
Bab 142
Suasana ramai di rumah duka yang di penuhi oleh banyak orang yang bertaziah ke Almarhumah bu Leni sebagai tanda kalau almarhumah sangat baik sewaktu hidupnya.
Pemakaman di lakukan besok pagi karena sedang menunggu keluarga dan kerabat yang belum datang.
Malam harinya adik dan kakak kandung bu Leni datang dari Madiun, jawa timur. Bu Leni memang bukan asli orang Bandung, dirinya berasal dari Madiun tetapi suratan takdir yang mempertemukan bu Leni dan suaminya di Bandung. Bu Leni yang telah lama tinggal di Bandung membuatnya pandai dalam berbahasa sunda.
Kedatangan Adik dan kaka bu Leni di sambut dengan baik oleh Mika. Namun sayangnya sikap mereka bertolak belakang sekali dengan bu Leni.
Pagi harinya setelah jenazah bu Leni di sholatkan di masjid dekat panti asuhan Kasih Bangsa, langsung di bawa ke pemakaman umum. Bu Leni di makamkan disebelah makam suaminya.
Selama acara pemakaman anak - anak panti dan pengurus panti merasa sedih sekali atas kepergihan ibu mereka. Bahkan Ny. Rose pun merasa sangat sedih sekali, dirinya belum sempat mengucapkan rasa terima kasihnya tetapi bu Leni sudah pergi menghadap sang kuasa.
Usai pemakaman Mika berserta keluarga dan adik - adik panti berserta pengurus panti lainnya pulang kembali kepanti.
Sesampainya di panti mereka melihat pintu panti tertutup rapat, padahal seingat Mika kaka dan adik bu Leni pamit duluan pulang saat di pemakaman dengan alasan kurang enak badan.
Mika mengetuk pintu panti namun tidak ada respon bahkan pintu terkunci. Berkali - kali Mika dan adik - adiknya berteriak tidak ada respon.
Mika merasa ada sesuatu yang aneh dengan kejadian ini. Mika pun berusaha menghubungi telepon kaka dan adik bu Leni tetapi tidak diangkat bahkan di reject.
Dengan berat hati Mika menyampaikan kepada 20 adiknya ini dan 6 pengurus panti yang terdiri 4 pengurus perempuan dan 2 pengurus laki - laki sudah paru baya yang merupakan suami dari dua orang pengurus panti. Malam itu mereka sementara beristirahat di rumah Mika dulu.
Mika akhirnya memesan mobil bis sedang untuk mengangkut mereka ke rumahnya. Jarak antara panti dan rumah Mika yang tidak terlalu jauh membuat mereka tidak memakan waktu lama dalam perjalanan.
Sesampai di rumah Mika, disana hanya ada 5 kamar kosong dengan terpaksa Mika membagi antara kamar wanita dan laki - laki. Selain itu Mika memesan beberapa kasur dan bantal untuk adik - adiknya.
Kini rumah Mika terasa ramai sekali setelah ada 26 orang baru yang tinggal di rumahnya. Mika berencana besok pagi bersama pengurus panti lainnya kembali mendatangi panti asuhan.
Sore harinya Ny. Rose yang memasak di bantu istri Mr. x dan para pengurus panti membuat makan untuk makan malam nanti. Ny. Rose senang sekali melihat suasana rumahnya yang luas ini kini ramai tidak sepi seperti biasanya.
Malam harinya mereka makan bersama, setelah makan malam mereka ngobrol - ngobrol sebentar dan pergi tidur.
Pagi hari nya Mika dan para pengurus panti mengunjungi panti asuhan untuk mengambil pakaian dan perlengkapan sekolah anak - anak panti.
__ADS_1
Disampainya di depan panti ternyata sudah terdapat tumpukan kardus besar di depan panti asuhan dan plang panti asuhan pun sudah tidak ada bahkan di depan pagar panti sudah tertulis "RUMAH INI DIJUAL".
Deg... Jantung Mika sempat terhenti sejenak saat melihat hal yang tidak wajar di depannya. Bahkan beberapa ibu - ibu pengurus panti mulai menitikan air matanya, mereka takut terusir dari panti asuhan yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.
"Nak Mika bagaimana ini kenapa tertulis rumah ini di jual?" ucap salah satu ibu pengurus.
"Tenanglah bu, kita tanyakan langsung ke keluarga bu Leni" ucap Mika.
Mika dan para ibu pengurus mengetuk pintu panti asuhan.
Tok... tok... tok... "Assalamualaikum " ucap Mika.
Mika melakukan berkali - kali hingga terbukalah pintu utama itu.
Krek... Pintu terbuka.
"Ada apa kalian?" ucap kaka bu Leni.
"Pak, kami datang meminta penjelasan bapak dan ibu kenapa barang - barang anak panti berada di luar dan di pagar tertulis rumah ini di jual" ucap Mika.
"Maksud ibu apa ya?" tanya Mika.
Ha... ha... ha... "kalau urusan uang pura - pura bodoh" ucap kaka dan adik bu Leni.
Lalu Mika kembali meminta penjelasan namun mereka berdua pergi berlalu dari Mika dan para ibu pengurus.
Salah satu ibu pengurus dengan penuh keberanian memasuki panti dan akan masuk kekamarnya tetapi di halangi oleh kaka dan adik bu Leni.
Mika yang tidak ingin terjadi kekerasan fisik segera melerai perbuatan mereka. Mika meminta kejelasan dari semua yang terjadi.
Akhirnya adik dan kaka bu Leni menelepon seseorang, sekitar 10 menit datanglah 3 orang pria dan menemui mereka di teras rumah.
"Perkenalkan saya pengacara ahli waris dari bu Leni" ucap salah satu pria yang datang itu.
Mika lalu tanpa basa - basi meminta kejelasan dari pria yang di anggap pengacara keluarga itu.
__ADS_1
Lalu ketiga pengacara itu secara bergantian menjelaskan kasus dari rumah yang selama ini menjadi panti asuhan Kasih Bangsa.
Inti pembicaraan mereka kalau penghuni panti asuhan Kasih Bangsa harus meninggalkan tempat tersebut karena ahli waris akan menjual rumah tersebut.
Mika dan ibu - ibu para pengurus yang hadir merasa syok atas permintaan keluarga bu Leni ini.
"Lalu kami akan tinggal dimana?" tanya salah satu ibu pengurus dengan polosnya.
"Bukan urusan kami, minta saja sama Mika, sekarang dia kan sudah kaya" jawab adik bu Leni.
Mika lebih banyak diam dari pada berdebat dengan kedua yang tidak berprikemanusian itu.
Dengan berat hati Mika dan para ibu pengurus panti memindahkan barang - barang yang sudah di karduskan ke atas mobil. Karna jumlah barang yang banyak akhirnya Mika meminta mobil box RS. Diamond untuk datang mengangkut semua barang itu.
Sekitar 15 menit mobil box yang di tunggu datang, akhirnya semua barang diangkut melalui mobil box RS. Diamond.
Sesampainya di rumah Mika lebih fokus meminta adik - adiknya untuk merapihkan barang - barang yang baru di bawanya.
Mika pun menghubungi beberapa tukang bangunan untuk membuatkan 3 kamar baru di halaman belakang yang memang masih luas sekali.
Pengerjaan pembuatan kamar sedang di kerjakan dan sementara mereka merapikan pakaian dan buku serta perlengkapan sekolah mereka.
Keesok harinya anak - anak panti yang sudah berangkat sekolah kembali setelah satu hari meliburkan diri.
Suasana rumah Mika kali ini penuh keramaian. Anak - anak Mika senang dan gembira karena banyak teman bermain. Ny. Rose juga merasa senang karena suasana sepi telah berubah menjadi penuh tawa dan canda seakan menghiasi makan pagi mereka sebelum beraktifitas.
Bersambung...
Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaππππ
Ingin tau kelanjutan yang terjadi dengan Mika dan cerita lainnya, ikut selalu ya Lihatlah Aku.πππ
Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoππ
Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author agar lebih semangat up nyaππππ
__ADS_1
Tolong tinggalkan jejak Like, vote, hadiah dan komen dibawah iniππππ