika berusaha menghilangkn rasa curiganya namun rasa hati akan pengkhianatan Devon membuat Mika mengambil siai ketegasannya.
Mika sempat syok akan perbuatan suaminya namun Mika tidak kaget akan perselingkuhan suaminya. Perubahan sikap Devon setelah di sana membuat terang akan perselingkuhan Devon kepada Mika.
Mika memerintahkan Mr. X agar melaporkan kasus perselingkuhan ini dan memerintahkan untuk mendaftarkan perselingkuhan Devon ke pengadilan agama Bandung.
Mika sudah bertekat kalau tidak ada lagi kata maaf untuk akan kasus perselingkuhan Devon dengan Shila.
Mika memberikan waktu satu minggu kepada team Lawyer nya agar cepat putus. Mika tidak meminta harta gono gini bagi Mika dengan memenangkan hak asuh anak sudah cukup dan dengan menutup akses untuk anaknya kepada Devon pasti akan membuat Devon menyesal.
Selama 3 hari dari selesainya acara Seminar itu Devon tidak pernah kembali pulang ke rumah. Bahkan Mika sudah mengembalikan seluruh barang Devon ke rumah orang tuanya.
Rasa marah, kesal dan sedih bercampur aduk dalam diri Mika, namun sakit hati atas nama pengkhianatan tidak pernah akan di maafkan Mika. Bahkan Mika sudah menceritakan semua yang terjadi sehingga tidak ada lagi prasangka yang belum pasti kebenarannya.
Kedua orang tua Devon berusaha bijak dalam kasus anak dan menantunya ini. Bahkan mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Mika dan tanpa maksa Mika kembali untuk bertahan di sisi anaknya.
Sedangkan Devon sedang asik dengan permainan ranjangnya bersama Shila. Devon yang lepas kendaki kini sudah melampaui batas norma yang berlaku bahkan dirinya sudah melakukan yang seharusnya tidak dilakukan itu.
__ADS_1
Panas membara ciuman dan jejak bercinta di leher dan bagian dada Shila membuat Shila semakin liar untuk meminta kenikmatan yang lain kepada Devon. Bahkan Shila menanggalkan pakaiannya sendiri hingga polos di hadapan Devon.
Devon yang tersirep oleh guna - guna Shila melihat sosok Mika yang berada dalam kukungannya. Devon yang lepas kendali segera melakukan serangan layaknya suami istri kepada Shila.
Shila ketawa senang karena kini dirinya serasa senang akhirnya dapat merasa senjata Devon yang begitu di harapkannya.
Shila merasa terpuaskan dengan perlakuan Devon bahkan dirinya merasakan ini adalah pertama kalinya dirinya merasakan puas. Pengalaman Shila yang cukup banyak dengan pria membuatnya lihai tetapi kali ini Shila sangat - sangat puas oleh Devon.
Perbuatan suami istri itu berkali - kali Devon dan Shila lakukan hingga mereka berdua kelelahan dengan sendirinya.
Devon yang seperti boneka Shila menurut atas semua permintaan Shila.
Pagi harinya mereka berencana untuk cek out dan akan mencari apartement untuk mereka tempati bersama.
Devon dan Shila sedang menikmati masa - masa indah mereka bahkan Devon melalaikan tugasnya sebagai dokter.
Saat dalam perjalanan menujuh apartement yang akan mereka sewa Devon berpikir mengapa tiap kali melakukan permaian panas itu Devon tidak merasakan servis yang biasanya dari Mika, bahkan bibir yang di lahapnya tidak semanis biasanya.
Namun jampi - jampi Shila yang begitu kuat membuat pikiran Devob buyar kembali.
Akhirya perjalanan mereka telah sampai di apartement yang akan di sewanya. Kini mereka sudah melihat isi apartement itu dan langsung membayarnya.
Bagi Shila tidak penting fasilitas yang ada di apartement itu, dengan adanya Devon di sisi nya sebagai pemuas nafsu dirinya itu sudah cukup membuat Shila bahagia terlebih dirinya dapat melihat Mika tersakiti itu lebih menambah kebahagiannya.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author abal - abal ini, agar lebih semangat up nyaππππ
Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah iniππππ
__ADS_1