Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 50


Hari ini kak Intan akan pergi menyusul suaminya ke Australia. Semua dokumen telah lengkap dibawa nya. Kepergiannya diantar oleh seluruh keluarga termasuk Mika dan Devon.


Intan yang hendak masuk ke ruang cek dokumen imigrasi membuat dirinya harus berpamitan dengan keluarganya. Satu persatu di peluk dan di ciumnya, termasuk Mika adik ipar kesayangannya sekaligus sahabatnya.


"Jaga baik - baik keponakanku ini ya dek" ucap Intan sambil mengelus perut Mika yang sudah terlihat menonjol.


"Iya kak" jawab Mika.


Kini giliran Intan memeluk adik kesayangannya.


"Sayangi selalu istrimu, jangan berbuat aneh - aneh lagi, ingat sudah mau jadi papa" nasehat Intan kepada adiknya.


Devon menganggukan kepala tanda menyetujui ucapan kaka nya.


"Jangan lupa kabari kami bila sudah sampai" ucap papa.


"Siap pa" jawab Intan.


Kini intan telah masuk kedalam ruang tunggu bandara.


Mika beserta Devon dan kedua orang tuanya kembali ke hotel untuk beristirahat.


Keberangkatan Intan dari Airport Soekarno Hatta membuat keluarganya sejenak memanfaatkan liburan di jakarta. Mereka menghabiskan berlibur di jakarta dengan mengunjungi beberapa tempat wisata seperti Ancol, Monas dan Taman Mini Indonesia Indah.


Tidak lupa juga mama mengajak Mika shopping di beberapa mall besar di jakarta.


Setelah 3 hari berlibur mereka sekeluarga kembali ke Bandung.


Minggu depan adalah acara 4 bulanan kehamilan Mika. Kehamilan Mika menjadi suatu anugerah bagi Keluarga Devon.


Mama mertua Mika sudah meminta bantuan sebuah Event organizer (EO) untuk tasyakuran 4 bulanan Kehamilan Mika.


Mama sudah mengatur semuanya dengan sebaik mungkin, dirinya sangat antusias menyambut kehadiran cucu pertamanya.


Tidak banyak yang Mika lakukan untuk acara tasyakurannya. Mama melarang Mika mengurus "takut kecapean" katanya.


Sedangkan Devon siap siaga dalam memenuhi semua keinginan Mika.


Hari - hari Devon hanya di sibukkan praktek dan memenuhi keinginan ngidam Mika.


Hampir setiap hari Mika meminta yang makanan yang berbeda - beda, seperti ketoprak, bajigur, kelepon, pecak gurame dan masih banyak lagi yang diinginkan Mika.

__ADS_1


Makanan itu mudah didapat bila saja di jam para penjual itu menjual, tetapi keinginan Mika yang tengah malam menjadi sulit bagi Devon untuk menemukan penjual tersebut.


Permintaannya tengah malam terkadang membuat Devon kewalahan dalam mencarinya, bahkan banyak semua permintaan Mika tidak kesampaian karena Devon tidak menemukan penjualnya.


Mika pernah memintah kepada Devon untuk dibelikan bajigur pada hal jam sudah pukul 11 malam. Tidak ingin Mika kecewa akhirnya dengan berat hati Devon mencarinya.


Devon sudah berputar - putar menyusuri jalan yang biasa di ramaikan penjual bajigur, tetapi malam itu jalanan itu sepi tidak ada satu pun penjual bajigur yang terlihat. Devon terlihat kesal malam itu.


"Ya Tuhan sesulit ini kah menjadi seorang Papa" ucap Devon yang frustasi jika tidak kunjung menemukan pedagang yang dicarinya.


Devon melanjutkan pencariannya, tetap saja sia -sia sudah 2 jam berputar - putar tidak menemukannya. Devon yang sudah mengantuk terpaksa pulang tanpa hasil, walaupun Mika akan kecewa.


Sesampainya di rumah ketika Devon memasuki kamar melihat Mika sudah terlelap dalam tidurnya.


"Selamet... selamet... " ucap Devon dalam hati, karena melihat Mika tidur sehingga aman tidak ada yang ngambek kepadanya.


Pagi harinya Devon buru - buru berangkat ke RS sebelum Mika bangun dan mengamuk karena permintaannya tidak dapat.


Hari yang di tunggu tiba, acara tasyakuran Kehamilan Mika di gelar di hotel bintang lima. Begitu banyak tamu yang hadir termasuk keluarga pak Edi dan Istrinya yang kebetulan berada di Bandung, selain itu bu Leni, adik - adik panti dan pengurus panti semua hadir dalam acara tersebut yang sudah di fasilitasi akomodasi oleh papa mertua Mika untuk sampai hotel tersebut.


Acara yang digelar sangat ramai, mereka semua yang hadir turut bahagia atas kehamilan Mika.


Acara yang cukup banyak di hadiri banyak undangan yang hadir, membuat yang memiliki hajat tidak menyadari ada nya penyusup.


Aldo duduk manis berbaur dengan tamu undangan lain agar penyusupannya tidak diketahui Mika atau Devon serta orang tua Devon.


Sudah hampir satu tahun Aldo tidak mengetahui keadaan Mika, namun rasa rindunya yang besar membuatnya nekat kembali ke Indonesia.


Aldo yang setahun yang lalu di paksa pergi keluar negeri oleh papa dan mama nya karena malu akibat kedatangan papa dan kaka ipar Devon yang membeberkan perbuatan Aldo.


Lengahnya pengawasan papa dan mama Aldo membuat dirinya nekat jauh - jauh terbang dari Belanda hanya untuk melihat kecantikan wanita yang di cintainya.


Aldo menyaksikan kemesraan Mika dan Devon dalam rangkaian tasyukuran tersebut.


"Aku senang bisa melihatmu lagi Mika, aku akan selalu melihatmu walau kau tidak melihatku" ucap dalam hati Aldo.


Aldo yang dulu tempramen dalam menghadapi semua masalah, kini lebih kalem.Terapinya kepada seorang Psikiater di Belanda membuatnya lebih tenang dan kalem dalam menghadapi semua masalah, namun rasa cintanya kepada Mika sampai sekarang sulit untuk dilupakan. Obsesinya sangat besar walaupun sikapnya tidak senekat dahulu.


Aldo terus memandangi wajah cantik Mika dari ke jauhan, wajah yang selalu dirindukan dan wajah yang menjadi tujuan hidupnya.


Disisi lain Mika menyadari kalau ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya. Mika melirik ke samping kanannya dan pandangannya lurus menatap orang tersebut.


Ternyata benar seorang Aldo dengan senyum manis nya tersenyum kepada Mika.

__ADS_1


Mendapat senyuman itu jantung Mika berdetak lebih cepat karena takut Aldo berbuat nekat kembali.


Mika yang ingin memberi tahu suaminya namun situasinya tidak memungkinkan Mika untuk menceritakannya.


Mika tidak ingin acara yang sudah di buat oleh mama Mertuanya hancur berantakana hanya karena Aldo datang.


Dirinya coba menenangkan kembali dirinya dan bersikap seperti tidak ada apa pun walaupun tetap dalam keadaan waspada.


Setelah hampir 3 jam acara tasyakuran di gelar akhirnya tinggal rangkaian acara terakhir yaitu sesi foto - foto.


Mika yang tidak ingin terjadi sesuatu pada dirinya, maka Mika selalu mengikuti kemanapun suaminya pergi, bahkan Mika tidak mau pergi tanpa suaminya.


Mika takut kelengahan suami atau keluarganya di manfaatkan Aldo untuk berbuat nekat kembali.


Beberapa kalinya peristiwa yang melibatkan Aldo, membuat Mika tidak pernah percaya akan sosok Aldo.


Acara telah selesai, Devon yang mengajak Mika bermalam di hotel mendapat penolakan dari Mika.


Mika takut Aldo akan lebih mudah dalam menjalankan aksinya bila di hotel dibandingkan bila di rumah.


Devon menuruti kemauan istrinya. Mika dan Devon pun ikut pulang bersama dengan mama dan papanya.


Mika yang kelelahan dalam acara sore tadi membuatnya terlelap tidur.


Devon membetulkan posisi tidur Mika, Devon menaruh kepala Mika diatas pangkuannya agar lebih nyaman untuknMika.


Perjalanan yang cukup macet membuat laju mobil yang ditumpangi Mika beserta Suami dan mertuanya menjadi lambat, Mika yang tertidur kini sudah terbangun tetapi mobil mereka belum sampai juga ke rumah.


Saat di lampu merah Mika melihat kearah jendela di sebelahnya.


Mika tidak sengaja melihat mobil di sebelahnya membuka jendela, terlihat jelas wajah Aldo yang didepan matanya.


Dengan perasaan takut dan cemas Mika memalingkan wajahnya agar tidak melihat Aldo.


Akhirnya setelah bermacet - macet ria sampailah mereka di rumah. Sebelum Mika menaiki tangga, Mika menyampaikan ucapan terima kasih untuk yang kesekian kalinya untuk mama dan papa mertuanya yang sudah memberi pesta luar biasa pada sore itu. Setelah itu Mika dan Devon langsung kekamar mereka begitu juga orang tua Devon.


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2