Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 22


Malam panjang telah di lalui oleh sepasang pengantin baru.


Rasa saling memiliki dalam pernikahan lebih indah untuk keduanya.


Sang surya yang datang menyambut pagi dengan sinarnya tidak mampuh membangunkan mereka yang lelah sehabis pertempuran semalam.


Hingga rasa perih di perut Devon yang membangunkan tidur nyenyaknya.


"Auw...sakit sekali perutku, sudah jam berapa ini?" gummah Devon yang merasakan perih di perutnya.


Devon melihat jam pada HP nya, jam sudah menunjukan pukul 9 pagi. Devon segera bangun dari tempat tidurnya sambil melirik ke sebelah dia tidur, ternyata Mika masih setia menutup matanya dengan bedcover yang menutupi tubuhnya.


Senyum lebar tercipta di bibir Devon, mengingat pertempuran semalam.


Penyatuan mereka menjadi saksi cinta mereka.


Devon mengecup mesra kening istrinya.


Mika yang merasa ada yang menyentuh dan mengganggu tidurnya perlahan membuka matanya. Tubuhnya masih terasa lelah sekali.


"Ah... Kamu mas?" kaget Mika yang mendapati suaminya sedang mengecup keningnya.


Devon hanya tersenyum akibat kepergok kelakuannya.


"Bangun sayang, kita makan yuk!" ajak Devon pada Mika


"Iya mas, aku mandi dulu ya" ucap Mika


Ketika ingin melangkahkan kakinya, Mika merasakan perih di bagian intinya.


Membuat Mika harus tertatih - tatih untuk mencapai kamar mandi.


Devon yang melihat hal itu tidak tinggal diam.


Devon mendekati istrinya dan menggendong Mika sampai ke kamar mandi. Setelah itu Devon mendudukan Mika di kloset. Lalu Devon menyiapkan air hangat dengan tambahan aroma terapi untuk Mika berendam.


"Airnya sudah siap, mandi lah" ucap lembut Devon pada istrinya


"Iya, terima kasih mas" jawab Mika


Mika sungguh tersentuh dengan perlakuan manis suaminya.


Mika secepat mungkin menyelesaikan ritual mandinya, karena cacing dalam perutnya sudah berdemo.


Mika keluar kamar mandi mengguna Bathrobe, sambil celingak - celinguk mencari keberadaan suaminya.


Melihat suasana kamar yang sepi, Mika melanjutkan mengganti pakaian dan memberi polesan tipis di wajah cantiknya.


Setelah terlihat sempurna, Mika melanjutkan mencari keberadaan suaminya.


Mika yang tidak menemui keberadaan Devon di dalam kamar, melanjutkan dengan nelepon HP Devon.


Tut... Tut... tanda nada tunggu panggilan sebelum tersambung.


"Devon mengangkat panggilan di HP nya"


Devon : "Halo sayang"


Mika : "Em... Mas kamu dimana?"


Devon : "Kenapa?.. Kangen ya?"

__ADS_1


Mika : "Ih... ditanya juga?"


Mika memasang wajah cemberut karena kesal dengan jawaban konyol suaminya.


Devon : "Iya sayang, aku sudah mau sampai kamar koq"


Belum sempat berkata lagi dengan suaminya, Mika mendengar bunyi bel pintu kamar nya.


Mika mendekati pintu dan mengintip di lubang tengah pintu kamar hotel. Mika ingin memastikan siapa yang datang, sebelum dia membuka pintu kamarnya.


Setelah di intip, ternyata seseorang yang selama ini yang ingin di hindarinya.


Yaitu Aldo dengan buket bunga mawar merah ditangannya.


Mika yang diliputi rasa takut membuat detak jantungnya yang dag.. dig... dug...lebih kencang dari biasanya, telapak tangannya mulai dingin dan butir - butir keringat mulai tampak di dahinya.


Dengan kaki yang gemetar Mika melangkah mencari HP nya yang tadi di tinggalkan di nakas tempat tidur, setelah itu Mika masuk ke kamar mandi dan menutup rapat serta menguncinya.


Mika berusaha menenangkan diri, sampai detak jantungnya kembali normal. Setelah Mika tenang, Mika menghubungi Devon. Mika meminta Devon cepat kembali ke kamar. Mika tidak menceritakan bila Aldo ada di depan pintu kamarnya. Mika tidak ingin ada lagi keributan dan kekerasan fisik di antara mereka.


Selang 10 menit kemudian HP Mika berdering.


Mika menekan tombol hijau pada Hp nya.


Devon : "Halo sayang...Kenapa tidak dibukakan pintunya?"


"Aku sudah hampir 10 menit berada di depan pintu...tanganku sudah pegal pencet bel tapi tidak kunjung kamu buka kan pintu sayang"


Mika : "Iya mas, tunggu ya..maafkan aku"


Sebelum membuka pintu, Mika mengintip dulu untuk memastikan bahwa Devon yang ada di balik pintu.


Krek.. pintu di buka Mika.


"Sedang apa sayang? ...Kenapa lama sekali membukanya?" sederet pertanyaan Devon


"Kita makan di resto saja ya?"


"Iya mas, tapi mas kan belum mandi?" ucap Mika dengan pelan


"Siapa bilang belum, tadi aku numpang mandi di kamar mama" jawab Devon


"Ooo..., kalau gitu yuk mas kebawah, cacing di perutku sudah berdemo" ajak Mika pada Devon untuk ke resto hotel


Mereka berdua sudah menujuh ke lantai 1, resto hotel.


Mereka mulai mengambil menu kesukaan mereka untuk sarapan pagi yang kesiangan ini.


Lalu mereka duduk di meja yang berkursi dua buah.


"Kenapa hanya makan nasi goreng saja sayang?" tanya Devon


"Gimana mau ambil menu yang lain, kita sarapan pagi sudah di penghujung resto akan close waktu breakfast, ya menu - menu yang tersaji tinggal ala kadarnya lah" jawab Mika dengan ketus


"Apa kamu mau makan ditempat lain?" tanya Devon dengan lembut pada istrinya.


Mika yang merasa tidak enak atas ucapan ketusnya segera minta maaf pada Devon.


"Ayo dimakan sayang" ajak Devon agar istrinya memakan makanannya


Mereka berdua makan dengan tenang tanpa suara obrolan lagi, hanya dentingan sendok dan garpu yang saling beradu.


Sementara itu di pojok resto hotel ada seseorang yang pandangannya tertujuh pada Mika.

__ADS_1


Dialah Aldo, dirinya selalu mengikuti kemana pun Mika pergi.


...Flasback Aldo...


Setelah Aldo mendapat info pernikahan Devon dan Mika dari detektif yang disewa nya, Aldo sempat mencari cara untuk menggagalkan pernikahan Mika.


Rencana penculikan Mika yang terlintas di pikiran Aldo tidak jadi dilakukannya.


Ketatnya penjagan dan pengawasan Mika oleh keluarga dan pihak keamanan hotel membuat Aldo harus kalah sebelum melaksanakan ide gila nya.


Kenekatan Aldo yang hadir dalam respsi pernikahan Devon dan Mika menjadi bukti kegigihannya.


Aldo menyamar menjadi pelayan agar memuluskan rencananya.


Dengan uang pelicin yang di milikinya dapat membayar seorang pelayan yang akan di gantikan dirinya untuk masuk ke acara resepsi itu.


Cintanya yang besar kepada Mika membuat dirinya kalap untuk merebut istri mantan sahabatnya.


Aldo memesan kamar hotel di lantai yang sama dengan Devon dan Mika menginap, tepatnya disebelah kamar dari kamar mereka adalah kamar Aldo.


Malam saat Devon dan Mika ingin melepas rindunya, Aldo lah yang mengganggu mereka.


Hatinya tidak rela bila tubuh indah Mika harus tercicipi Devon.


Aldo terus mencari cara agar Mika luluh dengan cintanya.


Setelah Aldo tau kalau Devon meninggalkan kamar, Aldo melakulan aksi nekatnya.


Tetapi tidak mendapat respon dari Mika membuat hatinya sakit.


Aldo terus saja mengikuti Mika termasuk sampai di resto hotel saat ini.


...Back on...


Mika dan Devon telah selesai makan, dan mereka akan kembali ke kamar mereka.


Sebelum kekamar HP Devon berdering.


Devon : "Ya... Halo Mam"


Mama : "Dev, mama dan papa cekout duluan ya, Papa ada praktek nanti sore"


Devon : "Ok Mam, hati - hati di jalan"


Mama : "Ok my son...salam buat istrimu dari mama dan papa"


Devon : "Ya Mam, bye...


Mama : "Bye... berusahalah terus my son untuk membuatkan cucu untuk kami"


Ucapan terakhir mama di ujung telepon hanya mendapat balasan senyum penuh arti Devon.


"Telepon dari siapa mas?" tanya Mika


"Mama sayang, mama dan papa titip salam untuk mu mereka cekout sekarang karena papa ada praktek nanti sore" ucap Devon


"Ooo...gitu" jawab singkat Mika


"Sayang kekamar yuk" ucap Devon dengan senyum nakalnya


"Iya mas" jawab Mika yang menyetujui ajakan suaminya


Mereka telah menaiki Lift menujuh lantai 5.

__ADS_1


Sepanjang jalan menujuh kamar tangan mereka saling bertautan.


Senyum manis Mika menggoda hasrat Devon.


__ADS_2