Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 119


Sesampainya mereka di rumah setelah lelah dengan persidangan yang belum ada keputusan bahkan di tanguhkan minggu depan, sedangkan untuk kasus perdata di tanguhkan sampai tiga hari kedepan.


Mika dan Devon memilih langsung ke kamar mereka, di dalam kamar Mika memilih untuk membersihkan diri dulu sebelum merebahkan tubuh lelahnya di kasur empuk miliknya. Mika perlahan memejamkan matanya dan Devon pun baru saja akan membersihkan tubuh, setelah itu Devon melakukan hal yang sama dengan istrinya.


Sedangkan kak Intan sendiri memilih untuk bermain dengan anaknya. Sidang perceraiannya hari ini di lewatinya tanpa menghadiri. Keputusannya untuk mengakhiri hubungannya dengan suaminya itu pilihan yang tepat. Lawyer kak Intan menyampaikan bila putusan cerai akan keluar seminggu lagi.


Hari ini suami kak Intan berkali - kali menelepon, bahkan banyak pesan yang di kirim suaminya agar membatalkan perceraian mereka dan meminta agar kak Intan mendatangi kantor pusat suaminya untuk permohonan maaf atas kelalaian suaminya. Bukan tanpa sebab suami kak Intan berbuat hal itu. Semua ini di lakukan karena suami kak Intan akan mendapatkan sanksi pemecatan atas kasus perselingkuhan ini.


Kak Intan memilih mengabaikan pesan suaminya. Baginya cinta yang dulu begitu indah sekarang telah layu atas pengkhianatan yang diciptakan suaminya sendiri. Perbuatan ini bukan pertama kalinya bahkan suaminya sudah berkali - kali berselingkuh, namun ini yang pertama kalinya hingga wanita pelakor itu hamil di luar nikah.


Bagi Intan telah cukup memendam penderitaannya selama ini. Sakit hati selama ini di pendam sendiri. Bahkan keromantisan selama ini yang di tunjukan dalam keluarga Intan hanya sandiwara semata untuk menutupi kebusukannya.


Kak Intan menaruh HP nya setelah membaca seluruh pesan yang di kirim suaminya.


Kring...kring...kring...HP Kak Intan kembali berdering, namun kali ini adalah nomor telepon ibu mertuanya yang tertera di layar HP.


Kak Intan langsung menekan tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut.


Intan : "Halo,Assalamualaikum bu"


Ibu mertua : "Wa'alaikumsalam nak, apa kabar?"


Intan : "Alhamdulillah sehat bu"


Ibu mertua : "Nak tolong suamimu, tolong maafkan kesalahannya dan batalkan gugatan ceraimu, kasihan suamimu akan di pecat nak"


Intan : "Maaf bu ini adalah resiko dari perbuatannya"


Ibu mertua : "Tetapi nak, toling demi anak kalian"


Intan : "Anak yang mana bu, anak yang tidak pernah di lihat ayahnya dari lahir hingga kini?"

__ADS_1


Ibu mertua : "Nak suamimu hanya khilaf, tolong maafkan suamimu, perbaiki rumah tangga kalian demi anak kalian"


Intan : "Maaf sudah cukup kesabaran saya dalam memberi kesempatan berkali - kali, lagi pula peselingkuhan denganenghasilkan seorang anak apakah dapat di maafkan bu?"


Ibu mertua : "Maksud nak Intan apa?"


Intan : "Apa ibu belum tau kalau sebentar lagi cucu ibu akan bertambaj lagi dari anak hasil perselingkuhannya?"


Ibu mertua : "Astagfillahalazim"


Intan : "Itu benar adanya bu, saya tidak menfitnahnya, ibu dapat tanyakan kepada yang bersangkutan dan untuk pelaporan ke kantor jujur bukan saya yang melapor, mungkin sikapnya sendiri yang mengantarkan dirinya ke jurang kehancuran"


Setelah kak Intan mengungkapakan kebeneran dari cerita hubungan dirinya dengan suaminya kini ibu mertuanya paham akan kesalahan anaknya. Akhirnya sambungan telepon itu terputus setelah kata permohonan maaf terucap dari mulut ibu mertuanya.


Kini kak Intan lebih memilih fokus dengan anaknya dan masa depan anaknya. Kesalahannya dalam berumah tangga membuatnya semakin dewasa dalam kedepannya.


Kak Intan membuka inbox pada HP nya dan mendapat pesan dari orang tua angkatnya agar Mika melakukan pengecekan tes DNA untuk di tes di RS.Diamond dan di RS. Luar negeri.


Untuk tes di RS.Diamond orang tua Mika sudah mengantar beberapa sample untuk pengetesan yang berada di anak buahnya yang sekarang sedang di Bandung. Selain itu pihak orang tua Mika meminta sample dari Mika untuk di uji tes DNA di luar negeri.


Sore hari nya Mika sudah siap berangkat ke RS. Diamond bersama kaka iparnya.


"Yakin hanya berdua kaka saja, apa mau aku antar sayang?" tanya Devon.


"Iya mas, kamu jagain anak - anak saja ya" jawab Mika.


Mika dan kak Intan pergi berdua menujuh RS. Diamond tanpa supir karna hari ini Mika sendiri yang akan mengemudikan mobilnya.


Sesampainya di RS. Diamond Mika dan kak Intan sudah dapat melihat dua wanita cantik yang menunggu ke datangan mereka.


"Ayo kita langsung ke ruangan dokternya!" ajak Mika.


Ternyata Mika sudah membuat janji dengan rekan sejawatnya untuk tes DNA hari ini.

__ADS_1


Sesampainya di ruang dokter tersebut Mika langsung masuk ruangan di temani kak Intan untul melakukan skrining tes dan mengambil beberapa sample dari tubuh Mika untuk di uji kecocokan dengan sample orang lain yang di duga ibu kandungnya.


Setelah cukup lama melakukan serangkaian tes, akhirnya Mika dan kak Intan keluar juga dari ruang dokter tersebut.


"Untuk sample orang tuanya Mika mana?" tanya kak Intan.


"Ini kak" jawab salah satu dari mereka.


Setalah itu kak Intan menyerahkan sample yang akan di uji dengan DNA Mika.


Setelah itu kak Intan juga menyerahkan bagian sample dari tubuh Mika seperti darah, potongan rambut, air liur, dan potongan kuku yang akan di uji klinis di luar negri, tepatnya di negara Swiss tempat tinggal yang di duga orang tua kandung Mika.


Setelah selesai dengan tes DNA itu kedua pengawal tersebut pamit, karna hasil tes baru jadi sekitar 2 minggu lagi maka mereka berdua lebih memilih untuk mengantarkan sample bagian dari tubuh Mika untuk di uji kecocokan DNA nya dengan orang tuanya di Swiss.


Kini Mika dan kak Intan perjalanan pulang ke rumah, tubuh mereka yang lelah ingin segara di baringkan pada kasur empuk mereka yang ada di kamar mereka.


Sesampainya di rumah mereka langsung memasuki kamar masing - masing. Di dalam kamar Mika sempat menanyakan kepada kak Intan "apakah boleh melihat foto ibu nya?"


Kak Intan menunjukan sebuah foto yang baru saja di beri pengawalnya, ternyata wanita dalam foto itu sangat mitip sekali dengan Mika.


Mika melihat tanpa kedip foto wanita yang sangat mirip sekali dengan wajahnya. Tanpa Mika sadari air matanya menetes di sudut matanya.


"Wajah ini mengapa mirip sekali dengan diriku, apakah ini benar wajah ibu kandungku?" tanya Mika dalam hatinya.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πŸ˜πŸ˜πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2