Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 132


Sang supir membalikan tubuh penyebrang yang terserempet itu.


"Aldo...." teriak Mika.


Suara teriakan Mika menyadarkan Aldo yang sempat tidak sadarkan diri akibat syok terserempet mobil.


Aldo yang pandangan matanya menatap kepada Devon. Aldo langsung berusaha bangun dan menjauh, dengan jalan terpincang - pincang Aldo terus berlari agar tidak tertangkap oleh Devon.


Baginya luka Aldo yang di dapat akibat kecelakaan itu tidak berarti dibanding dirinya bila harus tertangkap oleh Devon.


Devon yang melihat Aldo di depan mata ingin segera menangkapnya, namun di cegah Mika.


"Tidak perlu" ucap Mika.


Devon yang merasa aneh dengan sikap Mika yang membiarkan penjahat Aldo di bebaskan. Devon sempat salah paham kepada istrinya yang Devon pikir memiliki rasa peduli kepada Aldo.


Mr.X langsung menepuk pundak Devon dan memberikan payung kepadanya. Begitu juga istri Mr.X yang memberikan payung kepada Mika.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil kembali. Hujan yang sangat deras itu membuat mereka menghentikan perjalanan sejenak dan memilih singgah sejenak di hotel untuk mengganti baju dan beistirahat sejenak.


Mika mengikuti saran yang Mr.X berikan kepadanya. Mika membooking 3 kamar salah satunya untuk dirinya dan Devon.


Mika pamit kepada Mr.X dan istri untuk kekamar. Tak lama kemudian Mr.X mengantarkan pakaian untuk Mika dan Devon. Entah dengan cara apa Mr.X memesannya tetapi proses semua itu sangat cepat sekali.


Mika dan Devon sudah mengganti pakaian basah dengan pakaian yang baru saja di serahkan Mr.X.


Setelah itu Mika kembali beristirahat hingga hujan redah. Mika dan Devon memesan makanan hangat kepada pihak resto hotel. Suasana yang dingin sangat cocok dengan makanan yang hangat seperti soto.


Sore harinya cuaca sudah cerah kembali, Mika dan Devon pun telah siap untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Bandung.


Kini mereka sudah berada di Adisutjipto International Airport. Saat mereka sudah berada di jet pribadi Mika mulailah Mika melakuka obrolan cukup serius dengan Mr.X. Mika meminta Mr.X untuk mencari keberadaan korban yang terserempet mobil itu.


"Mr.X dapatkah kamu dan anak buahmu mencari keberadaan korban yang terserempet tadi?" tanya Mika.


"Apakah nona mengenal orang tersebut?" tanya Mr.X.


Mika tidak menjawab tetapi Devon yang menjawabnya. Devon menjelaskan seluruh yang berkaitan dengan Aldo. Tidak lupa juga Devon menjelaskan kalau Aldo adalah buronan yang di cari oleh pihak berwajib.


Kini Mr.X pun tidak bisa menutup - nutupi lagi seluruh informasi yang iya miliki. Mr.X mencerita kepada Mika dan Devon kalau selama ini Mr.X dan anak buahnya sudah memantau pergerakan Aldo selama ini.


Mr.X juga menjelaskan kalau ini semua atas permintaan kak Intan. Mr.X yang tidak mengetahui cerita keseluruhan mengenai Aldo hanya menuruti kemauan puteri angkatnya itu.


"Sebulan yang lalu Intan meminta aku agar memantau Aldo, alasan Intan saat itu kalau Aldo sangat berbahaya bagi keselamatan Mika" ucap Mr.X.

__ADS_1


Mendengar penuturan Mr.X membuat Mika merasa sedikit lega. Mika memerintahkan anak buah Mr.X segera menghubungi kepolisian agar bersama - sama meringkus Aldo.


Mr.X yang mengerti apa yang di perintahkan nonanya dengan sigap dirinya mengiyakan perintah itu.


Sesampainya di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Mr.X langsung menghubungi anak buahnya agar melaksanakan perintah Mika.


Kini mereka kembali ke rumah keluarga Bagaskara. Saat di perjalanan Mr.X Menyampaikan kepada Mika dan Devon bahwa pihak kepolisian dan anak buahnya sedang melaksanakan penyerbuan ketempat persembunyian Aldo.


"Apakah Aldo sudah tertangkap?" tanya Devon.


"Sedang terjadi serang menyerang antara pihak kepolisian dan anak buah Aldo" ucap Mr.X


Ternyata Aldo tidak selemah mereka kira. Aldo membentengkan rumah persembunyiannya dengan banyaknya penjaga. Aldo memang lebih berhati - hati dan penuh waspada setelah bertemu Mika dan Devon.


"Tetapi anda tidak perlu khawatir nona dan tuan, berita terupdate kalau Aldo sudah dibawa pihak kepolisian dengan luka tembak di lengan kiri dan kaki kanannya" ucap Mr.X.


Mr.X pun menunjukan foto dan video Aldo yang berada di mobil kepolisian dengan kaki dan lengan yang masih mengeluarkan darah.


Mika dan Devon yang melihat foto dan juga video tersebut merasa tenang. Setidaknya salah satu pengganggu kehidupan mereka telah tertangkap pihak kepolisian dan akan mempertanggung jawabkan seluruh kesalahannya selama ini.


Sesampainya di rumah Mika dan Devon mempersilakan Mr.X dan istrinya untuk beristirahat di kamar tamu.


"Mr.X silakan anda dan istri beristirahat, bila membutuhkan sesuatu bisa meminta kepada bi Mimin atau bi Wati" ucap Devon.


"Mr.X dan nyonya anda bisa makan malam dulu di meja makan bersama kak Intan, kami berdua akan makan di kamar saja dan kebetulan papa serta mama sedang berada di luar kota" ucap Mika.


"Baik nona, terima kasih" ucap Mr.X dan istrinya.


"Bi tolong antar Mr.X dan istrinya menujuh ke ruang makan" ucap Mika.


"Baik nona" jawab bi Mimin.


Setelah itu Mika dan Devon menujuh kamarnya. Mika lebih dulu membersihkan tubuhnya setelah usai di susul Devon yang membersihkan tubuh. Kini mereka sudah segar dengan tubuh wanginya.


Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya.


Tok...tok...tok.."Den...non...ini bibi bawa makan malam" ucap bi Mimin.


Devon langsung menujuh pintu kamarnya dan membukanya, Krek...Pintu di buka.


"Terima kasih bi" ucap Devon saat melihat bi Mimin dengan nampan makanan di tangannya.


Setelah bi Mimin meletakan makanan di atas meja dan menatanya lalu meninggalkan kamar Devon.


Mika yang merasa sangat lapar langsung mengajak Devon makan. Mereka makan dengan begitu menikmati masakan bi Mimin dan bi Wati. Mereka bersemangat karena menu makan malam ini adalah balado ikan tuna yang merupakan kesukaan Mika dan Devon.

__ADS_1


Usai makan malam selesai, Mika membawa bekas makan mereka ke depan kamar.


Rasa lelah dan capai perjalanan tadi membuat Devon langsung terlelap dalam tidurnya tetapi tidak dengan Mika.


Mika mendatangi dulu kamar ibunya, Mika ingin melihat keadaan ibunya sebelum tidur.


Krek...Mika membuka pintu kamar ibunya yang memang tidak di kunci itu.


"DR.Mika" ucap kedua perawat yang menjaga ibunya.


"Ustt..." ucap Mika sambil letakan jari telunjuknya di bibirnya agar perawat itu tidak bebicara lagi yang akan membangunkan ibunya.


Mika menatap wajah ibunya dengan dekat dan perlahan tangannya membelai rambut dan tangan ibunya. Wajah cantik ibunya sangat mirip dengan Mika.


"Bu cepat sembuh ya, aku akan membahagiakanmu bu" ucap Mika dalam hatinya.


"Sus apakah ibuku tadi melakukan sesuatu hal yang membahayakan dirinya?" tanya Mika.


"Tidak Dok, Nyonya sangat tenang sekali, bahkan sesekali tersenyum kepada kami berdua" ucap salah satu perawat itu.


Mika senang akhirnya ibunya mengalami perkembangan yang cukup baik untuk psikisnya.


"DR.Mika, tadi saat saya keluar rumah untuk membeli sesuatu di minimarket dekat rumah ada yang menanyakan keberadaan DR.Mika dan Dr.Devon?" ucap salah satu perawat.


"Apakah dia menyebutkan namanya?" tanya Mika.


"Tidak, tetapi wanita itu hanya berucap kalau titip salam rindu untuk Dr.Devon" ucap perawat itu.


Mika tidak melanjutkan pembicaraannya dengan kedua perawat ibunya dan memilih kembali kekamar.


Sesampai di kamar Mika melihat Devon telah tidur dan Mika awalnya ingin menyusul untuk tidur tetapi terganggu dengan berita yang baru saja di dapat dari perawat ibunya.


"Siapa wanita itu?" tanya Mika dalam hatinya.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πŸ˜πŸ˜πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2