Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 33


HP Devon berbunyi kembali, ada rasa penasaran untuk mengangkat panggilan Nita.


Janji Devon pada mamanya membuat dirinya tidak bisa melakukan hal itu.


Devon membiarkan HP itu terus berdering tanpa menjawabnya.


Sudah 5 kali HP itu terus berdering dari nomor yang sama.


Setelah tidak ada respon dari Devon, HP nya berbunyi kembali, tetapi bukan dari nada panggilan melainkan dari notifikasi pesan masuk.


Devon masih teguh dengan janjinya.


Setelah ada lebih dari 4 kali bunyi notifikasi pesan akhirnya pertahanan Devon luluh juga.


Rasa penasarannya yang besar mengalahkan janji pada mamanya.


Devon membuka pesan - pesan yang masuk di HP ternyata semua dari no yang sama yaitu dari no Nita.


Devon membaca seluruh pesan semua yang dikirim Nita.


[Sayang, kamu dimana?]


[Tolong aku sayang, kaki dan tanganku sakit Dev😭😭😭]


[Dev tolong jangan tinggalkan aku, hanya kamu yang kuharapkan, ingat janjimu yang selalu melindungiku]


[Kenapa tidak menjawab teleponku?... dan kenapa tidak kamu balas pesanku?... please don't leave me 😭😭😭]


[Bila kamu tetap diam, lebih baik aku mati]


Pesan yang Nita kirim kepada Devon.


Devon yang membaca pesan terakhir Nita merasa takut Nita berbuat nekat.


Devon segera mengganti pakaiannya untuk kembali ke RS. X


Didalam perjalanannya Devon terus saja merasa bersalah dalam hati karena telah melanggar janjinya.


"Tuhan beri petunjukmu, sesungguhnya aku tidak bisa memilih antara Mika istriku atau Nita" ucap Devon dalam hati


Hatinya galau dengan permasalahan yang dihadapinya.


Tiba - tiba HP Devon berdering.


Kring... kring... kring...


Devon melihat pada layar HP nya ternyata mamanya yang menelepon, semakin dag.. dig..dug.. jantungnya karena rasa bersalah.


Devon yang melihat panggilan telepon dari mamanya langsung menepikan mobilnya di bahu kiri jalan.


Devon hanya diam tanpa menerima panggilan telepon dari mamanya.


Devon terngiang - ngiang akan ancaman mamanya, membuat dirinya takut.


Devon yang hendak menjalankan kembali mobilnya tiba -tiba mendengar suara notifikasi pesan masuk dari HP nya.


Saat di buka pesan yang diterimanya itu, ternyata dari mamanya.


[Mama tidak main -main dengan ancaman mama, teruslah melakukan kesalahanmu, maka siap - siap menanggung penyesalan selamanya]


Pesan yang mama kirim kepada Devon.


Devon dengan perasaan galau terus melanjutkan perjalanannya ke RS X.


Sesampainya disana, Devon menujuh ke ruang inap kelas 1 tempat Nita dirawat.

__ADS_1


Devon terdiam cukup lama didepan pintu.


Sebuah pesan masuk dalam HP Devon.


[Kalau kamu tidak datang malam ini, maka besok pagi kamu akan menemukan mayatku]


Pesan yang Nita kirim kepada Devon


Devon yang panik, ingin segera masuk ke ruang Nita.


Tiba -tiba pundak nya ditepuk dari belakang.


Devon yang kaget atas tepukan itu menengokkan kepalanya.


Devon sungguh kaget ternyata papanya yang menepuk.


"Papa" ucap Devon


"Jangan sepelekan ancaman mamamu, jangan mengorbankan anakmu demi ambisi konyolmu" nasehat papa pada Devon


"Aku harus apa pa?" tanya Devon


"Pergilah ke ruang inap istrimu, minta maaflah padanya, bukalah lembaran baru keluarga kecilmu, beri perhatian penuh pada istri dan calon anakmu" nasehat papa pada Devon yang galau


"Lalu Nita bagaimana pa?" tanya Devon


"Kirimlah pesan padanya katakan sebenaranya hubungan pernikahanmu, setelah itu tutup semua akses Nita terhadapmu, jangan beri harapan apapun untuk nya" ucap papa


"Tetapi Nita mengancam akan mengakhiri hidupnya pa" ucap Devon dengan putus asa


"Papa sudah mengetahui pasti dia akan melakukan itu, papa sudah meminta seorang perawat untuk menjaga dalam ruangannya." ucap papa


"Terima kasih pa" jawab Devon sambil memeluk papanya


Beban di pundak Devon sebagian telah berkurang, atas bantuan papanya masalah Nita sementara sudah dapat diatasi.


Sebelum masuk keruang inap Mika, Devon mengirim pesan dulu pada Nita.


[Nita, maaf aku tidak bisa menepati janjiku padamu...Aku berharap kamu dapat cepat sembuh untuk melanjutkan kehidupanmu dengan anakmu... Saat ini anakmu aku titipkan di panti asuhan Bunda kasih di jl.melati,Bandung selatan, aku menempatkan seorang perawat khusus untuk baby Vonny...Berhentilah berharap padaku Nita, karena aku sudah memiliki istri dan calon anak dalam kandungan istriku, aku tidak ingin membagi lagi perhatianku padamu... Maafkan aku yang mengecewakanmu... Aku sudah menghubungi tantemu, semoga mereka bisa memberikan perhatian pada kalian... Tolong jangan gangu lagi aku, karena aku mencintai istriku, aku takut kehilangan dirinya...Maaf, maafkan aku Nita]


Pesan yang Devon kirim kepada Nita, sebagai pesan terakhirnya.


Setelah pesan terkirim, Devon segera memblokir no HP Nita.


"Bismillah" ucap Devon sebelum mengetuk pintu.


Tok... tok... tok..., suara ketukan pada pintu kamar inap Mika.


"Ya silakan masuk" sahutan dari dalam kamar Mika


Krek..., Devon membuka pintu ruang inap Mika


Devon melangkahkan kakinya menujuh istrinya berbaring.


Dipandangi wajah cantik istrinya yang di sia -siakan selama 2 bulan ini.


Mama yang melihat situasi itu, memilih meninggalkan mereka berdua.


"Mama pulang kerumah ya, jaga istrimu, besok pagi sebelum mama praktek akan kemari" ucap sang mama


"Iya ma, terima kasih ma" jawab Devon sambil memeluk erat mamanya


Setelah mama meninggalkan ruang Mika, Devon semakin mendekatkan diri pada Mika.


Devon duduk di kursi dekat tempat tidur Mika.


Devon memegang tangan Mika yang tidak terpasang infus, diangkat dan di ciumi sambil berkata "Mika sayang maafkan suami bodohmu ini" ucap Devon.

__ADS_1


Penyesalan di dirinya ditumpahkan dengan air mata.


Lalu Devon juga mengelus dan mencium perut Mika, tanpa melepas tangan Mika dari tautan tangannya.


Berkali - kali Devon mengucapkan kata maaf dalam tangisnya.


Rasa penyesalan yang besar atas ucapan kasar pada istrinya.


Mika yang tidurnya terganggu dengan isakan tangis seorang, perlahan Mika membuka matanya karena suara tangisan Devon yang mengganggu bobo cantiknya.


"Mas" ucap Mika yang kaget saat membuka mata, Devon sedang menangis sambil mencium tangan Mika


"Mika sayang, apa tidurmu terganggu?" tanya Devon pada Mika


Mika tidak menjawab pertanyaan Devon, hanya memalingkan wajahnya dari hadapan suaminya.


Devon yang melihat respon Mika, langsung mengucapkan permohonan maafnya.


"Mika sayang, maafkan suami bodohmu ini, sayang aku menyesal atas semua perbuatanku, sungguh aku bodoh di butakan dengan egoku" ucap Devon sambil menangisi penyesalannya.


Dalam hati Mika sungguh tidak tega melihat hal ini, tetapi hatinya masih belum melupakan dengan perlakuan Devon.


Mika ingin melihat keseriusan dari sikap dan perbuatan Devon.


Mika tidak ingin kecewa untuk kesekian kalinya.


Jiwanya begitu rapuh saat Devon meragukan anak dalam kandungan Mika adalah anaknya.


Setelah cukup lama Devon menangis, cukup lama pula Mika terdiam membisu.


Mika yang tidak tahan dengan situasi yang menyedihkan ini.


"Aku harus kembali bangkit dari keterpurukan ini" ucap Mika dalam hati.


Akhirnya Mika dengan keberanian yang dikumpulkan bangkit dari penindasan Devon.


"Apakah kamu tidak bahagia hidup denganku?...Aku akan mencoba mengikhlaskan semua ini, mungkin sudah suratan takdirku... Kejarlah yang membuatmu bahagia dengan cara halal, tetapi selesaikan dulu urusan pernikahan ini agar tidak ada dosa lain yang dibuat" ucap Mika dengan air mata yang ditahan


Mika tidak ingin Devon kembali kepadanya hanya kasihan.


Mendengar ucapan Mika, Devon langsung memeluk istrinya seerat mungkin.


"Tidak... tidak... tidak sayang jangan katakan itu, aku tidak sanggup bila harus kehilanganmu kedua kalinya, tolong maafkan aku" ucap Devon dengan air mata berderai


Mika hanya diam, karena tidak ingin berdebat akhirnya menutup matanya rapat -rapat.


Devon yang di liputi rasa takut dan cemas bila Mika akan meninggalkannya.


Devon terus memeluk erat istrinya, ketakutannya akan kejadian masa lalunya, butuh 5 tahun Devon baru bisa bertemu kembali dengan perjuangan yang besar.


"Nafasku sesak" ucap Mika yang menyadarkan Devon dari lamunan masa lalunya.


Devon langsung melerai peluknya, sambil mengucapkan maaf kepada Mika.


Diam dan minimnya respon Mika membuat Devon tidak menyerah mendapatkan kata maaf dari Mika.


" Mika sayang, tolong maafkan aku, katakan apa yang harus aku lakukan untuk membuat dirimu memaafkan aku sayang" ucap Devon yang kesekian kalinya untuk meluluhkan hati Mika


Dengan kekuatan hati Mika mengungkapkan kemauanya.


" Lepaskan aku" ucap Mika dengan pelan tetapi masih dapat didengar Devon


Devon syok dengan permintaan Mika....


Ikuti terus cerita lanjutannya di bab berikut ya.


Tinggalkan komentar - komentar positif kalian yang membuat author lebih bersemangat upπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2