Lihatlah Aku

Lihatlah Aku
Lihatlah Aku, season 2


__ADS_3

Bab 74


Devon terbangun dari tidurnya dengan nafas ngos - ngosan, keringat bercucuran di kening dan jantung berdebar - debar.


"Oh Tuhan mengapa mimpi ini nyata?" tanya Devon dalam hatinya.


Devon tiba - tiba menangis menyesalkan sikapnya yang acuh kepada ketiga anaknya. Devon bahkan mengutuk dirinya yang tidak peduli kepada ketiga anaknya terutama anak - anaknya yang bayi.


Anak bayinya sudah berusia 1 bulan lebih tetapi dirinya belum juga memberikan nama, bahkan acara aqiqah yang akan di laksanakan 3 hari lagi terpaksa batal karena Devon pun tidak mengetahui dimana keberadaan anaknya sekarang.


Devon langsung berpikir kalau supir pribadi Mika pasti mengetahui rumah baru Mika. Devon akhirnya menelepon supir Mika yaitu pak Didin.


Nut...nut....nut bunyi sambungan telepon menunggu dianggkat.


Didin : "Halo, selamat sore den"


Devon : "Sore pak Didin, pak share loc alamat Mika sekarang"


Didin : "Maaf den saya tidak mengetahui non Mika tinggal dimana"


Devon : "Kenapa tidak mengetahui, bukankah kamu supirnya yang mengantar pulang dan pergi Mika"


Didin : "Saya sekarang supir ambulans di RS.Diamond Den.


Devon : "Jangan berbohong, beritahu saya pak Didin"


Didin : " Sumpah saya tidak mengetahui tempat tinggal non Mika sekarang, saya tinggal bersama teman saya di kontrakan"


Devon terus saja mendesak, karena Devon yakin kalau pak Didin mengetahui tempat tinggal Mika sekarang.


Dengan berat hati pak Didin menceritakan yang sebenarnya, dirinya tidak ingin Devon salah paham lagi.


Pak Didin mencerita sejak awal Mika mengontrak rumah dan baru semalam tinggal, pagi harinya Mika dan anak - anaknya pergi tidak tahu kemana, karena Mika tidak memberitahunya, saat itu Mika di jemput oleh supir barunya.


Pak Didin sengaja tidak menceritakan sosok Laki - laki yang bersama Mika. Pak Didin tidak ingin Mika semakin di pandang buruk di mata Devon.


Pak Didin ingin menjaga nama baik Mika di depan Devon, walaupun tidak mengetahui apa yang terjadi diantara kisruh rumah tangga mereka tetapi pak Didin melihat kesedihan yang mendalam dari mata majikannya Mika.


Setelah mendengar cerita penjelasan dari pak Didin, Devon yang kesal karena keinginannya tidak terjawab langsung mengakhiri sambungan telepon itu.


Devon tidak kehabisan akal untuk mencari Mika. Setelah tidak mendapatkan hasil apapun dari pak Didin, Devon mencari informasi keberadaan Mika melalui sekertaris Mika.


Devon menelepon sekertaris Mika yang bekerja di RS. Diamond.


Nut...nut....nut bunyi sambungan telepon menunggu dianggkat.


Sekertaris Mika : "Halo, selamat sore Dok"


Devon : "Sore, beritahu saya Mika tinggal dimana?"


Sekertaris Mika : "Maaf Dok, saya tidak mengetahui Dr. Mika tinggal dimana?


Devon : "Kenapa tidak tau, bukanya kamu sekertarisnya"


Sekertaris Mika : " Benar saya sekertarisnya tetapi sungguh saya tidak mengetahui dimana Dr.Mika tinggal sekarang Dok"


Devon. : " Awas kamu kalau saya tau kamu berbohong, saya tidak akan segan - segan memecatmu dari RS.Diamond.


Setelah mengucapkan kalimat ancaman kepada sekertaris Mika, maka berakhir juga percakapan telepon Devon.


Devon tanpa menunggu jawaban sekertaris Mika langsung mematikan sambungan telepon itu.


Devon kepusingan bagaimana mencari tau keberadaan anaknya. Dengan berat hati Devon menghubungi kakanya.

__ADS_1


Nut...nut....nut bunyi sambungan telepon menunggu dianggkat.


Kak Intan : "Halo"


Devon : "Halo, kak apa kabar?"


Kak Intan. : "Baik, ada apa?"


Devon : "Kak tolong beritahu aku dimana Mika tinggal"


Kak Intan : "Mengapa harus bertanya denganku"


Devon : Please tolong kasih tau aku kak"


Kak Intan : "Aku tidak mengetahuinya"


Devon : "Kak aku rindu anak -anakku"


Kak Intan. : "Lalu apa hubungannya denganku?"


Devon : "Kak tolong beritahu aku dimana Mika tinggal"


Kak Intan : "Sungguh aku tidak mengetahui mereka tinggal dimana"


Devon : "Apakah kaka pernah bertemu istriku"


Kaka Intan : "Istri yang mana?... Bukankah kau sudah membuangnya?...apa jalangmu itu yang kau sebut istri?"


Devon : " Kak, tolong hentikan menyudutkan ku, aku menyesal kak"


Kak Intan : "Yakin menyesal, luka yang kau torehkan terlalu dalam...jangan terlalu PeDe kalau Mika akan memaafkanmu"


Setalah mengucapkan kata yang menyakitkan untuk Devon, Intan langsung menutup sambungan telepon nya tanpa permisi.


Sore itu Devon akan mengunjungi panti asuhan Bunda Kasih. Perjalanan kesana Devon mengunakan fasilitas mobil RS.Diamond.


Selama perjalanan Devon memikirkan bagaimana cara mencari alasan dengan bu Leni. Devon terus berpikir hingga menemukan alasan yang tepat.


Devon telah sampai dipanti asuhan Bunda Kasih. Devon mengetuk pintu panti karena sore itu di ada aktifitas apapun yang terlihat di teras.


Tok...tok...tok...Devon mengetuk pintu panti asuhan Bunda Kasih.


Bu Leni yang mendengar pintu diketuk segera melihat siapa yang bertamu sesore itu.


Krek...bu Leni membuka pintu.


"Eh.. nak Devon, masuk nak!" ucap bu Leni.


Devon tersenyum sambil berkata " Selamat sore bu."


"Sore nak, sendirian saja nak...Mika tidak ikut nak?" ucap bu Leni.


Devon yang mendengar pertanyaan bu Leni dapat menyimpulkan kalau Mika dan anaknya tidak ada disana.


Devon mengobrol - ngobrol sebentar sebelum dirinya berpamitan pulang dengan bu Leni.


Devon kesal pencariannya untuk bertemu anak - anaknya tidak menemukan titik terang.


Devon melamun menyesali perbuatan bodohnya. Dirinya yang lelah tidak berkonsentrasi dengan baik dalam mengemudi.


Tiba - tiba telepon miliknya berdering tanda ada telepon masuk. Devon menepikan mobilnya ditepi jalan agar tidak mengganggu pejalan lain dan untuk keselamatannya juga.


Saat melihat dilayar HP nya ternyata Shila yang menghubunginya. Devon menekan tombol hijau untuk menerima panggilan Shila.

__ADS_1


Devon : "Ya halo"


Shila : "Halo, selamat sore sayang"


Devon : "Ada apa?"


Shila : "Aku kangen sayang, datanglah aku akan memuaskanmu"


Devon : "Aku lagi banyak kerjaan"


Shila : "Yakin tidak mau melanjutkan yang terhenti siang tadi?"


Devon : "Aku lagi sibuk La"


Shila : "Kalau begitu aku yang akan datang"


Devon : "Untuk apa?"


Shila : "Untuk menyenangkan dan memanjakanmu"


Devon : "Jangan konyol kamu"


Shila : "Aku serius, aku akan memberikan servis terbaikku untuk mu"


Devon : "Terserah"


Shila : "Dimana alamatmu sayang"


Devon : "Jl.Cenderawasi, no 98"


Setelah memberitahu alamat nya Devon langsung mematikan sambungan teleponnya dengan Shila.


Devon kesal pencariannya tidak membuahkan hasil tetap hatinya berbunga - bunga akan bertemu Shila. Fantasi di kepalanya akan ke indahan tubuh Shila menari - nari di pikirannya.


Devon yang sedang mengemudi dengan senang hati memacu mobilnya dengan kecepatan di atas rata - rata agar dirinya cepat sampai ketempat tinggalnya untuk bertemu wanita body guitar spanyol.


Jauhnya Jarak antara panti asuhan ke tempat tinggalnya membuat Devon mengambil jalur alternatif lainnya. Devon tidak ingin terjebak macet karena sering terjadinya tanah longsor yang menutup jalan.


Devon mengambil jalan alternatif di pinggir jurang yang agak curam dan licin saat hujan. Jalan ini cukup berbahaya tetapi jalan yang di tempuh Devon sangat sepi, Devon berharap dirinya akan cepat sampai tanpa harus bermacet - macetan di jalan.


Saat Devon melewati jalan pinggir jurang tiba - tiba hujan turun dengan lebat. Jarak pandang Devon agak terganggu oleh rintik - rintik hujan. Hingga Devon tidak dapat menguasai laju dari kendaraannya yang di pacu sangat kencang.


"Ya Tuhan bagaimana ini" ucap Devon.


Devon sangat takut saat jarak pandangnya semakin kabur oleh guyuran hujan.


Devon berusaha untuk menginjak rem mobilnya tetapi terlambat mobil yang dikemudikan Devon sudah terjun bebas ke jurang.


"Aaah........Mika...."teriak Devon.


Mobil Devon sudah masuk ke jurang yang di bawah jurang itu terdapat sungai dengan debit airnya lagi deras - derasnya karena hujan lebat.


Akankah Devon selamat dari mautnya? dan apa yang akan terjadi dengan Mika setelah musibah Devon?


saksikan kelanjutannya para pembaca Lihatlah AkuπŸ™πŸ˜


Bersambung...


Maaf ya para pembaca setiaku semua, author lanjut di episode berikutnya yaπŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Terima kasih telah mengikuti karya author, mohon maaf bila masih banyak salah typoπŸ™πŸ™


Ditunggu kritik dan saran kalian semua, yang dapat membangun karya author abal - abal ini, agar lebih semangat up nyaπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak Like dan komen dibawah iniπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


__ADS_2