Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 61


Setelah papa Devon mendapatkan informasi dari orang kepercayaannya. Beliau memutuskan pulang kerumah. Papa memilih ruang kerjanya untuk menenangkan pikirannya yang kacau karena memikirkan putera kesayangannya.


Papa Devon mengenang kembali tentang putera kesayangannya.


Flasback papa tentang Devon...


Devon adalah cucu laki - laki pertama dan menjadi kesayangan keluarga besar Bagaskara.


Sedangkan di keluarga kecil Dimas Bagaskara Devon adalah anak yang sangat di nantikan kehadirannya. Intan sang kaka adalah orang yang sangat menantikan kehadiran adiknya. Saat usia Intan 7 tahun mama melahirkan Devon. Semua anggota suka cita atas kehadiran Devon.


Saking sayangnya Intan tidak pernah mau bila berjauhan dengan adiknya. Bahkan Intan lebih memilih homeschooling agar tidak jauh dari adiknya. Begitu juga mama dan papa yang senang karena kehadiran Devon sebagai pelengkap di keluarga kecil mereka.


Devon kecil sangat dimanja oleh semua anggota keluarga. Intan selalu menuruti semua keinginan adiknya.


Devon terlahir dengan wajah yang imut menggemaskan dan tumbuh menjadi Devon berparas wajah ganteng bagaikan fotocopyan papanya. Wajah ganteng mereka sama - sama membuat orang terpesona melihatnya.


Wajah ganteng Devon kecil selalu menjadi pemenang disetiap kontes yang mama daftarkan untuk Devon.


Sejak kecil kedua orang tua Devon memperkenalkan bela diri Taekwondo. Devon sangat menyukai bela diri Taekwondo. Saat remaja Devon sering mengikuti tanding kejuaraan Taekwondo dan Devon selalu pulang dengan membawa mendali emas.


Devon tidak hanya memiliki skill yang baik saja tetapi Devon juga memiliki kecerdasan akademis di atas rata - rata.


Sejak kecil Devon ingin menjadi seorang dokter seperti kedua orang tuanya.


Devon remaja mulai serius untuk mengikuti jejak kedua orang tua dan kaka nya menjadi seorang dokter. Devon yang pandai menyelesaikan pendidikan kedokterannya tanpa kendala apapun. Mereka sangat bangga atas prestasi akademis Devon.


Devon sungguh terlihat sempurna bagi yang melihatnya, wajah tampan dengan tubuh atletis dan juga kecerdasan luar biasa, semua orang iri atas apa yang Tuhan anugerahkan kepadanya.


Namun Keluarga Bagaskara tidak pernah melihat Devon dekat dengan seorang wanita manapun hingga usianya dewasa barulah Devon untuk pertama kalinya Devon memperkenalkan seorang gadis cantik dan pintar sebagai kekasih sekaligus calon istrinya saat itu.


Wanita itu adalah Mika. Kecerdasan Mika dapat mengimbangi Devon dalam semua hal.


Hanya saja perjalanan cinta mereka banyak cobaan atas kebodohan yang Devon ciptakan sendiri.


Mereka sebagai orang tua berharap kesalahan masa lalu yang Devon perbuat adalah perbuatan terakhir kalinya dan tidak pernah ada lagi perbuatan bodoh Devon lainnya.Tetapi kini papa Devon di hadapi dengan perbuatan yang lebih bodoh yang dilakukan anak laki - laki nya.


Back on...


Papa yang terlalu lelah memikirkan Devon akhirnya terlelap diruang kerja.


Jam makan malam sudah akan dimulai, Devon dan mama sudah berada di meja makan kecuali papa dan Mika.


Tetapi sayangnya mereka sudah melupakan kehadirannya.Mika yang sudah dianggap bukan bagaian keluarga Bagaskara.


Mama yang menyadari tidak melihat keberadaan papa menanyakan kepada bi Mimin.


" Tuan kemana bi?" tanya mama.

__ADS_1


"Tuan berada di ruang kerja nyonya" jawab bi Mimin.


Mama meninggalkan maja makan menujuh ke ruang kerja papa.


Tok... tok... tok... Suara mama mengetuk pintu kerja papa.


Tidak mendapat jawaban dari papa membuat mama maksa masuk ke dalam.


Krek... pintu ruangan kerja papa di buka.


Mama masuk dan melihat papa tertidur di sofa. Perlahan mama membangunkan papa.


"Pa.. Pa... Papa...bangun" ucap mama.


Namun papa masih terlelap dalam tidurnya.


Mama terus membangunankan hinggu papa membuka matanya. Mama mengajak papa untuk makan malam.


Papa hanya mengikuti mama tanpa ada ucapan apa pun.


Mereka sudah berada di meja makan, papa duduk di kursi yang biasa di dudukinya.


Makan malam berjalan seperti biasa, hening tanpa obrolan apa pun saat makan.


Setelah selesai makan, Devon yang hendak menujuh ke kamar di cegah oleh papa.


"Kekamar" ucap Devon.


"Dimana Mika dan baby Al tinggal sekarang? ...mengapa kamu tidak mencarinya?" tanya papa.


"Kenapa harus bahas wanita itu lagi sih, gak penting dicari sebentar lagi dia buka istriku lagi" jawab Devon.


Plak... suara tamparan terdengar, rasa panas terasa di pipi kanan Devon.


Mama yang terkejut dengan perbuatan papa sampai berteriak.


"Papa" teriak mama yang kaget dengan perbuatan papa.


Sedangkan Devon hanya terdiam tanpa membalas perlakuan papanya.


Devon hendak meninggalkan ruang makan dan lagi - lagi papa berucap dengan penuh penekanan kepada Devon.


"Jika kau tidak bisa menjadi imam yang baik, jangan kau tebarkan fitnah untuk pembenaran atas dosa mu" ucap papa dengan sorot mata penuh kemarahan.


Devon yang tidak terima atas ucapan papa nya kembali memutar balikan keadaan.


"Maksud papa apa? ...pasti wanita licik itu yang mempengaruhi papa" jawab Devon dengan wajah memelas agar di kasihani oleh kedua orang tuanya.


Sebuah tamparan mendarat kembali di pipi kiri Devon.

__ADS_1


"Papa ini apa - apaan sih?" tanya mama yang kesal atas sikap kasar suaminya.


"Tanyakan saja kepada anak kesayanganmu ini" jawab papa yang kesal dengan kelakuan Devon.


"Devon coba jelaskan kepada mama ada apa ini? "ucap mama yang meminta kejelasan masalah yang ada.


"Aku juga tidak tau maksud papa, mungkin papa sudah di racuni cerita wanita licik itu ma" jawab Devon yang terus memojokan Mika.


Mama yang tidak ingin pertengkaran keluarga mereka menjadi konsumsi para ART nya, akhirnya meminta di selesaikan dalam ruang kerja papa.


Mereka bertiga telah berada dalam ruang kerja papa. Mama meminta Devon menjelaskan masalah yang terjadi.


Tetapi Devon terus berkelit dan terus saja menyalahkan Mika.


Papa yang kesal dengan sikap Devon akhirnya mengambil sikap.


"Perceraianmu di batalkan" ucap papa.


"Apa?... Kenapa pa?" tanya Devon dan mama bersamaan.


"Karena kau harus bertanggung jawab memperbaiki semuanya sebelum kau menyesal di kemuadian hari" jawab papa sambil menunjuk Devon dengan penuh kemarahan.


"Tanggung jawab apa pa?" tanya Devon yang bingung atas sikap papa yang tiba - tiba berseberangan dengan dirinya.


"Atas anak - anakmu dan istrimu" jawab papa.


Devon yang tidak mengerti maksud dari semua ucapan papa yang penuh makna tersirat, meminta kejelasan semuanya.


Papa dengan senang hati mengungkap semua kejahatan anaknya. Papa membongkar skandal perselingkuhan Devon, pelakuan kasar Devon kepada Mika dan terakhir berita kehamilan Mika.


Setelah mendengar semua, Mama terlihat biasa saja, tidak ada ekspresi marah atau kesal kepada anaknya.


Begitu juga Devon dirinya hanya tertawa seolah bukan masalah besar baginya.


"Ha... Ha... Ha..." tawa Devon.


"Apakah hati mu sudah membatu sehingga tidak bisa memelihat antara fakta dan Fitnah? ...Ingat Tuhan tidak tidur nak" ucap Papa.


"Pa anak kita itu Devon bukan Mika dan yang selingkuh itu Mika bukan Devon jadi berhentilah untuk memihak kepada Mika" ucap Mama.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2